• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. PROFIL UNIT PENGELOLA DAN PROGRAM STUDI 1. Profil Institusi

4. Indikator Kinerja Utama a. Sistem Tata Pamong

Pelaksanaan tata pamong pada Program Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto mengacu pada prinsip-prinsip tata pamong sebagai berikut: kredibiltas, transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab, adil.

Implementasi prinsip-prinsip di atas diharapkan mampu mengarahakan pada sistem pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang sehat. Prinsip-prinsip tersebut berfungsi untuk menjaga efektivitas, efesiensi, dan produktivitas dalam mencapai visi yang telah dicita-citakan. Adapun rincian pelaksanaan tata pamong berdasarkan prinsip-prinsip di atas adalah sebagai berikut:

1) Kredibel

Pengukuran kridibilitas tata pamong Program Pascasarjana dapat dilihat dari pemilihan pimpinan. Pimpinan Program Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim memiliki sistem seleksi yang dijelaskan pada Statuta Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pasal 42 bahwa calon direktur harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.

Calon pemimpin harus memiliki kompetensi miminal kepala unit pengelola dengan mempresentasikan rencana jangka panjang dan strategi capain dalam mencapai visi misi yang telah ditetapkan. Pada proses ini dilakukan seleksi berdasarkan calon yang telah disetujui oleh yayasan dan pembina. Hal ini juga ditetapkan pada Peraturan Rektor Nomor 03 tahun 2015. Pemilihan pimpinan tingkat unit pengelola dan program studi secara akuntabel mengikuti peraturan dan mekanisme yang telah ditetapkan. Dalam menjalankan kepemimpinannya Direktur Program Pascasarjana mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan. Musyawarah digunakan untuk mendapatkan masukan dan saran implementasi setiap kebijakan sehingga dapat dilaksanakan bersama. Oleh karenanya setiap keputusan yang diambil akan dilaksanakan oleh semua pihak yang bersangkutan.

2) Transparan

Prinsip transpaan diimpelentasikan oleh Direktur Program Pascasarjana melalui keterbukaan informasi kegiatan Program Pascasarjana. Segala jenis informasi pada Program Pascasarjana dapat diakses melalui website PPs yang disediakan oleh pengelola Program Pascasarjana. Perihal pembiayaan disebutkan secara detail dalam brosur pendaftaran mahasiswa baru.

Dalam penyusunan rencana kerja pada Program Pascasarjana dilaksanakan dengan musyawarah terbuka terutama perihal pembiayaan program tahunan yang akan diimplementasikan. Dalam menyusun rencana kegiatan tahunan (RKT) dan rencana anggaran belanja (RAB) melibatkan dosen dan stakeholder untuk memberikah saran dan masukan dalam rapat evaluasi akhir tahun dan perencanaan kegiatan awal tahun akademik.

28 Laporan Evaluasi Diri Versi 4.0 | Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam

Dalam setiap pelaksanaan kegiatan, pengelola Program Pascasarjana melakukan mekanisme dasar yaitu rapat penyusunan panitia penanggungjawab, pengajuan proposal kegiatan dan pelaporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. LPJ dilakukan untuk mengevaluasi hasil kegiatan dan keefektifan hasil kegiatan yang telah dilakukan oleh panitia penanggungjawab.

3) Akuntabel

Dalam mewujudkan tata kelola yang akuntabel, Prodi S2 Manajemen Pendidikan Islam dan Program Pascasarjana memiliki sistem kontrol melalui audit mutu internal dan audit mutu eksternal. Sistem tersebut digunakan untuk menjamin pelaksanaan kegiatan tata kelola dengan mengedepankan prinsip good governance.

Sistem kontrol internal dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Mutu untuk mengontrol pelaksanaan standar yang telah ditentukan oleh Institut Pesantren KH. Abdul Chalim berdasarkan dokumen SPMI. Hal ini telah diamanahkan dalam Statuta Institut Pesantren KH. Abdul Chalim 2017 dan Kebijakan SPMI 2017 bahwa standar yang telah ditetapkan harus dikontrol melalui audit mutu. Pelaksanaan audit mutu internal merupakan upaya yang dilakukan oleh pengelola Institut Pesantren KH. Abdul Chalim dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan agar tercipta rasa kepercayaan stake holder terhadap pelaksanaan pendidikan yang ada di Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto. AMI dilakukan untuk menjaga akuntabilitas Program Pascasarjana terhadap kepercayaan stake holder baik internal maupun eksternal.

