• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODE PENELITIAN

4.8. Implikasi Manajerial

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan karakteristik dan persepsi responden terhadap produk Ultra Teh Kotak. Dimana menurut persepsi responden berdasarkan hasil analisis biplot Ultra Teh Kotak merupaka Teh dalam kemasan yang memiliki volume yang pas dan promosi yang menarik. Menurut konsumen pilihan volume yang diberikan oleh Ultra Teh Kotak, yaitu sebesar 200 ml dengan tambahan 100 ml dan 500 ml, sudah cukup baik dengan harga yang telah ditetapkan oleh Ultra Teh Kotak. Selain itu promosi yang dilakuakan Ultra Teh Kotak adalah memberikan bonus volume tambahan sebesar 50 persen dari volume awal, ini sangat menarik para konsumen khususnya bagi mahasiswa. Dengan harga Rp. 2.500 konsumen sudah bisa mendapatkan Ultra Teh Kotak yang berukuran total 300 ml. Hal inilah yang membuat konsumen mempersepsikan Ultra Teh Kotak sebagai teh dalam kemasan yang paling menarik promosinya.

Hasil analisis persepsi responden dengan menggunakan skala likert didapatkan positioning Ultra Teh Kotak sama seperti hasil dengan menggunakan analsis biplot yaitu sebagai teh dalam kemasan dengan volume yang pas dan promosi yang menarik. Selain itu dari hasil analisis likert didapatkan juga dua positioning Ultra Teh Kotak diluar dari hasil analisis biplot yaitu produk yang mudah didapatkan dan harga yang sesuai. Produk Ultra Teh Kotak cukup mudah didapatkan di sekitar kampus IPB. Karena di setiap warung, minimarket, dan kantin-kantin yang ada di kampus IPB menjual produk Ultra Teh Kotak. Selain itu harga Ultra Teh Kotak juga sudah cukup baik karena dengan konsumen membayar sebesar Rp. 2.500 mereka bisa mendapatkan 300 ml produk Ultra Teh Kotak. Sehingga inilah yang menarik minat para responden untuk mengkonsumsi Ultra Teh Kotak.

Berdasarkan hasil analisis komponen utama didapatkan tiga posisi teratas tingkat kepentingan atribut yaitu pilihan rasa yang beragam, pilihan volume yang beragam, dan kemasan yang menarik sebagai atribut yang paling penting menurut para responden. Hal ini mengindikasikan konsumen sudah merasa jenuh dengan rasa original pada teh dalam kemasan. Oleh karena itu dengan tambahan pilihan rasa yang beragam merupakan jawaban dari persoaalan ini. Saat ini sudah ada beberapa produk teh dalam kemasan yang menambahkan varian rasa dengan contoh varian rasa yaitu teh rasa melati, madu, apel, lemon dan markisa. Pilihan volume yang beragam menjadi atribut terpenting kedua menurut para responden. Hal ini dikarenakan dengan adanya pilihan volume dapat berimplikasi pada pilihan harga untuk produk teh dalam kemasan tersebut lebih banyak. Sehingga banyak pilihan bagi para konsumen bila mereka punya keterbatasan dalam pembelian. Selain itu kemasan yang menarik juga menjadi perhatian para konsumen. Saat ini produsen teh dalam kemasan tidak hanya menjual produk teh tetapi juga kemasan yang membungkus teh mereka. Kemasan yang menarik dapat meningkatkan nilai jual di mata masyarakat. Begitu juga sebaliknya, masyarakat akan enggan untuk membeli jika kemasan dari produk teh dalam kemasan biasa saja atau cenderung jelek. Sehingga diperlukan inovasi-inovasi kreatif untuk menghasilkan kemasan yang menarik dari produk teh dalam kemasan.

