Untuk mencapai sasaran ini, ada beberapa indikator kinerja yang digunakan dimana masing-masing indikator dapat diuraikan kondisi capaian, permasalahan dan usul pemecahan masalahnya sebagai berikut:
a. Pertumbuhan Produktivitas
1. Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan pada tahun 2015 sebesar 2.00 sudah tercapai 133,33 persen dari yang ditargetkan yaitu 1,50.
b. Kendala yang dihadapi
Masih kurangnya koordinasi dengan adanya data billing dengan data masing – masing instalasi/unit yang terkait.
c. Usul pemecahan masalah
Perlu meningkatkan produk pelayanan yang ada di pelayanan rawat jalan untuk dapat mendukung pencapaian sasaran yang ada baik data maupun pelayanan.
Mengarahkan pemanfaatan data untuk mendukung pencapaian indikator.
Data Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR KINERJA SKOR
2015
TARGET REALISASI CAPAIAN (%) Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat
Jalan 2,00 1,50 2,00 133,33
22 2. Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat pada tahun 2015 sebesar 1,25 tercapai 83,33 persen dari yang ditargetkan yaitu 1,50. Hal ini terjadi karena adanya perubahan regulasi rujukan berjenjang BPJS.
b. Kendala yang dihadapi
Berubahnya kebijakan BPJS dan masih munculnya perbedaan persepsi di masyarakat tentang kriteria pasien yang harus mendapatkan pelayanan gawat darurat.
c. Usul pemecahan masalah
Peningkatan mutu pelayanan dan peningkatan kompetensi SDM professional dan sosialisasi ke masyarakat tentang criteria pelayanan gawat darurat.
Data Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR KINERJA SKOR
2015
TARGET REALISASI CAPAIAN (%) Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan
Rawat Darurat 2,00 1,50 1,25 83,33
3. Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat Inap a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Hari Perawatan pada tahun 2015 sebesar 0,50 tercapai 50 persen dari yang ditargetkan yaitu 1,00. Belum tercapai dari skor yang ditargetkan dikarenakan pasien rawat inap mengalami penurunan.
b. Kendala yang dihadapi
Menurunnya kunjungan pasien.
c. Usul pemecahan masalah
Meningatkan mutu asuhan pasien dan mengoptimalkan pemasaran dan promosi rumah sakit.
Data Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat Inap dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR KINERJA SKOR
2015
TARGET REALISASI CAPAIAN (%) Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat
Inap 2,00 1,00 0,50 50,00
23 4. Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi pada tahun 2015 sebesar 1,50 tercapai 100 persen dari yang ditargetkan. Hal ini dapat tercapai dikarenakan semakin meningkatnya permintaaan pemeriksaan radiologi.
b. Kendala yang dihadapi
Walaupun target tercapai tetapi masih ada pelayanan yang belum bisa dilayani oleh karena fasilitas alkes belum ada.
c. Usul pemecahan masalah
Mulai tahun 2016 produk layanan radiologi akan bertambah dengan adanya pemeriksaan CT scan.
Data Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR KINERJA SKOR
2015
TARGET REALISASI CAPAIAN (%)
Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi 2,00 1,50 1,50 100,00
5. Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium pada tahun 2015 sebesar 0,50 tercapai 33,33 persen dari yang ditargetkan sebesar 1,50.
Jumlah pemeriksaannya menurun dibanding tahun sebelumnya dikarenakan sistem rujukan berjenjang dari BPJS.
b. Kendala yang dihadapi
Sistem rujukan yang berjenjang sehingga menyebabkan jumlah pasien menurun.
Tarif paket sehingga terjadi efisiensi pemeriksaan penunjang menyebabkan jumlah permintaan menurun.
c. Usul pemecahan masalah
Peningkatan promosi pemeriksaan laboratorium (Lab) bukan dari pasien JKN.
Data Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR KINERJA SKOR
2015
TARGET REALISASI CAPAIAN (%)
Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium 2,00 1,50 0,50 33,33
24 6. Pertumbuhan Operasi
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Operasi pada tahun 2015 sebesar 0, belum tercapai target dikarenakan angka pasien masih belum memenuhi target.
b. Kendala yang dihadapi
Karena adanya kebijakan tentang rujukan berjenjang melalui proses.
c. Usul pemecahan masalah
Peningkatan fasilitas ruang operasi dan peningkatan kompetensi profesional.
Data Pertumbuhan Operasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR KINERJA SKOR
2015
TARGET REALISASI CAPAIAN (%)
Pertumbuhan Operasi 2,00 1,50 0,00 0,00
7. Pertumbuhan Rehab Medik a. Kondisi yang dicapai
Pertumbuhan Instalasi Rehabilitasi Medik di 2015 mencapai 16%, suatu angka pertumbuhan yang cukup tinggi, diatas persyaratan pertumbuhan yang ditetapkan oleh kementrian kesehatan sebesar 10%. Jika dibandingkan dengan pertumbuhan di tahun 2014 yang sebesar 49%, maka di tahun 2015 angka pertumbuhan mengalami penurunan sebesar 33%. Hal ini dikarenakan layanan TMS di semester II tahun 2015 mengalami penurunan yang signifikan sehubungan dengan tidak bisa terklaimnya layanan TMS dan BPJS.
b. Kendala yang dihadapi
Beberapa alat elektromedik belum bisa difungsikan secara optimal karena kurang dimanfaatkan alat-alat tersebut oleh dokter.
Jumlah fisioterapis yang masih kurang dibandingkan dengan beban kerja.