Akuntabilitas Program Pascasarjana dalam menjaga kualitas pendidikan dapat dilihat dari proses akreditasi dipersiapkan oleh pengelola Program Pascasarjana dengan persiapan yang matang melalui pembentukan Tim Akreditasi. Adanya hasil akreditasi menyatakan bahwa pengelola Program Pascasarjana akuntabel dalam menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi.

4) Tanggungjawab

Program Pascasarjana memiliki sistem pelaporan berkala dalam setiap kegitan. Dalam setiap kegiatan diharus memiliki laporan pertanggungjawaban yang membuktikan bahwa unit pengelola dan prodi memegang prinsip tanggungjawab dalam tata kelola.

Pengelola Program Pascasarjana memiliki tanggungjawab melaporkan implementasi rencana kegiatan tahunan pada rapat akhir tahun bersama dengan pihak rektorat. Dan setiap tim yang dibentuk dalam menangani kegiatan juga diharuskan membuat laporan pertanggungjawaban untuk diketahui hasilnya serta rencana tindaklanjut. Ketua program studi bertanggungjawab dalam pelaporan hasil proses pembelajaran mahasiswa dalam setiap akhir semester ke PD Dikti melalui tenaga administrasi sebagai bentuk tanggungjawab pelaporan ketua program studi pada mahasiswa.

Prinsip tanggungjawab yang diimplementasikan oleh UPPS dapat diukur melalui capaian perencanaan kegiatan tahunan berdasarkan hasil dari audit dan monev atas kegiatan yang dilaksanakan. Tanggungjawab yang diemban oleh UPPS dan program studi tidak hanya melaksanakan kegiatan

29 Laporan Evaluasi Diri Versi 4.0 | Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam

dan menuliskan laporan pertanggungjawaban, akan tetapi pengelola dituntut untuk memberikan laporan ketercapaian program dan tindaklanjut yang akan dilakukan, seperti dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru bahwa Panitia PMB memberikan laporan hasil capaian dan tindaklanjut untuk dilaksanakan.

5) Adil

Prinsip adil dalam pelaksanaan tata kelola di Program Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto mencakup dalam beberapa aspek diantaranya:

a) Pencalonan Pimpinan

Adil berlaku untuk setiap sivitas akademik di Program Pascasarjana untuk mencalonkan diri sebagai pimpinan jika telah memenuhi syarat. Hal ini dijelaskan dalam Statuta IKHAC 2017 serta peraturan rektor nomor 03 tahun 2015. Dalam pencalonan pimpinan semua sivitas akademiik memiliki hak untuk mencalonkan diri selama memenuhi syarat yang ditetapkan dalam peraturan.

b) Beban Kerja

Prinsip adil juga diterapkan dalam pembagian beban kerja terhadap dosen dan tenaga kependidikan. Pembagian beban kerja mengikuti aturan minimal SKS yang diampu oleh dosen adalah 12 SKS dan paling banyak 16 SKS dengan melaksanakan tri dharma perguruan tinggi dan juga SKS sebagai pimpinan unit pengelola dan program studi yang ada di Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto.

c) Pembayaran Gaji

Adil dalam pembayaran gaji dihitung sesuai dengan tugas pokok tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Batasan gaji pokok disesuiakan dengan SK pengangkatan dosen tetap yayasan pada Yayasan Pendidikan Islam Amanatul Ummah Surabaya. Kewajiban dalam sesuai dengan penggajian yang relevan pada sisi pandidikan adalah 12 SKS sampai 16 SKS dalam pendidikan. Sedangkan dalam hal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dosen mengajukan proposal penelitian dan PkM melalui LPPM IKHAC untuk dikaji relevansi dan muatan proposal penelitian dan PkM yang telah diajukan proposalnya dalam satu tahun.

