Perumahan merupakan salah satu kebutuhan pokok dar
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
8.4. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai alat ukur tingkat pencapaian pembangunan manusia, merupakan indeks gabungan dari tiga komponen ‘penilai’ kualitas sumber daya manusia. Jika ketiga komponen tersebut memiliki kualitas yang baik, maka secara otomatis
sumber daya manusianya memiliki kualitas yang baik pula. Indeks pembangunan manusia menunjukan seberapa besar tingkat pencapaian dari pembangunan yang telah dilakukan selama ini dari bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Nilai indeks pembangunan manusia adalah rata‐rata dari ketiga indeks , yaitu indeks angka harapan hidup (AHH), indeks pengetahuan dan indeks tingkat daya beli (PPP).
Indeks (Kesehatan + Pendidikan + Ekonomi )
IPM = ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
3
Secara keseluruhan, sebagaimana terlihat pada tabel 8.3, tingkat keberhasilan pembangunan manusia Kabupaten Pandeglang pada tahun 2010 yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang digambarkan melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) baru mencapai 68,29. Kondisi ini mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun 2009 yang hanya sebesar 67,99. Jika digolongkan menurut pencapaian skor, maka angka IPM Kabupaten Pandeglang pada tahun 2010 termasuk golongan angka IPM menengah atas.
Penggolongan skor/nilai IPM Nilai IPM Keterangan
80 ‐ 100 65 ‐ 80 50 ‐ 65
< 50
IPM Tinggi
IPM Menengah Atas IPM Menengah Bawah IPM Rendah
Berdasarkan Tabel 8.3, terlihat apabila dibandingkan dengan kabupaten/kota se‐Provinsi Banten, maka pencapaian pembangunan manusia di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2010 berada pada peringkat ke‐7 dari 8 kabupaten/kota. Nilai pembangunan manusia terendah adalah Kabupaten Lebak dengan nilai IPM sebesar 67,67. Sedangkan nilai pembangunan manusia tertinggi adalah Kota Cilegon dengan nilai IPM sebesar 75,29.
Tabel 8.3
Indeks Pembangunan Manusia Berdasarkan Komponen IPM dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten Tahun 2010
Propinsi/ Kabupaten/Kota Angka Harapan Hidup (Tahun) Angka Melek Huruf (Persen) Rata‐ rata Lama Sekolah (Tahun) Pengeluaran per Kapita Riil disesuaikan (Rp. 000) IPM Rank 2009 2010)* (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Kab. Pandeglang 63.77 96.35 6.47 626.73 67,99 68.29 7 Kab. Lebak 63.28 94.60 6.24 629.44 67,45 67.67 8 Kab. Tangerang 65.79 95.78 8.94 635.19 71,45 71.76 4 Kab. Serang 63.51 95.23 7.05 631.19 68,27 68.67 6 Kota Tangerang 68.37 98.39 9.98 643.18 74,89 75.17 3 Kota Cilegon 68.58 98.72 9.67 645.43 74,99 75.29 1 Kota Serang 65.13 96.47 7.33 636.77 69,99 70.48 5 Kota Tangsel 68.54 98.15 10.01 643.75 75,01 75.27 2 Provinsi Banten
64.90
96.20
8.32
629.70
70,0670.48
Sumber : BPS Provinsi Banten
Pembangunan manusia di Kabupaten Pandeglang dengan nilai IPM dan posisi yang dicapainya masih berada di bawah nilai IPM Provinsi Banten. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia di Kabupaten Pandeglang di bawah rata‐rata pembangunan manusia di Provinsi Banten. Kerja keras dan usaha sungguh‐sungguh yang berkelanjutan dalam melaksanakan program pembangunan masih perlu ditingkatkan agar Kabupaten Pandeglang dapat berdiri sejajar dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Banten.
Grafik 8.1
Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten Tahun 2003‐2010
60 62 64 66 68 70 72 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Banten Pandeglang
KESIMPULAN
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indeks komposit dari tiga dimensi pembangunan manusia yaitu lamanya hidup, pengetahuan dan standar kehidupan yang layak, yang menggambaran tingkat keberhasilan pembangunan manusia suatu negara atau wilayah. Pembangunan manusia Kabupaten Pandeglang dalam kurun waktu dua tahun terakhir (2009‐2010), pada umumnya menunjukan perbaikan khususnya pada tiga bidang pokok pembangunan, yaitu bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Namun demikian beberapa indikator kesejahteraan penduduk lainnya masih menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan sehingga perlu mendapat perhatian lebih serius seperti tingkat kemiskinan, pengangguran, partisipasi sekolah tingkat atas, angka kesakitan, angka melek huruf dan lain sebagainya.
