IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 20
4.4. Indeks keseragaman phytoplankton
Indeks keseragaman phytoplankton yang ditemukan selama penelitian nilainya bervariasi pada setiap kedalaman diperairan waduk bili-bili.
Tabel 4. Nilai rata- rata Keseragaman phytoplankton pada setiap kedalaman Kedalaman
Minggu 0 meter/st.1 3 meter/st.2 6 meter/st.3
1 0,933507 0,64029 0,920616
2 0,67565 0,804779 0,757497
42
3 0,866438 0,930935 0,879828
4 1,367607 0,889274 0,882879
Rata rata 0,9608005 0,8163195 0,860205 Sumber: hasil penelitian 2014
Berdasarkan tabel 4 Nilai rata-rata keseragaman phytoplankton semua stasiun mendekati 1 yang berarti perairan waduk Bilibili termasuk kategori indeks keseragaman sedang. Namun keseragaman tertinggi berada pada stasiun 1 (0 permukaan) yakni 0,9608005, diikuti stasiun 3 (6 meter) yakni 0,860205 dan terendah berada pada stasiun 2 (3 meter) yakni 0,8163195.
Gambar 4. Grafik Indeks Keseragaman phytoplankton setiap kedalaman di perairan waduk Bilibili selama penelitian.
Nilai indeks keseragaman di perairan bili-bili pada tiap kedalaman nilainya berkisar antara (0,9608005-0,8163195) tergolong kategori indeks keseragaman sedang yang berarti bahwa perairan waduk Bilibili belum terjadi pencemaran yang mengakibatkan tekanan di perairan tersebut sehingga perairan
0.7
0 meter 3 meter 6 meter
rata-rata 0.9608005 0.8163195 0.860205
keseragaman phytoplankton
rata-rata
43
tersebut masih mendukung kelangsungan hidup phytoplankton. Hal ini berdasarkan criteria pirzan et al (2005) yang menyatakan bahwa apabila keseragaman mendekati satu maka keseragaman antar spesies tergolong merata atau sedang. Namun dari ketiga stasiun keseragaman tertinggi diperoleh pada stasiun 1 (0 permukaan) yakni 0,9608005, disusul terbanyak stasiun 3(6 m) dengan indeks keseragamannya mencapai yakni 0,860205. Dan yang terendah diperoleh stasiun 2(3 m) yakni 0.8163195.
Hal ini menunjukan bahwa penyebaran individu antar jenis relatif merata dan tidak ada kecenderungan terjadi dominasi oleh suatu jenis. Penyebaran individu yang merata di setiap kedalaman selama pengamatan disebabkan oleh intensitas cahaya yang cukup, dan angin. Menurut (Srie Rahayu et al 2007), tiupan angin mempengaruhi keseragaman phytoplankton yang menyebabkan penumpukan di suatu tempat. Keseragaman sedang, dapat dikatakan bahwa ekosistem tersebut dalam kondisi yang cukup baik, dimana penyebaran individu tiap jenis relatif hampir seragam (Krebs, 1989).
4.5. Indeks Dominansi Phytoplankton
Indeks Dominansi phytoplankton yang di temukan selama penelitian nilainya bervariasi pada setiap kedalaman diperairan waduk bili-bili.
Table 5. Nilai rata-rata Indeks Dominansi phytoplankton pada setiap kedalaman.
Kedalaman
44
Rata rata 0,4151835 0,4132715 0,5261455 Sumber: hasil penelitian 2014
Berdasarkan tabel 5, nilai rata-rata indeks dominansi phytoplankton berkisar antara 0,4132715 – 0,5261455 termasuk dalam kategori indeks dominansi rendah berdasarkan kriteria Odum (1994) dalam Lombok (2003).
Namin indeks dominansi tertinggi berada pada kedalaman 6 meter yaitu 0,5261455, diikuti kedalaman 0 meter yaitu 0,4151835 dan dominansi terendah berada pada kedalaman 3 meter yaitu 0,4132715.
Gambar 5. Grafik Indeks Dominansi phytoplankton setiap stasiun diperairan Bili-bili selama penelitian.