Kapabilitas manajerial dan ruang lingkup kepemimpinan pada Program Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto mencakup kegiatan sebagai berikut:

1) Perencanaan

Pengelola Program Pascasarjana dan segenap ketua program studi dibawah naungannya melakukan perencanaan dalam penyelenggaraan pendidikan. Adapun mekanisme penyusunan perencanaan di UPPS Program Pascasarjana dilaksanakan melalui pleno dan rapat intern di lingkungan Program Pascasarjana. Beberapa bentuk perencanaan di Program Pascasarjana dan Prodi S2 Manajemen Pendidikan Islam terperinci sebagai berikut:

a) Perencanaan jangka panjang yang disebut dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP). Rencana jangka panjang ditulis dalam

30 Laporan Evaluasi Diri Versi 4.0 | Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam

dokumen UPPS Program Pascasarjana dengan batasan tahun 7 tahun (2017-2025), begitu juga program studi memiliki rencana jangka panjang yang menyesuaikan program pascasarjana dengan capaian maksimal pada tahun 2025;

b) Perencanaan jangka menengah yang disebut dengan Rencana Strategis (Renstra). Rencana jangka menengah ditulis dengan batasan waktu lima tahunan sebagai ukuran capaiannya. Capaian renstra UPPS Program Pascasarjana tertulis sampai pada tahun 2022. c) Perencanaan jangka pendek yang disebut dengan rencana kegiatan tahunan (RKT). Rencana ini berskala setiap tahun untuk mengejawantahkan tujuan menjadi program tahunan dengan kegiatan yang jelas pelaksanaannya dan orientasinya.

d) Rapat awal dan akhir tahun yang menjelaskan terkait dengan program yang telah dicapai dan kendala yang dihadapi serta pembahasan terkait dengan implementasi program tahunan.

2) Pengorganisasian

Direktur Program Pascasarjana mengorganisasikan SDM terhadap kinerja melalui pedoman tata tata kelola dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Pengorganisasian pada Program Pascasarjana dijelaskan pada Statuta 2017 dan Pedoman Tata Kelola terkait dengan struktur organisasi dan tanggungjawab yang diembannya. Pengorganisasian SDM Program Pascasarjana disahkan melalui SK rektor terkait dengan struktur jabatan dan tenaga kependidikan yang ditempatkan pada Program Pascasarjana. Dalam pengorganisasian kegiatan tri dharma, Direktur Pascasarjan berkoordinasi dengan wakil direktur dan tenaga kependidikan dalam menyelenggarakan kegiatan akademik maupun non akademik. Pengambilan keputusan dilaksanakan dengan cara bermusyawarah dengan pimpinan yang lain atau stakeholder yang ada di Program Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim.

3) Penempatan Personil

Pemimpin PPs Institut Pesantren KH. Abdul Chalim memiliki kemampuan dalam menempatkan personil yang sesuai dengan background pendidikan maupun kemampuannya. Adapun penempatan personil pada PPs Institut Pesantren KH. Abdul Chalim dapat dikategorikan sebagaimana berikut:

a) Penempatan wakil direktur.

Posisi wakil direktur PPs Institut Pesantren KH. Abdul Chalim dipilih berdasarkan Statuta Institut Pesantren KH. Abdul Chalim 2017, dimana wakil direktur diseleksi dengan berbagai persyaratan dan kualifikasi, akan tetapi Direktur PPs Institut Pesantren KH. Abdul Chalim memiliki wewenang dan tugas untuk merekomendasikan SDM yang ada di bawahnya untuk mengajukan dirinya sebagai wakil direktur. Pada proses ini Direktur PPs Institut Pesantren KH. Abdul Chalim memiliki kapasitas untuk memilih dan menyeleksi calon wakil direktur untuk direkomendasikan ke forum yayasan.

b) Penempatan tenaga kependidikan

Penempatan staf tenaga kependidikan dilakukan dengan berdasarkan kemampuan tendik dalam menguasai microsoft word dan excel untuk menghimpun, menyimpan dan melaporkan data. Dan kemampuan

31 Laporan Evaluasi Diri Versi 4.0 | Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam

menggunakan teknologi informasi dalam mengelola website dan mempublis berita dan kegiatan pada PPs Institut Pesantren KH. Abdul Chalim.

c) Penempatan dosen dalam mengajar mata kuliah

Pengampu mata kuliah pada setiap perkuliahan disesuaikan dengan backgroud pendidikan dosen yang ada di Program Pascasarjana. Penjadwalan ini disahkan melalui SK Direktur Program Pascasarjana terkait dengan pengampu mata kuliah. Untuk mata kuliah dasar dapat diambil dari program studi yang lain dengan ketentuan mata kuliah tersebut relevan dengan background pendidikan dosen dan strata 3/ doktoral.

