BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.2. Hasil Wawancara
4.1.2.6. Informan 6
Nama : Evilidia
Usia : 59 tahun
Status : Menikah / Pensiunan / Wirausaha Usia Pernikahan : 36 tahun
Jumlah Anak : 2 orang (2 laki-laki)
Informan keenam bernama Evilidia yang berusia 59 tahun. Informan ini merupakan seorang pensiunan PNS dan saat ini hanya tinggal berdua dengan suaminya yang merupakan seorang penginjil, namum sebelumnya aktif dalam perusahaan televisi. Informan ini mengakui semasa dirinya bekerja sudah aktif menggunakan Facebook, lalu Whatsapp dan setelah pensiun dirinya semakin aktif menggunakan media sosial. Informan keenam ini memiliki dua orang anak laki-laki yang sudah menikah dan tinggal terpisah dari orangtuanya.
Informan keenam diwawancarai oleh peneliti di rumah informan pada pagi hari.
Saat wawancara berlangsung, informan dan peneliti didampingi oleh suami informan karena alasan takut tidak pandai menjawab pertanyaan dari peneliti.
Secara fisik penampilan informan keenam ini cukup modern. Informan keenam memiliki warna rambut pendek yang dicat, wajah yang agak kemerahan karena perawatan wajah dan memakai pakaian santai namun rapi.
Wawancara yang dilakukan pada informan keenam tidak terlalu lama maupun cepat. Selama wawancara, peneliti dibekali dengan saran-saran latar belakang media sosial yang diberikan oleh suami peneliti. Pertanyaan awal peneliti mengenai media sosial yang sering digunakan oleh informan dijawab dengan
Universitas Sumatera Utara
jawaban Facebook, Whatsapp. Informan mengatakan bahwa dirinya paling sering dan paling aktif menggunakan Facebook.
Facebook, WA. Yang paling sering Facebook.
Informan mengatakan bahwa dirinya menggunakan Facebook karena bermanfaat.
Melalui Facebook informan dapat menemukan informasi yang berguna. Informan juga dapat berkomunikasi dengan teman-temannya untuk berukar kabar mengenai latihan, ibadah, acara. Informan juga sering menggunakan Facebook untuk memberikan informasi khususnya dukacita, serta informan sesekali mempromosikan jualan ulos miliknya melalui Facebook.
Karena facebook bisa digunakan sebagai sarana pendidikan, sosial (bercengkrama dengan teman, kabar-kabaran mengenai latihan), informasi (kalau ada yang meninggal, sakit, menikah), berbisnis (jualan ulos).
Peneliti mewawancarai informan mengenai lama dirinya menggunakan Facebook.
Hingga akhir wawancara informan keenam tidak ingat kapan pertama kali dirinya menggunakan Facebook, tetapi dia mengatakan dari awal Facebook populer di Medan, dirinya sudah ikut menggunakan Facebook. Informan keenam mengakui bahwa dirinya jauh lebih aktif menggunakan Facebook daripada suaminya.
Dari awal Facebook ada uda ikut main Facebook.
Kegiatan yang sudah pernah dilakukan oleh informan keenam pada akun Facebook miliknya sudah sangat banyak. Kegiatan atau aktivitas tersebut seperti mengunggah foto, melakukan siaran langsung, berbagi lokasi, menyukai serta mengomentari status atau foto teman-temannya di Facebook. Informan keenam memiliki jumlah teman yang cukup banyak dan dirinya selalu beraktivitas setiap harinya.
Apapun sudah saya buat, seperti: Naikkan foto, like, comment, live (siaran langsung).
Keaktifan informan dalam menggunakan Facebook tetap diawasi oleh suaminya yang memiliki latar belakang pengalaman di media dan merupakan seorang
Universitas Sumatera Utara
magister Ilmu Komunikasi. Karena arahan sang suami, informan keenam berusaha untuk beraktivitas yang positif dan baik di media sosial. Apabila informan ingin mengunggah foto, dirinya selalu mencari yang baik, yang bagus.
Objek dalam foto juga diperhatikan oleh informan keenam, seperti orang yang sedang bernyanyi di gereja, foto ramai-ramai dengan wajah yang tersenyum.
