D. Analisis Investasi Piutang
2. Rasio Periode Penagihan Rata-rata Piutang (Average Collection Period)
4.7. Implikasi Manajerial
Perusahaan unitex merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang tekstil. Keadaan perusahaan ini beberapa tahun ini mengalami kerugian. salah satunya pada tahun 2005 dan 2006. Salah satu penyebab kerugian adalah beban pokok penjualan lebih besar daripada penjualan bersih, hal ini disebabkan harga produk tidak bisa menutupi kenaikan bahan baku dan biaya produksi yang meningkat. Harga produk tersebut tidak dapat dinaikkan, karena harga yang berlaku pada PT. Unitex berdasarkan perjanjian yang telah disepakati untuk beberapa tahun. Selain itu harga produk untuk setiap pelanggan pun berbeda-beda. sesuai dengan negosiasi yang dilakukan bagian marketing. Perbedaan harga ini
pun semakin tidak mampu menutupi biaya produksi yang semakin meningkat. Selain itu penjualan yang kecil ini disebabkan oleh penurunan kemampuan daya beli pelanggan untuk membeli produk kain. karena penurunan permintaan terhadap produk kain menurun dari pada produk baju.
Melihat keadaan PT. Unitex yang seperti itu, pimpinan perusahaan seharusnya membuat sebuah kebijakan untuk mengatasi hal tersebut. Pimpinan perusahaan dapat membuat sebuah kebijakan penetapan harga untuk satu tahun dengan melihat keadaan kondisi makroekonomi. Perusahaan harus dapat memprediksi beberapa faktor ekonomi yang mempengaruhi kenaikan harga pokok produksi untuk beberapa tahun yang akan datang sehingga harga yang telah ditetapkan dapat menutupi biaya produksi yang akan mengalami peningkatan untuk tahun yang akan datang. Perusahaan harus melihat keadaan ekonomi negara dengan melihat tingkat inflasi yang akan terjadi untuk tahun yang akan datang dan nilai kurs yang berlaku. Selain itu, perusahaan dapat melakukan strategi pemasaran dengan membuat sebuah produk kain yang dapat dinikmati oleh semua kalangan dan menambah pelanggan dengan ditetapkannya analisis 5C agar pengelolaan piutang untuk setiap pelanggan dapat terkontrol dengan baik dan perusahaan pun dapat mengetahui kemampuan pelanggan dalam membayar piutang kepada perusahaan.
1. Kesimpulan
a. Hasil analisis kinerja piutang PT Unitex Tbk selama tiga tahun terakhir mencerminkan pengelolaan piutang yang belum efektif. Dari hasil analisis rasio keuangan, rasio likuiditas yang dihasilkan tidak likuid karena perusahaan belum mampu memenuhi kewajiban lancar. Namun jika ditinjau dari rasio penagihan piutang kepada pelanggan sudah baik karena untuk setiap tahun jumlah piutang dari para pelanggan semakin rendah, hal ini membuktikan bahwa para pelanggan dapat membayar utangnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Sedangkan dari hasil perhitungan rata-rata penagihan piutang dari tahun 2005 hingga 2007 adalah 50 hari hingga 75 hari, hal ini jika dilihat dari batas bawah penentuan pembayaran yang ditetapkan perusahaan selama 30 hari membuktikan bahwa pembayaran utang pelanggan pada PT. Unitex lebih lambat dan jika dilihat dari batas atas penentuan pembayaran yang ditetapkan perusahaan selama 90 hari membuktikan pembayaran utang dari pelanggan lebih cepat dari yang ditetapkan perusahaan. Dengan keadaan seperti apabila perusahaan hanya menetapkan pembayaran piutang selama 30 hari akan banyak terjadi keterlambatan dalam pembayaran, namun perusahaan menetapkan jangka waktu pembayaran piutang selama 30-90 hari sehingga dapat memperkecil keterlambatan pembayaran piutang dan perusahaan akan cepat memperoleh kas. Dalam pemberian piutangnya perusahaan tidak menggunakan analisis 5C (Charakter, Capacity, Capital, Collateral dan Condition) tetapi bekerjasama dengan sebuah agen untuk memilih pelanggan baru.
