BAB I PENDAHULUAN
1.5 Metode Penelitian
1.5.5 Informan Penelitian
Untuk informan dalam penelitian tugas akhir ini, yaitu pegawai kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan yang sudah ahli dan mengerti tentang retribusi daerah Kota Medan dan retribusi izin membangun bangunan Kota Medan. Tentunya penelitian tugas akhir ini dapat dilakukan jika situasi pandemi Covid-19 ini sudah mereda.
BAB II
GAMBARAN UMUM DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KOTA MEDAN
2.1 Sekilas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merupakan penghubung utama antara dunia usaha dan dunia pemerintah. DPMPTSP diberikan wewenang untuk mendorong investasi langsung, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif. Setelah DPMPTSP terbentuk pada akhir tahun 2016 fungsinya bertambah sebagai penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri 100 tahun 2016, maka target perangkat daerah ini tidak hanya untuk meningkatkan jumlah investasi yang lebih besar dari dalam maupun luar negeri, namun juga meningkatkan pelayanan perizinan dan non perizinan yang prima sebagaimana yang tertuang dalam keputusan Menpan Nomor 81 Tahun 1993 yaitu sederhana, jelas, aman, transparan, effisien, ekonomis, adil dan tepat waktu.
Fungsi perangkat daerah urusan Bidang Penanaman Modal sebagaimana yang tertuang pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2016 adalah perencanaan penanaman modal, pengembangan iklim penanaman modal, promosi penanaman modal, perizinan penanaman modal, pengendalian dan pelaksanaan penanaman modal serta pengolahan data dan informasi penanaman modal.
Lembaga ini tidak semata bertindak sebagai advokat yang proaktif di bidang investasi, namun juga sebagai fasilitator antara pemerintah dan investor. Sejak terbentuknya DPMPTSP Kota Medan akhir bulan desember 2016, Kepala DPMPTSP Kota Medan baru defenitif oleh pada bulan mei 2017 dipimpin oleh Ir. Hj. Purnama Dewi, MM.
Peraturan Walikota Medan Nomor 69 Tahu 2017 tentang Tugas dan Fungsi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan, disebutkan bahwa Dinas Penanaman Modal dan PTSP merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu yang dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada walikota melalui sekretaris daerah. Dinas mempunyai tugas dan kewajiban membantu walikota dalam pelaksanaan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan satu pintu.
Sebelumnya Pajak Reklame berada dibawah kewenangan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan atau BPPRD Kota Medan. Namun sejak November 2018, pajak reklame di tangani oleh pihak DPMPTSP menurut Perwal Nomor 65 Tahun 2018.
2.2 Visi dan Misi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan
Visi :
“Terwujudnya iklim investasi yang menarik dan kondusif dengan dukungan pelayanan prima perizinan dan penanaman modal untuk mewujudkan kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera dan religious.”
Misi :
1. Menumbuh kembangkan stabilitas, kemitraan, partisipasi dan kebersamaan dari seluruh pemangku kepentingan pembangunan kota.
2. Menumbuh kembangkan harmonisasi, kerukunan, solidarits, persatuan dan kesatuan serta keutuhan social, berdasarkan kebudayaan daerah dan identitas lokal multikulturalisme.
3. Meningkatkan efisiensi melalui deregulasi dan debirokratisasi sekaligus penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif termasuk pengembangan kreatifitas dan inovasi daerah guna meningkatkan kemampuan kompetitif serta komperatif daerah.
4. Menyelenggarakan tata ruang kota yang konsisten serta didukung oleh ketersediaan insfrastruktur dan utilitas kota yang semakin modern dan berkelanjutan.
5. Mendorong peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat melalui peningkatan tariff pendidikan dan kesehatan masyarakat secara merata dan berkeadilan.
6. Mengembangkan kepribadian masyarakat kota berdasarkan etika dan moralitas keberagaman agama dalam bingkai kebhinekaan.
Dari keenam misi tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan diprioritaskan untuk mendukung misi ke-3 (tiga) dengan program- program pembangunan yang bertujuan untuk :
1) Mewujudkan sistem pelayanan umum (perizinan atau non-perizinan) yang terintegrasi, cepat, sederhana dan tepat waktu.
