• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

H. Indikator Kinerja

H. Indikator Kinerja

Indikator kinerja merupakan rumusan kinerja yang akan dijadikan acuan atau tolak ukur dalam menentukan keberhasilan atau keefektifan penelitian (Sarwiji Suwandi, 2008:70). Indikator kinerja yang ingin dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatnya keterampilan berpikir kritis tentang sifat-sifat bangun ruang pada siswa kelas V SD Negeri Balerejo 01 Kebonsari Madiun dengan penerapan numbered heads together untuk meningkatkan keterampilan berpikir pada materi sifat-sifat bangun ruang. Indikator penelitian ini berdasarkan silabus KTSP Matematika kelas V dan batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yaitu 66.

Pada siklus I pembelajaran dikatakan berhasil dengan meningkatnya minat belajar dan keterampilan berpikir jika secara klasikal siswa yang memperoleh

nilai ≥ 66 mencapai 70%. Pada siklus II, keterampilan berpikir kritis dikatakan

berhasil/ meningkat jika peserta didik secara klasikal memperoleh nilai ≥ 66

mencapai 80%. Jika tidak ada peningkatan maka dilakukan siklus berikutnya.

I. Prosedur Penelitian

Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa penelitian ini merupakan penelitan tindakan. Adapun langkah-langkah pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan melalui empat tahap, yakni: (1) perencanaan tindakan (planning), (2) penerapan tindakan (action), (3) mengobservasi, dan (4)

Pengumpulan data Sajian data

Penarikan simpulan (verivikasi) Reduksi Data

commit to user

mengevaluasi proses dan hasil tindakan (reflection), dan seterusnya sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (kriteria keberhasilan). Secara jelas langkah - langkah tersebut dapat digambarkan seperti Gambar 11. di bawah ini :

Gambar 11. Siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Menurut Suharsimi Arikunto dkk. (2010:16)

Penjelasan prosedur penelitian terdiri dari refleksi awal, siklus I, dan siklus masing-masing akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Refleksi Awal

Pada refleksi awal peneliti melakukan observasi dan wawancara dengan guru mengenai kurangnya antusias siswa dan rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa terhadap pelajaran matematika tentang sifat-sifat bangun ruang di kelas V SD Negeri Balerejo 01 Kebonsari Madiun, kemudian menetapkan dan merumuskan rencana tindakan yaitu menyusun strategi pembelajaran dengan menyusun skenario pembelajaran.

a. Siklus I 1) Tahap Perencanaan Pelaksanaan SIKLUS I Perencanaan SIKLUS II Pengamatan Refleksi Refleksi Pelaksanaan Dan seterusnya.. Perencanaan Pengamatan

commit to user

Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, di mana untuk satu kali pertemuan terdiri dari dua jam pelajaran. Setelah peneliti melakukan refleksi awal, maka dilakukan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada tahap rencana tindakan peneliti dan kolaborator menyusun:

a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terkait dengan

kompetensi dasar ”Mengidentifikasi Sifat-sifat bangun ruang” pada indikator ” Menyebutkan sifat - sifat bangun ruang tabung, prisma, kerucut, dan limas (sisi, rusuk, dan titik sudut) dan menggambar bangun ruang berdasarkan sifat-sifatnya.

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan RPP, dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir/ penutup.

(1) Kegiatan Awal

Dalam kegiatan awal, guru mempersiapkan siswa secara mental dan psikis sehingga siswa siap untuk menerima pelajaran, menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

(2) Kegiatan Inti

Dalam kegiatan inti, secara garis besar juga dibagi menjadi tiga kegiatan, yaitu:

(a)Eksplorasi

Dalam kegiatan ini, terdapat interaksi antara guru dengan siswa. Guru menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang kemampuan yang dimilki oleh siswa, berkaitan dengan materi yang akan diajarkan.

(b)Elaborasi

Dalam elaborasi, guru melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan model numbered head together. Guru berusaha menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sehingga dapat menarik perhatian dan motivasi siswa untuk

commit to user

belajar serta dapat memperbaiki sikap/ aktivitas siswa yang masih menyimpang. Dalam kegiatan ini, terdapat hubungan/ interaksi yang hangat antara guru dan siswa, sehingga materi dapat tersampaikan kemudian tersimpan dalam ingatan siswa, dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

(c)Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi ini, guru membenarkan jawaban/ pendapat siswa yang sekiranya kurang tepat sehingga tidak terjadi kesalahan persepsi (mispersepsi) dan pemantapan materi yang telah dipelajari/ disampaikan.

