• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ikan dan Amfib

Dalam dokumen Menyibak Tabir Evolusi (Harun Yahya).pdf (Halaman 34-36)

Ikan dan amfibi muncul di bumi secara tiba-tiba dan tanpa nenek moyang apa pun. Evolusionis tidak dapat menjelaskan asal-usul kedua kelompok makhluk hidup ini.

E

volusionis beranggapan bahwa invertebrata laut yang ditemukan pada lapisan Kambrium berevolusi menjadi ikan dalam waktu puluhan juta tahun. Akan tetapi, tidak ditemukan satu pun mata rantai peralihan yang menunjukkan evolusi pernah terjadi di antara jenis invertebrata dan ikan ini. Invertebrata, atau hewan tak bertulang belakang, memiliki jaringan keras di luar tubuh mereka dan tidak memiliki rangka dalam. Sebaliknya, ikan memiliki tulang, yakni jaringan keras di dalam tubuh mereka. Dengan demikian, evolusi invertebrata menjadi ikan adalah sebuah perubahan sangat besar yang seharusnya telah meninggalkan bentuk-bentuk mata rantai peralihan yang menghubungkan kedua kelompok hewan ini.

Evolusionis telah menggali lapisan-lapisan fosil selama kurang lebih 140 tahun untuk mencari bentuk- bentuk yang diduga ada tersebut. Mereka telah menemukan jutaan fosil invertebrata dan jutaan fosil ikan; tapi tak seorang pun pernah menemukan satu bentuk pertengahan di antara keduanya.

Menghadapi fakta ini, ahli paleontologi evolusionis, Gerald T. Told, mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

Ketiga subdivisi ikan bertulang muncul pertama kali dalam catatan fosil pada saat yang kira-kira bersamaan….Bagaimana mereka berasal? Apa yang menyebabkan mereka sangat berbeda?... Dan mengapa tidak ada jejak bentuk-bentuk peralihan sebelumnya?26

Skenario evolusi juga mengatakan bahwa ikan, yang berevolusi dari invertebrata, di kemudian hari merubah diri mereka sendiri menjadi amfibi yang dapat hidup di darat. (Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di air, seperti katak). Tapi, sebagaimana yang ada dalam benak anda, skenario ini pun tidak memiliki bukti. Tak satu fosil pun yang menunjukkan makhluk separuh ikan separuh amfibi pernah ada. Meskipun enggan, kenyataan ini dibenarkan oleh tokoh evolusionis terkemuka, Robert L. Carrol, penulis buku Vertebrate Paleontology and Evolution: “Kami tidak memiliki fosil berbentuk pertengahan antara ikan riphidistian dan amfibi-amfibi awal.” 27

Sebuah fo sil berusia 280 juta tahun y ang berasal dari spesies katak y ang telah punah. Penemuan ini mengungkapkan bahwa katak munc ul sec ara tiba- tiba di bumi tanpa pendahulu apa pun.

Tidak dijumpai perbedaan sedikit pun antara fo sil ikan yang hidup ratusan

j u t a t ah u n lalu d e n g an ik an mo dern. Ikan telah diciptakan

s e b a g a i i k a n , d a n a k a n senantiasa tetap seperti itu.

35

Menyibak Tabir Evolusi

Singkatnya, ikan dan amfibi muncul secara tiba-tiba dan keduanya telah memiliki bentuk sebagaimana yang ada sekarang tanpa ada

pendahulu. Dengan kata lain, Allah telah menciptakan

mereka masing-masing dalam bentuk yang sudah sempurna.

PERMASALAHAN SEPUTAR SISIK Di antara ko ntradiksi penting dalam skema rekaan evo lusi ikan ke reptil adalah pembentukan kulit o rg anisme tersebut. Semua ikan memiliki sisik pada kulit tubuhny a sedang kan amfibi tidak. Reptil y ang didug a berevo lusi dari amfibi jug a memiliki sisik. Jika kita

beranggapan bahwa terdapat hubungan evo lusi di antara o rg anisme-

o rg anisme ini, kita pun harus mampu

menjawab

meng apa sisik, y ang ada pada ikan, meng hilang

pada amfibi, dan kemudian munc ul kembali pada reptil.

Say ang ny a, para evo lusio nis tidak mampu menjawab

pertany aan ini. KEAJAIBAN METAMORFOSIS

Katak awalnya dilahirkan di air, hidup di sini untuk beberapa saat, dan kemudian munc ul di darat setelah menjalani pro ses y ang dikenal d e n g a n “ m e t a m o rf o s i s ”. Se j u m l a h o ra n g berang g apan bahwa metamo r-

f o sis ad alah b u kt i e v o lu si, padahal keduanya tidak ada kaitan n y a satu sama lain . Sa t u - s a t u n y a m e k a n i s m e perkembangan yang dikemuka- kan o leh evo lusi adalah mutasi. Metamo rfo sis tidak munc ul akibat peristiwa kebetulan sebag aimana mutasi. Sebalikn y a,

perubahan ini diha- silkan o leh ko de g enetik dalam

katak. Deng an kata lain, fakta telah membuk-

Melalui metamo rfo sis, katak meng alami perubahan bentuk. Di akhir perubahan y ang sempurna ini, mereka menjadi teradaptasi untuk hidup di darat.

Keturunan y ang akan dihasilkan dari telur- telur katak y ang terbuahi akan berjumlah c ukup bany ak sehing g a mampu menutupi telag a atau sung ai yang meng alir.

Keturunan katak yang menetas dari telur y ang terbuahi adalah o rg anisme y ang diranc ang untuk hidup dalam air sebelum menjalani metamo rfo sis. Ia meng ambil o ksig en melalui insang lay akny a ikan. Katak pada tahap ini disebut “ berudu”. tikan bahwa ketika seeko r katak lahir, ia akan

memiliki tubuh y an g memun g kin kan n y a h idup di darat.

Klaim para evo lusio nis tentang perpindahan dari air ke darat mengatakan bahwa ikan, dengan ko de genetik yang secara khusus dirancang untuk kehidupan di air, berubah

menjadi makhluk darat sebag ai hasil dari mutasi ac ak dan kebetulan. Nam u n , d e n g an alasan in i, se su n g g u h n y a m e t am o rf o sis m alah meruntuhkan teo ri evo lusi daripada mendukung ny a. Sebab kesalahan terkec il dalam pro ses metamo rfo sis berarti kematian atau c ac at bag i o rg an isme t e rse b ut . San g at lah p e n t in g b ag i me t amo rf o sis un t uk berlang sung sec ara sempurna. Adalah mustahil jika pro ses serumit ini, yang tidak memberi peluang bagi kesalahan, untuk terjadi melalui mutasi ac ak dan kebetulan sebag aimana perny ataan evo lusi. Pada k e n y a t a a n n y a , m e t a m o rf o s i s a d a l a h s e b u a h k e a j a i b a n y a n g meng ung kapkan kesempurnaan dalam penc iptaan.

Amfibi

36 Menyibak Tabir Evolusi

Kekeliruan tentang

Dalam dokumen Menyibak Tabir Evolusi (Harun Yahya).pdf (Halaman 34-36)

Dokumen terkait