Jumlah penduduk Kabupaten Pandeglang tahun 2010 sebanyak 1.149.610 jiwa yang terdiri dari 589.056 laki‐laki dan 560.554 perempuan. Berdasarkan data tersebut maka rata‐rata kepadatan penduduk sekitar 4189jiwa/Km2 dengan sex ratio sebesar 105,08.
Sementara itu pada bidang kesehatan, indikator angka harapan hidup (AHH) meningkat dari 63,5 tahun pada tahun 2009 menjadi 63,7 7tahun pada tahun 2010. Begitu juga dengan angka angka kematian bayi
(AKB) yang turun dari 53,8 per 1000 kelahiran pada 2009 menjadi 52,8 per 1000 kelahiran di tahun 2010. Untuk indikator angka kesakitan, persentasenya meningkat dari 22,74 persen pada tahun 2009 menjadi 48,06 persen pada tahun 2010, dengan rata‐rata lama sakit selama 6,86 hari pada tahun 2009 dan 5,02 hari di tahun 2010.
Tingkat pendidikan masyarakat Pandeglang pada umumnya masih relatif rendah khususnya pencapaian tingkat pendidikan formal. Persentase penduduk Pandeglang yang melek huruf tahun 2010 sekitar 94,32 persen. Angka tersebut sekaligus mengindikasikan masih terdapat sekitar 5,68 persen penduduk yang buta huruf. Indikator angka melek huruf mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2009 yang sudah sudah mencapai 94,22 persen. Sementara itu rata‐rata lama sekolah penduduk Pandeglang tahun 2010 baru mencapai 6,87 tahun. Dengan kata lain rata‐rata penduduk pandeglang hanya mampu menamatkan jenjang pendidikan hingga tingkat sekolah dasar (SD).
Partisipasi sekolah penduduk Pandeglang tahun 2010 secara umum mengalami penrunan, terutama untuk anak usia 16‐18 tahun. Partisipasi sekolah anak usia 7‐12 tahun mencapai 96,42 persen, sedikit mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 96,36 persen. Untuk partisipasi sekolah anak usia 13‐15 tahun menurun dari 72,09 persen menjadi 70,54 persen. Sedangkan untuk anak usia 16‐18 tahun, partisipasi sekolah menurun cukup signifikan dari 46,96 persen pada tahun 2009 menjadi 41,34 persen di tahun 2010.
Pada bidang ketenagakerjaan, tingkat pengangguran yang tinggi di Pandeglang merupakan masalah yang cukup serius sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Pada tahun 2010, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Pandeglang sebesar 11,34 persen, mengalami kenaikan dibanding tahun 2009 yang sebesar 10,98 persen, namun di tahun 2010 tingkat pengangguran terbuka masih berada pada level dua digit dan harus menjadi perhatian serius dari stakeholder terkait untuk mengurangi tingkat pengangguran ini. Untuk persentase penduduk miskin juga berkurang dari 12,01 persen pada tahun 2009 menjadi 11,14 persen di tahun 2010. Tingkat kesejahteraan penduduk Pandeglang yang masih rendah diantaranya terlihat dari pola konsumsi penduduk Pandeglang dimana persentase konsumsi untuk makanan jauh lebih tinggi dibanding konsumsi untuk non makanan.
Pada bidang perumahan, kondisi ekonomi rumah tangga sangat berpengaruh terhadap kepemilikan dan kualitas rumah tinggal. Pada tahun 2010 sekitar 97,21 persen rumah tangga di Pandeglang menempati rumah milik sendiri/orangtua/saudara. Dan sebagian besar rumahtangga di Kabupaten Pandeglang masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk memasak yaitu sebsar 76,46 persen.
Sementara itu, tingkat keberhasilan pembangunan manusia Kabupaten Pandeglang pada tahun 2010 yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang digambarkan melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) baru mencapai 68,29. Kondisi ini
mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun 2009 yang hanya sebesar 67,99. Jika digolongkan menurut pencapaian skor, maka angka IPM Kabupaten Pandeglang pada tahun 2010 termasuk golongan angka IPM menengah atas. Bila dibandingkan dengan Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Banten, IPM Kabupaten Pandeglang tahun 2010 berada pada urutan ke‐enam (satu tingkat di atas Kabupaten Lebak) dari 7 (tujuh) Kabupaten/Kota yang ada. Tetapi tidak menutup kemungkinan bila nanti pada suatu saat posisi angka IPM Kabupaten Pandeglang akan menjadi urutan terbawah di Kabupaten/Kota se‐Provinsi Banten.