2) Meningkatkan kemudahan, fasilitas dan insentif penanaman modal.
3) Mendorong terciptanya kepastian hukum dalam penanaman modal.
2.3 Tujuan dan Fungsi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan
Tujuan DPMPTSP :
Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan mempunyai tujuan sebagai :
1. Penyederhanaan prosedur perizinan penanaman modal melalui PTSP bidang penanaman modal.
2. Peningkatan koordinasi di tingkat Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota Medan dengan dunia usaha dan stakeholder penanaman modal.
3. Pembangunan sistem informasi dan promosi yang efektif serta berbasis teknologi dan peningkatan kegiatan promosi yang berskala luas.
4. Peningkatan infrastruktur, sumber energi, jaminan berusaha serta keamanan
5. Meningkatkan kualitas pelayanan prima perizinan dan non-perizinan.
Fungsi DPMPTSP :
Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan menyelenggarakan fungsi sebagai :
1. Perumusan kebijakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu;
2. Pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu;
3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu;
4. Pelaksanaan admisnistrasi Dinas sesuai dengan lingkup tugasnya;
5. Pelaksanaan tugas pembantuan berdasarkan atas perundang-undangan; dan 6. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota Medan terkait dengan
tugas dan fungsinya.
2.4 Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan
Struktur organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan terdiri dari :
1. Kepala Dinas 2. Sekretaris :
1) Subbag Umum 2) Subbag Kepegawaian 3) Subbag Keuangan
3. Kelompok Jabatan Fungsional :
a. Bidang pengolahan data, perencanaan dan pengembangan : 1) Seksi pengolahan data dan informasi
2) Seksi perencanaan
3) Seksi pemberdayaan usaha b. Bidang promosi penanaman modal :
1) Seksi pengembangan promosi penanaman modal 2) Seksi pelaksanaan promosi penanaman modal
3) Seksi sarana dan prasarana promosi penanaman modal
c. Bidang pengendalian pelaksanaan penanaman modal, pengaduan kebijakan dan pelaporan layanan :
1) Seksi pemantauan dan pembinaan pelaksanaan penanaman modal 2) Seksi pengaduan dan informasi layanan
d. Bidang pelayanan perizinan usaha dan tanda daftar : 1) Seksi pelayanan ijin gangguan
2) Seksi pelayanan ijin usaha 3) Seksi pelayanan tanda daftar
e. Bidang perizinan tata ruang perhubungan dan lingkungan hidup : 1) Seksi perijinan tata ruang dan pembangunan
2) Seksi perijinan perhubungan 3) Seksi perijinan lingkungan hidup
f. Bidang perizinan kesehatan, ketenaga kerjaan dan perizinan lainnya : 1) Seksi perijinan petugas kesehatan
2) Seksi perijinan pelayanan kesehatan 3) Seksi ketenagakerjaan dan lainnya g. Tim teknis dan UPT
2.5 Uraian Tugas Pokok pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan
Berikut beberapa tugas pokok dari masing bidang pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan :
1. Kepala Dinas
Kepala dinas mempunyai tugas untuk membantu Wali Kota dalam melaksanakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu.
2. Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup kesekretariatan yang meliputi pengelolaan administrasi umum, kepegawaian, keuangan, dan penyusunan program serta fasilitasi pengoordinasian penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas Dinas.
Sekretariat membawahkan 3 (tiga) Sub Bagian meliputi Sub Bagian Umum, Sub Bagian Kepegawaian dan Sub Bagian Keuangan dan memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing:
a. Sub Bagian Umum
Sub Bagian Umum dipimpin oleh Kepala Sub Bagian, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris. Sub Bagian Umum mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Sekretariat lingkup administrasi umum.
b. Sub Bagian Kepegawaian
Sub Bagian Kepegawaian dipimpin oleh Kepala Sub Bagian, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris. Sub Bagian Kepegawaian mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Sekretariat lingkup pengelolaan administrasi kepegawaian.
Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh Kepala Sub Bagian, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris. Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Sekretariat lingkup pengelolaan administrasi keuangan.
