2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
b. Perubahan pada kebijakan akuntansi (Lanjutan)
b. Changes in accounting policy (Continued)
PSAK No. 72, “Pendapatan Dari Kontrak Dengan Pelanggan”. PSAK No. 72 mengatur model pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, sehingga entitas diharapkan dapat melakukan analisis sebelum mengakui pendapatan.
PSAK No. 72 ini akan menggantikan PSAK No. 23 “Pendapatan”, PSAK No. 34
“Kontrak Konstruksi”, PSAK No. 44
“Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estate”, ISAK No. 10 “Program Loyalitas Pelanggan”, ISAK No. 21 “Perjanjian Konstruksi Real Estat” dan ISAK No. 27:
Pengalihan Aset Dari Pelanggan.
PSAK No. 73 , “Sewa”, PSAK No. 73 menetapkan prinsip-prinsip untuk pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan sewa, dengan tujuan memastikan bahwa lessee dan lessor menyediakan informasi yang relevan yang dengan setia mewakili transaksi tersebut.
PSAK No. 73 ini akan menggantikan PSAK No. 30 “Sewa”.
PSAK 73 memperkenalkan model tunggal pengakuan sewa di neraca untuk akuntansi penyewa. Penyewa mengakui aset hak guna yang merupakan hak penyewa untuk menggunakan aset yang mendasari perjanjian sewa dan liabilitas sewa yang merupakan kewajiban penyewa untuk melakukan pembayaran sewa. Terdapat pengecualian untuk pengakuan sewa jangka pendek dan sewa atas barang yang bernilai rendah.
Group mengakui aset dan liabilitas untuk semua sewa dengan jangka waktu lebih dari 12 bulan, kecuali aset tersebut bernilai rendah.
SFAS No. 72, "Revenue From Contract With Customers". SFAS No. 72 sets the revenue recognition model of the contract with the customer, so the entity is expected to conduct an analysis before acknowledging the revenue. This SFAS No.
72 will replace PSAK No. 23 "Revenue", SFAS No. 34 "Construction Contracts", SFAS No. 44 "Accounting for Real Estate Development Activities", ISAK No. 10
"Customer Loyalty Program", ISAK No. 21
"Real Estate Construction Agreements" and ISAK No. 27: Transfer of Assets From Customers ".
SFAS No. 73 “Leases”, SFAS No. 73 establishes principles for the recognition, measurement, presentation and disclosure of leases, with the objective of ensuring that lessees and lessors provide relevant information that faithfully represents those transactions. This SFAS No. 73 will replace SFAS No. 30 "Lease".
SFAS 73 introduces a single, on-balance sheet lease accounting model for lessees. A lessee recognises a right-of-use asset representing its right to use the underlying asset and a lease liability representing its obligation to make lease payments. There are recognition exemptions for short-term leases and leases of low-value items.
The Group recognize assets and liabilities for all leases with a term of more than 12 months, unless the underlying asset is of low value.
25 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
PENTING (Lanjutan)
b. Perubahan pada kebijakan akuntansi (Lanjutan)
Sifat dari beban-beban yang terkait dengan sewa tersebut telah berubah karena PSAK 73 menggantikan beban sewa operasi yang sebelumnya diakui secara garis lurus, dengan beban penyusutan atas aset hak-guna dan beban bunga atas liabilitas sewa.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
b. Changes in accounting policy (Continued)
The nature of expenses related to those leases has changed as SFAS 73 replaces the previous straight- line operating lease expense, with a depreciation charge for right-of-use assets and interest expense on lease liabilities.
c. Prinsip - Prinsip Konsolidasian
Grup menerapkan PSAK No. 65 (Revisi 2015), “Laporan Keuangan Konsolidasian”.
PSAK 65 tersebut mendasarkan prinsip yang telah ada dengan mengidentifikasi konsep pengendalian sebagai faktor utama dalam menentukan apakah entitas harus dimasukkan ke dalam laporan keuangan konsolidasian entitas induk. Standar ini memberikan petunjuk tambahan untuk membantu dalam kondisi penentuan pengendalian sulit untuk dinilai. Dalam prinsip yang baru, Grup mengendalikan suatu entitas ketika Grup terekspos terhadap, atau memiliki hak atas, pengembalian variabel dari keterlibatannya terhadap entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut.
Laporan Keuangan Konsolidasian meliputi Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan dan Entitas-entitas yang dikendalikan secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan.
Laporan Keuangan Entitas Anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh Grup, kecuali dinyatakan lain.
c. Principles of Consolidation
The Group adopted SFAS No. 65 (2015 Revision), “Consolidated Financial Statements”. PSAK 65 builds on existing principles by identifying the concept of control as the determining factor in whether an entity should be included within the consolidated financial statements of the parent company. The standard provides additional guidance to assist in the determination of control where this is difficult to assess. Under the new principles, the Group controls an entity when the Group is exposed to, or has right to, variable returns from its involvement with the entity and has the ability to affect those returns through its power over the entity.
The Consolidated Financial Statements incorporate the Consolidated Financial Statements of the Company and entities in which the Company has the ability to directly or indirectly exercise control.
The Financial Statements of the Subsidiaries are prepared for the same reporting period as the Company’s. The accounting policies adopted in preparing the Consolidated Financial Statements have been consistently applied by the Group, unless otherwise stated.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
c. Prinsip - Prinsip Konsolidasian (Lanjutan)
c. Principles of Consolidation (Continued)
Entitas-entitas anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas-entitas anak, lebih dari setengah kekuasaan suara entitas.
Subsidiaries are fully consolidated from the date of acquisition, being the date on which the Company obtains control, and continue to be consolidated until the date when such control ceases. Control is presumed to exist if the Company owns, directly or indirectly through subsidiaries, more than half of the voting power of an entity.
Transaksi antar perusahaan, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi dieliminasi. Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi. Kebijakan akuntansi entitas anak diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan akuntasi yang diadopsi Grup.
Inter-company transactions, balances and unrealized gains on transactions between the Group’s companies are eliminated.
Unrealized losses are also eliminated.
Accounting policies of Subsidiaries have been changed where necessary to ensure consistency with the policies adopted by the Group.
Pengendalian didapat ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee.
Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
a. Kekuasaan atas investee (misal, hak yang ada memberikan kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan investee).
b. Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee.
c. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.
Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the investee.
Specifically, the Group controls an investee if and only if the Group has:
a. Power over the investee (i.e., existing rights that give it the current ability to direct the relevant activities of the investee)
b. Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and
c. The ability to use its power over the investee to affect its returns.
27 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
PENTING (Lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
c. Prinsip - Prinsip Konsolidasian (Lanjutan)
c. Principles of Consolidation (Continued)
Ketika Grup memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Grup dapat mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee tersebut:
When the Group has less than a majority of the voting or similar right of an investee, the Group considers all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, incuding:
a. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara yang lain.
b. Hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain.
c. Hak suara dan hak suara potensial Grup.
Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Konsolidasi atas anak perusahaan dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas anak perusahaan dan berhenti ketika Grup kehilangan pengendalian atas Entitas Anak.
Aset, liabilitas, penghasilan dan beban atas Entitas Anak yang diakuisisi atau dilepas selama periode termasuk dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian dari tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup menghentikan pengendalian atas Entitas Anak.
Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham entitas induk Grup dan pada kepentingan non pengendali (KNP), walaupun hasil di kepentingan non pengendali mempunyai saldo defisit. Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansinya sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup. Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota Grup akan dieliminasi secara penuh dalam circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of a Subsidiary begins when the Group obtains control over the Subsidiary and ceases when the Group loses control of the Subsidiary. Assets, liabilities, income and expenses of a Subsidiary acquired or disposed of during the period are included in the Consolidated Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income from the date the Group gains control until the date the Group ceases to control the Subsidiary.
Profit or loss and each component of other comprehensive income (OCI) are attributed to the equity holders of the parent of the Group and to the non-controlling interest (NCI), even if this results in the NCI having a deficit balance. When necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies in line with the Group’s accounting policies. All intra-group assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows relating to transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
c. Prinsip - Prinsip Konsolidasian (Lanjutan) c. Principles of Consolidation (Continued) Transaksi dengan kepentingan nonpengendali
yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian merupakan transaksi ekuitas.
Selisih antara nilai wajar imbalan yang dibayar dan bagian yang diakuisisi atas nilai tercatat aset neto entitas anak dicatat pada ekuitas.
Keuntungan atau kerugian pelepasan kepentingan non-pengendali juga dicatat pada ekuitas.
Perubahan kepemilikan di anak perusahaan, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas. Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
a. Menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas Entitas anak;
b. Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
c. Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian sebagai laba rugi; dan
g. Mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Grup akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset bersih dari Entitas Anak yang tidak dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian dan dalam ekuitas pada Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Transactions with NCI that do not result in loss of control are accounted for as equity transactions. The difference between the fair value of any consideration paid and the Group loses control over a subsidiary, it:
a. Derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the subsidiary;
b. Derecognizes the carrying amount of any NCI;
c. Derecognizes the cumulative translation differences, recorded in equity, if any; components previously recognized in OCI to profit or loss or retained earnings, as appropriate, as would be required if the Group had directly disposed of the related assets or liabilities.
NCI represents the portion of the profit or loss and net assets of the Subsidiaries not attributable directly or indirectly to the Company, which are presented in the Consolidated Statement of Profit or Loss and Other Comprehensive Income and under the equity section of the Consolidated Statement of Financial Position, respectively, separately from the corresponding portion attributable to the owner of the parent entity.