Informan keenam selalu mempertimbangkan kualitas foto agar tidak merugikan orang lain apabila diunggah di Facebook.
mana yang baik, itu yang dinaikkan. Misalnya kalau ada yang lagi nyanyi di gereja, atau lagi menari, pulang gereja foto bersama itu dinaikkan. Yang bagus-bagus la kita naikkan.
Aktivitas di media sosial Facebook oleh informan keenam ini diakui oleh dirinya dan suaminya selalu ditanggapi oleh teman-temannya. Informan menjelaskan bahwa dirinya mau menyebarkan foto yang baik, bagus, karena dia paham bahwa Facebook ini adalah sarana komunikasi. Informan ingin memberitahukan informasi dirinya, kegiatannya kepada teman-teman di media sosialnya agar teman-temannya ikut menanggapi kegiatan tersebut.
Informan mengatakan bahwa dirinya juga aktif menanggapi setiap aktivitas di media sosial temannya. Apabila temannya membuat status, mengunggah foto ataupun video pasti akan ditanggapi oleh informan keenam ini. Tanggapan tersebut pasti berupa like, komentar. Hingga saat ini informan mengatakan bahwa dirinya selalu memberikan respon yang baik dan positif kepada teman-temannya.
Karena memang facebook ini kan sarana komunikasi. Saya bisa tau kabar teman-teman saya, lalu saya berikan tanggapan kepada mereka. Kalau ada foto yang bagus, saya suka jadi saya like. Kalau lagi ada komen-komen, saya baca-baca, seru, saya ikut buat komentar. Mereka juga begitu kepada saya.
Hingga saat ini informan keenam mengakui bahwa dirinya tidak pernah berbohong akan aktivitasnya di media sosial. Informan keenam menjelaskan bahwa dirinya sibuk, sering keluar-keluar bersama teman-temannya karena memiliki waktu luang. Jadi, apa saja kegiatan yang dia lakukan setiap harinya, itu yang akan diunggah atau dia ceritakan di Facebook.
Universitas Sumatera Utara
Ga pernah. Memang ada aja kegiatan setiap hari, jadi apa yang ada itu yang dinaikkan.
Suami dari informan turut mengakui bahwa informan keenam ini sangat aktif dalam menggunakan Facebook terutama dalam bidang sosial. Apabila ada yang berdukacita, baik dari gereja, keluarga atau lingkungan, informan dan suaminya segera melayat dan akan mengambil beberapa dokumentasi agar nantinya dinaikkan ke Facebook. Hal ini bertujuan agar orang-orang yang mungkin diluar kota atau jauh dapat mengetahui kabar tersebut.
Melalui banyak postingan informan di Facebook, teman-teman informan selalu menanggapi kiriman informan. Setiap postingan pasti banyak teman-teman informan yang selalu menanggapi. Apabila ada yang tidak menanggapi, terkadang informan mau menghubungi teman-temannya untuk merespon aktivitasnya di Facebook. Informan tidak ragu atau segan untuk menghubungi temannya melalui pesan pribadi ataupun di grup chat. Hal ini dilakukan informan, karena informan senang kalau setiap kegiatannya dilihat dan ditanggapi oleh banyak orang.
Senang. Kadang kalau saya naikkan status, ga ada yang komen, nanti saya bilang dari wa. Kalau komen-komen di facebook itu kan jadi rasanya terhibur, malah yang dari luar kota juga bisa lihat dan ikut komentar, atau like.
Kadang kawan lama bisa kita sapa karena dia like status, atau saya lihat statusnya gitu.
Informan keenam ini mengakui bahwa dirinya banyak dikenal oleh orang-orang karena dirinya aktif dalam bersosial. Dirinya juga sering mengajak orang-orang ataupun teman-temannya berfoto bersama, sehingga dia juga sering diajak untuk berfoto bersama. Foto-foto tersebut nantinya diunggah oleh temannya, dan akun Facebook miliknya akan ditandai dalam foto tersebut.
Pengalaman informan keenam ini, bahwa dirinya sering ditandai padahal dirinya tidak ada di dalam foto, atau video yang diunggah. Apabila hal tersebut terjadi, informan langsung menghapus namanya dari foto tersebut, agar tidak sembarangan ditandai. Informan tidak mengonfirmasi alasan kenapa dirinya ditandai dalam postingan tersebut, langsung menghapus. Tetapi, kalau memang
Universitas Sumatera Utara
benar ada dirinya dalam foto dan ditandai, informan keenam akan merespon positif dan menyimpannya dalam akun media sosial Facebooknya.
kadang sering salah tag. Saya ga ada gambarnya, tapi ditandai, jadi saya hapus la. Kalau saya hapus tidak saya bilang memang sama orangnya. Tapi kalau memang ada foto saya, saya like, comment atau saya bikin di wall fb saya juga.
Informan keenam saat diwawancarai pernah mengalami masalah di media sosial.
Dirinya mengatakan bahwa dia dan suaminya memiliki grup dimana berisi orang-orang yang semarga dengan suaminya. Jadi salah satu dari anggota grup, kebetulan seorang laki-laki merupakan pelayan gereja pernah mengirimkan sekitar 10 gambar yang kurang pantas (senonoh) di grup tersebut. Karena informan keenam sangat peka apabila terdapat notifikasi pesan, dirinya yang pertama kali melihat dan merespon gambar tersebut.
Informan memberikan saran dan masukan agar foto-foto tersebut dihapus karena kurang beretika, namun orang yang mengirimkan tidak menerima dan akhirnya mereka beradu argumen dalam grup tersebut. Pada akhirnya orang yang mengirimkan foto kurang pantas itu menghapus dan meninggalkan grup tersebut.
Setelah itu, informan keenam tidak pernah berkomunikasi lagi dengan orang tersebut.
pernah. Ada pelayan di gereja mengirimkan gambar-gambar kurang pantas di grup FB, jadi saya komentar di grup itu supaya dihapus karena kurang pantas dikirim. Tapi pada akhirnya jadi berdebat, dan akhirnya dia hapus kiriman itu dan keluar grup.
Informan juga menceritakan bahwa dirinya pernah terlibat pertengkaran di Facebook dengan perempuan yang merupakan satu gereja dengan dirinya dan suaminya. Pertengkaran tersebut diawali karena informan keenam mengomentari sebuah foto paduan suara dimana ada orang asing yang menyusup dalam paduan suara tersebut. Namun ada orang dalam paduan suara tersebut yang tersinggung karena komentar informan dan akhirnya membuat status marah.
Universitas Sumatera Utara
Ada juga dulu saya komentari foto paduan suara, saya bilang kok ada orang ikut disitu nyanyi padahal tidak latihan. Tapi terakhir orangnya marah-marah, buat status lalu prang-orang pada komentari.
Status tersebut mengundang komentar banyak dari teman-teman yang satu gereja dengan informan. Informan mengatakan bahwa dirinya tidak ikut mengomentari status yang bersifat amarah tersebut. Status tersebut terus dikomentari hingga sampai 120-an komentar dan saat itu informan menyadari bahwa status itu merujuk kepada dirinya. Akhirnya informan bertanya kepada salah satu teman yang membuat status tersebut dan memang benar status tersebut adalah untuk dirinya. Akhirnya informan keenam langsung menghubungi orang tersebut dan mengatakan bahwa dirinya akan menuntut karena alasan pencemaran nama baik dirinya. Pada akhirnya status tersebut dihapus dan informan diblokir pertemanannya dengan orang yang membuat status tersebut.
Setelah saya baca itu komen-komennya menjurus ke saya. Saya coba tanya ke kawan dekat yang buat status ini, ternyata benar. Terakhir saya minta status itu dihapus, atau saya tuntut nantinya. Sempat cakap kotor juga orang yang buat status itu, tapi terakhir dia hapus statusnya, dan blokir saya dari pertemanannya.
Informan selanjutnya menjelaskan cara dirinya menambah pertemanan di Facebook. Dirinya mengakui bahwa tidak pernah lebih dulu menambahkan pertemanan. Informan selalu menunggu orang lain mengirimkan permintaan berteman, lalu nanti dia akan menerima. Dalam menerima permintaan pertemanan, informan memiliki pertimbangan seperti latar belakang orang tersebut, serta jumlah teman yang sama. Informan berusaha menghindari orang-orang yang nantinya dapat mengganggu dirinya melalui Facebook.
kalau saya ga pernah add, kecuali beberapa orang. Saya seringnya diadd, lalu saya lihat dulu profilnya, pertemanannya. Tunggu beberapa hari baru nanti saya konfirmasi. Takutnya aneh-aneh kan, jadi saya coba lihat-lihat dulu. Kalau memang ga bagus, langsung saya hapus.
Universitas Sumatera Utara
Peneliti turut menanyakan bagaimana perasaaan informan secara keseluruhan dalam menggunakan Facebook. Informan mengatakan bahwa dirinya sangat menyukai Facebook dan sudah menganggap Facebook sebagai salah satu kebutuhan hidupnya. Karena menggunakan Facebook informan dapat bertukar informasi, dapat melihat-lihat video dan itu merupakan hiburan bagi dirinya.
Informan juga dapat mengembangkan jualan ulosnya melalui Facebook.
Saya sangat suka, senang dan terhibur dengan facebook ini. Facebook ini memang sudah menjadi kebutuhan ya. Nanti mau dapat kabar, kita bisa cari dari facebook, atau kadang kami yang aktif menyebarkan kabar misalnya ada yang meninggal gitu. Lalu untuk jualan ulos bou juga, bou bikin di facebook nanti kawan-kawan bou bisa lihat kan. Pokoknya facebook ini sudah kebutuhan la.
Kebutuhan Facebook bagi diri informan sangat nyata.Informan menceritakan bahwa dirinya sangat merasa aneh, hampa apabila tidak membuka Facebook satu hari saja. Informan menceritakan bahwa akun Facebook nya hilang, tidak dapat dibuka. Awalnya informan berusaha untuk biasa saja, namun akhirnya dia gelisah, tidak nyaman dan langsung ke Plaza Millenium menjumpai tukang servis langganannya agar Facebook nya segera dipulihkan.
Pernah akun bou bermasalah, stress bou jadi langsung bou bawa ke Millenium karena uda ada yang biasa urus akun bou itu.
Ketergantungan informan keenam terhadap Facebook ini diakuinya susah dihilangkan. Informan dan suami informan setuju bahwa media sosial Facebook dan Whatsapp selalu aktif selama 24 jam tiap harinya. Informan mengatakan bahwa handphone miliknya tidak pernah mati kecuali habis baterai. Oleh karena itu, kapan saja saat waktu senggang, informan akan menggunakan Facebook dan itu dapat berlangsung lama.
kalau senggang waktu, main la terus. Kalau FB, WA 24 jam aktif. Jadi kapan aja, dimana aja bou selalu cek.
Informan menjelaskan bahwa dirinya belum pernah mendapat gangguan dalam menggunakan Facebook. Hal ini dikarenakan informan hanya berteman dengan
Universitas Sumatera Utara
orang-orang yang dia kenal. Informan hanya menerima permintaan pertemanan dari orang yang sebelumnya dia tidak kenal, dengan mempertimbangkan jumlah teman yang sama dengan orang asing tersebut. Apabila orang asing tersebut mencurigakan, atau tidak begitu memiliki teman yang sama, maka akan segera ditolak permintaan berteman oleh informan. Hal ini membuat informan jauh dari gangguan hingga saat ini.
Engga pernah... sejauh ini aman semua. Paling yang bermasalah tadi, tapi sekarang sudah tidak ada lagi.
Peneliti menanyakan apakah informan mendukung atau tidak keluarganya menggunakan Facebook. Informan mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung keluarganya untuk menggunakan Facebook karena pengalaman yang dia lalui menyatakan bahwa Facebook sangat bermanfaat. Namun untuk anak-anak jangan dulu karena takut mendapatkan hal-hal yang kurang baik.
Yaa saya mendukung keluarga saya pakai facebook, karena bisa terhubung jadinya. Komunikasi sama yang di luar kota juga mudah, tapi kalalu anak-anak jangan dulu lah soalnya nanti dapat pula yang ga bagus gitu. Agak-agak dewasa la sampai orangtua boleh pakai facebook.