• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMBALAN KERJA (lanjutan) EMPLOYEE BENEFITS (continued)

Dalam dokumen Krakatau Steel 31 Maret 2015 released (Halaman 134-139)

TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)

23. IMBALAN KERJA (lanjutan) EMPLOYEE BENEFITS (continued)

Imbalan Pensiun Manfaat Pasti Defined Benefit Pension Plan Program pensiun manfaat pasti Perusahaan

dikelola oleh Dana Pensiun Krakatau Steel, pihak berelasi, yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-121/KM. 17/1998 tanggal 16 Maret 1998. Sumber dana program pensiun berasal dari kontribusi karyawan dan Perusahaan. Kontribusi karyawan adalah sebesar 5% dari penghasilan dasar pensiun dan sisanya ditanggung oleh Perusahaan dan Entitas Anak untuk karyawan Perusahaan yang diperbantukan pada Entitas Anak.

Beban pensiun yang dibebankan pada usaha masing-masing sebesar US$725 dan US$964 untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dan 2014.

Perhitungan pensiun untuk tanggal 31 Maret 2015, 31 Desember 2014 dan 2013 dilakukan oleh PT Binaputera Jaga Hikmah (“Binaputera”), aktuaris independen, dalam laporannya masing-masing tanggal 2 April 2015, 5 Feburari 2015 dan 10 Januari 2014, menggunakan metode “Projected Unit Credit” dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:

The Company‟s defined benefit pension plan is managed by Dana Pensiun Krakatau Steel, a related party, which was established based on the Ministry of Finance Decision Letter No. KEP-121/KM.17/1998 dated March 16, 1998. The fund is contributed by both employees and the Company. Employee‟s contribution to the plan is 5% of basic pension income salary and the remaining contribution is paid by the Company and Subsidiaries for the Company‟s employees who are seconded to the Subsidiaries.

Pension expense change to Company‟s operations amounted to US$725 and US$964 for the three-month periods ended March 31, 2015 and 2014, respectively.

The calculations of pension as of March 31, 2015, December 31, 2014 and 2013 were performed by PT Binaputera Jaga Hikmah (“Binaputera”), an independent actuary, based on its reports dated April 2, 2015, February 5, 2015 and January 10, 2014, respectively, using the “Projected Unit Credit” method which utilized the following assumptions:

*) Tabel Mortalitas Indonesia/Indonesia Mortality Table

Selisih antara nilai kini liabilitas imbalan pasti dengan nilai wajar aset dana pensiun pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015, 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:

The difference between the present value of defined benefits obligation and the fair value of pension plan assets as of March 31, 2015, December 31, 2014 and 2013, respectively are as follows:

31/03/2015 31/12/2014 31/12/2013

Tingkat bunga aktuaria per tahun 7,42% 7,06% - 8,56% 8,6% Actuarial discount rate per annum

Tingkat hasil investasi per tahun 8,06% 11% 11% Investment rate of return per annum

Tingkat kenaikan gaji per tahun 8,38% 8,4% 8% Salary increase rate per annum

Tingkat kematian TM II-2011 ^) TM II-2011 ^) TM II-2011 ^) Mortality rate

Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age

Tingkat perputaran 1% untuk setiap usia/ 1% untuk setiap usia/ 1% untuk setiap usia/ Turnover rate

1% for every age 1% for every age 1% for every age

Tingkat cacat 10% dari tingkat 10% dari tingkat 10% dari tingkat Disability rate

mortalitas/ 10% from mortalitas/ 10% from mortalitas/ 10% from

mortality rate mortality rate mortality rate

31/03/2015 31/12/2014 31/12/2013

Nilai kini liabilitas imbalan pasti (157.176) (159.994) (161.971) Present value of defined benefit obligation

Nilai wajar aset program 178.833 188.091 191.850 Fair value of plan assets

Kerugian aktuaris yang belum diakui (3.517) (17.617) (29.522) Unrecognized actuarial losses(gain)

23. IMBALAN KERJA (lanjutan) 23. EMPLOYEE BENEFITS (continued)

Imbalan Pensiun Manfaat Pasti (lanjutan) Defined Benefit Pension Plan (continued) Karena surplus pendanaan tersebut tidak

menimbulkan manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana dari program atau pengurangan iuran masa datang, maka pengakuan surplus tersebut mengakibatkan diakuinya keuntungan pada tahun berjalan yang semata-mata berasal dari kerugian aktuarial. Karenanya, surplus tersebut tidak diakui sebagai aset Perusahaan.

