• Tidak ada hasil yang ditemukan

Internal Business Process Perspective

IKU 6.1 INDEKS OPINI BPK ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pada Sasaran Strategis Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Negara yang Akuntabel, terdapat satu Indikator Kinerja Utama (IKU) 6.1 yaitu “Indeks Opini BPK atas Laporan Keuangan” digunakan untuk mengukur kinerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, khususnya dalam penyusunan Laporan Keuangan.

Dengan mengetahui opini BPK atas LKPP dan Laporan Keuangan BUN, dapat diketahui tingkat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, sehingga dapat dijadikan pedoman bagi para pengguna untuk kepentingan ekonomi, sosial, dan politik. Opini BPK didasarkan pada 4 (empat) kriteria, yaitu:

1. Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

2. Kecukupan pengungkapan sesuai dengan pengungkapan yang diatur SAP.

3. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

4. Efektivitas sistem pengendalian intern.

Capaian Nilai Indeks Opini BPK atas Laporan Keuangan

TABEL3.18 NILAIINDEKSOPINIBPKATASLAPORANKEUANGAN

No Nilai Indeks Opini BPK 2020 2021 2022 2023 2024

A. Target WTP WTP WTP* WTP* WTP*

B. Realisasi/Proyeksi Realisasi WTP WTP WTP* WTP* WTP*

Persentase Nilai Capaian 100 100 100* 100* 100*

*) masih bersifat proyeksi

Opini yang dihasilkan terdiri dari 4 jenis, yaitu : Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Tidak Wajar (TW), dan Tidak Memberikan Pendapat (TMP/Disclaimer). Untuk mengetahui tingkat pemenuhan realisasi terhadap targetnya, indeks pengukuran LKPP dan LK BUN tersebut menggunakan skala pengukuran 1 sampai 4 dengan keterangan sebagai berikut : (1) = Tidak Wajar (TW/Adverse); (2) = Tidak Memberikan Pendapat (TMP/Disclaimer); (3) = Wajar Dengan Pengecualian (WDP), dan (4) = Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dalam rangka perhitungan kinerja, nilai atas opini BPK diklasifikasikan sebagai berikut : Wajar Tanpa Pengecualian (WTP, Nilai capaian 100%); Wajar Dengan Pengecualian (WDP, Nilai capaian 75%); Tidak Wajar (TW, Nilai Capaian 50%); dan Tidak Memberikan Pendapat (TMP/Disclaimer, Nilai Capaian 25%). Target yang ditetapkan atas IKU tersebut sebesar indeks 4 yang mencerminkan Opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) baik untuk Laporan Keuangan dengan periode pelaporan Tahunan.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Tahun 2020, yang merupakan capaian ke-13 secara berturut-turut sejak Tahun 2008. Dengan keberhasilan ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga mendapatkan penghargaan dari Menteri Keuangan dalam kategori WTP Minimal 13x Berturut-turut yang disampaikan secara virtual dalam Rakernas

GAMBAR3.9ZOOMMEETINGPENGHARGAAN

Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah yg juga dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, yang dilaksanakan pada tanggal 14 September 2021. Dengan pencapaian tersebut, maka seharusnya dapat terus mempertahankan sampai target jangka menengah dengan kategori WTP juga.

Opini WTP merupakan sebuah standar wajib yang harus dipertahankan. Hal ini yang mampu mendorong perbaikan kinerja secara terus menerus, mendorong pengembangan Sistem Pengendalian Internal yang memadai, serta penerapan Governance, Risk and Compliance (GRC) di lingkungan Kemenko Perekonomian.

Kegiatan yang Menunjang Capaian Target

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan rencana aksi Tahun 2021 dalam rangka mempertahankan kualitas laporan keuangan dan predikat WTP yang telah diraih pada Tahun 2021 diantaranya:

Perekaman dan monitoring capaian realisasi 2021 melalui aplikasi e-LRA;

LRA adalah Laporan Realisasi Anggaran yang dilaporkan setiap bulannya. Dengan kemajuan teknologi dan kondisi pandemi, maka dengan aplikasi e-LRA lebih memudahkan user dalam menginput dan memonitoring laporan realisasi anggaran tiap unit kerja.

