BAB III. KEGIATAN ADMINISTRASI DAN KETATAUSAHAAN
D. Reformasi Birokrasi
1. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
Dalam rangka akuntabilitas pelayanan publik, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pendayagunaan aparatur Negara bidang pelayanan publik melalui Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) Nomor: 81/1995, yang menyebutkan bahwa layanan prima adalah layanan yang memberikan kepuasan pelanggan. Lebih lanjut keputusan tersebut diperkuat dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/25/M.Pan/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah, dan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No.
4/M/PAN-RB/03/2012 tentang pelaksanaan survey indeks kepuasan masyarakat (IKM) pada seluruh unit penyelenggara pelayanan publik.
Dalam perkembangannya untuk peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menerbitkan Peraturan Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Survey Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik, dengan berlakunya Peraturan ini maka terbit Peraturan Menteri Pertanian Nomor:
19/PERMENTAN/OT.080/4/2018 sebagai pedoman survey kepuasan masyarakat pada Unit Kerja Pelayanan Publik lingkup Kementerian Pertanian sebagai pengganti Permentan Nomor 78/Permentan/OT.140/08/2013 tentang Pedoman Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat di lingkungan Kementerian Pertanian.
Kebijakan tersebut dibuat dalam merespon keluhan dan tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik yang ada di semua unit pelayanan milik pemerintah tak terkecuali Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin.
Pelayanan publik oleh aparatur negara dewasa ini telah menjadi isu strategis, karena tingkat kualitas kinerja pelayanan publik akan menentukan baik buruknya pelayanan kepada masyarakat dan pada gilirannya akan menentukan citra dari aparatur negara.
Untuk mengetahui Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM, Mutu Pelayanan dan Kinerja UKPP sebagaimana tertuang pada Tabel 3.20 di bawah ini
30
Laporan Tahunan 2020
Tabel 3.20. Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM, Mutu Pelayanan dan Kinerja UKPP
Nilai Persepsi Nilai Interval IKM Nilai Interval Konversi
IKM Mutu Pelayanan
1 1,00 – 2,5996 25,00 – 64,99 D (Tidak Baik)
2 2,60 – 3,064 65,00 – 76,60 C (Kurang Baik)
3 3,064 – 3,532 76,61 – 88,30 B (Baik)
4 3,532 – 4,00 88,30 - 100,00 A ( Sangat Baik) Untuk mengetahui pelayanan pada Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin diperlukan suatu penilaian kepada masyarakat/pengguna jasa yaitu dengan melaksanakan survei indeks kepuasan masyarakat di masing-masing wilayah kerja lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin. Tahun 2020 capaian nilai indeks adalah 86,36. Dengan demikian Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat di Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin masuk dalam kategori interval IKM antara 76,61 – 88,30 dengan simpulan bahwa mutu pelayanan adalah B, dengan kinerja unit pelayanan Baik. Angka ini jika dibandingkan dengan tahun 2019 (86,46), maka IKM Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin mengalami sedikit penurunan sebesar 0,10.
2. Indeks Penerapan Nilai Budaya Kerja (IPBK)
Dalam rangka menumbuhkembangkan semangat dan etos kerja aparatur yang bertanggungjawab, bermoral, berdisiplin, professional, produktif dan dalam rangka mewujudkan kepemerintahan yang baik di lingkungan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin maka dibutuhkan informasi mengenai kualitas budaya kerja aparatur secara rutin.
Sebagai salah satu tolok ukur untuk mengetahui derajat kesehatan suatu unit oranisasi adalah dapat diukur melalui IPNBK. Pengukuran IPNBK di lingkungan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin diperoleh berdasarkan pendapat seluruh pegawai dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari dengan menjawab 29 indikator yang merupakan penjabaran nilai budaya kerja Kementerian Pertanian yang terdiri dari Komitmen (8 indikator), Keteladanan (6 indikator), Profesionalisme (6 indikator), Integritas (5 indikator), dan Disiplin (4 indikator).