Dengan hasil tersebut, dapat dirumuskan strategi STP yang tepat untuk dapat bertahan pada persaingan teh dalam kemasan. Segmentasi dari Ultra Teh Kotak adalah segmentasi psikografis yaitu gaya hidup. Target konsumen Ultra Teh Kotak dapat berfokus kepada konsumen yang mengkonsumsi teh dalam kemasan karena kepraktisannya. Sebab dari hasil penelitian, responden meminum teh dalam kemasan karena kepraktisannya sehingga mereka tidak perlu menyeduh teh terlebih dahulu bila ingin meminumnnya. Mereka hanya cukup membeli dan langsung dapat meminum teh dalam kemasan khususnya Ultra Teh Kotak. Selain itu mereka tidak perlu repot untuk mencuci gelas yang dipakai untuk meminum teh, karena Ultra Teh Kotak dikemas dalam kemasan sekali pakai sehingga konsumen dapat langsung membuang kemasan Ultra Teh Kotak bila sudah meminumnya. Positioning yang didapat dari penelitian ini diambil berdasarkan hasil dari analisis

likert dan biplot, dimana Ultra Teh Kotak sebagai teh dalam kemasan yang memiliki volume yang pas dan promosi yang menarik. Sehingga tag line yang dapat digunakan oleh Ultra Teh Kotak sebagai berikut: “Ultra Teh Kotak adalah produk teh dalam kemasan yang memberikan tambahan volume sebesar 50% dari volume awal.”

Hasil penelitian dapat dikaitkan dengan bauran pemasaran yaitu produk, harga, tempat distribusi dan promosi. Dilihat dari sisi produk Ultra Teh Kotak perlu melakukan beberapa penguatan atribut seperti pilihan rasa yang beragam, pilihan volume yang beragam, dan kemasan yang menarik. Untuk atribut rasa yang beragam Ultra Teh Kotak dapat menambah pilihan rasa dengan terlebih dahulu melakukan penelitian tentang rasa apa yang diinginkan oleh para konsumen pada teh dalam kemasan. Setelah hasil penelitian tentang rasa apa yang diingnkan para konsumen Ultra Teh Kotak dapat Meluncurkan varian rasa yang baru. Selain itu Ultra Teh Kotak perlu melakukan tambahan jenis varian volume agar konsumen dapat memilih produk Ultra Teh Kotak sesuai dengan keinginan dan kemampuan membeli mereka.

Dari sisi harga dengan melihat pengeluaran responden didapatakan mayoritas berpengeluaran sebesar Rp. 500.001 – Rp. 1.000.0000, ini membuktikan bahwa mayoritas pengeluaran mahasiswa IPB masuk kedalam kategori menengah kebawah. Hal ini berdampak kepada keputusan pembelian mereka. Berdasarkan hasil analisis komponen utama Ultra Teh Kotak Perlu melakukan penambahan jumlah varian volume untuk menangani masalah harga produk Ultra Teh Kotak. Dengan melakukan penambahan jumlah varian volume berarti Ultra Teh Kotak memberikan harga yang bervariasi kepada para konsumen. Sehingga konsumen dapat memilih produk Ultra Teh Kotak Sesuai dengan kemampuan membeli mereka.

Ultra Teh Kotak juga perlu memperhatikan tempat pendistribusian produk mereka. Dari hasil analisis karakteristik responden didapatkan mayoritas responden membeli Ultra Teh Kotak di warung atau pedagang kaki lima dan minimarket. Hal ini dikarenakan warung dan minimarket banyak tersebar di daerah sekitar kampus IPB. Oleh karena itu pendistribusian yang harus dilakukan untuk mengambil

pangsa pasar di dareah sekitar kampus Ultra Teh Kotak lebih memfokuskan ke warung atau pedagang kaki lima dan minimarket di sekitar kampus.

Promosi Ultra Teh Kotak menurut para responden sudah cukup baik, hal ini dibuktikan dari hasil analisis brand awareness yang menempatkan Ultra Teh Kotak pada posisi pertama dengan persentase sebesar 44%. Pada pertanyaan tentang merek apa lagi yang dikenal oleh para responden Ultra Teh Kotak menempati urutan keempat dengan persentase sebesar 14%. Hal ini membuktikan bahwa promosi yang dilakukan ultra teh kotak sudah cukup baik, oleh karena itu Ultra Teh Kotak perlu menjaga keunggulan promosi ini. Cara yang paling efektif pada saat ini adalah melakukan marketing event seperti mengadakan seminar di kampus-kampus atau pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Indonesia. Hal ini dikarenakan dengan dilakukannya marketing event seperti ini PT Ultrajaya khususnya manajemen Ultra Teh Kotak dapat mengetahui secara langsung karakteristik pangsa pasar di mana Ultra Teh Kotak melaksanakan marketing event tersebut.