(3) Kegiatan Akhir/ Penutup

Pada kegiatan akhir/ penutup, guru mengambil kesimpulan secara keseluruhan tentang materi yang telah disampaikan dan mengadakan evaluasi, untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai. Guru juga memberikan penguatan/ motivasi kepada siswa, pemberian PR dan menyampaikan materi untuk pertemuan selanjutnya.

b) Lembar observasi aktivitas siswa dan kinerja guru untuk

mengetahui keterlaksanaan dari proses pembelajaran dengan NHT.

c) Instrumen tes tulis esai untuk mengetahui keterampilan berpikir

siswa.

2) Pelaksanaan Tindakan

Kegiatan yang dilakukan yaitu melaksanakan pengajaran dengan menerapkan Numbered Heads Together (NHT).

a) Melaksanankan skenario pembelajaran yang telah direncanakan

b) Mengobservasi kegiatan selama pembelajaran berlangsung seperti

aktivitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung yang ditunjukkan dengan kerja sama siswa dalam diskusi kelompok dan presentasi, keaktifan siswa dalam bertanya atau menjawab pertanyaan, serta kegiatan guru dalam mengajar.

commit to user

3) Observasi

Dalam observasi ini, observer bertugas merekam aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dalam lembar observasi.

4) Refleksi

Refleksi dilakukan setiap akhir putaran penelitian tindakan. Refleksi dilaksanakan untuk mengetahui bagian yang sudah sesuai dengan tujuan penelitian, masalah-masalah yang muncul saat kegiatan pembelajaran, dan bagian yang masih perlu diperbaiki, berdasarkan

hasil pengamatan yang dilakukan oleh pengamat/ observer. Hasil

pengamatan tersebut kemudian dianalisis dan didiskusikan dengan guru kelas. Selain itu, hasil evaluasi/ tes tertulis siswa juga dianalisis untuk mengetahui sejauh mana kekritisan siswa dalam memahami materi yang disampaikan menggunakan model pembelajaran numbered heads together. Hasil refleksi merupakan jawaban atas pertanyaan peneliti serta tolok ukur putaran selanjutnya. Kelemahan yang timbul pada siklus satu akan disempurnakan pada siklus berikutnya sedangkan kelebihan-kelebihannya dipertahankan dan ditingkatkan.

b. Siklus II

1) Tahap Perencanaan

Pada siklus II ini, kompetensi dasar dan indikator yang dikaji sama dengan siklus I. Sedangkan hal-hal lain yang berkenaan dengan penelitian pada dasarnya sama dengan perencanaan pada siklus I.

2) Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan peneliti pada tahap ini sama dengan pelaksanaan tindakan pada siklus I setelah dilakukan refleksi terhadap siklus I.

commit to user

3) Observasi

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini sama dengan kegiatan observasi pada siklus I.

4) Refleksi

Refleksi dilakukan untuk mengetahui keefektivan penggunaan pembelajaran numbered heads together bagi keterampilan berpikir kritis siwa pada materi sifat-sifat bangun ruang dan memperbaiki sikap atau perilaku siswa saat mengikuti pembelajaran. Untuk melihat peningkatan keterampilan siswa pada materi tersebut, dapat dilihat dari hasil evaluasi siswa pada materi tersebut dan juga hasil observasi siswa dalam pembelajaran.

Pelaksanaan siklus dalam penelitian tindakan kelas dapat terus berlanjut, sampai tujuan/ target yang diinginkan tercapai. Setiap siklus harus melaksanakan 4 tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Demikian selanjutnya apabila kondisi hasilnya belum sesuai harapan/ target yang dinginkan, maka dilanjutkan pada siklus berikutnya sampai target yang diharapkan tercapai.

J. Instrumen Penelitian

Penelitian ini mengunakan beberapa instrumen antara lain :

1. Tes tulis esai untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis siswa setelah

menerima pembelajaran dengan NHT.

2. Lembar observasi aktivitas siswa dan kinerja guru untuk mengetahui proses

commit to user

56

BAB IV