Berdasarkan survey pengukuran IPNBK tersebut akan dapat diketahui/
diperoleh data dan informasi yang akurat tentang hasil penerapan nilai budaya kerja aparatur Negara di unit kerja Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, sehingga memudahkan pimpinan dalam pengambilan keputusan untuk memperbaiki dan menggerakkan peningkatan budaya kerja aparaturnya.
31
Laporan Tahunan 2020
Hasil pengukuran IPNBK pegawai BKP Kelas I Banjarmasin tahun 2020 ditujukan kepada seluruh pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin sebagai responden memperlihatkan bahwa pada kelima komponen nilai budaya kerja, seluruhnya mencapai klasifikasi Sangat Baik (Nilai A) dengan kualitas budaya kerja terbaik secara berurutan masing-masing sebagaimana komponen dalam matrik di bawah ini : menghasilkan scor rerata sebesar 3,87 atau menghasilkan nilai kualitas budaya kerja 96,72 dengan klasifikasi kualitas budaya kerja : A (Sangat Baik).
Indikator capaian IPNBK yang skornya tinggi atau di atas rerata direkomendasikan untuk terus menerus dipertahankan bahkan ditingkatkan sehingga dapat menjadi budaya kerja positif yang terinternalisasi pada seluruh pegawai. Sedangkan Indikator dan item pertanyaan yang capaian IPNBK-nya masih di bawah skor rerata pada setiap komponen nilai budaya kerja direkomendasikan kepada Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin untuk menjadi fokus perbaikan/peningkatan pada waktu-waktu mendatang.
Hasil Pengukuran IPNBK ini diharapkan dapat memotivasi, menumbuh kembangkan semangat, tanggung jawab, disiplin, profesional, dan etos kerja seluruh pegawai Balai karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Dalam upaya peningkatan kualitas budaya kerja aparatur tersebut, pembinaan dan pengembangannya terus diprioritaskan pada indikator yang rendah
32
Laporan Tahunan 2020
atau di bawah rata-rata, sedangkan yang mempunyai nilai kualitas budaya kerja cukup tinggi atau di atas rata-rata tetap dipertahankan dan dikembangkan.
3. Layanan Pengaduan dan Informasi Publik
Dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008. Kementerian Pertanian telah menerbitkan Permentan Nomor 32?Permentan/OT.140/5/2011 tentang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik Lingkup Kementerian Pertanian. Berdasarkan ketentuan tersebut, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin telah membentuk Tim Pengelola Informasi dan Dokumentasi melalui Surat Keputusan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin Nomor : 0001/Kpts/
OT.040/K.18.B/01/2019).
Selama tahun 2020 terdapat 1 (satu) pemohon informasi publik dari perorangan terkait informasi Data Pemasukan Benih ke Provinsi Kalimantan Selatan periode tahun 2020 dan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, dari seluruh pemohon telah mendapatkan pelayanan informasi yang diperlukan dari petugas. Pada periode tersebut juga tidak pernah terjadi sengketa informasi antara pemohon dengan penyelelenggaran informasi/pelayanan publik.
4. Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokasi. Peraturan terseburt menargetkan tercapainya tiga sasaran hasil utama yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik. Dalam rangka mengakselerasi pencapaian sasaran hasil tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri PAN dan RB nomor 52 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi pemerintah.
Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin tetap berkomitmen dan konsisten membangun Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM dengan berbagai macaram upaya antara lain penataan tatalaksana, penataan manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan kualitas pelayanan publik dengan sistem piket 24 jam, tersedianya informasi yang jelas tentang prosedur pelaksanaan tindakan karantina dan tarif dalam bentuk tayang
33
Laporan Tahunan 2020
maupun leaflet, dan pengumpulan dan penyajian data informasi publikasi dan dokumentasi melalui website.
34
Laporan Tahunan 2020
BAB IV
KEGIATAN OPERASIONAL
A. Seksi Karantina Hewan
Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin terus berupaya meningkatkan pelayanan sehingga mampu menghadirkan pelayanan yang prima (efektif, efisien dan profesional) untuk mencegah masuk dan menyebarnya hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) yang dibawa melalui media pembawa HPHK yang dilalulintaskan, termasuk peningkatan kualitas sertifikasi.
