• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV MAKNA SIMBOLIK TRADIS TEDHAK SITEN

B. Implikasi Penelitian

yang digunakan agar tidak bisa lari dan berkeliaran. Tumpeng memiliki makna denotasi yaitu sebuah tumpeng merupakan makan nasi yang berbentuk kerucut serta nasi yang lengkap dengan lauk pauk dan sayuran atau urap. Udhik-udhik memiliki makna denotasi, makna denotasinya yaitu Udhik-udhik merupakan beras yang di beri pewarna kuning dari kunyit dan ditambahkan uang logam atau uang kertas yang telah dilipat kecil-kecil dengan beragam jumlahnya mulai dari seratus rupiah hingga sepuluh ribu rupiah. Sedangkan makna konotasiya jadah sebagai simbol bumi yang menunjukkan penggambaran kehidupan yang akan dilalui oleh sang anak. Menginjak tanah menuntun sang anak agar menjadi orang yang mandiri. Tumpeng memiliki makna konotasi yaitu wujud raya syukur atas rahmat yang telah diberikan Tuhan. Udhik-udhik makna konotasinya yaitu tentang harapan orang tua kepada sang anak kehidupannya tidak kekurangan dan uang logam memiliki makna sebagai kekayaan.

DAFTAR PUSTAKA

A. Al-Qur’an

Tim Penterjemah dan Penafsir Al-Qur’an, Al-Qur’an Al-Karim Mushaf Tajwid Warna, Terjemah, dan Asbabun Nuzul. Kartasura: Madina, 2016.

B. Buku

Amin, Darori, Islam Dan Kebudayaan Jawa.Yogyakarta : Pusat Belajar, 2012.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta:

RinekaCipta, 2013.

Chaer Abdul, Lingusitik Umum. Jakarta: Rineka Cipta, 1994.

Endraswara Surawardi, Mistik Kejawen Sinkretisme, Simbolisme, dan Sufisme dalam Budaya Spiritual Jawa. Yogyakarta: NARASI, 2006.

Herusatoto, Budiono. Simbolisme Dalam Budaya Jawa. Yogyakarta : Hanindita Graha Widya, 1987.

Koentjaraningrat. Metode Antropologi dalam Penyelidikan Masyarakat dan Kebudayaan Indonesia Jakarta: Ui Press, 1990.

Kurniawan. Semiologi Roland Barthes. (Online) Indonesia Tera. Magelang: 2001.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatf. Bandung: Remaja Rosidakarya, 2009.

Muhadjir, Noeng. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin, 1996.

Peursen, Van. Strategi Kebudayaan Jakarta: Kanisus, 1976.

Putu, Dewa dan Muhammad Rohmadi. Semantik Teori dan Analisis. Surakarta:

Yuma Pustaka, 2008.

Rais,Heppy. Kamus Ilmiah Populer Jakarta: Pusat Bahasa, 2008.

S.J.W. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka, 1985.

Sardjuningsih. Religiusitas Muslim Pesisir Selatan. Kediri: Stain Kediri Press, 2012.

Sholikhin, Muhammad. Ritual dan Tradisi Islam Jawa, Yogyakarta: PT Suka Buku, 2010.

Sobur, Alex. Semiotika Komunikasi. Remaja Rosdakarya: Bandung, 2006.

Sofwan, Effendi. Masri Singarimbun, Metodologi Penelitian Survai, Jakarta:

LP3ES,1989.

Sudaryat, Yayat. Makna dalam Wacana; Prinsip-prinsip Semantik dan Pragmatik.

Bandung: Direktori FPBS, 2006.

Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta, 2012.

Sujamto. Refleksi Budaya Jawa, Dalam Pemerintahan dan Pembangunan.

Semarang: Dahara Prize, 1997.

Syam Nur, Islam Pesisir. Yogyakarta: LKIS, 2005.

Wiyasa, Thomas, Mengungkap dan Mengenal Budaya Jawa. Jakarta: Pradnya Paramita,1997.

C. Skripsi

Alfian, Andi Ahmad. Fenomena Tradisi Thedak Siti di Tinjau dari Analisis Tindakan Sosial dan Perubahan Sosial Max Weber. Skripsi. Studi Kasus di Desa Pepe Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. UIN Sunan Ampel:

Surabaya, 2018.