4. Pengelolaan Data, Perencanaan dan Pengembangan
Bidang Pengolahan Data, Perencanaan dan Pengembangan merupakan unsur lini pada Dinas yang dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
Bidang Pengolahan Data, Perencanaan dan Pengembangan membawahkan 3 (tiga) Seksi meliputi Seksi Pengolahan Data dan Informasi, Seksi Perencanaan, dan Seksi Pemberdayaan Usaha:
a. Seksi Pengolahan Data dan Informasi
Seksi Pengolahan Data dan Informasi dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengolahan Data, Perencanaan, dan Pengembangan.Seksi Pengolahan Data dan Informasi mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas BidangPengolahan Data, Perencanaan, dan Pengembangan lingkup pengolahan data dan informasi.
b. Seksi Perencanaan
Seksi Perencanaan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengolahan Data, Perencanaan, dan Pengembangan. Seksi Perencanaan mempunyai tugas pokok
melaksanakan sebagian tugas BidangPengolahan Data, Perencanaan, dan Pengembangan lingkup perencanaan
c. Seksi Pemberdayaan Usaha
Seksi Pemberdayaan Usaha dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengolahan Data, Perencanaan, dan Pengembangan. Seksi Pemberdayaan Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas BidangPengolahan Data, Perencanaan, dan Pengembangan lingkup pemberdayaan usaha.
5. Bidang Promosi Penanaman Modal
Bidang Promosi Penanaman Modal merupakan unsur lini pada Dinas yang dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepadaKepala Dinas melalui Sekretaris. Bidang Promosi Penanaman Modal mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup promosi penanaman modal.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Bidang Promosi Penanaman Modal membawahkan 3 (tiga) Seksi meliputi Seksi Pengembangan Promosi Penanaman Modal, Seksi Pelaksanaan Promosi Penanaman Modal, dan Seksi Sarana dan Prasarana Penanaman Modal :
a. Seksi Pengembanngan Promosi Penanaman Modal
Seksi Pengembangan Promosi Penanaman Modal dipimpin oleh Kepala
Promosi Penanaman Modal. Seksi Pengembangan Promosi Penanaman Modal mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas BidangPromosi Penanaman Modal lingkup pengembangan promosi.
b. Seksi Pelaksanaan Promosi Penanaman Modal
Seksi Pelaksanaan Promosi Penanaman Modal dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal. Seksi Pelaksanaan Promosi Penanaman Modal mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas BidangPromosi Penanaman Modal lingkup pelaksanaan promosi.
c. Seksi Sarana dan Prasarana Promosi Penanaman Modal
Seksi Sarana dan Prasarana Promosi Penanaman Modal dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal. Seksi Sarana dan Prasarana Promosi Penanaman Modal mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas BidangPromosi Penanaman Modal lingkup sarana dan prasarana promosi.
5. Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan Kebijakan dan Pelaporan Pelayanan
Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan merupakan unsur lini pada Dinas yang dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan
dan Pelaporan Layanan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan membawahkan 3 (tiga) Seksi meliputi Seksi Pemantauan dan Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal, Seksi Pengaduan dan Informasi Layanan, dan Seksi Kebijakan, Deregulasi, Penyuluhan, dan Peningkatan Layanan :
a. Seksi Pemantauan dan Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal
Seksi Pemantauan dan Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawabkepada Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan. Seksi Pemantauan dan Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan lingkup pemantauan dan pembinaan pelaksanaan.
b. Seksi Pengaduan dan Informasi Layanan
Seksi Pengaduan dan Informasi Layanan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengendalian
Seksi Pengaduan dan Informasi Layanan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan lingkup pengaduan dan informasi layanan.
c. Seksi Kebijakan Deregulasi, Penyuluhan dan Peningkatan Layanan
Seksi Kebijakan, Deregulasi, Penyuluhan, dan Peningkatan Layanan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan. Seksi Kebijakan, Deregulasi, Penyuluhan, dan Peningkatan Layanan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan lingkup kebijakan, deregulasi, penyuluhan, dan peningkatan layanan.