Pelayanan laboratorium berjalan dengan baik dan ouput-nya dapat dijadikan sebagai rekomendasi dari tahapan tindakan karantina selanjutnya. Pengembangan wilayah kerja secara signifikan telah berjalan dengan adanya pelayanan di wilayah kerja Batulicin dan Kotabaru. Pelaksanaan tindakan karantina di Pelabuhan Batulicin dan Kotabaru telah berjalan dengan baik.
1. Kegiatan Impor
Selama tahun 2020 tidak ada kegiatan impor. Hal ini dikarenakan belum adanya jalur perdagangan internasional untuk komoditi karantina hewan baik di Wilker Trisakti, Bandara Syamsudin Noor, Batulicin maupun Kotabaru. Sebagian besar media pembawa HPHK impor yang datang ke Kalimantan Selatan merupakan media pembawa eks–impor yang masuk melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 20 tahun 2019 tentang Perubahan Keempat atas Permentan Nomor 94/Permentan/OT.140/12/2011 tentang Tempat Pemasukan dan Pengeluaran Media Pembawa Penyakit Hewan Karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, yang kemudian dilalulintaskan antar area. Tempat-tempat pemasukan impor tersebut antara lain dari Surabaya, Tanjung Priok dan Makassar.
2. Kegiatan Ekspor
Untuk tahun 2020 terdapat 3 kali frekuensi kegiatan ekspor yaitu 1 kali ekspor bulu unggas (bird feather) dengan volume 1 kg tujuan negara Finlandia dan 2 kali ekspor sarang burung walet dengan volume 2 kg tujuan negara Hongkong. Seiring dengan meningkatnya status bandara Syamsudin Noor menjadi bandara Internasional maka diharapkan semakin meningkat kegiatan ekspor media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) di tahun yang akan datang.
35
Laporan Tahunan 2020
3. Kegiatan Domestik Masuk
Kegiatan domestik masuk media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina pada Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin yang dilakukan melalui Wilker Pelabuhan Trisakti, Bandara Syamsudin Noor, Batulicin dan Kotabaru telah berjalan dengan baik.
Gambar 4.1. Grafik Perbandingan Frekuensi Domestik Masuk MP HPHK Tahun 2018-2020
Seperti yang terlihat pada grafik di atas, frekuensi domestik masuk media pembawa hama penyakit hewan karantina (MP-HPHK) mengalami penurunan sebesar 11,69% dari tahun 2019.
Hal ini disebabkan oleh penurunan pemasukan komoditas pakan ternak ke Banjarmasin yang merupakan media pembawa dominan yang masuk melalui wilker Trisakti.
Penurunan pemasukan ini disebabkan karena adanya pabrik pakan ternak baru di Banjarmasin yaitu PT. CJ Cheil Jedang Feed Kalimantan di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Selain itu, pandemik Covid-19 yang diumumkan Pemerintah sejak tanggal 2 Maret 2020 juga berpengaruh besar terhadap penurunan kegiatan domestik masuk media pembawa hama penyakit hewan karantina (MP-HPHK).
0 200 400 600 800 1000 1200 1400
JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUST SEPT OKT NOP DES
Grafik Frekuensi Domestik Masuk MP HPHK Tahun 2018-2020
2018 2019 2020
36
Laporan Tahunan 2020
Gambar 4.2. Grafik Perbandingan Frekuensi Domestik Masuk MP HPHK per Wilayah Kerja Tahun 2020
Gambar 4.3. Grafik Pemasukan Antar Area Karantina Hewan Berdasarkan Kelompok Komoditi per wilayah kerja
Grafik diatas menunjukkan bahwa aktifitas domestik masuk MP HPHK menuju Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin lebih sering melalui wilker Pelabuhan Trisakti yakni dengan frekuensi 4.647 kali berbeda dengan wilker Syamsudin Noor yaitu dengan frekuensi 3.354 kali.