0 meter 3 meter 6 meter
rata-rata 0.4151835 0.4132715 0.5261455
dominansi phytoplankton
kedalaman
45
Kisaran rata-rata nilai indeks dominansi yang di dapat selama pengamatan yakni 0.5261455 – 0,4132715 tergolong indeks dominansi rendah dan menunjukan bahwa kondisi struktur komunitas dalam keadaan stabil (Odum, 1973). Hal ini didasarkan kriteria ( Odum (1994) dalam Lombok (2003), yang menyatakan bahwa kisaran nilai dominan 0-0,50 menunjukkan bahwa daerah tersebut dominasinya rendah. Kisaran 0,50-0,75 menunjukkan bahwa daerah tersebut dominasinya sedangkan untuk nilai dominasi 0,75-1 menunjukkan keadaan suatu daerah dengan dominasi tinggi.
Rendahnya Indeks dominansi pada perairan waduk Bilibili disebabkan penetrasi cahaya yang masuk dalam perairan masih mendukung pertumbuhan phytoplankton pada setiap kedalaman sehingga tidak terdapat spesies yang secara ekstrim mendominasi spesies lainnya. Menurut Sanders et al., (1987) dalam Abida (2008), faktor faktor lingkungan yang mempengaruhi dominansi satu spesies adalah cahaya, temperatur, bentuk kimia nutrien lainnya.
46
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian di perairan waduk Bilibili dapat disimpulkan bahwa
nilai kelimpahan phytoplankton berkisar antara 248,625-1564,875 termasuk dalam kategori perairan tidak subur.
Nilai keanekaragaman di perairan waduk bilibili dengan kisaran
0,9997375-1,23667 termasuk kategori sedang dan belum terjadi tekanan ekologi.
Nilai keseragaman di perairan waduk bilibili berkisar antara 0,8163195 –
0,9608005 termasuk kategori sedang dan dapat dikatakan ekosistem tersebut dalam kondisi yang cukup baik.
Nilai dominansi di perairan waduk bilibili berkisar antara
0,4132715-0,5261455 termasuk kategori rendah menunjukkan bahwa kondisi struktir komunitas dalam keadaan stabil.
Secara umum berdasarkan hasil pengamatan phytoplankton di perairan
waduk Bilibili termasuk dalam kategori perairan yang masih subur dan layak untuk budidaya ikan.
5.2. Saran
Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut di perairan waduk bili-bili mengenai sebaran phytoplankton berdasarkan stratifikasi secara vertikal dengan
47
interfal kedalaman yang berbeda-beda. Dan untuk mengetahui hasil perbandingan dari peneliti sebelumnya.
48
DAFTAR PUSTAKA
APHA 1989. Standard Methods for The Examination of Water and Waste Water Including Bottom Sediment and Sludges. 17 th ed. America. Publ. Health Association Inc., New York. 1527 p.
Barus, T. A. 2004 Pengantar Limnology Studi Tentang Ekosistem Air Daratan.
Medan: USU Press.
Basmi, J. 1988. Perkembangan Komunitas Fitoplankton Sebagai Indikator Perubahan Tingkat Kesuburan Kualitas Perairan (Tidak Dipublikasikan).
Makalah Pelengkap Mata Ajaran Manajemen Kualitas Air. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Institut Pertanian Bogor.
Basmi, J. 1995. Planktonologi : Produksi Primer (Tidak Dipublikasikan). Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor.
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Goldman, C.R. and A.J. Horne. 1983. Limnology. MC. Graw Hill Book Company New York.
Gosari, Benny. 2002. Skripsi Komposisi Jenis Fitoplankton Berbahaya di Sekitar Pelabuhan Soekarno Hatta. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Henderson Seller and H.R. Markland. 1987. Decaying Lake The Origin and Control of Cultural Eutrophication Princi ples and Technique in t he Environmental Sciences. John Wiley and Sons. Ltd
Hutabarat, S. dan S.M, Evans, 1985. Pengantar Oseanografi. Universitas Indonesia Press Jakarta.
Hutagalung, H.P. dan Rozak, A. Metode Analisis Air Laut, Sedimen dan Biota, Buku 2, Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta, 1997. 182 hal.
Krebs, C. J. 1989. Ecologycal Methodology. Harper Collins Publisher, Inc. New York. P 357-367.
Nontji, A. 2007. Laut Nusantara. Edisi revisi cetakan kelima. Penerbit Djambatan.
Jakarta. 356 hal.
49
Odum. 1973. Fundamental of Ecology. W.B.Sounders. Co. Philadelphia.
Pirzan, A.M., Utojo, M. Atmomarso, M. Tjaronge, A.M. Tangko, dan Hasnawi.
2005. Potensi lahan budi daya tambak dan laut di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 11 (5): 43-50.
Prabandani, D. 2002. Struktur Komunitas Fitoplankton di Teluk Semangka, Lampung Pada Bulan Juli, Oktober dan Desember 2001. [Skripsi]. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.
Schwoerbel, R.A. 1987. Handbook of Limnology. Ellis Harwood. John Willey and Sons, New York.
Sahriany, S. 2001. Studi Komposisi dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Karbino Kepulauan Sembilan Kabupaten Sinjai. Skripsi. Jurusan Perikanan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Thornton, K.W., B.L Kimmel and F.E Payne. 1990. Reservoir Limnology : Ecology Perspective. John Wiley & Sons. Inc, New York. 246 p
50
RIWAYAT HIDUP
Faizal Akbar.H merupakan putra pertama dari dua bersaudara pasangan Ibunda Hj.muliana ayahanda
Drs.H.Hasanuddin.DH, Lahir di bulukumba 22 Mei 1993.
Pendidikan formal yang dilalui penulis mulai di SDN 10 Sanggalea Maros, lulus pada tahun 2004, dilanjutkan di SMP Negeri 2 Maros lulus pada tahun 2007, kemudian penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 15
Makassar lulus tahun 2010. Pada tahun yang sama, penulis lulus seleksi masuk program studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian
Universitas Muhammadiyah Makassar. Selama mengikuti perkuliahan, penulis pernah magang di Balai Hachry Barru dan Penelitian dilakukan di perairan waduk Bili-Bili Kab. Gowa. Penulis juga pernah mengikuti kuliah kerja profesi (KKP) di Kecamatan tanete rilau Kabupaten Barru. Atas berkat rahmat Allah Swt, disertai perjuangan keras dan dorongan semangat dari orang tua dan adik-adikku tercinta, penulis akhirnya dapat menyelesaikan Studi pada tahun 2014 dengan judul skripsi
“Sebaran Dan Kelimpahan Phytoplankton Ssecara Vertical untuk Budidaya ikan (kasus waduk Bilibili Kab. Gowa).
51
GAMBAR 1
52
GAMBAR 2
53
54 Synedra sp
Navicula
Meridion sp
Flagillaria sp
55
Leptocylidricus sp
Chlorella sp
Spirulina sp
56
Lampiran 1. Hasil rata-rata kelimpahan phytoplankton selama penelitian di perairan waduk Bilibili
rata rata 248.625 1564.875 788.625
Lampiran 2. Hasil rata-rata keanekaragaman phytoplankton selama penelitian di perairan waduk Bilibili
Minggu
Kedalaman
0 meter/st.1 3 meter/st.2 6 meter/st.3
1 1,0255625 0,70343 0,86042
2 0,4683275 0,55783 0,86042
3 1,1891163 1,40547 1,29634
4 1,8116616 1,33222 1,49998
Rata rata 1,23667 0,9997375 1,12929
Lampiran 3. Hasil Rata-rata keseragaman phytoplankton selama penelitian di perairan waduk Bilibili
Kedalaman
Minggu 0 meter/st.1 3 meter/st.2 6 meter/st.3
1 0,933507 0,64029 0,920616
57
2 0,67565 0,804779 0,757497
3 0,866438 0,930935 0,879828
4 1,367607 0,889274 0,882879
Rata rata 0,9608005 0,8163195 0,860205
Lampiran 4. Hasil rata-rata dominansi phytoplankton selama penelitian di perairan waduk Bilibili
Kedalaman
Minggu 0 meter 3 meter 6 meter
1 0,38194 0,431769 0,947149
2 0,618392 0,628813 0,581109
3 0,314275 0,292339 0,315999
4 0,346127 0,300165 0,260325
Rata rata 0,4151835 0,4132715 0,5261455
58
59
7 fragillaria sp 0 0 0 0 99 144
jumlah 684 1845 1818 2025 1440 1566
rata-rata 1264.5 1921.5 1503
60 Lampiran 6. Keanekaragaman Phytoplankton
