BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA
GAMBARAN UMUM LOKASI OBJEK WISATA AEK SIJORNI
D. Indikator Indikator Peningkatan Perekonomian
Beberapa indikator indikator dari peningkatan perekonomian antara lain: 1. Pendapatan
Dalam kamus besar bahasa Indonesia pendapatan adalah hasil kerja (usaha atau sebagainya).54 Sedangkan pendapatan dalam kamus manajemen adalah uang
53 Danar aji s,Makalah pertumbuhan Ekonomi,
https://danarjiswordpress.com.cdn.ampproject.org, 2019/11/27/20:37
54 Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1998), hlm 185
yang diterima oleh perorangan, perusahaan dan organisasi lain dalam bentuk upah, gaji, sewa, bunga, komisi, dan laba.55
Pendapatan merupakan unsur yang sangat penting dalam sebuah usaha perdagangan, karena dalam melakukan suatu usaha tentu ingin mengetahui nilai atau jumlah pendapatan yang diperoleh selama melakukan usaha tersebut. Dalam arti ekonomi, pendapatan merupakan balas jasa atas penggunaan faktor faktor produksi yang dimiliki oleh sektor rumah tangga dan sektor perusahaan yang dapat berupa gaji/upah, sewa, bunga serta keuntungan/profit.56 Pendapatan atau penghasilan menurut A. Abdurrahman adalah uang, barang barang materi atau jasa diterima atau bertambah besar selama suatu jangka waktu tertentu. Biasanya dari pemakaian capital, pemberian jasa jasa perorangan, atau keduanya termasuk dalam income itu adalah gaji, sewa tanah, dividen, terkecuali penerimaan penerimaan (lain dari pada keuntungan) sebagai hasil penjualan atau pengukuran harta benda.57
Menurut Sadono Sukirno mengemukakan bahwa pendapatan adalah penghasilan yang diterima tanpa memberikan suatu kegiatan apapun yang diterima oleh suatu negara. Sedangkan menurut Mardiasmo, pendapatan dengan definisi yang lebih luas merupakan setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dalam negri maupun dari luar negri yang
55 BN. Marbun, Kamus Manajemen, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2003), hlm. 230 56 Sukirno, Sadono, Makro Ekonomi, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006), hlm 125. 57 A.Abdurrahman, Ensiklopedia Ekonomi Keuangan Perdagangan (Inggris-Indonesia), (Jakarta: Pradya Paramita, 1990), Cet ke-4 h. 518-519.
dapat dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan dengan nama dan bentuk apapun.58
Berdasarkan pendapata pendapat pendapat tentang pendapatan dapat disimpulkan bahwa pendapatan adalah segala sesuatu yang didapat oleh individu ataupun kelompok baik dalam bentuk uang maupun barang dalam jasa dari usaha yang dilakukan.
Menurut Mardiasmo harta yang termasuk dalam pendapatan adalah:
1. Imbalan atau pengganti yang berkenaan dengan pekerjaan atau jasa. Pendapatan yang tergolong imbalan gaji, upah, honorarium, komisi, bonus, uang pensiun dan lain lain
2. Hadiah, hadiah dapat uang atau barang yang berasal dari pekerjaan, undian, penghargaan, dan lain lain.
3. Laba usaha. Pendapatan yang berasal dari laba usaha adalah pendapatan yang didapat dari selisih penjualan barang dengan biaya biaya yang dikeluarkan untuk membuat barang tersebut, yang termasuk biaya biaya antara lain: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya penjualan, dan lain lain.
4. Keuntungan karena penjualan adalah pendapatan yang didapat dari selisih penjualan barang dan biaya biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang tersebut yang termasuk biaya biayanya antara lain: biaya transportasi.
5. Penerimaan kembali pajak yang telah diberikan sebagai biaya. Hal tersebut terjadi karena kesalahan perhitungan pajak yang telah dilakukan. 6. Bunga dari pengembalian utang kredit. Setiap kelebihan pengembalian
piutang dari jumlah uang yang dipinjamkan kepada orang lain termasuk pendapatan dalam pengertian.
7. Deviden dan pembagian. Sisa hasil usaha. Pembagian laba perusahaan ataupun koperasi yang sebanding dengan modal yang ditanamkan.
8. Royalti adalah pendapatan yang dierima dari balas jasa terhadap hak cipta yang digunakan oleh orang lain.
9. Sewa adalah pemindahan hak guna dari hak milik kepada orang lain dalam kurun waktu yang ditentukan.
10. Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing.59 2. Tingkat Pengangguran dan Tenaga Kerja
Indikator pertumbuhan ekonomi yang kedua adalah jumlah tenaga kerja ddan pengangguran. Tenaga kerja adalah setiap orang yang dapat melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk keluarga dan masyarakat. Sedangkan pengangguran merupakan kebalikan dari tenaga kerja. sehingga kedua hal ini tidak dapat dipisahkan semakin banyak peluang memerlukan tenaga kerja maka semakin berkurangnya pengangguran. Maksud dari kedua hal tersebut dalam penelitian ini adalah dengan adanya objek wisata tersebut maka memberikan peluang usaha atau tenaga kerja yang
diperlukan untuk membantu berjalannya objek wisata sehingga akan mengurangi tingkat pengangguran masyarakat sekitar objek wisata misalnya dengan membuka usaha baik dagang dan usaha jasa sesuai dengan keinginannya.
3. Kesejahteraan Masyarakat
Kesejahteraan masyarakat merupakan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Kesejahteraan masyarakat ini bisa dilihat dari kehidupan masyarakat, yang ditandai dengan pendapatan per kapita ( pendapatan rata rata penduduk atau masyarakat ) dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Beberapa indikator dalam usaha menentukan keberhasilan usaha menurut Noor, antara lain sebagai berikut:60
4. Produktivitas dan efisiensi
Besar kecilnya produktivitas suatu usaha akan menentukan besar kecilnya produksi. Hal ini akan mempengaruhi besar kecilnya penjualan dan pada akhirnya menentukan besar kecilnya pendapatan.
5. Daya saing
Daya saing adalah kemampuan atau ketangguhan dalam bersaing untuk merebut perhatian dan loyalitas konsumen atau pengunjung. Suatu bisnis dapat dikatakan berhasil bila dapat mengalahkan pesaing atau paling tidak masih bisa bertahan menghadapi pesaing.
6. Kompetensi dan etika usaha
60 Hestanto, Indikator Indikator Seseorang Pengalam Usaha, http://www.Hestanto.web.id-cdn.ammproject.org , 2019/11/10
Merupakan gabungan dari pengetahuan, hasil penelitian, pengalaman secara dapat menyesuaikan diri dengan pesaing ataupun mengahsilkan inovasi sesuai dengan tuntutan zaman.
7. Terbangunnya citra baik
Jika usaha yang dilakukan seseorang dijalankan dengan baik, akan tercipta citra baik untuk usahanya baik pelayanan maupun sikap, produk barang nya dari satu pengunjung ke pengunjung lain yang dapat membantu memajukan usaha yang kita lakukan.