Since the surplus will not result in economic benefits available in the form of refunds from the plan or reduction in future contributions to the plan, therefore recognition of such surplus will result in a gain being recognized solely as a result of an unrecognized actuarial loss in the current year. Therefore, the surplus is not recognized as an asset of the Company.

Imbalan Pensiun Iuran Pasti Defined Contribution Pension Plan Perusahaan menyelenggarakan program pensiun

iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya yang memenuhi syarat yang dananya dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. KEP.1100/KM.17/1998 tanggal 23 November 1998. Sumber dana program pensiun berasal dari kontribusi karyawan dan Perusahaan masing-masing sebesar 5,0% dan 15,0% dari penghasilan dasar pensiun. Beban pensiun yang dibebankan pada usaha sebesar US$441 dan US$651 untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dan 2014.

The Company established a defined contribution pension plan for all of its eligible permanent employees which is managed by Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, the establishment of which was approved by the Ministry of Finance in its Decision Letter No. KEP.1100/KM.17/1998 dated November 23, 1998. The fund is contributed by both employees and the Company with contribution of 5.0% and 15.0%, respectively, of the basic pension income. Pension expense charged to operations amounted to US$441 and US$651 for the three-month ended March 31, 2015 and 2014.

Entitas Anak menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat. Sumber dana program pensiun berasal dari kontribusi karyawan sebesar 5,0% dan kontribusi Entitas Anak yang berkisar antara 10,0% sampai 18.12% dari penghasilan dasar pensiun. Beban pensiun yang dibebankan pada usaha sebesar US$262 dan US$229 untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dan 2014.

The Subsidiaries established defined contribution pension plans covering all their eligible permanent employees. The fund is contributed by employees of 5.0% and by Subsidiaries with contribution ranging from 10.0% to 18.12% of the basic pension income. Pension expense charged to operations amounted to US$262 and US$229 for the three-month ended March 31, 2015 and 2014.

23. IMBALAN KERJA (lanjutan) 23. EMPLOYEE BENEFITS (continued)

Entitas Anak - PT KWT The Subsidiary - PT KWT

Berdasarkan perjanjian kerjasama antara PT KWT dengan PT Bank Syariah Mandiri No. 052A/DU-KW/IV/2012 tanggal 25 April 2012, PT KWT melakukan program pencadangan Uang Pengahargaan Masa Kerja (UPMK) yang disimpan dan dikelola oleh PT Bank Syariah Mandiri dengan setoran awal sebesar US$998 yang berasal dari akumulasi program UPMK yang sudah dicadangkan. Setoran tersebut akan dihitung kembali tiap tahunnya berdasarkan kenaikan upah dan masa kerja karyawan. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 24 April 2016.

Based on the agreement between PT KWT and PT Bank Syariah Mandiri No. 052A/DU-KW/IV/2012 dated April 25,2012, PT KWT have reserved their termination benefits which will be deposit and managed by PT Bank Syariah Mandiri with an initial deposit amounted to US$998 from accumulation of termination benefits‟ program that has been reserved. In each year, the deposits of this program will be recalculated in accordance with salary increased and period of employment. This agreement will expire on April 24, 2016.

Imbalan Jangka Panjang Menurut Perjanjian Kerja Bersama

Long-term Benefits In Accordance with the Collective Labor Agreement

Manajemen Perusahaan dan Entitas Anaknya memperoleh perhitungan aktuaris pada tanggal 31, Maret 2015, 31 Desember 2014 dan 2013 untuk menghitung pencadangan atas beban kesejahteraan karyawan jangka panjang lainnya sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama. Perhitungan aktuaria dilakukan oleh Binaputera, dalam laporannya masing-masing tanggal 2 April 2015, 5 Februari 2015 dan 10 Januari 2014, menggunakan metode “Projected Unit Credit” dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:

The management of the Company and its Subsidiaries obtained actuarial calculations as of March 31, 2015, December 31, 2014 and 2013 of the accrual of employees‟ long-term benefits expenses based on the Collective Labor Agreement. The actuarial calculations were prepared by Binaputera, based on its reports dated April 5, 2015, February 5, 2015 and January 10, 2014, using the “Projected Unit Credit” method which utilized the following assumptions:

*) Tabel Mortalitas Indonesia/Indonesia Mortality Table

a. Liabilitas kesejahteraan karyawan a. Estimated liabilities for employee benefits

31/03/2015 31/12/2014 31/12/2013

Tingkat bunga aktuaria per tahun 8,5% - 8,6% 8,06% - 8,85% 8,6% - 9,2% Actuarial discount rate per annum

Tingkat kenaikan gaji per tahun 8,4% 8,4% 8,0% Salary increase rate per annum

Tingkat kematian TM II-2011 ^) TM II-2011 ^) TM II-2011 ^) Mortality rate

Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age

Tingkat cacat 10% dari tingkat 10% dari tingkat 10% dari tingkat Disability rate

mortalitas/ 10% from mortalitas/ 10% frommortalitas/ 10% from

mortality rate mortality rate mortality rate

31/03/2015 31/12/2014 31/12/2013

Nilai kini liabilitas aktuaris 42.492 40.634 40.489 Present value of actuarial libiality

Kerugian aktuaris (OCI) pada periode berjalan (1.459) (1.462) 696 Current periode actuarial loss (OCI)

Biaya jasa lalu yang belum diakui-Unvested 2.031 3.961 158 Unrecognized past service cost-unvested

Nilai wajar aset program (641) (642) (708) Fair value lan of assets

23. IMBALAN KERJA (lanjutan) 23. EMPLOYEE BENEFITS (continued)

Imbalan Jangka Panjang Menurut Perjanjian Kerja Bersama (lanjutan)

Long-term Benefits In Accordance with the Collective Labor Agreement (continued)

b. Beban kesejahteraan karyawan b. Employee benefits expense

c. Mutasi liabilitas kesejahteraan karyawan adalah sebagai berikut:

c. Movements in the estimated liabilities for employee benefits are as follows:

Manajemen berpendapat bahwa program pensiun yang ada dan imbalan pasca-kerja yang diberikan Perusahaan dan Entitas Anak adalah cukup untuk menutupi imbalan yang diwajibkan oleh Undang-undang No. 13 tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan (“UU No.13”).

The management is of the opinion that the existing retirement plan and the post-employment benefits provided by the Company and Subsidiaries are adequate to cover the benefits required under Labor Law No. 13 year 2003 (“LL No. 13”).

Imbalan Perawatan Kesehatan Pasca-Kerja Post-retirement Healthcare Benefits Mulai tahun 2009, Perusahaan memberikan

Program Iuran Pasti Imbalan Perawatan Kesehatan Pensiun kepada karyawannya yang dikelola oleh Yayasan Badan Pengelola Kesehatan Krakatau Steel (“Bapelkes KS”), berdasarkan perjanjian tanggal 29 Maret 2010 antara Perusahaan dengan

Starting 2009, the Company provide defined contribution Post-retirement Healthcare Benefits plan to its employee which fund is managed by Yayasan Badan Pengelola Kesejahteraan Krakatau Steel (“Bapelkes KS”), based on an agreement dated March 29, 2010 between the Company and

31/03/2015 31/03/2014 31/12/2013

Biaya Jasa Kini 1.661 3.381 4.500 Current service cost

Biaya Bunga 1.813 3.329 4.637 Interest cost

Amortisasi kerugian aktuaria (38) (206) (912) Amortization of actuarial correction

Amortisasi dari biaya jasa lalu 416 773 893 Amortization of past service cost

Dampak yang tidak diakui

-karena batas aset 76 112 (127) Impact not recognized based on restriction

Total 3.928 7.389 8.991 Total

31/03/2015 31/12/2014 31/12/2013

Saldo awal 42.492 40.634 40.489 Beginning balance

Biaya kesejahteraan karyawan 1.776 6.328 6.849 Employee benefit expense

Pembayaran tahun berjalan (914) 7.451 (6.395) Payments during the year

Keuntungan/ (kerugian) aktuaris (OCI)

pada periode berjalan (345) (3.780) 4.783 Current periode actuarial gain/ (loss) (OCI)

Laba (rugi) selisih kurs (586) (8.142) (5.090) Foreign exchange gain (loss)

23. IMBALAN KERJA (lanjutan) 23. EMPLOYEE BENEFITS (continued)

Pesangon Pemutusan Hubungan Kerja Termination Benefits Sehubungan dengan kewajiban imbalan

pemutusan hubungan kerja berdasarkan UU No. 13 dan penerapan PSAK No. 24 (Revisi 2004). Perusahaan dan Entitas Anak tidak bermaksud untuk memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal. Dengan demikian. tidak ada pengakuan liabilitas dan beban pesangon PHK dalam laporan keuangan konsolidasian interim.

In relation to the termination benefits liability under LL No. 13 and application of PSAK No. 24 (Revised 2004). the Company and Subsidiaries have no intention to terminate an employee or group of employees prior to their normal pension dates. As a result. no termination benefits liability and expense have been recognized in the interim consolidated statement of financial position.

Analisa sensitivitas untuk rasio tingkat diskonto Sensitivity analysis for discount rate risk Pada tanggal 31 Maret 2015, jika tingkat diskonto

meningkat sebesar 1 poin dengan semua variabel konstan, maka liabilitas kesejahteraan karyawan lebih rendah sebesar US$706, sedangkan jika tingkat diskonto menurun 1 poin, maka liabilitas lebih tinggi sebesar US$568.

As of March 31, 2015, if the discount rate is higher 1 point with all other variables held constant, the employee benefits liability would have been US$706, while if the discount rate is lower 1 point, the liability would have been US$568.

Jumlah untuk periode/tahun berjalan dan satu periode sebelumnya adalah sebagai berikut:

Amounts for the current and previous one period/years are as follows:

Penyesuaian liabiitas dan aset program merupakan keuntungan dan kerugian aktuaria yang dihasilkan dari perbedaan antara nilai kewajiban imbalan pasti yang dihitung dengan realisasinya.

Experience adjustment on retirement benefits obligation represent the actuarial gains and losses resulting from the differences between realized and calculated values for the defined benefitts obligations.

31/03/2015 31/12/2014 31/12/2013

Liabilitas imbalan pasti (42.387) (43.116) (71.472) Defined benefit obligation

Aset program 189.299 188.091 169.651 Plan assets

Surplus/ (Defisit) 146.912 144.975 98.179 Surplus/ (Deficit) Experience adjustment on defined

Penyesuaian liabilitas program (10.783) (1.650) (11.703) obligation Experience adjustment on

Penyesuaian aset program (6.316) 2.817 (22.365) plan assets

Penyesuaian liabilitas program Actuarial (gain)/lossess on assets

(keuntungan)/kerugian Experience adjustment on

aktuarial pada kekayaan 6.316 (2.817) 22.365 plan assets

Penyesuaian aset program (keuntungan)/kerugian

aktuarial pada liabilitas 12.013 12.013 (10.659) Actuarial (gain)/lossess on liabilities

Kerugian aktuarial yang belum diakui (7.546) (7.546) (3) Unrecognized actuarial loss

Subtotal 10.783 1.650 11.703 Subtotal

Dalam dokumen Krakatau Steel 31 Maret 2015 released (Halaman 134-139)