b. Jika dilihat dari kondisi setiap pelanggan yang ada di PT. Unitex, dapat disimpulkan sebagian besar pelanggan yang ada melakukan pembayaran secara tepat waktu sesuai dengan jatuh tempo yang disepakati, keterlambatan pembayaran yang terjadi hanya pada beberapa pelanggan saja dan keterlambatan ini terkadang disebabkan adanya kerusakan yang terjadi pada produk dan pelanggan tersebut akan mengeluarkan surat klaim kepada
PT. Unitex sehingga barang tersebut akan dicek ulang oleh bagain pengecekan PT. unitex dan memberitahukan bahwa barang tersebut harap segera dicek dan diperbaiki.
c. Dari faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya piutang dilihat dari dua sisi yaitu eksternal dan internal, untuk faktor internal adalah dari tingkat penjualan kredit sedangkan faktor eksternal adalah kurs dan inflasi. Faktor yang paling berpengaruh adalah penjualan kredit, karena semakin besar penjualan kredit maka akan semakin besar pula jumlah piutang dari para pelanggan untuk setiap tahunnya dan semakin besar pula resiko yang akan ditanggung oleh PT. Unitex.
d. Jika dilihat dari rasio keuangan, analisis vertical, analisis horizontal, dan analisis investasi piutang hasil yang diperoleh dibawah standar yang telah ditentukan. Melihat keadaan yang seperti maka pengelolaan piutang secara keseluruhan pada PT. Unitex tidak begitu besar mempengaruhi tingkat profitabilitas karena PT. Unitex tidak terlalu besar mengeluarkan biaya penagihan. Sedangkan untuk pengelolaan piutang PT. Unitex lebih mempengaruhi cashflow perusahaan, karena piutang memberikan kontribusi pendapatan terbesar kedua setelah persediaan dari aktiva lancar perusahaan.
2. Saran
a. PT. Unitex dalam mengelola piutang sudah cukup baik, namun sebaiknya apabila terjadi keterlambatan dalam pembayaran para pelanggan, perusahaan sebaiknya membentuk kelompok khusus yang terdiri dari staf-staf officer dan marketing untuk dapat memantau piutang pelanggan dan melakukan penagihan yang agresif agar tidak terjadi keterlambatan yang lama.
b. Sebaiknya perusahaan meminta kepada pelanggan PT. Unitex untuk segera mengirimkan atau menerbitkan surat klaim terhadap produk yang rusak kepada PT. Unitex agar pembayaran piutang tidak terlambat akibat hal tersebut dan PT. Unitex dapat segera mengecek barang yang rusak tersebut. c. Dalam memberikan kredit kepada pelanggan baru sebaiknya melakukan PT.
Unitex menggunakan analisis 5C, agar dapat meningkatkan pengelolaan piutang lebih efektif dan dapat mengecilkan risiko keterlambatan
pembayaran yang dilakukan pelanggan dan pimpinan perusahaan dapat membuat sebuah kebijakan penetapan harga untuk tahun yang akan datang dan kesepakatan harga sebaiknya tidak terlalu lama karena kondisi perekonomian yang selalu berubah.
Barlian, I. 2003. Manajemen Keuangan Satu. Yayasan Astra Honda Motor, Jakarta.
Fess, W. 2005. Pengantar Akuntansi. PT Salemba Empat. Jakarta. Houston, B. 2001. Manajemen Keuangan. PT Erlangga. Jakarta.
Laurita, L. 2006. Kajian Manajemen Piutang Koperasi Pegawai Arta Sarana Sejahtera Departemen Keuangan Republik Indonesia. Skripsi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Maya, S. 2005. Efektifitas Manajemen Piutang dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Piutang PT Biro Klasifikasi Indonesia(Persero). Skripsi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Malul, I. 2008. Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan Yang Go Public di Bursa Efek Jakarta. www.eprints.ums.ac.id/786/ .pdf. [ 22 Mei 2009].
Miranti, E. 2007. Mencermati Kinerja Tekstil Indonesian : Antara Potensi dan Peluang.www.bni.co.id/Portals/0/Document/Ulasan%20Ekonomi/Artikel %20Ekonomi%20dan%20Bisnis/tekstil.pdf. [ 22 Mei 2009].