Belum ada koding layanan TMS, Stress Analyzer di sistem BPJS sehingga layanan tersebut tidak bisa terbayar sebagai tindakan tersendiri.
c. Usul pemecahan masalah
Penambahan SDM Fisioterapi sebanyak 2 orang.
Peningkatan kebutuhan/kepedulian dokter untuk pemanfaatan peralatan peralatan elektromedik diagnostik dan terapeutik.
Peningkatan kompetensi dokter dan perawat elektromedik untuk operasionalisasi alat elektromedik.
Penambahan koding layanan TMS dan Stress Analyzer di sistem BPJS.
25 Data Pertumbuhan Rehab Medik dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR KINERJA SKOR
2015
TARGET REALISASI CAPAIAN (%)
Pertumbuhan Rehab Medik 2,00 2,00 2,00 100,00
8. Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran pada tahun 2015 sebesar 1,50 tercapai 150 persen dari yang ditargetkan.
Kenaikan jumlah coass sebanyak 34 orang dibandingkan tahun 2014 berasal dari FK Universitas Tanjungpura yang melakukan kerjasama kepaniteraan klinik dengan mengirimkan coassnya pada April 2015.
Data Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran dapat di lihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR KINERJA SKOR
2015
TARGET REALISASI CAPAIAN (%) Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan
Kedokteran 2,00 1,00 1,50 150,00
9. Pertumbuhan Penelitian yang Dipublikasikan a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Penelitian yang Dipublikasikan pada tahun 2015 sebesar 1,50 tercapai 100 persen dari yang ditargetkan.
b. Kendala yang dihadapi
Untuk meningkatkan jumlah penelitian yang dipublikasikan perlu adanya peningkatan minat dari pegawai rumah sakit.
c. Usul pemecahan masalah
Mengadakan lomba penulisan ilmiah.
Data Pertumbuhan Penelitian yang Dipublikasikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR KINERJA SKOR
2015
TARGET REALISASI CAPAIAN (%) Pertumbuhan Penelitian yang
Dipublikasikan 2,00 1,50 1,50 100,00
26 b. Efektifitas Pelayanan
1. Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai Pelayanan a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai Pelayanan pada tahun 2015 sebesar 1,00 tercapai 50 persen dari yang ditargetkan 2,00.
b. Kendala yang dihadapi
Resume medis terlambat diisi.
Dokter tidak visit setiap hari.
Banyak formulir rekam medis yang tidak terisi.
c. Usul Pemecahan Masalah
Koordinasi dengan DPJP.
Supervisi pengisian dokumen rekam medis di pelayanan sebelum dikembalikan ke Instalasi Rekam Medis.
Data Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai Pelayanan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR KINERJA SKOR
2015
TARGET REALISASI CAPAIAN (%) Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai
Pelayanan 2,00 2,00 1,00 50,00
2. Pengembalian Rekam Medik a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pengembalian Rekam Medik pada tahun 2015 sebesar 2,00 tercapai 100 persen dari yang ditargetkan 2,00.
b. Kendala yang dihadapi
Tidak ada kendala karena semua dokumen rekam medis Rawat Inap setelah pelayanan kembali ke Rekam Medis.
c. Usul Pemecahan Masalah
Lebih ditingkatkan agar tercapai 100%.
Data Pengembalian Rekam Medik dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR KINERJA SKOR
2015
TARGET REALISASI CAPAIAN (%)
Pengembalian Rekam Medik 2,00 2,00 2,00 100,00
27 3. Angka Pembatalan Operasi
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Angka Pembatalan Operasi pada tahun 2015 sebesar 1,50 tercapai 100 persen dari yang ditargetkan 1,50. Hal ini tercapai karena semakin baiknya manajemen bedah.
b. Usul
Monitoring evaluasi mempertahankan hasil yang sudah baik.
Data Angka Pembatalan Operasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR KINERJA SKOR
2015
TARGET REALISASI CAPAIAN (%)
Angka Pembatalan Operasi 2,00 1,50 1,50 100,00
4. Angka Kegagalan Hasil Radiologi a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Angka Kegagalan Hasil Radiologi pada tahun 2015 sebesar 0,50 tercapai 25 persen dari yang ditargetkan 2,00. Hal ini terbesar dipengaruhi oleh faktor alat dan proses yang masih manual.
b. Kendala yang dihadapi
Karena dalam pengelolaan hasil data pasien radiologi masih menggunakan proses manual.
c. Usul pemecahan maslah
Tahun ini sudah direncanakan untuk pembelian alat CR (Computerized Radiographic) yang akan memperbaiki proses hasil dan meminimalkan kegagalan.
Data Angka Kegagalan Hasil Radiologi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR KINERJA SKOR
2015
TARGET REALISASI CAPAIAN (%)
Angka Kegagalan Hasil Radiologi 2,00 2,00 0,50 25,00
5. Penulisan Resep sesuai formularium a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Penulisan Resep sesuai Formularium pada tahun 2015 sebesar 2,00 tercapai 133,33 persen dari yang ditargetkan 1,50.
Kondisi kepatuhan peresepan terhadap formularium rumah sakit masih di bawah Standar Pelayanan Minimum yaitu untuk kepatuhan terhadap formularium rumah sakit 100 persen.
b. Kendala yang dihadapi
Ada beberapa kasus tertentu dimana obat yang dibutuhkan untuk terapi belum masuk ke formularium.
28 c. Usul pemecahan masalah
Membeli obat pada apotik yang mempunyai perjanjian kerjasama dengan rumah sakit.
Meminjam obat pada rumah sakit yang mempunyai perjanjian kerjasama dengan rumah sakit.
Data Penulisan Resep sesuai Formularium dapat dilihat pada tabel di bawah ini: