• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2. Landasan Teori

2.2.1. Sistem Informasi Akuntansi

2.2.1.5. Implikasi Sistem Informasi Akuntansi

Implementasi dan pengaruh sistem informasi akuntansi pada beberapa bidang, yang meliputi: dunia usaha, profesi akuntan, dan pengembangan ilmu pengetahuan akuntansi di Indonesia.

Pertanyaan pertama yang muncul adalah, apakah semua perusahaan sudah menggunakan komputer dalam mengolah data keuanganya? Jawabnya adalah masih sangat sedikit, dalam arti semua proses pengolahan datanya memanfaatkan komputer.

Hanya beberapa perusahaan besar saja yang menggunakan komputer untuk mengakses datanya, tanpa diselingi dengan proses yang dilakukan secara manual. Namun untuk pemakaian semi komputer dengan sistem manual cukup banyak. Pada kombinasi ini mungkin komputer hanya digunakan untuk mengakses data tertentu saja, biasanya untuk transaksi yang frekuensi terjadinya tinggi, dan datanya harus diakses dalam waktu yang tepat dan cepat.

Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan untuk menggunakan komputer dalam mengolah data keuangan. Faktor-faktor tersebut antara lain meliputi: banyaknya transaksi yang terjadi dalam waktu yang bersamaan ataupun berurutan, biaya untuk pemasangan dan pengoperasianya, dan ketersidiaan tenaga pelaksana operasional.

Faktor-faktor tersebut pada dasarnya adalah sama saja dengan kriteria penyusunan suatu sistem, seperti yang telah dikemukakan pada halaman terdahulu, yaitu: cepat, aman dan murah. Namun di sini penekanan lebih tertuju pada dua kriteria, yaitu kriteria aman dan murah. Dari segi kecepatan, jelas komputer jauh lebih cepat daripada bila dilakukan secara manual.

Akan lebih baik dan efektif, bila dalam melakukan penyusunan atau perubahan suatu sistem, dari sistem akuntansi manual menjadi sistem akuntansi menggunakan komputer, ataupun dari sistem akuntansi yang sudah menggunakan komputer diubah ke dalam sistem yang lebih canggih, dilakukan studi kelayakan (feasibility studies). Studi kelayakan meliputi 4 jenis studi kelayakan yaitu: technical, operational, legal dan environmental serta ekonomis.

Selanjutnya kalau dilihat pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap profesi akuntan, secara sederhana dapat dikatakan bahwa sistem informasi akuntansi belum mempunyai pengaruh yang berarti terhadap profesi akuntan. Hal ini tidak berarti tidak ada dampaknya sama sekali. Kalau akuntan tidak tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan khususnya komputer, tentu akan mengalami kesulitan untuk memberikan jasanya, bilamana klien meminta jasa penyusunan sistem akuntansi yang menggunakan komputer.

Selain itu akibat lainya adalah terhadap pelaksanaan pemeriksaan (audit) ikhtisar keuangan, bila mana akuntan mempunyai klien dan ataupun klien baru yang telah menggunakan komputer dalam mengakses data akuntansinya.

Keadaan ini merupakan tantangan dan peluang bagi profesi akuntan di masa akan datang, dan bagi Ikatan Akuntan Indonesia, yakni bagaimana menyusun tuntunan resmi berupa Norma Pemeriksaan Akuntan dalam lingkungan perusahaan yang menggunakan komputer.

2.2.1.6. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sistem Informasi Akuntansi

Terdapat beberapa faktor yang perlu diperhitungkan dalam menyusun sistem informassi akuntansi. Faktor-faktor itu merupakan hal di luar sistem akuntansi, tetapi menentukan keberhasilan dari suatu sistem. Faktor-faktor itu antara lain adalah perilaku manusia dalam organisasi, penggunaan metode kuantitatif, dan juga penggunaan komputer sebagai alat bantu.

Perilaku manusia dalam organisasi perlu dipertimbangkan dalam menyusun sistem informasi akuntansi karena siistem informasi itu tidak

mungkin berjalan tanpa manusia. Faktor psikologis karyawan, baik yang melaksanakan proses data dalam sistem itu, maupun pihak-pihak yang menerima keluaran (output) dari proses itu perlu dipertimbangkan. Metode kuantitatif, seperti analisa regresi, metode-metode statistik lainya merupakan alat bantu yang penting bagi manajemen dalam rangka melaksanakan tugasnya dan mengambil keputusan.metode ini akan lebih nampak manfaatnya bila proses data menggunakan komputer. Hal ini terjadi karena kemampuan komputer yang tinngi untuk memanipulasi data (Baridwan, 1994 :7) .

2.2.1.7. Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi berkembang selama masa hidup suatu perusahaan. Artinya, suatu sistem informasi yang baru (atau paling tidak yang akan dikembangkan besar-besaran) akan menggantikan sistem yang sengaja digunakan jika tidak memadai lagi.

Menurut Mulyadi (2001 : 19-20) terdapat tujuan umum penggunaan sistem akuntansi adalah sebagai berikut :

1. Untuk Menyediakan Informasi bagi Pengelola Kegiatan Usaha Baru. Kebutuhan pengembangan sistem akuntansi terjadi jika perusahaan baru didirikan atau suatu perusahaan menciptakan usaha baru yang berbeda dengan usaha yang telah dijalankan selama ini. Perusahaan manufaktur baru biasanya memerlukan pengembangan sistem akuntansi lengkap, sejak dari sistem akuntansi putang, sistem akuntansi utang, sistem akuntansi penggajian dan pengupahan, sistem

akuntansi biaya, sistem akuntansi kas, sistem akuntansi persediaan, sistem akuntansi aktiva tetap, dan sistem akuntansi pokok. Sedangkan perusahaan yang membuka usaha baru yang selama ini belum dijalankan biasanya memerlukan pengembangan sistem akuntansi yang tidak selengkap yang diperlukan oleh perusahaan baru.

2. Untuk Memperbaiki Informasi yang Dihasilkan oleh Sistem yang Sudah Ada.

Adakalanya sistem akuntansi yang berlaku tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen, baik dalam hal mutu. Ketepatan penyajian maupun struktur informasi yang terdapat dalam laporan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perkembangan usaha perusahaan, sehingga menuntut sistem akuntansi untuk dapat menghasilkan laporan dengan mutu informasi yang lebih baik dan tepat penyajianya, dengan struktur informasi yang sesuai dengan tumtutan kebutuhan manajemen.

3. Untuk Memperbaiki Pengendalian Akuntansi dan Pengecekan Intern. Akuntansi merupakan alat pertanggungjawaban kekayaan suatu organisasi. Pengembangan sistem akuntansi seringkali ditujukan untuk memperbaiki perlindungan terhadap kekayaan organisasi sehingga pertanggungjawaban terhadap penggunaan kekayaan organisasi dapat dilaksanakan dengan baik. Pengembangan sistem

akuntansi dapat pula ditujukan untuk memperbaiki pengecekan intern agar informasi yang dihasilkan oleh sistem tersebut dapat dipercaya. 4. Untuk Mengurangi Biaya Klerikal dalam Penyelenggaran Catatan

Akuntansi. Pengembangan sistem akuntansi seringkali ditujukan untuk menghemat biaya. Informasi merupakan barang ekonomi. Untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber ekonomi yang lain. Oleh karena itu dalam menghasilkan informasi perlu dipertimbangkan besarnya manfaat yang diperoleh dengan pengorbanan yang dilakukan. Jika pengorbanan untuk memperoleh informasi keuangan diperhitungkan lebih besar dibanding dengan manfaat yang diperoleh, sistem yang sudah ada perlu dirancang kembali untuk mengurangi pengorbanan sumber daya bagi penyediaan informasi tersebut.

Dokumen terkait