Munawir, S. 1995. Analisa Laporan keuangan. Liberty. Yogyakarta. Niswonger, C. 1999. Prinsip – Prinsip Akuntansi. Erlangga. Jakarta. PT. Unitex. 2005. Laporan Keuangan PT Unitex Tbk, Bogor. . 2006. Laporan Keuangan PT Unitex Tbk, Bogor. . 2007. Laporan Keuangan PT Unitex Tbk, Bogor.
Riyanto, B. 1999. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. BPFE, Yoyakarta.
Sundjaja, R.S. 2003. Manajemen Keuangan Satu. Edisi Kelima. Litereta Lintas Media, Yogyakarta.
Susilo, D. 2004. Kajian Piutang PT Sucofindo (Persero), Jakarta. Skripsi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Lampiran 1. Struktur Organisasi PT Unitex President Director Marketing Director Factory Director N. Ozawa Administration Director Central Coord Beureu
Y. Taniuchi, Samino Technical Production Ahmad Saputra Spinning K. Okubo, Syahrul Weaving Y. Taniuchi, S. Sapta Yarn Dyeing&Finishing Guarantae of Quality N. Ozawa, Tri Utility Sugi HP, Maman S GA & Personal Sugi HP Accounting Heru Yulianto Marketing Dept S. Matsuie, S. Kawagoe
Lampiran 2. Laporan Neraca PT Unitex Periode 2005-2007
(dalam rupiah)
Sumber : Laporan Keuangan PT. Unitex
2005 2006 2007
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan Setara Kas 12,481,556,964 1,657,765,515 6,283,532,536
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 17,352,248,773 27,071,076,282 14,140,564,292
Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa 534,012,493 29,321,133 0
Persediaan 44,493,511,925 35,875,547,442 47,530,298,940
Pajak dibayar di muka 7,004,817,217 7,133,609,604 1,352,436,197
Aktiva Lancar lainnya 317,716,484 181,896,619 47,192,091
JUMLAH AKTIVA LANCAR 82,183,863,856 71,949,216,595 69,354,024,056
AKTIVA TIDAK LANCAR
Aktiva pajak tangguhan- bersih 13,854,876,504 11,594,262,222 3,669,026,452
Aktiva Tetap 78,024,973,519 433,524,905 403,573,955
Beban ditangguhkan-hak atas tanah-bersih 3,334,305,867 3,560,342,376 3,785,118,332
JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 95,677,631,736 87,864,967,154 81,281,056,213
JUMLAH AKTIVA 177,861,495,592 159,814,083,749 150,635,080,269
PASSIVA
KEWAJIBAN DAN DEFISIENSI MODAL KEWAJIBAN LANCAR
Hutang Usaha
Pihak Ketiga 3,817,588,391 5,753,685,198 6,619,070,800
Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa 4,619,073,060 11,606,384,607 3,401,912,129
Pinjaman dari pemegang saham 315,418,175,683 288,784,703,249 211,317,100,164
Hutang Pajak 83,726,140 40,675,169 8,427,758,753
Hutang Sewa guna usaha jatuh tempo dalam satu tahun 7,994,312 0 0
Kewajiban Lancar Lainnya 5,042,343,472 6,280,541,484 4,660,212,621
JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 328,988,901,058 312,465,989,707 234,426,064,467
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Penyisihan imbalan kerja karyawan 15,683,705,641 17,140,119,731 17,945,669,407
JUMLAH KEWAJIBAN 344,672,606,699 329,606,109,438 252,371,723,874
DEFISIENSI MODAL
Modal Saham 8,068,500,000 8,068,500,000 8,068,500,000
Agio Saham 9,150,412,500 9,150,412,500 9,150,412,500
Selisih penilaian kembali aktiva tetap 55,829,947,596 55,829,947,596 55,829,947,596