Pemasukan MP HPHK ini didominasi oleh kelompok media pembawa bahan asal hewan dari semua MP HPHK yang masuk ke Wilker Trisakti, seperti yang tampak pada gambar 4.3. Sedangkan yang menuju Wilker Syamsudin Noor, Batulicin, dan Kotabaru, didominasi oleh kelompok media pembawa hewan.
Frekuensi Domestik Masuk MP HPHK Per Wilker Tahun 2020
Wilker Trisakti Wilker Syamsudin Noor Wilker Batulicin Wilker Kotabaru
0 500 1000 1500 2000 2500
Hewan BAH HBAH Benda Lain Media
Pembawa Lain Wilker Trisakti Wilker Syamsudin Noor Wilker Batulicin Wilker Kotabaru
37
Laporan Tahunan 2020
Dominasi hewan yang masuk melalui wilker-wilker tersebut juga berbeda pula, seperti di Bandara Syamsudin Noor berupa unggas antara lain burung, ayam, dan Day Old Chick (DOC) sedangkan di Wilker Batulicin dan Kotabaru sama halnya dengan wilker Syamsudin Noor, pemasukan antar area masih didominasi dengan unggas berupa ayam dan burung serta pemasukan hewan lainnya berupa ruminansia besar (sapi) dan ruminasia kecil (kambing).
Dengan melihat gambaran peta lalu lintas pemasukan MP HPHK di atas, maka kita bisa memperkirakan jenis HPHK yang harus diawasi penyebarannya.
Terutama untuk HPHK yang statusnya bebas di Kalimantan misalnya Brucellosis dan Anthrax.
Tindakan Pemeriksaan terhadap Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina dilakukan secara intensif terutama di Wilayah Kerja Pelabuhan Trisakti yang merupakan pusat perekonomian Kalimantan Selatan saat ini, sama halnya di Bandara Syamsudin Noor yang saat ini berkembang menjadi bandara dengan penerbangan yang semakin padat. Wilayah Kerja Batulicin dan Kotabaru menunjukan perkembangan cukup signifikan pula, terutama pemasukan dan pengeluaran dari dan ke Pulau Sulawesi.
Pengawasan lalu lintas MP HPHK juga dapat dilakukan secara on line, dengan menggunakan program aplikasi internal Badan Karantina Pertanian melalui fasilitas e-Cert pada aplikasi IQfast, dengan fasilitas tersebut maka kita dapat mengetahui MP HPHK yang akan ditujukan ke wilker-wilker di Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dan dapat memperkirakan waktu tiba pemasukan media pembawa tersebut.
Pemeriksaan dokumen dan fisik hewan, bahan asal hewan serta hasil bahan asal hewan dan benda lain dilakukan secara ketat oleh petugas dalam setiap pemeriksaan di atas alat angkut sebelum tindakan karantina yang lain dilakukan.
Hal ini penting dilakukan guna untuk mencegah masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina ke wilayah Kalimantan Selatan.
Pemeriksaan dokumen mencakup pemeriksaan keabsahan dokumen, dan kesesuaian jumlah dan jenis. Data operasional domestik masuk pada tahun 2020 berdasarkan jenis media pembawa HPHK dapat dilihat pada tabel berikut ini :
38
Laporan Tahunan 2020
Tabel 4.1. Data Operasional Domestik Masuk MP HPHK Tahun 2020
39
Laporan Tahunan 2020
Pemeriksaan laboratorium dilakukan terhadap media pembawa HPHK baik hewan maupun produk hewan seperti daging ayam beku, daging sapi beku yang berasal dari dalam negeri dan eks-impor yang diantar-areakan. Tindakan pemeriksaan terhadap produk hewan ini merupakan salah satu bentuk pengawasan keamanan hayati hewani dan hasil pemeriksaannya masih merupakan data monitoring. Tindakan pemeriksaan terhadap hama penyakit hewan karantina dijelaskan pada kegiatan laboratorium karantina hewan.