4) Pelaksanaan

Implementasi program dilaksanakan sesuai dengan rencana kegiatan tahunan yang disusun diawal tahun yang dilengkapi dengan rencana pembiayaanya. Pelaksanaan kegiatan yang direncanakan dilakukan sesuai dengan standar dan SOP yang telah ditetapkan. Pelaksanaan kegiatan akademik diawali dengan musyawarah/rapat untuk menyamakan presepsi dan koordinasi terkait dengan tanggungjawab dan kewajiban masing-masing. Semua perwujudan pelaksanaan kegiatan akademik atau non-akademik dituangkan dalam dokumen, baik berita acara, dokumentasi, absen dan jurnal kegiatan. Dan dalam akhir pelaksanaan kegiatan akan dibuat laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan rencana kegiatan tahunan (RKT) Program Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojolkerto.

5) Pengendalian dan Pengawasan

Direktur Program Pascasarjana memiliki wewenang untuk melaksanakan pengendalian dan pengawasan dalam implementasi tri dharma perguruan tinggi di Program Pascasarjana. Dalam upaya pengendalian dan pengawasan Direktur Program Pascasarjana mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dan standar khusus yang dikembangkan oleh Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto.

Upaya pengendalian dan pengawasan kegiatan tri dharma di Program Pascasarjana berkoordinasi dengan Unit Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Kegiatan pengendalian dan pengawasan dilakukan dengan pelaksanaan survey kepuasan pengguna dengan menyebarkan keiseoner pada setiap semesternya. Hal ini dilaksanakan secara konsisten untuk mendapatkan masukan dan kritik stakeholder pada pengelolaan dan pelaksanaan tri dharma di Program Pascasarjana. Kegiatan selanjutnya adalah audit mutu internal yang dilakukan setiap tahun sekali pada akhir tahun akademik. Pelaksanaan audir mutu internal dilakukan untuk mengetahui kegiatan tri dharma yang dilakukan pada Program Pascasarjana ini sesuai dengan standar sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan.

6) Pelaporan dan Tindak Lanjut

Pimpinan Program Pascasarjana bertanggungjawab melaporkan kegiatan tri dharma kepada rektor pada akhir tahun akademik. Laporan tersebut mencakup hasil perencanaan, implementasi dan monev kegiatan tri dharma perguruan tinggi di Program Pascasarjana. Laporan tersebut disertai

32 Laporan Evaluasi Diri Versi 4.0 | Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam

dengan hasil audit mutu internal oleh Unit Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) terkait dengan pelaksanaan tri dharma yang sesuai dengan SNPT dan standar peguruan tinggi mandiri.

Adapun hasil dari laporan monitoring dan evaluasi berdasarkan survey akan dibuatkan rencana tindaklanjut di internal Program Pascasarjana. Dan hasil dari audit mutu internal yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) berdasarkan SPMI akan ditindaklanjuti melalui kegiatan rapat tinjauan manajemen. Hasil keduanya akan dijadikan acuan dalam menyusun rencana kegiatan tahunan dalam menindaklanjuti kegiatan-kegiatan yang belum tercapai berdasarkan standar yang telah ditetapkan. b. Kepemimpinan

Tipe kepemimpinan di Program Pascasarjana harus tercermin dalam model kepemimpinan sebagai berikut:

1) Kepemimpinan Operasional

Pemimpin program pascasarjana dipilih melalalui seleksi yang diatur dalam Statuta IKHAC 2017. Dalam menajalankan tugas sebagai pemimpin operasional, Direktur Program Pascasarjana disahkan melalui SK Rektor Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Nomor 12345678 tentang Pengangkatan Wakil Rektor, Direktur, Wakil Direktur, Dekan dan Wakil Dekan. Pada kepemimpinan operasional ini Direktur dan Wadir mampu mengejewantahkan program kegiatan tri dharma perguruan tinggi pada Program Pascasarjana untuk mencapai Visi Misi Program Pascasarjana khususnya, dan mencapai visi misi institusi pada umumnya.

Dalam upaya mencapai visi misi yang dicita-citakan kepemimpinan operasional memiliki wewenang dalam menjalankan tata kelola Program Pascasarjana. Adapaun beberapa wewenang dan tupoksi Direktur Program Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto adalah melakukan penetapan kebijakan, perencanaan kegiatan, implementasi program, monitoring dan evaluasi program, serta melaksanakan laporan kepada pimpinan di rektorat. Hal ini sesuai dengan Statuta 2017, Ortaker 2017, dan pedoma tata kelola.