1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, kesimpulan yang dapat diambil adalah:

a. Berdasarkan identifikasi karakteristik responden diketahui bahwa mayoritas responden adalah wanita, dengan mayoritas fakultas asal adalah FMIPA dengan rata-rata tingkat pengeluaran sebesar Rp. 500.001 – Rp 1.000.000. Alasan para responden meminum teh dalam kemasan adalah karena kepraktisannya dengan meminum teh dalam kemasan sebanyak kurang dari 3 kali perminggu. Mayoritas responden membeli teh dalam kemasan di pedagang kaki lima/warung, dan waktu minum teh dalam kemasan secara keseluruhan menjawab pada siang hari. Sedangkan responden meminum teh dalam kemasan pada kesempatan saat sedang haus.

b. Pesaing terdekat Ultra Teh Kotak adalah Teh Botol Sosro diikuti Frestea, Mountea, Nu Green Tea Fruit Tea, ABC Teh Kotak, Teh Gelas dan Teh Rio.

c. Berdasarkan hasil analisis positioning, dari hasil analisis Biplot didapatkan positioning dari Ultra Teh Kotak adalah produk teh dalam kemasan siap minum yang memiliki volume yang pas dan promosi yang menarik. Sedangkan berdasarkan analsis deskriptif dengan skala likert Ultra Teh Kotak di posisikan sebagai teh dalam kemasan dengan volume yang pas, merek yang terkenal, harga yang pas, dan promosi yang menarik. Irisan dari kedua analisis ini didapatkan positiong dari Ultra Teh Kotak sebagai teh dalam kemasan dengan volume yang pas dan memiliki strategi promosi yang menarik.

d. Rekomendasi yang dapat di berikan bagi perusahaan yaitu menambah jumlah varian rasa dan varian volume berdasarkan hasil Analisis Komponen Utama berdasarkan tingkat kepentingan atribut agar Ultra Teh Kotak dapat memperkuat positioning yang sudah ada di masyarakat.

2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka saran bagi Ultra Teh Kotak antara lain:

a. Mempertahankan keempat atribut Ultra Teh Kotak yang menonjol yaitu volume yang pas, merek yang terkenal, harga yang sesuai, dan promosi yang menarik.

b. Menambah jumlah varian rasa serta varian volume dan memperbaiki desain kemasan untuk memperkuat positioning Ultra Teh Kotak dalam benak konsumen.

c. Mempertahankan dan menambah varian promosi dengan cara melakukan marketing event dengan mengadakan seminar di kampus-kampus dan pusat-pusat perbelanjaan.

d. Melakukan peningkatan kinerja untuk beberapa atribut seperti rasa manis yang pas, kemasan yang menarik, dan produk mudah didapatkan dengan cara melakukan pengembangan produk dan penambahan varian tempat distribusi yang saat ini masih tertinggal dari pesaing terdekat Ultra Teh Kotak, yaitu Teh Botol Sosro dan Frestea.

Amir, M. T. 2005. Dinamika Pemasaran: Jelajahi Dan Rasakan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Apriantoro. 2006. Analisis Positioning Popeyes Chicken And Seafood Dalam Pasar Restoran Fast Food. Skripsi Pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi Dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Badan Pusat Statistik. 2012. Produksi Perkebunan Besar Menurut Jenis Tanaman, Indonesia (Ton), 1995-2010. www.bps.go.id. [28 Februari 2012]

Chaniago, F. M. 2010. Analisis Positioning Bimbingan Dan Konsultasi Belajar Nurul Fikri Berdasarkan Persepsi Siswa-Siswi SMA Di Bogor. Skripsi Pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi Dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Durianto, D, Sugiarto, dan Tony Sitinjak. 2004. Strategi Menaklukan Pasar: Melalui Riset Ekuitas Dan Perilaku Merek. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Eidri, T. M. 2009. Analisis Positioning Institut Pertanian Bogor Berdasarkan Persepsi Siswa-Siswi SMU Di Bogor. Skripsi Pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi Dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Eriyanto. 2007. Teknik Sampling Analisis Opini Publik. Yogyakarta: LkiS.