40
Laporan Tahunan 2020
Tindakan Pengasingan terhadap Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina difokuskan pada Media Pembawa Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI), Rabies, Brucellosis, Anthrax. Kegiatan pengasingan selain dilakukan di Instalasi Karantina Hewan (IKH) Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, juga dilakukan di tempat pemilik yang telah ditetapkan sebagai Instalasi Karantina Hewan (IKH) baik untuk hewan maupun produk hewan.
Komoditi hewan seperti ruminansia besar, unggas, telur tetas dan Day Old Chick, sedangkan untuk anjing dan kucing yang merupakan Hewan Penular Rabies (HPR), pengasingan masih dilakukan di tempat pemilik dikarenakan frekuensi kedatangan yang meningkat, sehingga IKH yang dimiliki tidak dapat menampung HPR yang datang. Pertimbangan lain adalah bahwa HPR tersebut berasal dari daerah bebas rabies serta sudah dilengkapi dengan persyaratan tambahan lainnya seperti rekomendasi pemasukan/pengeluaran dari dinas peternakan atau yang membidangi kesehatan hewan dan sertifikat vaksinasi dari dokter hewan dari daerah asal.
Tindakan Pengamatan terhadap Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina difokuskan pada Media Pembawa HPAI, HPR dan Brucellosis.
Tindakan pengamatan dilakukan di Instalasi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dan di IKH milik pengguna jasa yang telah ditetapkan, terutama untuk pemasukan media pembawa Brucellosis. Tindakan pengamatan terhadap komoditi eks-pemasukan/ pemantuan daerah sebar HPHK telah dilakukan dengan baik setiap tahunnya sesuai instruksi Kepala Badan Karantina Pertanian.
Tindakan Pembebasan dilakukan pada media pembawa wajib periksa karantina yang telah melalui tindakan pemerikasaan dan/atau pengasingan, pengamatan dan perlakuan, yang secara administratif, teknis dan ilmiah dapat diberikan sertifikat pembebasan, dalam hal teknis pasca pembebasan menjadi tanggung jawab instansi terkait yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan yang selama ini telah terjalin hubungan sangat baik terutama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Propinsi Kalimantan Selatan dan Balai Veteriner Banjarbaru.
4. Kegiatan Domestik Keluar
Kegiatan domestik keluar media pembawa wajib periksa karantina pada Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin yang dilakukan melalui Wilker Pelabuhan Trisakti, Bandara Syamsudin Noor, Batulicin dan Kotabaru telah
41
Laporan Tahunan 2020
berjalan dengan baik. Perbandingan frekuensi kegiatan pengeluaran antar area tiga tahun terakhir dapat terlihat pada grafik berikut ini :
Gambar 4.4. Grafik Perbandingan Frekuensi Domestik Keluar MP HPHK Tahun 2018-2020
Berbeda dengan kegiatan domestik masuk, untuk kegiatan domestik keluar MP HPHK lebih banyak melalui Wilker Bandara Syamsudin Noor seperti terlihat pada grafik berikut ini :
Gambar 4.5. Grafik Perbandingan Frekuensi Domestik Keluar MP HPHK per Wilayah Kerja Tahun 2020
Domestik keluar MP HPHK didominasi oleh kelompok jenis bahan asal hewan seperti yang terlihat pada grafik berikut ini :
0 200 400 600 800 1000 1200
Grafik Frekuensi Domestik Keluar MP HPHK Tahun 2018-2020
2018 2019 2020
Frekuensi Domestik Keluar MP HPHK Per Wilker Tahun 2020
Wilker Trisakti Wilker Syamsudin Noor Wilker Batulicin Wilker Kotabaru
42
Laporan Tahunan 2020
Gambar 4.6. Grafik Perbandingan Frekuensi Domestik Keluar MP HPHK per Wilayah Kerja Tahun 2020
Data operasional pengeluaran antar area dapat dilihat pada tabel di bawah, yang menunjukkan bahwa Propinsi Kalimantan Selatan selain sebagai tujuan utama pemasukan hampir semua jenis komoditi, juga telah menjadi produsen beberapa komoditi, walaupun masih dalam jumlah yang sedikit.
