• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI. ANALISIS RISIKO PRODUKSI CABAI PAPRIKA

6.2. Indikator Penentuan Jenis Sumber Risiko Pada Setiap Kejadian

melaksanakan kegiatan budidaya cabai paprika, dimana terdapat beberapa faktor yang diindikasikan sebagai sumber dari risiko produksi tersebut. Diantaranya adalah perubahan suhu, serangan hama, dan penyakit. Oleh karena itu perlu ditetapkan indikator untuk menggolongkan jenis sumber risiko, pada setiap kejadian yang berisiko yang terjadi pada pelaksanaan kegiatan budidaya cabai paprika di Kelompok Tani Dewa Family. Tujuan dari penetapan indikator tersebut adalah untuk menghindari kesalahan penggolongan dari setiap kejadian berisiko yang dapat mengakibatkan proses analisis yang dilakukan tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya terjadi di lokasi penelitian.

Sumber risiko produksi cabai paprika yang paling utama adalah hama trips diindikasikan oleh kejadian berisiko, ditandai dalam bentuk pertumbuhan tanaman cabai paprika bagian pucuk tanaman yang terserang akan terhenti pertumbuhan tunasnya dan tanaman akan tumbuh kerdil dan dapat diindikasikan dengan jumlah panen yang berfluktuasi. Hama trips biasanya menyerang pada saat tanaman beumur 3-5 bulan setelah tanam dimana pada umur tersebut tanaman

49 sedang mengalami panen pertamanya, sehingga pertumbuhan tunas dan bunga terhambat. Thrips juga menyerang pada saat pembentukan buah dan suka bersembunyi di dalam bunga sehingga akan merusak calon buah.

Dampak kerusakkan yang terjadi akibat hama trips umumnya terjadi dalam skala yang cukup besar. Indikasi penyakit dapat terlihat dari jumlah kerusakkan akar pada tanaman cabai paprika, Tanaman cabai paprika yang terserang penyakit akar biasanya akan mengalami pertumbuhan yang terhambat, busuk pada batang, atau layu dan tidak dapat berproduksi kembali.

6.3. Analisis Probabilitas Risiko Produksi

Sumber-sumber risiko produksi yang terdapat pada usaha budidaya cabai paprika telah diidentifikasi. Hasil identifikasi yang telah dilakukan memberikan informasi bahwa pada usaha tersebut terdapat tiga faktor yang menjadi sumber risiko produksi. Selanjutnya adalah melakukan analisis probabilitas terhadap masing-masing sumber risiko produksi tersebut, untuk mengetahui seberapa besar probabilitas atau kemungkinan terjadinya risiko dari masing-masing sumber risiko produksi yang ada pada usaha budidaya cabai paprika di Kelompok Tani Dewa Family.

Probabilitas risiko dari masing-masing sumber risiko dihitung untuk mengetahui mana saja sumber risiko produksi yang kemungkinan terjadinya besar dan mana sumber risiko produksi yang kemungkinan terjadinya kecil, sehingga dapat ditentukan prioritas dari masing-masing sumber risiko. Data-data yang digunakan untuk melakukan analisis probabilitas ini adalah, data yang diperoleh dari hasil wawancara dan pengisian kuesioner dengan ketua Kelompok Tani di Dewa Family ditambah data produksi dan hasil panen cabai paprika 30 greenhouse pada satu siklus tanam, data dapat dilihat pada Lampiran 3 sampai Lampiran 5.

Sementara itu penentuan jumlah, kondisi, serta batas nilai yang digunakan untuk perhitungan analisis probabilitas berdasarkan perkiraan perhitungan yang dilakukan oleh Kelompok Tani Dewa Family dengan mengacu pada pengalaman- pengalaman pada periode terdahulu. Perhitungan analisis probabilitas terjadinya risiko untuk masing-masing sumber risiko produksi yang diolah dengan menggunakan metode nilai standar atau z-score dapat dilihat pada Tabel 6.