Monitoring dan Perekaman capaian output lingkup Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian s.d Bulan Desember melalui aplikasi OM-SPAN;

Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (Aplikasi OM-SPAN) adalah aplikasi yang digunakan dalam rangka memantau transaksi dalam Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) dan menyajikan informasi sesuai kebutuhan yang diakses melalui jaringan berbasis web. OM-SPAN dibuat dalam rangka memberikan layanan informasi yang cepat, akurat, terinci, dan terintegrasi mengenai implementasi SPAN.

Aplikasi ini merupakan aplikasi berbasis web yang dapat diakses melalui browser web. Konsep aplikasinya yaitu Memindahkan data dari SERVER SPAN sesuai kebutuhan, penarikan data bersifat incremental baik dilakukan dengan menjalan batch dalam setiap jam maupun batch pada akhir hari.

Dengan Aplikasi ini user pada KPPN / Satker Tidak perlu melakukan akses langsung ke sistem SPAN tapi dapat menggunakan komputer lain/mobile

GAMBAR 3.10 APLIKASI OM-SPAN

Pelaksanaan Rekonsiliasi 2021 dengan KPPN melalui website e-rekon, yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi SATKER dengan KPPN Jakarta II;

Pelaksanaan Rekonsiliasi adalah proses pencocokan data transaksi keuangan yang diproses dengan beberapa sistem/subsistem yang berbeda berdasarkan dokumen sember yang sama. Rekonsiliasi antara UAKPA dengan KPPN

GAMBAR 3.11 DASHBOARD E-REKON

& LK

Rekonsiliasi Barang Milik Negara secara Internal dengan Unit Subbag BMN dan Pengadaan periode s.d Desember 2021;

Rekonsiliasi BMN merupakan proses pencocokan laporan nilai BMN antara dua unit pemroses atau lebih terhadap sumber dokumen yang sama. Rekonsiliasi BMN dilakukan dalam rangka menghasilkan data dan nilai BMN yang disepakati bersama berdasarkan data Kementerian/ Lembaga, data Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan data DIrektorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB). Dengan adanya rekonsiliasi BMN diharapkan terjadinya perbedaan pencatatan yang berdampak pada akurasi dan validitas data yang disajikan dalam laporan BMN dan laporan Keuangan dapat diminimalisir.

Pelaksanaan Sistem Akuntansi Instansi s.d Periode Desember 2021 melalui Aplikasi SAIBA;

Aplikasi SAIBA ini dibuat dan dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Divisi Sistem Perbendaharaan dan Divisi Akuntansi dan Pelaporan. Aplikasi ini dimulai dari perekaman dokumen baik secara manual maupun secara elektronik dan akan membentuk jurnal transaksi, selanjutnya jurnal tersebut dilakukan posting ke buku besar dan diikhtisarkan dalam laporan keuangan. Semua proses dilakukan secara komputerisasi.

GAMBAR 3.12 APLIKASI SAIBA

Penyusunan Laporan keuangan Kemenko Bidang Perekonomian 2021 dan koordinasi pelaksanaan reviu laporan keuangan bersama pihak Inspektorat (APIP);

Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) merupakan pihak internal pemerintah yang bertugas melakukan pengawasan agar tercipta penyelenggaraan pemerintah yang jujur, bersih, akuntabel dan transparan. Pengawasan juga diperlukan agar penyelenggaraan pemerintah dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

▪ Kegiatan Bimtek End User Training EUT SAKTI TA 2022 tgl 27-28 Oktober 2021 kepada staf pengelola keuangan dan Bendahara Pengeluaran Pembantu di lingkungan Kemenko Bidang Perekonomian. Lanjutan pelaksanaan end user training (EUT) Aplikasi SAKTI 2021 tanggal 3-5 Nopember 2021 dengan KPPN Jakarta 2;

Sosialisasi peningkatan akuntabilitas pengelolaan kas dan rekening di lingkungan Kemenko Bidang Perekonomian tgl 24-25 Nopember 2021;

Diharapkan melalui sosialisasi ini satuan kerja mendapat arahan yang harus diperhatikan dalam pengelolaan rekening dan penyampaian LPJ Bendahara sesuai dengan prosedur yang berlaku, dan diharapkan tidak terjadi lagi temuan BPK terkait pengelolaan kas dan rekening di waktu mendatang.