2) Kepemimpinan Organisasional

Program Pascasarjana sebagai unit pengelola di Institut Pesantren KH. Abdul Chalim berdasarkan kepemimpinan organisasional dijelaskan pada struktur organisasi Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto. Direktur beserta stakeholder melaksanakan koordinasi untuk dalam setiap kegiatan mencakup perencanaan, implementasi dan monitoring evaluasi. Direktur Program Pascasarjana bersinergi dengan unit yang lain dalam melaksanakan kegiatan tri dharma perguruan tinggi, seperti pelaksanaan audit mutu internal maka berkoordinasi dengan lembaga penjaminan mutu (LPM), pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat akan berkoordinasi dengan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM).

Berdasarkan struktur organisasinya, Direktur memiliki tugas pokok dan fungsi pelaporan kegiatan tri dharma kegiatan perguruan tinggi pada program pascasarjana kepada rektor pada akhir tahun akademik. Pada kepemimpinan organisasional Direktur Program Pascasarjana menggerakkan stakeholder dan memotioring kegiatan untuk dapat

33 Laporan Evaluasi Diri Versi 4.0 | Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam

memaksimalkan kegiatan tri dharma secara efektif guna mencapai visi misi.

3) Kepemimpinan Publik

Implementasi kepemimpinan publik yang dimiliki oleh Direktur Pascasarjana belum terlihat efektif. Berdasarkan data hasil kerjasama peningkatan kualitas tri dharma perguruan tinggi dan peningkatan kualitas lulusan hanya beberapa kerjasama lokal dan wilayah yang bisa dijalin. Oleh sebab itu tahun selanjutnya Direktur Program Pascasarjana merencanakan untuk peningkatan kerjasama secara nasional. Upaya peningkatan ini ditulis pada rancangan kegiatan tahunan dan roadmap kerjasama baik dalam bidang penguatan lembaga, industri dan tri dharma perguruan tinggi.

c. Sistem Penjaminan Mutu

Implementasi sistem penjaminan mutu pada perguruan tinggi diamanatkan dalam Undang-Undang Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012 BAB III Penjaminan Mutu Pasal 53 Ayat 1 bahwa penjaminan mutu pendidikan tinggi merupakan kegiatan peningkatan mutu yang sistematis, terencana dan keberlanjutan. Pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) di Institut Pesantren KH. Abdul Chalim dikendalikan oleh Lembaga Penjamin Mutu (LPM) yang struktur organisasinya disahkan oleh Keputusan Rektor Nomor 12345 tentang Struktur Organisasi Lembaga Penjaminan Mutu di Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto.

Pengembangan dokumen SPMI didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) yang diamanahkan pada Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015. Implementasi SPMI dikuatkan dengan adanya Permenristekdikti Nomor 62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal. Pelaksanaan SPMI di Institut Pesantren KH. Abdul Chalim didukung dengan adanya 4 buku SPMI, yaitu:

1) Buku Kebijakan SPMI berisi tentang kebijakan dan aturan implementasi SPMI di Institut Pesantren KH. Abdul Chalim;

2) Buku Manual SPMI menjelaskan tentang siklus kegiatan SPMI, yaitu: penetapan standar, pelaksanaan standar, evaluasi pelaksanaan standar, pengendalian pelaksanaan standar, peningkatan pelaksanaan standar; 3) Buku Standar SPMI berisi tentang standar mutu perguruan tinggi yang

mengacu pada Permendikbud Nomor 03 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) ditambah dengan standar khusus Institut Pesantren KH. Abdul Chalim. Standar tersebut tercakup dalam 4 kategori umum, yaitu: standar nasional pendidikan, standar nasional penelitian, standar nasional pengabdian kepada masyarakat, standar tambahan perguruan tinggi.