Frontier Consulting Group. 2012. Top Brands Survey. www.topbrand-award.com. [5 Januari 2012]

Hasan, I. 2004. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. Jakarta: PT Bumi Aksara

Kasali, R. 2003. Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi, Targeting, Dan Positioning. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Komputer, W. 2009. Seri Panduan Praktis: SPSS 17 Untuk Pengolahan Data Statistik. Yogyakarta: Andi.

Kotler, P. dan Gary Amstrong. 2006. Prinsip-prinsip Pemasaran, Edisi Ke-12 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Kotler, P. dan Kevin Keller. 2009. Manajemen Pemasaran, Edisi Ke-13 Jilid 1 dan 2. Jakarta: Erlangga.

Mattjik, A. A. dkk. 2011. Peubah Ganda Dengan Menggunakan SAS. Bogor: Departemen Statistika FMIPA-IPB.

Mowen, J. C. 2002. Perilaku Konsumen, Ed. 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Nazir, M. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Saefuddin, A, Notodiputro, Anwar K, Aam Alamudi, dan Kusman Sadik. 2009. Statistika Dasar. Jakarta: PT Grasindo.

Santoso, S. 2010. Mastering SPSS 18. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Setiadi, N. J. 2003. Perilaku Konsumen: Konsep Dan Implikasi Untuk Strategi Dan Penelitian Pemasaran. Jakarta: Kencana.

Simamora, B. 2005. Analisis Multivariat Pemasaran. Jakrta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Suliyanto. 2005, Analisis Data Dalam Aplikasi Pemasaran. Ghalia Indonesia: Bogor.

Tjiptono, F. 2008. Strategi Pemasaran Ed. 3. Yogyakarta ,Andi Offset.

Trout, J. 2004. Trout on Strategy: Capturing Mindshare, Conquering Markets. McGraw-Hill Companies. New York.

Umar, H. 2002. Metode Riset Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Zamahsyarie, F. 2009. Analisis Positioning Ragusa Es Italia Dalam Industri Es Krim Di Jakarta. Skripsi Pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi Dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Lampiran 1. Kuesioner pendahuluan

IDENTITAS RESPONDEN

Nama :...

Jenis Kelamin : Pria / Wanita (coret yang tidak perlu) Fakultas / Angkatan :...

Nomor HP :...

a. Sebutkan satu saja produk teh dalam kemasan yang Anda ingat? ...

b. Selain produk teh dalam kemasan yang Anda sebutkan diatas, produk teh dalam kemasan apa lagi yang Anda ingat? 1. ...

2. ...

3. ...

4. ...

c. Seberapa penting atribut di bawah ini pada produk teh dalam kemasan? Petunjuk Pengisisan:

Anda diminta untuk meberikan penilaian tentang seberapa penting atribut-atribut di bawah ini menjadi pertimbangan Anda dalam memilih produk teh dalam kemasan. Penilaian dilakukan dengan memberikan tanda (√) pada angka 1 – 5 untuk setiap atribut pada kolom yang telah disediakan.

Keterangan:

1 = sangat tidak penting 2 = tidak penting

3 = biasa saja

4 = penting 5 = sangat penting

No. Atribut Skor

1. Rasa manis yang pas 1 2 3 4 5

2. Volume yang pas 1 2 3 4 5

3. Pilihan volume yang beragam 1 2 3 4 5

4. Rasa yang beragam 1 2 3 4 5

5. Kemasan yang menarik 1 2 3 4 5

6. Merek yang terkenal 1 2 3 4 5

7. Harga yang sesuai 1 2 3 4 5

8. Produk mudah didapatkan 1 2 3 4 5

d. Pilih lima produk teh dalam kemasan yang paling mirip dengan Ultra Teh Kotak? (beri tanda √)

Teh Botol Sosro Frestea

Mountea Nu Green Tea Fruit Tea

ABC Teh Kotak Teh Gelas Teh Rio

Lainnya...

= Terimakasih atas waktu dan kerjasamanya=

Lampiran 2. Kuesioner penelitian

Dokumen terkait