Akumulasi Kerugian -239,859,971,203 -242,840,885,785 -174,785,503,701
DEFISIENSI MODAL, BERSIH -166,811,111,107 -169,792,025,689 -101,736,643,605
JUMLAH PASSIVA 177,861,495,592 159,814,083,749 150,635,080,269
KETERANGAN
Lampiran 3. Laporan Laba Rugi PT Unitex Tahun 2005-2007
(dalam rupiah) Laporan Laba/ Rugi Tahun 2005-2007
KETERANGAN
TAHUN
2005 2006 2007
Penjualan Bersih 119,355,888,951 130,492,534,514 128,638,187,971 Beban Pokok Penjualan 117,219,699,949 143,516,421,354 128,889,287,732 Laba/Rugi Kotor 2,136,189,002 -13,023,886,840 -251,099,761 Beban Usaha
Penjualan dan Pemasaran 4,934,491,021 7,504,487,511 4,641,125,021 Umum dan Administrasi 5,829,656,395 5,741,222,667 4,715,619,978 Jumlah Beban Usaha 10,764,147,416 13,245,710,178 9,356,744,999 Rugi Usaha -8,627,958,414 -26,269,597,018 -9,607,844,760 Penghasilan/ Beban lain-lain
Laba/rugi selisih kurs-bersih -7,434,380,700 25,220,496,435 -9,772,995,532
Pendapatan Bunga 255,510,820 82,799,719 19,072,651
Keuntungan atas Penjualan
aktiva tetap 0 317,938,812 0
Lain-lain bersih -507,543,328 -71,938,248 172,295,732
Jumlah penghasilan/beban
lain-lain bersih -7,686,413,208 25,549,296,718 -9,581,627,149 Rugi Sebelum Beban Pajak
Penghasilan -16,314,371,622 -720,300,300 -19,189,471,909 Beban Pajak Penghasilan -2,589,035,840 -2,260,614,282 14,366,880,530 Laba/Rugi Bersih -13,752,335,782 -2,980,914,582 -4,882,591,379
Pos Luar Biasa Bersih 0 0 72,877,973,463
Laba/Rugi Bersih -13,752,335,782 -2,980,914,582 68,055,382,084 Sumber : Laporan Keuangan PT. Unitex
2005 2006 2007 AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan Setara Kas 7.02 1.04 4.17 4.08
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 9.76 16.94 9.39 12.03
Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa 0.30 0.02 0.00 0.11
Persediaan 25.02 22.45 31.55 26.34
Pajak dibayar di muka 3.94 4.46 0.90 3.10
Aktiva Lancar lainnya 0.18 0.11 0.03 0.11
JUMLAH AKTIVA LANCAR 46.21 45.02 46.04 45.76
AKTIVA TIDAK LANCAR
Aktiva pajak tangguhan- bersih 7.79 7.25 2.44 5.83
Aktiva Tetap 43.87 0.27 0.27 14.80
Beban ditangguhkan-hak atas tanah-bersih 1.87 2.23 2.51 2.21 JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 53.79 54.98 53.96 54.24
JUMLAH AKTIVA 100.00 100.00 100.00 100.00
PASSIVA
KEWAJIBAN DAN DEFISIENSI MODAL KEWAJIBAN LANCAR
Hutang Usaha
Pihak Ketiga 2.15 3.60 4.39 3.38
Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa 2.60 7.26 2.26 4.04 Pinjaman dari pemegang saham 177.34 180.70 140.28 166.11
Hutang Pajak 0.05 0.03 5.59 1.89
Hutang Sewa guna usaha jatuh tempo dalam satu tahun 0.00 0.00 0.00 0.00
Kewajiban Lancar Lainnya 2.83 3.93 3.09 3.29
JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 184.97 195.52 155.63 178.70 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Penyisihan imbalan kerja karyawan 8.82 10.73 11.91 10.49
JUMLAH KEWAJIBAN 193.79 206.24 167.54 189.19
DEFISIENSI MODAL
Modal Saham 4.54 5.05 5.36 4.98
Agio Saham 5.14 5.73 6.07 5.65