50 Tabel 6. Perbandingan Probabilitas Risiko dari Sumber Risiko Produksi

No Sumber Risiko Produksi Probabilitas (%)

1. Hama 44

2. Penyakit 36,7

3. Perubahan suhu 16,6

Pada Tabel 6 dapat dilihat perbandingan tingkat probabilitas terjadinya risiko dari masing-masing sumber risiko produksi. Berdasarkan urutannya probabilitas hama memiliki tingkat probabilitas risiko terbesar, yaitu sebesar 44 persen. Besarnya probabilitas terjadinya risiko akibat hama karena hama yang menyerang cabai paprika yaitu hama trips yang sangat mudah berkembangbiak dalam jumlah yang banyak, apalagi dalam musim kemarau.

Nilai z untuk sumber risiko produksi akibat gangguan hama memiliki tingkat probabilitas risiko sebesar 44 persen yang merupakan sumber risiko terbesar. Pada kurun waktu satu siklus tanam cabai paprika, risiko produksi yang disebabkan oleh serangan hama terutama hama trips. Pada kasus yang terjadi jumlah dari kerugiannya bervariasi. Adapun nilai z yang diperoleh untuk sumber risiko kerusakan budidaya cabai paprika akibat serangan hama ini dengan menggunakan metode nilai z adalah sebesar - 0,15.

Jika dipetakan pada tabel distribusi z akan menunjukkan nilai sebesar 0, 44. Nilai 0,44 tersebut menunjukkan bahwa probabilitas kerusakan akibat serangan hama adalah sebesar 0,44 atau 44 persen. Kerusakan akibat serangan hama memiliki probabilitas risiko yang sangat tinggi. Hama yang menyerang antara lain trips, tungau, dan ulat grayak.

Sumber risiko serangan penyakit berada pada urutan kedua dari segi tingkat probabilitas. Sumber risiko produksi ini mempunyai tingkat probabilitias sebesar 36,7 persen. Nilai z yang didapat untuk sumber risiko produksi serangan penyakit adalah sebesar -0,34 dan jika dipetakan pada tabel distribusi z akan menunjukkan nilai sebesar 0,367. Nilai 0,367 tersebut menunjukkan bahwa probabilitas kerusakkan akibat serangan penyakit adalah sebesar 0,367 atau 36,7 persen. Penyakit yang biasa menyerang tanaman cabai paprika yang sedang dibudidayakan berdasarkan hasil wawancara dengan petani sebagian besar busuknya akar.

51 Probabilitas sumber risiko terkecil berasal dari sumber risiko perubahan suhu. Probabilitas perubahan suhu ini memiliki tingkat probabilitas sebesar 16,6 persen. Nilai z yang diperoleh untuk sumber risiko produksi perubahan suhu dengan metode nilai standar adalah sebesar 0,97. Nilai z tersebut jika dipetakan pada tabel distribusi z akan menunjukkan nilai 0,166. Nilai tersebut berarti probabilitas penurunan produktivitas cabai paprika akibat perubahan suhu adalah sebesar 16,6 persen. Perubahan suhu berkaitan dengan musim yang sedang berlangsung, musim merupakan faktor alam yang kejadiannya tidak dapat dihindari dan biasanya merupakan siklus tahunan yang terdiri dari musim kemarau dan musim hujan.

6.4. Analisis Dampak Risiko

Sumber-sumber risiko produksi yang telah teridentifikasi dalam kegiatan budidaya cabai paprika di kelompok tani Dewa Family akan memberikan dampak kerugian apabila terjadi pada saat pelaksanaan produksi. Dampak kerugian yang diakibatkan terjadinya sumber-sumber risiko produksi tersebut dapat dihitung dan dinilai dalam satuan mata uang seperti rupiah, sehingga kerugian dapat diketahui atau diperkirakan sebagai akibat dari sumber-sumber risiko produksi. Nilai besarnya kerugian yang diperkirakan tentu tidak tepat sama dengan kondisi sebenarnya, jika risiko produksi tersebut terjadi maka dilakukan penetapan besarnya kerugian dengan suatu tingkat keyakinan.