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000
Hewan BAH HBAH Benda Lain Media
Pembawa Lain Wilker Trisakti Wilker Syamsudin Noor Wilker Batulicin Wilker Kotabaru
43
Laporan Tahunan 2020
Tabel 4.2. Data Operasional Domestik Keluar MP HPHK Tahun 2020
44
Laporan Tahunan 2020
Peningkatan jumlah pengeluaran unggas yang signifikan ini, salah satunya disebabkan oleh adanya penerbitan Permentan Nomor 37/Permentan/OT.140/3/2014 tentang Tindakan Karantina Hewan terhadap Pemasukan dan Pengeluaran Unggas.
5. Kegiatan Pemantauan Daerah Sebar HPHK
Menindaklanjuti Surat Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Nomor B-4740/KR.120/K.2/3/2020 tanggal 26 Maret 2020 perihal Penundaan Pemantauan Daerah Sebar HPHK Tahun Anggaran 2020 dan Nomor 6256/KR.120/K.2/05/20 tanggal 06 Mei 2020 perihal Kegiatan Pemantauan Daerah Sebar HPHK Tahun Anggaran 2020, maka Pelaksanaan kegiatan Pemantauan Daerah Sebar HPHK (Hama Penyakit Hewan Karantina) Tahun Anggaran 2020 ditiadakan dikarenakan belum ada pengumuman resmi dari Pemerintah yang menyatakan Indonesia telah bebas dari pandemi COVID-19 atau COVID-19 telah dapat dikendalikan.
45
Laporan Tahunan 2020
6. Penggunaan Formulir
Untuk tahun 2020 penggunaan formulir Dokumen Karantina Hewan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No.17 / Permentan / KR.120 / 5 / 2017 tentang Dokumen Karantina Hewan, yaitu sebagai berikut :
a. KH-1 : Berita Acara Serah Terima Media Pembawa Hama
Penyakit Hewan Karantina Kepada Petugas Karantina di Tempat Pemasukan dan/atau Pengeluaran.
b. KH-2 : Surat Penugasan Melakuakn Tindakan Karantina Hewan.
c. KH-3 : Laporan Pelaksanaan Tindakan Karantina Hewan.
d. KH-4 : Penolakan Bongkar.
e. KH-5 : Persetujuan Bongkar.
f. KH-6 : Persetujuan Muat.
g. KH-7 : Perintah Masuk IKH.
h. KH-8A : Surat Perintah Penahanan.
i. KH-8B : Berita Acara Penahanan.
j. KH-9A : Surat Perintah Penolakan.
k. KH-9B : Berita Acara Penolakan.
l. KH-10A : Surat Perintah Pemusnahan.
m. KH-10B : Berita Acara Pemusnahan.
n. KH-11 : Sertifikat Kesehatan Hewan.
o. Dec-11 : Pernyataan Sertifikat Kesehatan Hewan.
p. KH-12 : Sertifikat Sanitasi Produk Hewan.
q. Dec-12 : PernyataanSertifikat Sanitasi Produk Hewan.
r. KH-13 : Surat Keterangan Untuk Benda Lain.
s. Dec-13 : Pernyataan Keterangan Untuk Benda Lain.
t. KH-14 : Serifikat Pelepasan Karantina Hewan.
u. Dec-14 : Pernyataan Serifikat Pelepasan Karantina Hewan.
v. KH-15 : Surat Keterangan Transit.
w. KH-16 : Berita Acara Serah Terima Media Pembawa HPHK dan
Pelaksanaan Tindakan Karantina antar Dokter Hewan Karantina ke Dokter Hewan Karantina Lain.