Selisih penilaian kembali aktiva tetap 31.39 34.93 37.06 34.46 Akumulasi Kerugian -134.86 -151.95 -116.03 -134.28 DEFISIENSI MODAL, BERSIH -93.79 -106.24 -67.54 -89.19
JUMLAH PASSIVA 100.00 100.00 100.00 100.00
Rata-rata
Komponen Tahun
Lampiran 4. Analisis Persentase Perkomponen (Vertikal) Laporan Neraca PT.Unitex
(dalam persentase)
Lampiran 5. Analisis Persentase Perkomponen (Vertikal) Laporan
Laba/Rugi PT. Unitex
(dalam persentase)
Komponen 2005 Tahun2006 2007 Rata-rata
Penjualan Bersih 100.00 100.00 100.00 100.00
Beban Pokok Penjualan 98.21 109.98 100.20 102.80
Rugi Kotor 1.79 -9.98 -0.20 -2.80
Beban Usaha 9.02 10.15 7.27 8.81
Rugi Usaha -7.23 -20.13 -7.47 -11.61
Penghasilan/beban Lain -6.44 19.58 -7.45 1.90
Rugi Sebelum Pajak -13.67 -0.55 -14.92 -9.71
Beban Pajak -2.17 -1.73 11.17 2.42
Rugi/ Laba Bersih -11.52 -2.28 52.90 13.03
Lampiran 6. Analisis Trend (Horizontal) Laporan Laba/Rugi PT. Unitex
(dalam persentase)
Komponen 2005 Tahun2006 2007 Rata-rata
Penjualan bersih 100 109.33 107.78 105.70
Beban Pokok Penjualan 100 122.43 109.96 110.80
Laba Kotor 100 -609.68 -11.75 -173.81
Beban Usaha 100 123.05 86.93 103.33
Rugi Usaha 100 304.47 111.36 171.94
Pendapatan dan Beban Lain Bersih 100 -332.40 124.66 -35.91
Rugi bersih sebelum pajak 100 4.42 117.62 74.01
Beban Pajak 100 87.31 -554.91 -122.53
Rugi Bersih setelah pajak 100 21.68 -494.86 -124.40
2005 2006 2007 AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan Setara Kas 7.02 1.04 4.17 4.08 Piutang Usaha
Pihak Ketiga 9.76 16.94 9.39 12.03 Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa 0.30 0.02 0.00 0.11 Persediaan 25.02 22.45 31.55 26.34 Pajak dibayar di muka 3.94 4.46 0.90 3.10 Aktiva Lancar lainnya 0.18 0.11 0.03 0.11 JUMLAH AKTIVA LANCAR 46.21 45.02 46.04 45.76 AKTIVA TIDAK LANCAR
Aktiva pajak tangguhan- bersih 7.79 7.25 2.44 5.83 Aktiva Tetap 43.87 0.27 0.27 14.80 Beban ditangguhkan-hak atas tanah-bersih 1.87 2.23 2.51 2.21 JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 53.79 54.98 53.96 54.24 JUMLAH AKTIVA 100.00 100.00 100.00 100.00 PASSIVA
KEWAJIBAN DAN DEFISIENSI MODAL KEWAJIBAN LANCAR
Hutang Usaha
Pihak Ketiga 2.15 3.60 4.39 3.38 Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa 2.60 7.26 2.26 4.04 Pinjaman dari pemegang saham 177.34 180.70 140.28 166.11 Hutang Pajak 0.05 0.03 5.59 1.89 Hutang Sewa guna usaha jatuh tempo dalam satu tahun 0.00 0.00 0.00 0.00 Kewajiban Lancar Lainnya 2.83 3.93 3.09 3.29 JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 184.97 195.52 155.63 178.70 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Penyisihan imbalan kerja karyawan 8.82 10.73 11.91 10.49 JUMLAH KEWAJIBAN 193.79 206.24 167.54 189.19
DEFISIENSI MODAL
Modal Saham 4.54 5.05 5.36 4.98 Agio Saham 5.14 5.73 6.07 5.65 Selisih penilaian kembali aktiva tetap 31.39 34.93 37.06 34.46 Akumulasi Kerugian -134.86 -151.95 -116.03 -134.28 DEFISIENSI MODAL, BERSIH -93.79 -106.24 -67.54 -89.19 JUMLAH PASSIVA 100.00 100.00 100.00 100.00 Rata-rata
Komponen Tahun
Lampiran 7. Analisis Trend (Horizontal) Laporan Neraca PT. Unitex
(dalam persentase)