Perhitungan dampak risiko produksi pada usaha budidaya cabai paprika di Kelompok Tani Dewa Family ini menggunakan metode value at risk (VaR). Pada perhitungan dampak risiko produksi di Kelompok Tani Dewa Family ditentukan tingkat keyakinan yang digunakan sebesar 95 persen dan sisanya error sebesar 5 persen. Diketahui bahwa harga cabai paprika rata-rata ditingkat pedagang pengumpul sebesar Rp.14 000. Perhitungan terhadap dampak risiko dilakukan terhadap masing-masing sumber-sumber risiko produksi yang ada pada usaha budidaya cabai paprika di Kelompok Tani Dewa Family. Data yang digunakan dalam perhitungan ini adalah data primer serta hasil wawancara dengan petani. Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui perkiraan kerugian dan kehilangan potensi produktivitas yang terjadi sebagai akibat dari sumber risiko produksi yang telah diidentifikasi sebelumnya.

52 Risiko yang ditimbulkan oleh serangan hama adalah kerusakkan pada tanaman cabai paprika (daun, pucuk, dan bunga) yang terjadi dalam proses budidaya. Serangan hama yang mengakibatkan kerusakkan tanaman cabai paprika sering terjadi di setiap musim tanam. Data dalam tabel dapat dilihat pada Lampiran 6. Dari perhitungan terhadap dampak risiko dari sumber risiko produksi serangan hama yang telah dilakukan dengan metode value at risk menghasilkan nilai sebesar Rp.6 876 142 dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Nilai value at risk berarti kerugian maksimal yang diderita akibat serangan hama adalah sebesar Rp. 6 876 142, tetapi ada lima persen kemungkinan kerugian lebih besar dari angka tersebut.

Sumber risiko produksi karena serangan penyakit juga menyebabkan risiko produksi yang ada di budidaya cabai paprika di Kelompok Tani Dewa Family. Kasus penyakit yang menyerang akar, batang dan daun tanaman. Perhitungan terhadap dampak risiko dari sumber risiko produksi penyakit yang dilakukan dengan metode value at risk menghasilkan nilai sebesar Rp.5 188 450 dengan tingkat keyakinan 95 persen. Nilai value at risk berarti kerugian maksimal yang diderita akibat serangan penyakit adalah sebesar Rp. 5 188 450, tetapi ada lima persen kemungkinan kerugian lebih besar dari angka tersebut.

Selanjutnya yang terakhir adalah sumber risiko produksi akibat perubahan suhu. Dalam bentuk tabel dapat dilihat pada Lampiran 7 dan Lampiran 8. Perhitungan terhadap dampak risiko dari sumber risiko produksi akibat perubahan suhu, terlihat dari hasil panen yang didapat. Perhitungan menggunakan metode value at risk (Var) yang menghasilkan nilai Rp. 2 643 375 dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Nilai value at risk berarti kerugian maksimal yang diderita akibat perubahan suhu adalah sebesar Rp. 2 643 375, namun ada lima persen kemungkinan kerugian lebih besar dari angka tersebut.

Dampak yang ditimbulkan oleh masing-masing sumber risiko produksi memiliki nilai yang berbeda-beda. Nilai-nilai dari perhitungan dampak risiko yang dilakukan akan semakin menarik jika diplotkan pada peta risiko, sehingga dapat ditentukkan strategi penanganan risiko yang sesuai. Adapun perbandingan nilai dari hasil perhitungan dampak risiko yang dilakukan pada masing-masing sumber risiko dapat dilihat pada Tabel 7.

53 Tabel 7. Perbandingan Dampak dari Sumber Risiko Produksi

No Sumber Risiko Produksi Dampak (Rp)

1. Hama 6.876.142

2. Penyakit 5.188.450

3. Perubahan suhu 2.643.375

Pada Tabel 7 dapat dilihat perbandingan dampak dari terjadinya suatu risiko produksi yang disebabkan oleh masing-masing sumber risiko produksi. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa penurunan produksi yang disebabkan oleh serangan hama adalah yang paling berpengaruh terhadap pendapatan di Kelompok Tani Dewa Family, tetapi dampak yang diakibatkan oleh sumber-sumber risiko produksi lain juga harus tetap diperhatikan. Hasil dari perhitungan ini selanjutnya akan dikombinasikan dengan hasil dari perhitungan probabilitas risiko dari masing-masing sumber risiko produksi untuk menggambarkan bagaimana status dan prioritas masing-masing sumber risiko produksi dan posisinya pada suatu peta risiko.

Dokumen terkait