Formulir Dokumen Utama (KH-11 s.d. KH-14) untuk pengadaannya memperoleh distribusi dari Badan Karantina Pertanian, sedangkan untuk dokumen penunjang (KH-1 s.d. KH-8c) pengadaannya dilaksanakan oleh Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin.
46
Laporan Tahunan 2020
Tabel 4.3. Rekapitulasi penggunaan formulir Dokumen Utama Karantina Hewan Tahun 2020
No. Jenis Form Saldo Awal Jumlah
Pemakaian Saldo Akhir 1 Blank Dokumen (Dokumen
Utama)
32.719 26.187 6.532
2 Declaration / Pernyataan 10.781 6.023 4.758
3 Dokumen Lanjutan 250 0 250
4 Attachment 1.116 232 884
7. Instalasi Karantina Hewan
Pengajuan Instalasi Karantina Hewan pada tahun 2020 dapat dilakukan secara daring / online melalui aplikasi APIKH (Aplikasi Penetapan Instalasi Karantina Hewan). Dengan permohonan pemeriksaan secara online tersebut maka waktu yang dibutuhkan mulai dari permohonan, audit hingga keluarnya surat keputusan dapat dipersingkat.
Gambar 4.7. Tampilan Depan APIKH
Hingga akhir bulan Desember 2020, terdapat 5 (lima) Instalasi Karantina Hewan yaitu milik Yayasan Lembaga Konservasi Flora dan Fauna Jhonlin Lestari, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, PT.
Buana Karya Bakti, PT. Cheil Jedang Feed Kalimantan, serta PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. dan 94 (sembilan puluh empat) Rumah Walet terregistrasi yaitu 27 rumah walet milik PT. Anugerah Walet Indonesia, 25 rumah walet milik PT. Anugerah Walet Jaya, 6 rumah walet milik PT. Asia Pratama Walindo, 3 rumah walet milik PT. Buana Mulia Indonesia, 2 rumah walet milik PT. Esta Indonesia, 4 rumah walet milik PT. Karunia Bumi Kalimantan, 2 rumah walet milik PT. Kreasi Alam Indonusa, 15 rumah walet milik PT. Top Walet Indonesia, dan 10 rumah walet milik PT. Wibowo Alam Lestari yang masuk
47
Laporan Tahunan 2020
melalui Aplikasi Permohonan Instalasi Karantina Hewan (APIKH) di BKP Kelas I Banjarmasin.
B. Seksi Karantina Tumbuhan
Salah satu tugas pokok dan fungsi petugas Karantina adalah melaksanakan Tindakan Karantina yang meliputi 8P (Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Perlakuan, Penahanan, Penolakan, Pemusnahan dan Pembebasan). Pada tahun 2020, Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin melakukan kegiatan tindakan karantina meliputi Pemeriksaan, Penahanan, Penolakan, Pemusnahan dan Pembebasan.
Tindakan pemeriksaan dilakukan terhadap semua media pembawa yang masuk dan keluar pulau (antar area) serta keluar dan masuk wilayah Indonesia (ekspor dan impor) yang meliputi pemeriksaan dokumen, fisik dan pemeriksaan kesehatan (laboratorium).
Tindakan pemeriksaan kesehatan media pembawa di Laboratorium sudah berjalan dengan baik dan outputnya dijadikan sebagai dasar rekomendasi tindakan karantina selanjutnya. Pengujian yang dapat dilakukan di Laboratorium Karantina Tumbuhan antara lain : Uji Cendawan dengan metode Agar test dan Blotter test, uji Bakteri dengan metode PCR dan Agar test, uji Serangga dengan metode morfologi serta uji virus dengan metode PCR, dan uji biomolekuler terhadap Lehtal Yellowing Phytoplasma.
Tindakan penahanan, penolakan dan pemusnahan dilakukan apabila media pembawa yang dilalulintaskan tidak memenuhi persyaratan, baik syarat administrasi
Tindakan penahanan, penolakan dan pemusnahan dilakukan apabila media pembawa yang dilalulintaskan tidak memenuhi persyaratan, baik syarat administrasi