• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indikator Kerawanan Pangan di Kecamatan Serang

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4. Hasil Penelitian

4.4.1. Indikator Kerawanan Pangan di Kecamatan Serang

Indikator kerawanan pangan yang digunakan dalam penelitian ini berupa ketersediaan pangan, akses pangan, kepemilikan asset, kondisi perumahan, dan pola konsumsi. Di Kecamatan Serang, rumah tangga yang dijadikan responden memiliki karakteristik dalam indikator yang bermacam-macam. Berdasarkan indikator-indikator tersebut, kita bisa melihat apakah rumah tangga tersebut merupakan rumah tangga rawan pangan atau tahan pangan. Pada ketersediaan

pangan kita bisa melihat dari rumah tangga yang memiliki persediaan bahan makanan pokok untuk satu minggu yang akan datang, kemudian pada akses pangan kita bisa melihat dari cara rumah tangga memperoleh bahan makanan dan kesulitan dalam memperoleh bahan makanan, serta dipengaruhi juga dari daya beli terhadap bahan pangan, pada kepemilikan asset kita bisa melihat dari kelengkapan rumah tangga seperti televisi, radio, kulkas, telepon, kasur, lemari, sepeda, motor, dan mobil, pada kondisi perumahan kita bisa melihat dari kepemilikan rumah, jenis dinding, jenis lantai, jenis atap, penerangan rumah, sumber air minum, dan fasilitas kamar mandi, dan kemudian pada pola konsumsi kita bisa melihat dari berapa kali rumah tangga mengkonsumsi pangan lengkap dan komposisi pola makan anggota rumah tangga. Berikut ini adalah keterangan keadaan rumah tangga dalam indikator-indikator kerawanan pangan yang terjadi di Kecamatan Serang :

Ketersediaan Pangan Rumah Tangga

Ketersediaan pangan rumah tangga merupakan kondisi atau keadaan rumah tangga dalam persediaan bahan pangan pokok untuk dikonsumsi setiap hari. Rumah tangga yang memiliki persediaan bahan pangan pokok untuk satu minggu yang akan datang terdapat 35 rumah tangga dengan persentase 35% dari 100 rumah tangga responden, dan yang tidak memiliki persediaan bahan pangan pokok untuk satu minggu yang akan datang terdapat 65 rumah tangga dengan persentase 65%. Sebagian besar rumah tangga memperoleh pangan dengan cara membeli di warung terdekat dengan alasan bahwa lebih mudah dan cepat dalam membeli bahan pangan dan ada juga yang memperoleh bahan pangan dari pasar, di Kecamatan Serang sudah banyak terdapat warung-warung di sekitar perumahan

dalam menyediakan bahan pangan yang berupa nasi, ikan, daging, telur, buah-buahan, tahu, tempe, dan sayur-sayuran. Ketersediaan bahan pangan dalam rumah tangga dapat dilihat pada Tabel 4.18. berikut ini :

Tabel 4.18. Ketersediaan Bahan Pangan Rumah Tangga di Kecamatan Serang Tahun 2014

No Ketersediaan Bahan Pangan Rumah Tangga Persentase (%) 1 Memiliki persediaan bahan

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan Tabel 4.18. menjelaskan bahwa terdapat 65 rumah tangga yang tidak memiliki persediaan bahan pangan pokok untuk satu minggu yang akan datang dan 35 rumah tangga memiliki persediaan bahan pangan pokok untuk satu minggu yang akan datang. Rumah tangga yang tidak memiliki persediaan bahan pangan pokok untuk satu minggu yang akan datang, dari 65 rumah tangga terdapat 61 rumah tangga yang masih memiliki uang atau barang berharga untuk membeli bahan pangan pokok yang dibeli setiap hari dan 4 rumah tangga tidak memiliki uang atau barang berharga untuk membeli bahan pangan pokok. Apabila dilihat dari rumah tangga yang bekerja sebagai petani, terdapat 2 rumah tangga yang bekerja sebagai petani dari 100 rumah tangga responden, artinya ketersediaan pangan rumah tangga di Kecamatan Serang masih sangat kurang dalam hal memproduksi pangan. Rumah tangga yang tidak memiliki persediaan bahan pangan pokok tetapi memiliki uang atau barang berharga untuk membeli bahan pangan pokok selama satu minggu yang akan datang dapat dilihat pada Tabel 4.19. berikut ini :

Tabel 4.19. Rumah Tangga yang Memiliki Uang atau Barang Untuk Membeli Bahan Pangan di Kecamatan Serang Tahun 2014 No Kepemilikan Uang atau

Barang Berharga Rumah Tangga Persentase (%) 1 Memiliki uang atau barang

berharga 61 93,85

2 Tidak memiliki uang atau

barang berharga 4 6,15

Jumlah 65 100

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan Tabel 4.19. menjelaskan bahwa rumah tangga yang memiliki uang atau barang berharga untuk membeli bahan pangan terdapat 61 rumah tangga dengan persentase 93,85% dan yang tidak memiliki uang atau barang berharga untuk membeli bahan pangan terdapat 4 rumah tangga dengan persentase 6,15%.

Dari 4 rumah tangga yang tidak memiliki uang atau barang berharga untuk membeli bahan pangan terdapat 2 rumah tangga yang menunggu kiriman uang dari keluarga besarnya, dan terdapat 2 rumah tangga yang mencari pinjaman uang untuk membeli bahan makanan pokok.

Akses Pangan Rumah Tangga

Akses pangan rumah tangga yaitu bagaimana cara memperoleh bahan pangan dan kesulitan dalam memperoleh bahan pangan, serta daya beli rumah tangga terhadap bahan pangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rumah tangga di Kecamatan Serang memperoleh bahan pangan dari hasil membeli di warung maupun di pasar, pangan yang diperoleh rumah tangga berupa nasi, ikan, daging, buah-buahan, telur, tahu, tempe, dan sayur-sayuran. Dalam kesulitan memperoleh bahan pangan terdapat 88 rumah tangga dengan persentase 88% tidak memiliki kesulitan dalam memperoleh bahan pangan dan 12 rumah tangga dengan persentase 12% mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan pangan, dapat dilihat pada Tabel 4.20. berikut ini :

Tabel 4.20. Akses Pangan Rumah Tangga di Kecamatan Serang Tahun 2014 No Akses Pangan Rumah Tangga Persentase (%) 1 Kesulitan dalam memperoleh

bahan pangan 12 12

2 Tidak kesulitan dalam

memperoleh bahan pangan 88 88

Jumlah 100 100

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan Tabel 4.20. menjelaskan bahwa terdapat 88% rumah tangga yang tidak kesulitan dalam memperoleh bahan pangan dan terdapat 12% rumah tangga yang memiliki kesulitan memperoleh bahan pangan, dari 12 rumah tangga yang mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan pangan terdapat 8 rumah tangga yang disebabkan oleh lokasi yang jauh dari pasar dan 4 rumah tangga disebabkan oleh masalah ekonomi. Apabila dilihat dari daya beli rumah tangga, bahwa rumah tangga yang tidak pernah mengalami kekurangan bahan pangan pokok dalam tiga bulan terakhir terdapat 81 rumah tangga dari 100 rumah tangga responden dan terdapat 19 rumah tangga pernah mengalami kekurangan bahan pangan pokok dalam tiga bulan terakhir. Rumah tangga yang pernah atau tidak pernah mengalami kekurangan bahan pangan pokok dapat dilihat pada Tabel 4.21.

berikut ini :

Tabel 4.21. Rumah Tangga yang Mengalami Kekurangan Bahan Pangan Pokok Dalam Tiga Bulan Terakhir di Kecamatan Serang Tahun 2014 1 Mengalami kekurangan bahan

pangan pokok dalam tiga bulan terakhir

19 19

2 Tidak mengalami kekurangan bahan pangan pokok dalam tiga bulan terakhir

81 81

Jumlah 100 100

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan Tabel 4.21. menjelaskan bahwa rumah tangga yang tidak mengalami kekurangan bahan pangan pokok dalam tiga bulan terakhir memiliki persentase 81% dan rumah tangga yang mengalami kekurangan bahan pangan pokok dalam tiga bulan terakhir memiliki persentase 19%. Dari 19 rumah tangga yang mengalami kekurangan bahan pangan pokok ini terdapat 18 rumah tangga yang disebabkan karena tidak mempunyai uang dan 1 rumah tangga disebabkan karena tidak mempunyai pekerjaan selama tiga bulan terakhir.

Kepemilikan Asset Rumah Tangga

Kepemilikan asset rumah tangga berupa kelengkapan rumah tangga seperti televisi, radio, kulkas, telepon, Kasur, lemari, sepeda, motor, dan mobil.

Kepemilikan asset ini merupakan ukuran sederhana dari kemampuan cadangan rumah tangga dalam kehidupannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemilikan asset berupa televisi terdapat 99 rumah tangga dengan persentase 99% memiliki televisi dan hanya 1 rumah tangga saja yang tidak memiliki televisi dari 100 rumah tangga responden, kepemilikan asset berupa radio terdapat 27 rumah tangga dengan persentase 27% yang memiliki radio dan 73 rumah tangga tidak memiliki radio, kepemilikan asset berupa kulkas terdapat 59 rumah tangga dengan persentase 59% yang memiliki kulkas dan 41 rumah tangga tidak memiliki kulkas, kepemilikan asset berupa telepon terdapat 78 rumah tangga dengan persentase 78% yang memiliki telepon dan 22 rumah tangga tidak memiliki telepon, kepemilikan asset Kasur terdapat 100 rumah tangga denga persentase 100% yang memiliki Kasur, kepemilikan asset berupa lemari terdapat 99 rumah tangga dengan persentase 99% yang memiliki lemari dan hanya 1 rumah tangga yang tidak memiliki lemari, kepemilikan asset berupa sepeda

terdapat 56 rumah tangga dengan persentase 56% yang memiliki sepeda dan 44 rumah tangga tidak memiliki sepeda, kepemilikan asset berupa motor terdapat 84 rumah tangga dengan persentase 84% yang memiliki motor dan 16 rumah tangga yang tidak memiliki motor, dan kepemilikan asset berupa mobil terdapat 3 rumah tangga dengan persentase 3% yang memiliki mobil dan 97 rumah tangga tidak memiliki mobil. Kepemilikan asset rumah tangga dapat dilihat pada Tabel 4.22.

berikut ini :

Tabel 4.22. Kepemilikan Asset Rumah Tangga di Kecamatan Serang Tahun 2014

No Kepemilikan Asset Rumah Tangga Persentase (%) 1 Televisi :

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan pada Tabel 4.22. menjelaskan bahwa sebagian besar rumah tangga sudah memiliki televisi, kulkas, telepon, Kasur, dan lemari. Hasil dari wawancara dengan 100 rumah tangga responden menjelaskan bahwa dari 73 rumah tangga yang tidak memiliki radio dikarenakan jarang sekali mendengarkan radio karena sudah beralih ke televisi. Rumah tangga yang memiliki sepeda dikarenakan masih mempunyai anak kecil yang bermain dengan sepedanya dan yang tidak memiliki sepeda dikarenakan anaknya sudah kuliah dan ada yang bekerja sehingga anak tersebut memakai motor. Rumah tangga yang memiliki motor sebagian besar motor yang dimiliki masih kredit ditempat penjualan motor.

Ada 3 rumah tangga yang memiliki mobil dan sebagian besar rumah tangga tidak memiliki mobil dikarenakan penghasilan rumah tangga tidak mencukupi membeli mobil karena untuk memenuhi kebutuhan akan konsumsi pangan.

Kondisi Perumahan Rumah Tangga

Kondisi perumahan rumah tangga menjelaskan status kepemilikan rumah dan keadaan yang terdapat pada perumahan. Rumah tangga di Kecamatan Serang sebagian besar rumah tangga sudah memiliki rumah sendiri, rumah tangga yang masih mengontrak rumah belum memiliki cukup uang untuk membeli rumah, dan sebagian kecil rumah tangga yang menumpang pada orang tuanya dikarenakan tidak memiliki uang dan pekerjaan yang tetap. Hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa untuk jenis dinding sebagian besar menggunakan tembok dan 1 rumahtangga menggunakan kayu, sebagian besar rumah tangga sudah memakai keramik, genteng, sumber penerangan listrik, dan mempunyai kamar mandi sendiri. Rumah tangga yang memakai kamar mandi bersama merupakan rumah tangga yang mengontrak rumah dan rumah tangga yang tidak memiliki kamar

mandi masih memakai sungai untuk mandi. Kondisi perumahan rumah tangga dapat dilihat pada Tabel 4.23. berikut ini :

Tabel 4.23. Kondisi Perumahan Rumah Tangga di Kecamatan Serang Tahun 2014

No Perumahan Jumlah Rumah Tangga Persentase (%) 1 Status Rumah :

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan pada Tabel 4.23. menjelaskan bahwa dari 100 rumah tangga responden terdapat 80 rumah tangga dengan persentase 80% sudah memiliki rumah tempat tinggal, 12 rumah tangga dengan persentase 12% masih mengontrak, dan 8 rumah tangga dengan persentase 8% masih menumpang dengan keluarga, 8 rumah tangga yang masih menumpang disebabkan karena tidak memiliki uang untuk membeli atau mengontrak rumah. Untuk jenis dinding sebagian besar terbuat dari tembok yaitu terdapat 99 rumah tangga dengan persentase 99% menggunakan dinding tembok dan 1 rumah tangga menggunakan

dinding kayu, untuk jenis lantai terdapat 24 rumah tangga dengan persentase 24%

berlantaikan semen dan 76 rumah tangga dengan persentase 76% berlantaikan keramik, untuk jenis atap sebagian besar memakai genteng yaitu terdapat 97 rumah tangga dengan persentase 97% yang memakai genteng dan 3 rumah tangga memakai asbes, untuk penerangan rumah seluruh rumah tangga menggunkan listrik, untuk sumber air minum terdapat 68 rumah tangga dengan persentase 68%

menggunakan air dalam kemasan, 31 rumah tangga dengan persentase 31%

menggunakan leding atau pompa, dan 1 rumah tangga menggunakan sumur, dan untuk fasilitas kamar mandi terdapat 97 rumah tangga dengan persentase 97%

sudah memiliki kamar mandi sendiri, 1 rumah tangga masih menggunakan kamar mandi bersama, dan 2 rumah tangga tidak memiliki kamar mandi. Beberapa rumah tangga walaupun sudah mencukupi kondisi tempat tinggal yang layak akan tetapi masih banyak rumah tangga yang kondisi didalam rumahnya kurang rapih.

Pola Konsumsi Rumah Tangga

Pola konsumsi rumah tangga dilihat dari seberapa sering rumah tangga dalam mengkonsumsi pangan lengkap yang berupa nasi, ikan, daging, buah-buahan, telur, tahu, tempe, dan sayur-sayuran, dan dilihat dari komposisi pola makan anggota rumah tangga. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa terdapat 7 rumah tangga dengan persentase 7% memiliki konsumsi pangan lengkap setiap hari dalam satu bulan terakhir, kemudian terdapat 33 rumah tangga dengan persentase 33% mengkonsumsi pangan lengkap 6 sampai 10 hari dalam satu bulan terakhir, kemudian terdapat 49 rumah tangga dengan persentase 49%

mengkonsumsi pangan lengkap 1 sampai 5 hari dalam satu bulan terakhir, dan 11 rumah tangga dengan persentase 11% tidak pernah mengkonsumsi pangan

lengkap dalam satu bulan terakhir, pada 11 rumah tangga yang tidak mengkonsumsi pangan lengkap disebabkan karena kurangnya daya beli terhadap pangan. Pola konsumsi pangan lengkap rumah tangga dalam satu bulan terakhir di Kecamatan Serang dapat dilihat pada Tabel 4.24. berikut ini :

Tabel 4.24. Pola Konsumsi Pangan Lengkap Rumah Tangga Dalam Satu Bulan Terakhir di Kecamatan Serang Tahun 2014

No

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan pada Tabel 4.24. menjelaskan bahwa sebagian besar rumah tangga yang memiliki pola konsumsi pangan lengkap yang berupa nasi, ikan,

Komposisi pola makan anggota rumah tangga yang terdapat di Kecamatan Serang berdasarkan hasil penelitian terdapat 67 rumah tangga dengan persentase 67% memiliki komposisi pola makan yang sama didalam rumah tangga dikarenakan dalam 67 rumah tangga tersebut membagi komposisi pola makan secara merata, kemudian terdapat 6 rumah tangga dengan persentase 6% memiliki komposisi pola makan untuk bapak yang volumenya lebih banyak dan komposisi gizi yang lebih baik dikarenakan bapak bekerja dengan menggunakan banyak

tenaga yang dikeluarkan dari fisiknya, kemudian terdapat 15 rumah tangga dengan persentase 15% memiliki komposisi pola makan untuk anak yang volumenya lebih banyak dan komposisi gizi lebih baik dikarenakan anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya, dan terdapat 12 rumah tangga dengan persentase 12% memiliki komposisi pola makan untuk orang tua yang volumenya lebih banyak dan komposisi gizi lebih baik dikarenakan orang tua dalam 12 rumah tangga tersebut bekerja dan anak-anaknya masih balita. Komposisi pola makan anggota rumah tangga dapat dilihat pada Tabel 4.25. berikut ini :

Tabel 4.25. Komposisi Pola Makan Anggota Rumah Tangga di Kecamatan Serang Tahun 2014

No Komposisi Pola Makan Rumah Tangga Persentase (%)

1 Sama (nasi/lauk/sayur/buah/susu) 67 67

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Dokumen terkait