Berdasarkan PDB 2007
B. INFLASI BERDASARKAN INFLASI INTI DAN NON INTI
Kenaikan inflasi IHK pada triwulan III-2008 diperkirakan lebih bersumber dari Kenaikan inflasi IHK pada triwulan III-2008 diperkirakan lebih bersumber dari Kenaikan inflasi IHK pada triwulan III-2008 diperkirakan lebih bersumber dari Kenaikan inflasi IHK pada triwulan III-2008 diperkirakan lebih bersumber dari Kenaikan inflasi IHK pada triwulan III-2008 diperkirakan lebih bersumber dari kenaikan inflasi non inti.
kenaikan inflasi non inti. kenaikan inflasi non inti. kenaikan inflasi non inti.
kenaikan inflasi non inti. Peningkatan harga yang tinggi lebih didominasi oleh kelompok komoditas yang masuk ke dalam volatile foods maupun administered. Sementara kelompok komoditas yang masuk dalam inflasi inti terpantau relatif stabil yang antara lain disebabkan oleh permintaan masyarakat relatif yang stabil dan disisi lain ekspektasi masyarakat terhadap perekonomian relatif baik. Komoditi seperti daging sapi mengalami kenaikan rata-rata sebesar 4% (q-t-q). Sementara itu harga komoditas yang diatur (administered price) hanya sebagian yang meningkat, antara lain gas elpiji (25%).
Pada triwulan ini beberapa Pada triwulan ini beberapa Pada triwulan ini beberapa
Pada triwulan ini beberapa Pada triwulan ini beberapa administered priceadministered priceadministered priceadministered priceadministered price seperti tarif parkir, air minum dan seperti tarif parkir, air minum dan seperti tarif parkir, air minum dan seperti tarif parkir, air minum dan seperti tarif parkir, air minum dan angkutan umum tidak mengalami kenaikan yang berarti.
angkutan umum tidak mengalami kenaikan yang berarti.angkutan umum tidak mengalami kenaikan yang berarti.
angkutan umum tidak mengalami kenaikan yang berarti.angkutan umum tidak mengalami kenaikan yang berarti. Tarif air minum di DKI Jakarta hingga kini tidak mengalami kenaikan, meskipun pihak penyelenggara
Grafik II.10 Perkembangan Harga Beberapa Komoditi dalam Inflasi Non Inti
Grafik II.11 Perkembangan Harga Beberapa Komoditi dalam Inflasi Inti
%, m-t-m
Sumber : data mingguan SPH, diolah
-30 -20 -10 0 10 20 30 40 50 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept
Daging sapi Cabe merah Beras Minyak goreng
%, m-t-m %, m-t-m
Sumber : data mingguan SPH, diolah -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4-20 -10 0 10 20 30 40 50 Nasi Gula Pasir Emas Perhiasan (rhs) Tempe (rhs)
Tabel II.2 Tarif Parkir 1 Jam pertama Rp1,500 Rp3,000 1 Jam berikutnya Rp1,500 Rp1,500 1 Jam pertama Rp1,500 Rp3,000 1 Jam berikutnya Rp1,500 Rp3,000 1 Jam pertama Rp500 Rp750 1 Jam berikutnya Rp500 Rp750
Tarif Lama Tarif Baru* Golongan I (sedan dan jeep)
Sumber : *) Pergub No. 86 - 2006
sudah mengusulkan kenaikan sebesar 30%. Kalaupun naik, kenaikan tarif air minum tersebut diperkirakan tidak akan memberikan dampak yang cukup berarti. Berbeda dengan harga gas dan minyak tanah, harga BBM Pertamax di Jakarta Berbeda dengan harga gas dan minyak tanah, harga BBM Pertamax di Jakarta Berbeda dengan harga gas dan minyak tanah, harga BBM Pertamax di Jakarta Berbeda dengan harga gas dan minyak tanah, harga BBM Pertamax di Jakarta Berbeda dengan harga gas dan minyak tanah, harga BBM Pertamax di Jakarta relatif turun 15% dibandingkan dengan harga pada triwulan sebelumnya. relatif turun 15% dibandingkan dengan harga pada triwulan sebelumnya. relatif turun 15% dibandingkan dengan harga pada triwulan sebelumnya. relatif turun 15% dibandingkan dengan harga pada triwulan sebelumnya. relatif turun 15% dibandingkan dengan harga pada triwulan sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh adanya penurunan harga minyak dunia. Harga BBM Pertamax di Jakarta yang pada triwulan II berkisar Rp 10.000 per liter, turun menjadi Rp 8.450 per liter. Demikian pula harga Pertamax Plus dan Pertamax Dex juga terpantau turun1.
