BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.2. Hasil Wawancara
4.1.2.7. Informan 7
Nama : Nova A
Usia : 38 tahun
Status : Ibu Rumah Tangga/ Wiraswasta
Usia Pernikahan : 7 tahun
Jumlah Anak : 2 orang (1 laki-laki, 1 perempuan)
Informan ketujuh adalah Ibu Nova yang berusia 31 tahun dan akan berusia 32 tahun pada Bulan Oktober tahun 2020 nanti. Informan ketujuh ini sudah menjalani rumah tangga selama tujuh tahun dengan suaminya yang lebih tua sekitar 10 tahun. Suami dari informan bekerja sebagai penjual alat berat untuk konstruksi bangunan maupun jalan. Informan ketujuh saat ini membuka usaha berjualan ulos, kain ulos dan kain songket di rumah tinggalnya.
Universitas Sumatera Utara
Informan ketujuh ini sebelumnya memiliki latar belakang Sarjana Sastra Inggris dan sebelumnya bekerja di salah satu bank swasta di Jakarta. Setelah menikah, informan memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan berwirausaha. Hingga saat ini informan sudah memiliki usaha ulos, serta menjual jasa maupun paket internet di daerah tempat tinggalnya. Untuk melancarkan kegiatannya, informan menggunakan media sosial seperti Facebook, Whatsapp, Messanger, Instagram, Line serta Telegram.
Kalau saya menggunakan Facebook, Whatsapp, Messanger, Instagram, Line, Telegram.
Informan menjelaskan alasan dirinya menggunakan media sosial tersebut.
Informan ketujuh ini menjalin komunikasi dengan keluarga, teman serta rekan bisnisnya melalui media sosial tersebut. Melalui Telegram informan berkomunikasi dengan para penjual ulos maupun paket internet. Terkhusus untuk Facebook, informan menggunakan media ini untuk berkomunikasi dan berjualan produk, karena sifat dari Facebook yang luas dan umum.
Karena sifatnya lebih umum. Saya bisa lihat-lihat kabar teman saya, lalu saya juga bisa menjualkan barang jualan saya (ulos) di Facebook.
Informan mengatakan bahwa dirinya sudah sangat lama menggunakan Facebook.
Mulai saat dia kuliah, bekerja, menikah hingga sekarang dia sudah menggunakan Facebook. Informan mengatakan bahwa dirinya mulai menggunakan Facebook saat di komputer hingga sekarang sudah di handphone.
sudah hampir 10 tahun kayaknya. Dari awal-awal Facebook ada kakak uda ikut. Mulai dari dibuka dari komputer la dek, sampai sekarang sudah dari hape bisa kita buka.
Informan ketujuh ini mengatakan bahwa selama menggunakan Facebook dirinya pernah membuat status, mengunggah foto, video. Informan ketujuh ini juga pernah berbagi lokasi atau tempat yang sedang dirinya kunjungi. Hal tersebut dilakukan saat masa perkuliahan dan bekerja. Selanjutnya, setelah dirinya sudah menjadi ibu rumah tangga, informan ketujuh ini lebih sering untuk mengunggah
Universitas Sumatera Utara
foto dari produk yang dia jual. Setiap harinya informan ketujuh ini mengunggah foto dari ulos, kain bahan ulos, serta kain songket dengan harapan publik atau teman-temannya di Facebook dapat melihat dan tertarik untuk membeli.
Update foto, status, comment status teman-teman... Itu yang paling sering, sama tiap harinya saya upload gambar jualan saya biar ada yang lihat dan membeli nantinya.
Dalam beraktivitas di media sosial, informan ketujuh ini menjelaskan bahwa dirinya hanya mengunggah hal-hal yang sifatnya umum/publik. Informan ketujuh ini mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mau mencurahkan isi hatinya di media sosial manapun, karena bagi dia privasi bukanlah suatu hal yang harus diumbar.
Jadi informan ketujuh ini mempertimbangkan perihal kesopanan, kewajaran dari setiap hal yang dia akan unggah di media sosial Facebook.
Kalau saya si mana yang bagus dan wajar yang saya buat ke Facebook.
Kalau berfoto-foto saya sering, tapi kalau menaikkan tidak semua.. Kalau status juga, saya tidak mau update-update yang sedih-sedih gitu karena bagi saya media sosial itu bukan tempat untuk curhat. Bagi saya Facebook itu sifatnya lebih ke publik, jadi mana yang sopan, baik itu yang aku naikkan
Informan ketujuh ini juga menerapkan prinsip penggunaannya Facebooknya dalam kegiatan bisnis kain. Dirinya mengatakan bahwa setiap barang yang akan dia jual, akan dia tata dengan sangat rapi di patung, difoto, dipilah lalu diunggah ke Facebook.
Untuk bisnis, saya berusaha menata kain ulos tersebut dengan rapi, bahkan saya buat di patung, lalu saya foto dan saya atur kapan-kapan untuk naikkan ke Facebook.
Informan ketujuh ini mengatakan bahwa dirinya memiliki sifat yang susah untuk akrab dengan orang asing. Maka, informan berteman di media sosial dengan orang-orang yang sudah dirinya kenal dekat sebelumnya. Karena kedekatan itulah membuat informan dan temannya aktif untuk menanggapi aktivitas Facebooknya satu sama lain.
Universitas Sumatera Utara
Karena kalau saya pribadi tidak begitu cepat untuk dekat dengan orang.
Jadi yang berteman di media sosial saya, bagi saya kami sudah teman dekat. Jadi apapun kegiatan mereka, saya pasti merespon, karena kami memang sudah berteman akrab sebelumnya. Bagi yang belum dekat, mungkin kenal-kenal begitu saja belum saya terima pertemanannya di Facebook.”
Informan selanjutnya mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berbohong di media sosial. Mulai dari awal menggunakan Facebook hingga sekarang dirinya selalu mengunggah hal yang dia lakukan sesuai realita. Informan menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mau membuat pencitraan atas dirinya di media sosial, apabila tidak sesuai realita.
Enggak, aduh itu bukan kerjaan ya. Kita apa adanya aja di Facebook.
Informan ketujuh ini menjelaskan bahwa dirinya juga sering ditandai dalam postingan teman-temannya. Apabila akun informan ditandai, maka informan akan melihat aktivitas tersebut. Jika aktivitas tersebut bernilai positif, maka informan akan merespon secara positif dengan komentar maupun tanggapan lainnya, tetapi bila aktivitas tersebut kurang baik, mengarah e hal negatif, maka informan akan menghapus tanda dari akun dia terhadap aktivitas tersebut.
Saya lihat dulu, kalau memang hal-hal positif seperti foto dengan teman-teman dengan sopan, rapi saya suka dan saya like serta komen. Tetapi kalau postingannya kurang baik, mungkin gambarnya kurang tajam, ada pose teman-teman yang aneh atau bahkan muka saya tidak ada tapi ditandai, maka saya hapus.
Hingga saat ini, informan ketujuh mengatakan bahwa dirinya selalu menghindari permasalahan di media sosial. Informan ini menjelaskan bahwa dirinya sering bersikap cuek, tidak mau mengurusi permasalahan orang lain. Tetapi, jika informan melihat aktivitas teman-temannya sangat berlebihan di media sosial, seperti selalu curhat, marah, maka informan mau bertanya secara langsung kepada temannya tersebut.
Universitas Sumatera Utara
Kalau pertengkaran pasti saya hindari. Baik secara nyata maupun di media sosial, saya tipikalnya memang cuek. Saya tidak suka update-update status karena emosional gitu. Kalau saya memang sering jadi tempat cerita maupun penengah, mungkin karena saya sifatnya cuek.
Informan ketujuh ini juga mengatakan bahwa dirinya belum pernah memblokir orang maupun teman-temannya di media sosial. Hanya saja, informan awalnya membuat akun Facebook miliknya terbuka untuk publik, dimana orang-orang yang tidak berteman dengan dirinya dapat melihat aktivitas informan. Karena satu dan lain hal, informan mengubah akun miliknya menjadi privat, dimana yang dapat melihat aktivitas akun informan hanyalah informan dan teman-teman informan.
Saya hanya memprivat akun saya. Awalnya akun facebook saya bersifat publik, jadi yang tidak berteman pun bisa liat aktivitas saya. Nah sekarang saya buat private, berarti hanya yang berteman dengan saya saja bisa melihat kegiatan saya.
Informan ketujuh ini menjelaskan bahwa dirinya hanya mau berteman dengan orang-orang yang dia kenal dekat di Facebook. Informan menjelaskan bahwa apabila dia sudah kenal dekat, maka informan mau lebih dulu mengirimkan permintaan pertemanan, tetapi kalau belum begitu kenal dirinya tidak akan menambah teman. Respon setiap permintaan pertemanan dari orang asing, maupun teman dari teman informan juga dipertimbangkan dahulu secara matang oleh informan. Hal ini dikarenakan karena informan menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan teman-teman yang memang dia kenal dekat.
kalau misalnya memang kenal dekat, saya mau duluan add. Tapi kalau biasa-biasa saja kenalnya, walaupun mutual friendnya banyak, tapi tetap saya tidak mau terima karena asing bagi saya. Jadi, kalaupun ada yang add tapi saya tidak kenal/tidak bisa akrrab akan saya pending permintaannya bukan dihapus.
Peneliti selanjutnya menanyakan perasaan informan ketujuh dalam menggunakan Facebook. Informan mengatakan bahwa dirinya merasa senang sekali, karena Facebook memiliki banyak fungsi dan cakupan yang luas.
Universitas Sumatera Utara
Yahh senang si. karena Facebook bisa banyak fungsinya. Saya bisa bercengkrama dengan teman, saya bisa jualan juga walaupun memang belum efektif dibandingkan barang dijual langsung.
Informan selanjutnya menjelaskan bahwa dirinya menggunakan media sosial terkhusus Facebook hanya pada saat waktu luang. Waktu luang tersebut adalah saat menunggu anaknya pulang sekolah, saat menjaga jualan ulos maupun data paketnya. Informan terlebih dahulu menyelesaikan segala tugas dan tanggung jawabnya sebelum menggunakan media sosial.
Saya menggunakakn Facebook hanya saat waktu luang. Jadi kalau uda siap masak, nyapu, pel, cuci piring, selahi nunggu anak-anak, maka saya main hape, facebook, komik.
Informan ketujuh ini turut menyarankan keluarganya untuk menggunakan Facebook. Informan tidak mau memaksa ataupun melarang siapapun untuk menggunakan media sosial, tetapi informan menyarankan agar keluarganya terutama suami dan anak-anaknya untuk bijak menggunakan media sosial.
Kalau saya pribadi mengatakan bebas, seturut pendapat mereka. Tapi seperti yang saya bilang tadi, kalau ada yang curhat-curhat, buat foto aneh di Facebook, terutama keluarga saya akan saya ingatkan.
4.1.2.8. Informan Tambahan Pertama