Sampling 22 Mei 2014 Minggu 1
NO GENUS (ind/L) A1 Ni/N Ln Ni/N H' A2 Ni/N Ln Ni/N H' B1 Ni/N Ln Ni/N H'
1 leptocylindricus sp 18 0.3333333 -1.098612 0.3662041 9 0.25 -1.38629 0.346574 9 0.25 -1.38629 0.346574
2 Navicula sp 9 0.1666667 -1.791759 0.29862658 18 0.5 -0.69315 0.346574
3 Spirulina sp 27 0.5 -0.693147 0.34657359 18 0.5 -0.69315 0.346574
4 Clorella sp 9 0.25 -1.38629 0.346574 9 0,25 -1.38629 0,34657
Jumlah 54 1 -3.583519 1.01140426 36 1 -3.46574 1.039721 36 0.75 -3.46573 0.693147
rata-rata 1.02556252 0.70343
B2 Ni/N Ln Ni/N H' C1 Ni/N Ln Ni/N H' C2 Ni/N Ln Ni/N H'
54 0.461538 -0.77319 0.356857 27 0.5 -0.69315 0.346574 72 0.470588 -0.75377 0.354716
0 0 0 0 9 0.166667 -1.79176 0.298627 9 0,25 -138,629 0,35472
9 0,25 -138,629 0,35686 18 0.333333 -1.09861 0.366204 0 0 0 0
54 0.461538 -0.77319 0.356857 0 0 0 0 72 0.470588 -0.75377 0.354716
117 0.923077 -138631 0.713714 54 1 -3.58352 1.011404 153 0.941176 -138631 0.709432 0.860418
61 Sampling 29 Mei 2014 Minggu ke 2
NO GENUS (ind/L) A1 Ni/N Ln Ni/N H' A2 Ni/N Ln Ni/N H' B1 Ni/N Ln Ni/N H'
1 Leptocylindricu sp 45 0.7142857 -0.336472 0.24033731 180 0.769231 -0.26236 0.338385 72 0.727273 -0.31845 0.231603 2 Navicula sp 18 0.2857143 -1.252763 0.35793228 54 0.230769 -1.46634 27 0.272727 -1.29928 0.35435 3 Spirulina sp
4 Clorella sp
jumlah 63 0.59826959 234 0.338385 99 0.585953
rata-rata 0.46832753 0.557829
B2 Ni/N Ln Ni/N H' C1 Ni/N Ln Ni/N H' C2 Ni/N Ln Ni/N H'
63 0.777778 -0.25131 0.195467 90 0.833333 -0.18232 0.151935 27 0.6 -0.51083 0.306495 18 0.166667 -1.79176 0.298627 9 0.2 -1.60944 0.321888
18 0.222222 -1.50408 0.334239 9 0.2 -1.60944 0.321888
81 0.529706 108 0.450561 45 0.950271
0.700416
62 Sampling 8 Juni 2014
NO GENUS (ind/L) A1 Ni/N Ln Ni/N H' A2 Ni/N Ln Ni/N H' B1 Ni/N Ln Ni/N H'
1 leptocylindricus sp 279 0.5535714 -0.591364 0.32736248 207 0.232323 -1.45963 0.339105 648 0.533333 -0.62861 0.335258
2 navicula sp 153 0.1428571 -1.94591 0.27798716 144 0.118519 -2.13269 0.252763
3 Spirulina sp 72 0.1428571 -1.94591 0.27798716 234 0.323232 -1.12938 0.365053 315 0.259259 -1.34993 0.349981
4 Clorella sp 288 0.323232 -1.12938 0.365053 108 0.088889 -2.42037 0.215144
5 Synendra sp 108 0.121212 -2.11021 0.255783
6 Meridion sp 54 0.060606 -2.80336 0.169901
jumlah 504 0.88333681 891 1.494896 1215 1.153146
rata-rata 1.1891163 1.405471
B2 Ni/N Ln Ni/N H' C1 Ni/N Ln Ni/N H' C2 Ni/N Ln Ni/N H'
207 0.161972 -1.82033 0.294843 306 0.311927 -1.16499 0.363391 216 0.201681 -1.60107 0.322905 162 0.126761 -2.06546 0.261818 189 0.192661 -1.64683 0.317278 144 0.134454 -2.00653 0.269786 504 0.394366 -0.93048 0.366948 423 0.431193 -0.8412 0.362719 513 0.478992 -0.73607 0.352572
63 0.06422 -2.74544 0.176313
279 0.21831 -2.31677 0.505774 135 0.12605 -2.07107 0.26106
126 0.098592 -2.31677 0.228414 63 0.058824 -2.83321 0.16666
1278 1.657797 981 1.219701 1071 1.372983
1.296342
63 Sampling 12 Juni 2014