T T T T
Tabel II.4 Harga BBM di Jakarta
Premium 4,500 6,000 6,000 33,3 0,0 Pertamax Plus 8,300 10,300 8,700 24,1 -15,5 Pertamax 8,100 10,000 8,450 23,5 -15,5 Pertamax Dex 9,100 12,700 10,300 39,6 -18,9 Minyak Tanah 2,000 7,736 9,483 286,8 22,6 Minyak Solar 4,300 7,780 8,449 80,9 8,6 Harga (Rp) Perubahan (%) Sumber : Pertamina J e n i s Tw I - 08 Tw II - 08 Tw III - 08 Tw I - II 08 Tw II - III 08 Beberapa harga Beberapa harga Beberapa harga Beberapa harga
Beberapa harga administeredadministeredadministeredadministeredadministered lainnya terpantau tetap. lainnya terpantau tetap. lainnya terpantau tetap. lainnya terpantau tetap. Rencana kenaikan tarif lainnya terpantau tetap. Transjakarta sebesar 42,8% dari Rp 3.500 menjadi Rp 5.000 sebagaimana diusulkan Pemprov DKI Jakarta pada triwulan ini masih belum terealisasi. Tarif angkutan laut dalam negeri tidak mengalami perubahan mengingat baru saja mengalami kenaikan sebesar 30% pada triwulan yang lalu. Untuk tarif listrik, meskipun pemerintah sebelumnya telah mengijinkan PLN untuk memberlakukan tarif insentif dan
33
disinsentif kepada pelanggan, namun realisasinya ditunda menunggu hasil sosialisasi dari masyarakat. Rencana dari ketentuan baru tersebut, seorang pelanggan harus membayar tarif listrik sebesar 1,6 kali lipat apabila pemakaiannya melebihi 80% angka patokan. Sebaliknya seorang pelanggan akan menerima diskon 20% jika pemakaian listriknya dibawah 80% angka patokan.
35
Perkembangan Perbankan
1
BAB 3
Perkembangan kegiatan usaha perbankan dan lembaga keuangan non bank di Jakarta sampai dengan akhir bulan Agustus 2008 masih menunjukkan perkembangan yang relatif normal. Kegiatan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami perlambatan pertumbuhan, dan pada akhir triwulan II (Agustus) 2008 turun -3,7% (q-t-q). Faktor yang mempengaruhi penurunan penghimpunan dana masyarakat di bank antara lain adalah meningkatnya kebutuhan dana tunai masyarakat dan penarikan simpanan milik BUMN dan perusahaan non keuangan swasta, serta masih belum ekspansifnya belanja pemerintah. Perlambatan penghimpunan dana terjadi pada simpanan milik individu dan badan usaha bukan-keuangan milik swasta. Sementara itu, penyaluran kredit oleh kantor bank yang berlokasi di Jakarta secara triwulanan naik 5,3% (q-t-q) dan secara tahunan (y-o-y) relatif masih tumbuh tinggi (37,0%). Faktor yang mempengaruhi relatif masih tingginya peningkatan outstanding kredit antara lain dipengaruhi oleh suku bunga yang masih kompetitif dan di sisi lain permintaan kredit masih cukup tinggi. Dengan perkembangan tersebut maka rasio penyaluran kredit terhadap dana yang dihimpun bank (LDR) di Jakarta naik dari 75,5% pada akhir triwulan II 2008 menjadi 82,6% pada akhir Agustus 2008, di atas angka LDR Nasional 79,0%. Peningkatan LDR tersebut masih diikuti dengan performance kredit yang relatif baik dibandingkan dengan periode waktu yang sama pada tahun sebelumnya, sebagaimana tercermin pada angka NPLs Gross yang rendah (3,6%).
1 Data yang disajikan dan dianalisis adalah data yang didasarkan pada kegiatan kantor bank yang berlokasi di wilayah Jakarta, bukan data menurut kriteria lokasi proyek. Fokusnya adalah untuk mengetahui perkembangan kegiatan kantor bank yang berlokasi di Jakarta, termasuk risiko-risiko yang dihadapi bank di Jakarta. Sumber data berasal dari Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan.