Aminah Kartini Dalimunthe1 Taufiqurrahman2
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi manajerial kepala sekolah di MTs Ali-Imron. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif naturalistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang dilakukan pada studi kasus di MTs Ali- Imron Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung Kota Medan. Teknik pengumpulan data yang digunakan : 1. Observasi pengamatan 2. Wawancara 3. Dokumentasi. Selanjutnya analisis data pada penelitian adalah analisis deskriptif (non statistik) yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggambarkan data yang diperoleh dengan kata-kata atau kalimat yang dipisahkan untuk memperoleh kesimpulan. Karena, dapat memudahkan seseorang dalam mendapatkan sumber data. Sumber data itu dapat di bagi menjadi dua bagian, sumber data primer yaitu sumber data pokok yang diterima langsung oleh si peneliti. Seperti, sumber data Observasi dan Wawancara (Interview). Dari segi proses pelaksanaan
pengumpulan data observasi dapat dibedakan menjadi participant
observation dan non participant observation yang dapat membedakan kedua dari observasi itu adalah dari segi instrument yang digunakannya, ada observasi yang bersetektur dan observasi non bersetektur. Sedangkan wawancara, yaitu pengumpulan data, untuk menemukan permasalahan
yang akan diteliti. Wawancara cara yang baik dilakukan melalui face to face
(tatap muka) atau bisa menggunakan perekam suara. Sedangkan, Sumber data sekunder yaitu sumber data pendukung atau pelengkap yang secara tidak langsung, dalam hal ini diperoleh dokumen-dokumen, serta buku- buku yang membahas penelitian ini. Penelitian ini menggunakan kedua teknik tersebut secara bersamaan agar lebih banyak mendapatkan informasi yang diterima dari keduanya. Yang dilakukan oleh kepala sekolah MTs Ali-Imron Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung Kota Medan adalah perencanaan yang dilakukan dengan melihat dari segi program kegiatan sekolah yang telah dibuat oleh sekolah, perencanaan berdasarkan visi dan misi sekolah..
Kata Kunci : Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah
1 Alumni Prodi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sumatera Utara 2 Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Sumatera Utara
Aminah Kartini Dalimunthe, Taufiqurrahman
PENDAHULAN
Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberikan tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberikan pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Kepala sekolah adalah jabatan pemimpin yang tidak bisa diisi oleh orang-orang tanpa didasarkan atas pertimbangan.(Wahjosumidjo, 2005).
Siapapun yang diangkat menjadi kepala sekolah, harus ditentukan melalui prosedur serta persyaratan tertentu seperti latar belakang pendidikan, pengetahuan, pengalaman, usia, pagkat dan integritas sesuai Permendiknas No. 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/ Madrasah. (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 28 Tahun 2010).
Kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direflesikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsisten yang memungkinkannya menjadi kompeten atau kemampuan dalam menjalankan wewenang, tugas dan tanggung jawabnya. Pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar yan direflesikan dalam menjalankan tugas tidak dapat dilepaskan dengan kompetensi manajerial
yaitu conceptual skill, human skill and technical skill. (Wahyudi. 2012).
Manajer adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk mencapai hasil tertentu melalui tindakan orang lain yang berada dibawah tanggung jawabnya. Sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki startegi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama atau kooperatif, memberikan kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah. Kepala sekolah harus mempunyai empat kompetensi dan keterampilan utama dalam manajerial organisasi.
Kepala sekolah merupakan jabatan karir yang diperoleh seseorang setelah sekian lama menjabat sebagai guru. Seseorang diangkat dan dipercayai menduduki jabatan dimaksud. Kepala sekolah yang efektif mempunyai beberapa karakteristik keterampilan.
Berdasarkan hasil observasi awal peneliti MTs Ali-Imron Kelurahan Bandara Selamat Kecamatan Medan Tembung Kota Medan. Bahwa dalam melakukan proses pelaksanaan belajar mengajar disetiap kelas sudah dilaksanakan dengan baik, dalam melakukan manajerialnya kepala sekolah selalu melakukan pengawasan dan pengendalian dalam
mensupervisi manajemen dengan melihat keterampilan yang dimiliki oleh siswa-siswinya dan mensupervisi dalam bidang pengajaran yang akan diberikan tenaga pendidik (guru) terhadap peserta didiknya.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah. Sumber- umber data ini dikatagorikan kedalam sumber data primer dan sumber data sekunder :
a. Sumber data Primer yaitu sumber data pokok yang diterima
langsung dalam penulisan yaitu kepala sekolah MTs Ali-Imron Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung Kota Medan.
b. Sumber data Sekunder yaitu sumber data pendukung atau
pelengkap yang secara tidak langsung, dalam hal ini data diperoleh dari dokumen-dokumen, serta buku-buku referensi yang membahas penelitian ini.
Prosedur pengumpulan dan perekaman data dalam penelitian ini adalah : (Sugiyono. 2013).
1. Observasi
Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri-ciri yang spesifik dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek alam yang lain.
2. Wawancara (Interview)
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report, atau setidak- tidaknya pada pengetahuan ada atau keyakinan.
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi yang berbentuk tulisan
Aminah Kartini Dalimunthe, Taufiqurrahman
peraturan, kebijakan. Dokumentasi yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Dokumentasi yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar patung, film, dan lain- lain. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi diguanakan untuk melengkapi data dan informasi yang diperoleh untuk peneliti.