• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 7. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN

B. Implikasi Kebijakan

Profil Perkembangan Kependudukan Kota Surakarta 2014

4. Pengendalian dan evaluasi validitas dan akurasi ketersediaan data kependudukan Data kependudukan memegang peranan penting dalam menentukan kebijakan, perencanaan pembangunan, dan evaluasi hasil-hasil pembangunan, baik bagi Pemerintah maupun pihak lain termasuk dunia usaha. Oleh karena itu ketersediaan data perkembangan kependudukan sampai tingkat lapangan menjadi faktor kunci keberhasilan pelaksanaan program-program kependudukan. Perlu diprioritaskan pengembangan sistem informasi kependudukan yang bisa diakses dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Pemanfaatan data dan informasi kependudukan untuk ragam kepentingan dan tujuan intervensi kebijakan perlu dioptimalkan. Apabila sistem informasi data kependudukan terpadu lintas sektor diaplikasikan, akan mempercepat kelengkapan, akurasi, dan uji validitas data kependudukan yang tersedia. Jika hal itu terwujud, maka akan mempermudah perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan.

B. Implikasi Kebijakan

1. Kebijakan akurasi dan validasi kependudukan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil perlu mengoptimalkan upaya penyajian kelengkapan data kependudukan, akurasi data dan validitas data. Dukungan lintas SKPD sangat menentukan keberhasilan penyajian kelengkapan, akurasi dan validasi data. Kelengkapan, akurasi, dan kebaruan data kependudukan sangat strategis sebagai dasar perencanaan, dan evaluasi kinerja pembangunan daerah.

2. Kebijakan Pengarusutamaan Pemanfaatan Data Kependudukan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil perlu menggalakkan sosialisasi pengarusutamaan kependudukan untuk pembangunan daerah kepada seluruh SKPD kota Surakarta. Sosialisasi tentang bagaimana menyajikan data yang terkait dengan unit penduduk yang akurat dan valid serta memanfaatkannya untuk perencanaan dan evaluasi kinerja program dan kegiatan SKPD.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil perlu menggalakkan sosialisasi untuk masyarakat supaya sadar pentingnya mengurus dan memiliki dokumen kependudukan tepat waktu, sehingga derajat cakupan kepemilikan dokumen pendidikan meningkat.

Profil Perkembangan Kependudukan Kota Surakarta 2014

3. Kebijakan pengendalian pertumbuhan penduduk

Pengendalian laju pertumbuhan penduduk merupakan isu lintas sektoral. Upaya yang perlu dilakukan antara lain: (1) memperpanjang waktu penundaan usia kawin; (2) mengatur jumlah kelahiran; (3) mengurangi angka kematian; dan (4) menjaga keseimbangan struktur penduduk.

Sektor pendidikan perlu meningkatkan angka partisipasi sekolah terutama untuk perempuan. Sektor ketenagakerjaan perlu menyusun program perluasan kesempatan kerja, terutama untuk perempuan. Perempuan pekerja di ranah publik akan berkontribusi pada penundaan usia kawin dan pengendalian jumlah kelahiran dan pengurangan beban ketergantungan rumah tangga, sehingga meningkatkan kesejahteraan ekonomi penduduk. Sektor kesehatan perlu meningkatkan program pelayanan kesehatan reproduksi dan pelayanan keselamatan ibu melahirkan, kecukupan gizi masyarakat, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, kemampuan pembiayaan kesehatan masyarakat miskin, dan cakupan layanan fasilitas kesehatan secara merata dan terjangkau. Sektor kesehatan berkontribusi menjaga keseimbangan struktur penduduk melalui upaya menurunkan angka kematian dan meningkatkan usia harapan hidup penduduk.

4. Kebijakan Penataan Ruang dan Penyediaan Sarana Prasarana Kota Berwawasan Kependudukan

Aspek kependudukan ini merupakan memegang peranan penting, karena berkaitan erat dengan upaya-upaya pengembangan dan penyebaran sarana dan prasarana kota di masa yang akan datang. Kebijakan umum pengembangan kependudukan ini meliputi dua hal, yaitu perkiraan (proyeksi) jumlah penduduk di masa yang akan datang dan distribusi kepadatan penduduk. Distribusi kepadatan penduduk artinya distribusi penduduk pada wilayah perkotaan yang sudah ditetapkan. Proyeksi kepadatan maksimal penduduk di suatu wilayah pada tahun tertentu perlu dijadikan rujukan merencanakan daya tampung dan daya dukung wilayah. Pengendalian penyebaran penduduk melalui kebijakan pengaturan wilayah pemukiman penduduk dan model pembangunan perumahan menjadi hal yang urgen.

5. Kebijakan Ketahanan Pangan

Proyeksi pertumbuhan penduduk menjadi pertimbangan untuk perencanaan cadangan pangan daerah dan penyediaan sumber kebutuhan energi protein.

Profil Perkembangan Kependudukan Kota Surakarta 2014

6. Kebijakan kesehatan

Penduduk kota Surakarta tahun 2014 termasuk kategori umur tua, karena umur median penduduk lebih dari 30 tahun, yaitu 34 tahun. Setengah dari penduduk Kota Surakarta pada tahun 2014 berusia di bawah 34 tahun dan setengahnya lagi berusia lebih tua dari 34 tahun. Kondisi ini perlu menjadi pertimbangan menyusun kebijakan jaminan kesehatan lansia.

Tantangan Bonus Demografi berimplikasi pada prioritas program dan kegiatan pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Pelayanan kesehatan promotif berorientasi pada kegiatan yang bersifat promosi kebiasaan hidup sehat. Sedangkan Pelayanan kesehatan preventif fokus pada kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan/penyakit. Pelayanan kesehatan promotif dan kuratif untuk mengurangi resiko angka kesakitan dan angka kematian.

Pelayanan kesehatan promotif dan preventif terutama untuk usia muda, dimaksudkan supaya tumbuh generasi yang sehat dan cerdas. Generasi yang berkualitas tahun 2020-2031(puncak bonus demografi) sangat diperlukan supaya Kota Surakarta memiliki angkatan tenaga kerja yang unggul dan menang berkompetisi di pasar kerja era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

7. Kebijakan pendidikan

Jumlah penduduk usia 10-19 tahun, berjumlah 15%, perlu perhatian khusus sebagai pemanfaatan bonus demografi pada tahun 2020-2031. SKPD yang menangani urusan pendidikan perlu memasukkan kurikulum pendidikan kewirausahaan dan pendidikan kecakapan hidup di jenjang pendidikan dasar sebagai modal bersaing di pasar kerja era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

8. Kebijakan ketenagakerjaan

Data tentang angkatan kerja yang belum bekerja menurut jenis kelamin dan jenjang pendidikan memberi input untuk perencanaan kebijakan penyediaan lapangan kerja. Oleh karena itu SKPD yang mengampu urusan ketenagakerjaan perlu menyusun perencanaan kegiatan penanganan pengangguran berbasis data angkatan kerja berdasar kelompok usia dna gender.

9. Kebijakan sosial

Data penduduk menurut kecacatan, perceraian dan perempuan kepala rumah tangga, memberi input bagi kebijakan penanganan penyandang masalah sosial dan Wanita Rawan Sosial Ekonomi.

Profil Perkembangan Kependudukan Kota Surakarta 2014

Profil Perkembangan Kependudukan

Kota Surakarta 2014

disusun oleh :

Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta

Jl. Jendral Sudirman No. 2 Surakarta, Telp. (0271) 63955, 642020 psw 552,553.

Website : http://dispendukcapil.surakarta.go.id

Dokumen terkait