NO GENUS (ind/L) A1 Ni/N Ln Ni/N H' A2 Ni/N Ln Ni/N H' B1 Ni/N Ln Ni/N H'
1 leptocylindricus sp 207 0.3026316 -1.195239 0.3617171 378 0.204878 -1.58534 0.324801 567 0.311881 -1.16513 0.363383 2 navicula sp 414 0.6052632 -0.502092 1.44344562 603 0.326829 -1.11832 0.365499 783 0.430693 -0.84236 0.362798
rata-rata 1.81166162 1.332222
B2 Ni/N Ln Ni/N H' C1 Ni/N Ln Ni/N H' C2 Ni/N Ln Ni/N H'
64 Lampiran 8 Dominansi Phytoplankton
Sampling 22 Mi 2014
no Genus (ind/L) A1 Ni/N D A2 Ni/N D B1 Ni/N D
1 Liptocylindricus sp 9 0.25 0.0625 9 0.5 0.25 9 0.25 0.0625
2 Navicula sp 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Spirulina sp 9 0.25 0.0625 9 0.5 0.25 0 0 0
4 Clorella sp 18 0.5 0.25 0 0 0 27 0.75 0.5625
Jumlah 36 1 0.375 18 1 0.5 36 1 0.625
rata-rata 0.4375 0.5625
B2 Ni/N D C1 Ni/N D C2 Ni/N D
9 0.166667 0.027778 18 0.166667 0.027778 9 0.166667 0.027778
9 0.166667 0.027778 9 0.083333 0.006944 0 0 0
0 0 0 18 0.166667 0.027778 0 0 0
36 0.666667 0.444444 63 0.583333 0.340278 45 0.833333 0.694444
54 1 0.5 108 1 0.402778 54 1 0.722222
0.5625
65 Sampling 29 Mei 2014
No Genus (ind/L) A1 Ni/N D A2 Ni/N D B1 Ni/N D
1 Leptocylindricus sp 9 0.09091 0.008265 9 0.0625 0.003906 9 0.07143 0.005102
2 Navicula sp 0 0 0 9 0.0625 0.003906 9 0.07143 0.005102
3 Clorella sp 90 0.90909 0.826445 126 0.875 0.765625 108 0.85714 0.734689
Jumlah 99 1 0.834709 144 1 0.773438 126 1 0.744893
rata-rata 0.804073 0.819974
B2 Ni/N D C1 Ni/N D C2 Ni/N D
9 0.05556 0.003087 45 0.71429 0.51021 108 0.85714 0.734689
0 0 0 18 0.28571 0.08163 18 0.14286 0.020409
153 0.94444 0.891967 0 0 0 0 0 0
162 1 0.895054 63 1 0.59184 126 1 0.755098
0.673469
66
rata-rata 0.482597 0.380317
B2 Ni/N D C1 Ni/N D C2 Ni/N D
67
68 Lampiran 7 Keseragaman Phytoplankton
Sampling 22 Mei 2014
No kode H' H maks LN H maks E rata-rata 1 A1 1.0114043 3 1.098612 0.92062 0.933507 2 A2 1.03972 3 1.098612 0.946394
3 B1 0.69315 3 1.098612 0.630932 0.64029 4 B2 0.71371 3 1.098612 0.649647
5 C1 1.0114 3 1.098612 0.920616 0.920616 6 C2 0.70943 3 1.098612 0.645751
Sampling 29 mei 2014
NO Kode H' H maks Ln H maks E rata-rata 1 A1 0.59826 2 0.693147 0.863107 0.67565 2 A2 0.33839 2 0.693147 0.488194
3 B1 0.58595 2 0.693147 0.845347 0.804779
4 B2 0.52971 2 0.693147 0.76421
5 C1 0.45056 2 0.693147 0.650021 0.757497 6 C2 0.95027 3 1.098612 0.864973
69 Sampling 7 Juni 2014
NO Kode H' H maks Ln H maks E rata-rata 1 A1 0.88333 3 1.098612 0.804042 0.866438
2 A2 1.4949 5 1.609438 0.928834
3 B1 1.15315 4 1.386294 0.831822 0.930935
4 B2 1.6578 5 1.609438 1.030049
5 C1 1.2197 4 1.386294 0.879828 0.879828
6 C2 1.37298 5 1.609438 0.85308
Sampling 12 Juni 2014
NO Kode H' H maks Ln H maks E rata-rata 1 A1 2.024817 3 1.098612 1.843068 1.367607 2 A2 1.59851 6 1.791759 0.892145
3 B1 1.23017 4 1.386294 0.88738 0.889274 4 B2 1.43428 5 1.609438 0.891168
5 C1 1.4464 5 1.609438 0.898699 0.882879 6 C2 1.55356 6 1.791759 0.867058
70