6. Bidang Pelayanan Perijinan Usaha dan Tanda Daftar
Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftar merupakan salah satu unsur pada Dinas yang dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris. Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftarmempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup pelayanan izin gangguan, izin usaha, dan tanda daftar.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftarmembawahkan 3 (tiga) Seksi meliputi Seksi Pelayanan Izin Gangguan, Seksi Pelayanan Izin Usaha, dan Seksi Pelayanan Tanda Daftar :
a. Seksi Pelayanan Ijin Gangguan
Seksi Pelayanan Izin Gangguan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftar.Seksi Pelayanan Izin Gangguan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftarlingkup pelayanan izin gangguan.
b. Seksi Pelayanan Ijin Usaha
Seksi Pelayanan Izin Usaha dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BidangPelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftar.Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftar.
c. Seksi Pelayanan Tanda Daftar
Seksi Pelayanan Tanda Daftar dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftar.Seksi Pelayanan Tanda Daftar mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftar lingkup pelayanan tanda daftar.
7. Bidang Perijinan Tata Ruang Perhubungan dan Lingkungan Hidup
Bidang Perizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup merupakan salah satu unsur pada Dinas yang dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup perizinan tata ruang dan pembangunan, perhubungan, dan lingkungan hidup.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Bidang Perizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup membawahkan 3 (tiga) Seksi meliputi Seksi Perizinan Tata Ruang dan Pembangunan, Seksi Perizinan Perhubungan, dan Seksi Perizinan Lingkungan Hidup :
a. Seksi Perizinan Tata Ruang dan Pembangunan
Seksi Perizinan Tata Ruang dan Pembangunan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup.Seksi Perizinan Tata Ruang dan Pembangunan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pelayanan Perizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup lingkup pelayanan perizinan tata ruang dan pembangunan.
b. Seksi Perijinan Perhubungan
Seksi Perizinan Perhubungan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BidangPerizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup. Seksi Perizinan Perhubungan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup lingkup pelayanan perizinan perhubungan.
c. Seksi Perijinan Lingkungan Hidup
Seksi Perizinan Lingkungan Hidup dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Perizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup.Seksi Perizinan Lingkungan Hidup mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Perizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup lingkup pelayanan perizinan lingkungan hidup.
8. Bidang Perijinan Kesehatan, Ketenaga Kerjaan dan Perijinan Lainnya Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya merupakan unsur lini Dinas yang dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup perizinan kesehatan, ketenagakerjaan, dan perizinan lainnya.
Dalam melaksanakan tugas dan, Bidang Perizinan Kesehatann, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya membawahkan 3 (tiga) Seksi meliputi Seksi Perizinan Petugas Kesehatan, Seksi Perizinan Layanan Kesehatan, dan Seksi Ketenagakerjaan dan Lainnya :
a. Seksi Perijinan Petugas Kesehatan
Seksi Perizinan Petugas Kesehatan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya. Seksi Perizinan Petugas Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya lingkup pelayanan perizinan petugas kesehatan.
b. Seksi Perijinan Layanan Kesehatan
Seksi Perizinan Layanan Kesehatan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BidangPerizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya.Seksi Perizinan Layanan Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya lingkup perizinan layanan kesehatan.
c. Seksi Ketenagakerjaan dan Lainnya
Seksi Ketenagakerjaan dan Lainnya dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya. Seksi Ketenagakerjaan dan Lainnya mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya lingkup perizinan ketenagakerjaan dan perizinan lainnya.
9. UPT dan Tim Teknis
Tim teknis memeliki tugas sebagai berikut:
a. meneliti permohonan izin;
b. mengadakan rapat pembahasan permohonan izin
c. melaksanakan peninjauan lokasi/lapangan terhadap permohonan izin apabila diperlukan
d. melaksanakan proses perizinan dan persiapan konsep keputusan perizinan; dan e. memberikan saran-saran atau pertimbangan-pertimbangan kepada para Kepala
Bidangpada Dinas tetntang langkah-langkah atau tindakan- tindakan yang perlu diambil dalam hal-hal yang menyangkut pelaksanaan tugas fungsi Dinas melalui Kepala Seksi
BAB III
SAJIAN DATA
3.1 Landasan Hukum Izin Mendirikan Bangunan
Izin Mendirikan Bangunan atau biasa dikenal dengan IMB adalah perizinan yang diberikan oleh Kepala Daerah kepada pemilik bangunan untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku. IMB merupakan salah satu produk hukum untuk mewujudkan tatanan tertentu sehingga tercipta ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, sekaligus kepastian hukum. Kewajiban setiap orang atau badan yang akan mendirikan bangunan untuk memiliki Izin Mendirikan Bangunan memiliki landasan hukum. Berikut landasan-landasan hukum Izin Mendirikan Bangunan:
1. Undang-undang no. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
2. Undang-undang no. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang
3. PP no. 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang no. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.