Amarullah, Zairi. “Tradisi Cukuran Bayi Masyarakat Muslim Seberang Kota Jambi Manurut Hukum Islam”. Skirpsi. UIN STS Jambi: Jambi, 2018.

Harahap, Rahman, Pandangan Masyarakat Terhadap Peran dan fungsi Kelmpok BimbinanIbadah Haji (KBIH) dalam Pembinaan Calon Jamah haji di Kota Medan. Tesis. Jakarta: Program Pascasarjana IAIN Sumatra Utara,2009.

Probowardhani, Kadita Dewi. Prosesi Upacara Tedhak Siten Anak Usia 7 Bulan dalam Tradisi Adat Jawa. Studi Kasus di Desa Banyuagung Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta). Skripsi. UIN Muhammadiyah Surakarta:

Surakarta, 2016.

Yenni, Yuanita Eka. Pengaruh Modernisasi Terhadap Tradisi Lokal Jawa; Studi Kasus: Upacara Adat Tedhak Siti di Dusun Bedayun, Desa Ketileng, Kec.

Welahan, Kab. Jepara, Jawa Tengah. Skirpsi. UIN Sunan Kalijaga:

Yogyakarta, 2015.

D. Jurnal Ilmiah

Anugrah, Dian, “Analisis Semiotika Terhadap Prosesi Pernikahan Adat Jawa Temu Manten di Samarinda”, Jurnal, Volume 4, 2016 : 319-330.

Aziz, Donny Khoirul, “Akulturasi Islam dan Budaya Jawa”, Jurnal Fikrah, Vol.I, No.2, (2013), 255.

Basrowi dan Siti Juariyah, “Analisis Kondisi Sosial Ekonomi dan Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Srigading Kecamatan Maringgai Kabupaten Lampung Timur”, Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Vol.7, No.1, (2010), 60.

Dwi Ratna N, “Perubahan Dan Pergeseran Simbol Dikota Yogyakarta 1945-1949”, Jantra, Vol.II, No.2, (2017), 184.

Muzaiyanah, “Jenis Makna Dan Perubahan Makna”, Jurnal Dakwah Dan Kemasyarakatan, Vol. 13, No. 2, (2012), 145.

Nurayah, “Tedhak Siten Akulturasi Budaya Islam-Jawa (Studi Kasus Kedawung kecamatan Pejagon, Kabupaten Kebumen)”, Jurnal Fikri, Vol. 1, No. 2, Desember 2016, 320.

Pohan, Budiman dan Wahju Gunawan, “Proses Sosial Sebagai Akar Sublimasi Masyaraka tPedesaan”, Jurnal Simulachra, vol. II, No : 2019, 137.

Rahmawati, Nur dan Sudah Nurhamidah, “Makna Leksikal Dan Gramatikal Pada Judul Berita Surat Kabar Pos Kota (Kajian Semantik)”, Jurnal Sasindo Umpan, Vol.6, No. 1, (2018), 40.

Rahmawati, Rian, Zikri Fachrul Nurhadi, Novie Susanti Suseno, “Makna Simbolik Tradisis Rebo Kasan”, Jrnal, Vol. No. 1,61-67.

Website

Asilha, “Implementasi Nilai Hadis Pada Tradisi Adat Jawa Tedhak Siten (Studi Penelitian di Desa Kejayan, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso)”, https://www.asilha.com/2021/01/18/implementasi-nilai-hadis-pada-tradisi- adat-jawa-tedhak-siten-studi-penelitian-di-desa-kejayan-kecamatan-pujer-kabupaten-bondowoso, tanggal 10 November 2021.

Pitradi, “Pengaruh Akulturasi Keanekaragaman Budaya di Indonesia Terhadap

Ajaran Agama

Islam”Https://news.upmk.ac.id/home/post/opini/pbsd/pengaruh.akulturasi.k eanekaragaman.budaya.di.indonesia.terhadap.ajaran.agama.islam.htm.l diakses pada tanggal 20 Maret 2021

Rifai Shodiq Fathoni, “Akulturasi Budaya Islam dan Ritual Jawa”

Https://wawasansejarah.com/akulturasi-budaya-islam-dan-ritual-jawa/

diakses pada tanggal 21 Maret 2021

Rumah Belajar Untuk Semua, Tedhak Siten, Kementrian Pendidikn Kebudayaan

Islam”, diakses melalui alamat

Https://petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id/Repositorys/TedhakSiten/, 21 Januari 2021

Tim Editor, “6 Hak Sesama Muslim Beserta Penjelsan Terkait Kewajiban dan Adabnuya”, https://kumparan.com/berita-update/6-hak-sesama-muslim-beserta--penjelasan--terkait-kewajiban--dan-adabnya, tanggal 04 November 2021.

Tirto.Id, “Sejarah & Contoh Perkembangan Akulturasi Budaya Islam di Indonesia”

Https://tirto.id/sejarah-contoh-perkembangan-akulturasi-budaya-islam-di-indonesia-ga1B, Diakses pada tanggal 21 Maret 2021.

Hasil Wawancara

Amsir. Ketua Desa Kampung Tengah. Wawancara dengan Penulis 17 Mei 2021.

Kabupaten Batanghari. Rekaman Audio.

Purwanti, Susi. Warga Desa Kampung Tengah. Wawancara dengan Penulis 17 Mei 2021. Kabupaten Batanghari. Rekaman Audio.

Sakiban. Tokoh Adat Desa Kampung Tengah. Wawancara dengan Penulis 14 Mei 2021. Kabupaten Batanghari. Rekaman Audio.

Saring. Tokoh Agama Desa Kampung Tengah. Wawancara dengan Penulis 15 Mei 2021. Kabupaten Batanghari. Rekaman Audio.

Suwito. Warga Desa Kampung Tengah. Wawancara dengan Penulis 17 April 2021.

Kabupaten Batanghari. Rekaman Audio.

Yusuf, Amir. Kepala Desa Kampung Tengah. Wawancara dengan Penulis 21 Juli 2021. Kabupaten Batanghari. Rekaman Audio.

DATA INFORMAN

1. Nama : Sakiban Umur : 69 tahun

Pekerjaan : Pemangku Adat

Alamat : Desa Kampung Tengah, Kec. Muara Bulian, Kab. Batanghari 2. Nama : Amir Yusuf, S.Sos.

Umur : 42 tahun

Pekerjaan : Kepala Desa Kampung Tengah

Alamat : Desa Kampung Tengah, Kec. Muara Bulian, Kab. Batanghari 3. Nama : Saring

Umur : 67 tahun

Pekerjaan : Ustad dan Imam Masjid

Alamat : Desa Kampung Tengah, Kec. Muara Bulian, Kab. Batanghari 4. Nama : Suwito

Umur : 36 tahun Pekerjaan : Petani

Alamat : Desa Kampung Tengah, Kec. Muara Bulian, Kab. Batanghari 5. Nama : Amsir

Umur : 46 tahun Pekerjaan : Ketua RT

Alamat : Desa Kampung Tengah, Kec. Muara Bulian, Kab. Batanghari 6. Nama : Susi Purwanti

Umur : 32 tahun

Pekerjaan : IRT (Pelaksana Tradisi Tedhak Siten)

Alamat : Desa Kampung Tengah, Kec. Muara Bulian, Kab. Batanghari

INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA SKRIPSI

Makna Simbolik Tradisi Tedhak Siten di Desa Kampung Tengah Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari

No Jenis Data Metode Sumber Data

1 -Sejarah Dan Perkembangan Desa Kampung Tengah

-Wawancara -Observasi -Dokumentasi

-Kepala Desa -Setting

-Wawancara kepala desa, tokoh adat, dan tokoh Masyarakat.

-Data-data dan Dokumen Desa Kampung Tengah.

2 -Lokasi dan Letak Geografis Desa Kampung Tengah

-Dokumentasi -Wawancara

-Dokumen Desa

Kampung Tengah.

-Kepala Desa, Dan Perangkat Desa

3. -Kondisi Sosial Budaya, Agama dan Pendidikan Masyarakat Desa Kampung Tengah

-Wawancara

-Dokumentasi

-Wawancara Kepala Desa dan Perangkat Desa -Dokumen Desa Kampung Tengah.

4. -Pengertian dan Sejarah Tradisi Tedhak Siten

-Wawancara -Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Masyarakat Banjar Desa Kampung Tengah

5. Prosesi, Perlengkapan dan Tujuan Tradisi Tedhak Siten

-Wawancara

-Observasi -Dokumentasi

-Tokoh Adat, Tokoh Agama Dan Masyarakat Banjar Desa Kampung Tengah

-Setting,

Dokumentasi Tradisi Tedhak Siten

6. -Makna Simbolik dalam Tradisi Tedhak Siten

-Wawancara

-Dokumentasi

-Tokoh Adat, Tokoh Agama Dan Masyarakat Banjar Desa Kampung Tengah

-Simbol-simbol

perlengkapan dalam tradisi Tedhak Siten

A. Panduan Observasi

No Jenis Data Objek Observasi

1 -Letak dan Geografis Desa Kampung Tengah

-Keadaan dan Letak Geografis

2. Prosesi, Perlengkapan dan Tujuan Tradisi Tedhak Siten

-Prosesi Pelaksanan dari tradisi Tedhak Siten

B. Panduan Dokumentasi

No Jenis Data Data Dokumen

1 -Sejarah Desa Kampung Tengah -Data dokumentasi sejarah Desa Kampung Tengah

2 -Lokasi dan Letak Geografis Desa Kampung Tengah

-Data Dokumentasi Letak Geografis Tradisi Tedhak Siten

-Data Dokumentasi Keadaan Tofografi Desa Kampung Tengah 3 -Kondisi Sosial Budaya, Agama

dan Pendidikan Desa Kampung Tengah

-Data dokumentasi tentang kondisi sosial budaya, Agama dan Pendidikan Masyarakat Desa Kampung Tengah

-Potensi sumber daya manusia Desa Kampung Tengah

-Kependudukan Desa Kampung Tengah

4. Prosesi, Perlengkapan dan Tujuan Tradisi Tedahk Siten

-Data dokumentasi, tentang prosesi, dan Simbol-simbol dalam perlengkapan tradisi Tedhak Siten

C. Butir-Butir Wawancara

No Jenis Data Sumber Data dan Subtansi

Wawancara 1 -Sejarah Dan Perkembangan Desa

Kampung Tengah

Kepala Desa:

-Bagaimana sejarah munculnya Desa Kampung Tengah?

-Bagaimana Perkembangan Desa Kampung Tengah sampai sekarang?

2 -Lokasi dan Letak Geografis Desa Kampung Tengah

Kepala Desa:

-bisa dijelaskan letak geografis Desa Kampung Tengah?

3 -Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Desa Kampung Tengah

-Bagaimana Kondisi sosial budaya, Agama dan Pendidikan Masyarakat Di Desa Kampung Tengah?

4 -Pengertian dan Sejarah Tradisi Tedhak Siten

Tokoh Adat dan Tokoh Agama:

-Apa yang dimaksud dengan tradisi Tedhak Siten?

Tokoh Adta, Tokoh Agama dan Kepala Desa:

-Bagaimana Sejarah tradisi Tedhak Siten?

5 Prosesi, Perlengkapan dan Tujuan Tradisi Tedhak Siten

Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Warga Banjar Desa Kelagian:

-Bagaimana Prosesi pelaksanaan tradisi Tedhak Siten?

-Apa saja perlengkapan yang harus di penuhi ketika akan melaksanakan tradisi Tedha Siten?

-Siapa saja yang melaksanakan tradisi Tedhak Siten?

Tokoh Adat, Tokoh Agama:

-Apa tujuan dilaksanakannya tradisi Tedhak Siten?

6 -Makna Simbolik dalam Tradisi Tedhak Siten

Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Warga Desa Kampung Tengah:

-Apa makna simbolik dari simbol-simbol yang digunakan dalam tradisi Tedhak Siten?

-Apa yang menyebabkan tradisi Tedhak Siten harus dilakukan?

LAMPIRAN DOKUMENTASI

Wawancara dengan Bapak Amsir Yusuf, S.Sos.

Wawncara dengan Bapak Amir

Wawancara dengan Tokoh Adat (Sakiban)

Wawancar dengan Tokoh Agama (Saring)

Pelaksanaan Tradisi Tedhak Siten

Persiapan memperebutkan Udhik-udhik

Dokumen terkait