4) Buku Formulir SPMI yang berisi tentang formulir yang dipakai pada Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Dalam implementasi SPMI di Institut Pesantren KH. Abdul Chalim disertai dengan kegiatan audit mutu internal (AMI) yang dilaksanakan pada akhir tahun akademik. Pelaksanaan audit mutu internal didasarkan pada Kebijakan SPMI dan Pedoman Audit Mutu Internal (AMI) 2019. Pelaksanaan ini belum maksimal dikarenakan masih minimnya auditor mutu internal di lingkungan Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto. Kegitan audit mutu internal

34 Laporan Evaluasi Diri Versi 4.0 | Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam

dilaksanakan untuk memonitoring dan mengevaluasi standar nasional dan standar tambahan berdasarkan siklus PPEPP terlaksana dengan efektif untuk mendapatkan hasil yang sesuai dalam penyelenggaraan pendidkan di Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto.

d. Kerjasama

Kerjasama merupakan salah satu unsur penting dalam menjalankan perguruan tinggi. Peran kerjasama dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi sangat penting dalam mewujudkan dan mencapai visi yang telah ditetapkan oleh Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto. Pelaksanaan kerjasama yang ada di Institut Pesantren KH. Abdul Chalim berpedoman pada Pedoman Kerjasama 2017. Panduan ini diperlukan untuk mengatur efektivitas pencapaian dan kemanfaatan kerja sama secara optimal.

Program Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto memiliki beberapa kerjasama dalam menunjang pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, baik tingkat lokal, wilayah, nasional dan internasional.

5. Indikator Kinerja Tambahan

Dalam rangka mengontrol ketercapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), pengelola Program Pascasarjana menambah indikator kinerja tambahan dalam kriteria tata kelola, tata pamong, penjaminan mutu, dan kerjasama. Adapun rumusan indikator kinerja tambahan yang dimiliki oleh Program Pascasarjana di antaranya:

a. Melakukan workshop tentang penyusunan dokumen tata kelola dan implementasi tata kelola good governance;

b. Melakukan lokakarya pelaksanaan Audit Mutu Internal; c. Melaksanakan rekrutmen dan pelatihan auditor mutu internal;

d. Melakukan studi banding dengan perguruan tinggi yang mapan dalam implementasi tata pamong yang efektif;

e. Mencetak bagan struktur organisasi dan menempelkannya dalam setiap kantor yang terkait;

f. Melakukan workshop dalam menyusun roadmap kerjasama yang relevan dengan UPPS dan program studi;

g. Mencetak pedoman terkait dengan tata kelola, tata pamong, penjaminan mutu dan kerjasama;

h. Menjalankan pelayanan akademik dengan prinsip satu transaksi sampai selesai;

i. Mempublikasikan SOP pelayanan pada tempat yang dapat diakses stakeholder;

j. Mengembangkan pelayanan surat-menyurat online dengan prinsip pelayanan sehari selesai;

k. Publikasi informasi dan kegiatan program pascasarjana dan program studi melalui website unit pengelola.

6. Evaluasi Capaian Kinerja

Evaluasi capaian kinerja unit pengelola Program Pascasarjana adalah sebagai berikut:

a. Pelaksanaan tata pamong telah mengikuti prinsip good governance yaitu: akuntabel, transparan, kredibel, tanggungjawab, dan adil. Akan tetapi prinsip

35 Laporan Evaluasi Diri Versi 4.0 | Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam

transparan belum terlaksana dengan efektif dengan memanfaatkan website program pascasarjana;

b. Tata kelola pada Program Pascasarjana telah mengikuti tahapan sebagai berikut: perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penempatan personil, pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan, dan pelaporan serta tindak lanjut;

c. Kepemimpinan operasional disahkan berdasarkan SK Rektor terkait pengangkatan Direktur Program Pascasarjana dan memiliki wewenang dalam tata kelola; kepemimpinan organisasional dijelaskan pada adanya struktur organisasi dan tupoksi, serta pimpinan bekerjasama dan berkoordinasi dalam mencapai visi misi; kepemimpinan publik belum dilaksanakan secara efektif, terbukti dengan adanya kerjasama yang dilakukan hanya berkisar lokal dan wilayah;

d. Penjaminan mutu pada Program Pascasarjana mengacu pada penjaminan mutu institusi. Pelaksanaan penjaminan mutu mengikuti Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) yang dikelola oleh Lembaga Penjamin Mutu (LPM). Dalam pelaksanaan penjaminan mutu LPM berpedoman pada Buku Kebijakan SPMI, Buku Manual SPMI, Buku Standar SPMI, Buku Formulir dan Buku Pedoman Audit Mutu Internal. Audit mutu internal belum dilaksanakan secara efektif. e. Kerjasama yang dilakukan belum mengacu pada peningkatan kegiatan tri

dharma perguruan tinggi dan kualitas lulusan.