4. Perwal Kota Medan no. 83 tahun 2017 (perubahan perwal no. 98) tentang teknis perhitungan retribusi dan syarat syarat pengeluaran izin
3.2 Penetapan Tarif Izin Mendirikan Bangunan
Penetapan tarif Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) memperhatikan biaya kegiatan dan tingkat penggunaan jasa pelayanan IMB dalam rangka pengendalian dan pengawasan atas penyelenggaraan bangunan yang meliputi pengecekan , pengukuran lokasi, pemetaan, penelitian, pemeriksaan dan penatausahaan. Tingkat penggunaan jasa pelayanan IMB yang dimaksud diukur dengan indeks tingkat penggunaan jasa, luasan bangunan gedung, dan jumlah atau volume prasarana bangunan gedung serta harga satuan retribusi bangunan gedung.
Indeks tingkat penggunaan jasa sebagaimana dimaksud sebagai faktor pengali terhadap harga satuan retribusi untuk menentukan besarnya retribusi, indeks tingkat penggunaan jasa sebagaimana dimaksud untuk perhitungan besarnya retribusi bangunan gedung ditetapkan berdasarkan jenis kegiatan, fungsi, klasifikasi, dan waktu penggunaan gedung. Besarnya indeks jenis kegiatan untuk bangunan gedung dimaksud ditentukan sebagai berikut:
a pembangunan baru sebesar 1,00 (satu koma nol nol) b. rehabilitasi/renovasi:
1. rusak sedang sebesar 0,45 nol koma empat lima) 2 rusak berat sebesar 0,60 (nol koma enam nol).
c. pelestarian/pemugaran:
1. pratama sebesar 0,65 (nol koma enam lima).
2. madya sebesar 0,45 (nol koma empat lima).
3. utama sebesar 0,30 (nol koma tiga puluh).
Besarnya indeks jenis kegiatan untuk prasarana bangunan gedung yang dimaksud ditentukan sebagai berikut:
A pembangunan baru sebesar 1,00 (satu koma nol nol); dan b rehabilitasi/renovasi:
rusak sedang sebesar 0,45 (nol koma empat lima). rusak berat sebesar 0, 60 (nol koma enam nol).
Pengukuran Tanah adalah pengukuran bentuk dan luas tanah dalam bentuk Gambar Situasi diberlakukan bagi permohonan Izin Mendirikan Bangunan untuk persil tanah yang belum beralaskan hak sertifikat atau tidak dilengkapi Surat Keterangan Pendaftaran Tanah dan Gambar Situasi Tanah dari Kantor Pertanahan.
Hasil pengukuran tanah berupa Gambar Situasi diterbitkan oleh Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan setelah diketahui oleh Lurah setempat.
Struktur dan besarnya tarif retribusi pengukuran tanah adalah : Jenis Pengukuran Besar Tarif
f Luas tanah > 3000 m ² s/d 4000 m ² Rp. 120.000,- g Luas tanah > 4000 m ² s/d 5000 m ² Rp. 140.000,-
h Luas tanah > 5000 m ², setiap kelebihan s/d 1000 m ² dikenakan tambahan sebesar Rp. 150.000,-
3.3 Gambaran Wajib Pajak Izin Mendirikan Bangunan Yang Terdaftar Di Kota Medan
Berdasarkan oservasi dbilapangan pengumpulan data-data yang ada, termasuk diadakannya metode wawancara, berikut ini adalah data jumlah wajib pajak izin mendirikan bangunan di Kota Medan pada tahun 2017-2019
Tabel 3.1
Daftar Wajib Pajak Izin Mendirikan Bangunan 2017-2019
Sumber data : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan 2020
Sumber data : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan 2020