29 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(Lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Grup, jika:
A Party is considered related to the Group if:
(a) Orang atau anggota keluarga dekatnya
(i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup;
(ii) Memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau
(iii) Merupakan personil manajemen kunci Grup atau entitas induk dari
(iii) Is a member of the key management personnel of the Group or of a
(ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, di program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu Grup atau entitas yang terkait dengan Grup. Jika Grup adalah entitas yang menyelanggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan Grup.
(iii) Both entities are joint ventures of the same third party. employees of either the Group or an entity related to the Group. If the Group is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the Group.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (Lanjutan)
d. Related Party Transactions (Continued)
(vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a).
(vi) The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a).
(vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
(vii) A person identified in (a) (i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity).
(viii) Entitas, atau anggota dari kelompok di mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas induk dari Grup.
(viii) The entity, or any member of group which entity is part of the group, provide key management personnel service to the Group or to the parent of the entity of the Group.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Beberapa persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan persyaratan yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
The transactions are made based on terms agreed by the parties. Such terms may not be the same as those of the transactions between unrelated parties.
Seluruh transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
All significant transactions and balances with related parties are disclosed in the relevant Notes to the Consolidated Financial Statements.
e. Kas dan Setara Kas dan Dana yang Dibatasi Penggunaannya
Kas dan setara kas mencakup kas, kas pada bank, deposito berjangka dan investasi jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.
e. Cash and Cash Equivalents and Restricted Funds
Cash and cash equivalents are cash on hand, cash in banks and time deposits with a maturity period of three months or less at the time of placement and which are not used as collateral or are not restricted.
Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya atau dijaminkan untuk
Cash in bank and deposits which are restricted or pledged as security for
31 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan derivatif
Instrumen derivatif pada awalnya diakui sebesar nilai wajar pada saat kontrak tersebut dilakukan dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya. Metode pengakuan keuntungan atau kerugian atas perubahan nilai wajar tergantung pada apakah derivatif tersebut dirancang dan memenuhi syarat sebagai instrumen lindung nilai untuk tujuan akuntansi dan sifat dari risiko yang dilindungi nilainya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar atas instrumen derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui pada laba rugi.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
f. Derivative Financial Instruments
Derivative instruments are initially recognised at fair value on the date a derivative contract is entered into and are subsequently remeasured at their fair values. The method of recognising the resulting gain or loss on the changes in fair value depends on whether the derivative is designated and qualified as a hedging instrument for accounting purposes and the nature of the risk being hedged.
The gains or losses arising from changes in the fair value of derivative instruments that do not meet the criteria of hedging for accounting purposes are recognised in profit or loss.
g. Instrumen Keuangan
Seluruh aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada pengakuan awal pada saat Group menjadi pihak dari ketentuan kontrak suatu instrumen keuangan.
Group menerapkan PSAK 71, “Instrumen Keuangan” lebih awal sejak 1 Januari 2018.
Aset keuangan Perseroan yang terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, serta liabilitas keuangan Perseroan yang terdiri dari pinjaman bank, utang usaha, akrual, utang lain-lain (kecuali utang derivatif) dan liabilitas sewa, diklasifikasikan sebagai
“instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi”.
Suatu aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika memenuhi kedua kondisi berikut dan tidak ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi:
- Dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual, dan
- Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
g. Financial Instruments
All financial assets and financial liabilities are initially recognized when the Group becomes a party to the contractual provisions of the instruments.
The Group has early adopted SFAS 71,
“Financial Instruments” from 1 January 2018.
The Company’s financial assets comprise cash and cash equivalents, trade debtors, other debtors, and the Company’s financial liabilities comprise bank borrowings, trade creditors, accruals, other payables (except derivative payables) and lease liabilities, are classified as “financial instruments measured at amortized costs”.
A financial asset is measured at amortised cost if it meets both of the following conditions and is not designated as at fair value through solely payments of principal and interest on principal amount outstanding.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Instrumen keuangan derivatif (bagian dari utang lain- lain) diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Group mengakui provisi atas kerugian penurunan nilai untuk kerugian kredit ekspektasian atas aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Provisi atas kerugian penurunan nilai piutang usaha diukur dengan jumlah yang sama dengan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya. Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya adalah kerugian kredit ekspektasian yang dihasilkan dari semua kemungkinan kejadian gagal bayar sepanjang umur yang diharapkan dari suatu instrumen keuangan.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
g. Financial Instruments (Continued)
Derivative financial instruments (part of other payables) are classified as measured at fair value through profit or loss.
The Group recognises impairment loss provision for expected credit losses (ECLs) on financial assets measured at amortised cost. Impairment loss provision for trade receivables are measured at an amount equal to lifetime ECLs. Lifetime ECLs are the ECLs that result from all possible default events over the expected expected life of a financial instrument.
Ketika menentukan apakah risiko kredit dari suatu aset keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal dan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian, Group mempertimbangkan informasi relevan yang wajar dan dapat
Ketika menentukan apakah risiko kredit dari suatu aset keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal dan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian, Group mempertimbangkan informasi relevan yang wajar dan dapat