Koordinasi pelaksanaan pemeriksaan audit interim BPK s.d 31 Desember 2021 atas pelaksanaan anggaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;

Tujuan pemeriksaan interim untuk mendukung pemeriksaan terinci atas laporan keuangan. Diharapkan dengan pemeriksaan interim permasalahan pengendalian interim bisa segera terdeteksi sehingga bisa langsung dikomunikasikan dan diberikan solusi atas permasalahan tersebut.

Koordinasi dan pembahasan terkait renovasi gedung TA 2021 dengan Kementerian Keuangan pada tanggal 7 Desember 2021;

Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian khususnya pada gedung Ali Wardhana perlu dilakukan perbaikan/renovasi, karena beberapa bagian yang sudah usang dan rusak.

Sosialisasi penyusunan LK Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian TA 2021 (Unaudited) dengan KPPN Jakarta II tanggal 23 Desember 2021.

KPPN selalu memonitoring dan melakukan kontrol Satuan Kerjanya, sekaligus menjalankan Kertas Kerja Analisis untuk melakukan identifikasi sejauh mana kondisi data transaksi keuangan sekaligus melakukan koordinasi baik dengan seksi lainnya (Seksi Bank dan Seksi Pencairan Dana), Satuan Kerja Mitra Kerja, Kantor Wilayah, dan Kantor Pusat untuk melakukan perbaikan data temuan hasil analisis.

Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat Pencapaian Target

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari pengelolaan dokumen keuangan yang ada di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dokumen keuangan merupakan dokumen yang membutuhkan aspek legal sehingga sering kali membutuhkan hal-hal yang bersifat fisik, seperti tanda tangan dan lainnya. Dokumen dengan jenis ini membutuhkan penanganan yang lebih atau tidak dapat ditangani secara online. Adanya pembatasan mobilitas selama pandemi covid 19 menyebabkan kendala dalam pengelolaan dokumen keuangan yang membutuhkan penangan khusus.

Meski demikian, perkembangan teknologi dan informasi yang pesat sebagai respon dari pandemi Covid 19 juga memberikan efek positif pada sub indokator Indeks Opini BPK terhadap Laporan Keuangan. Banyak kegiatan sosialisas-sosialisasi dapat diselenggarakan dengan menggunakan platform online. Sosialisasi yang dielenggarakan secara online memiliki kelebihan dalam menjangkau jumlah partisipan dikarenakan kemudahan akses. Selama tahun 2021 tingkat partisipasi pegawai dalam sosialisasi yang diselenggarakan guna mendukung penerapan Governance, Risk and Compliance (GRC) meningkat.

Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Tahun 2021 masih merupakan Tahun pandemic Covid-19 yang secara tidak langsung memangkas nilai anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Namun, dengan anggaran yang ada tidak menjadikan alasan ketidaktercapaian target Perjanjian Kinerja yang telah ditetapkan di Tahun 2021. Selama Tahun 2021, segala kegiatan yang berkaitan dengan kunjungan lapangan digantikan dengan menggunakan zoom meeting dan teknologi informasi lainnya dalam pencapaian target kinerja.

SS. 7 Terwujudnya Harmonisasi Kebijakan di Bidang Perekonomian

Harmonisasi kebijakan merupakan salah satu dari rangkaian proses dari pembentukan suatu kebijakan. Kebijakan adalah prinsip-prinsip yang mengatur tindakan yang diarahkan kepada tujuan-tujuan tertentu. Harmonisasi kebijakan dimaksudkan agar tidak terjadi atau mengurangi tumpang tindih kebijakan yang dibuat.

TABEL3.19 PERSPEKTIFINTERNALBUSINESSPROCESS

Dari hasil perhitungan NKO diatas, dapat diketahui bahwa pada tahun 2021 Sekretariat Koordinator Bidang Perekonomian berhasilan mewujudkan harmonisasi kebijakan di bidang Perekonomian.

IKU 7.1 PERSENTASE REKOMENDASI KEBIJAKAN DIBIDANG PEREKONOMIAN YANG