• Tidak ada hasil yang ditemukan

INFORMASI PERDAGANGAN

Dalam dokumen LAPORAN MARKET INTELLIGENCE (Halaman 58-88)

Page 55 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

Negara-negara pengekspor bahan bakar nabati umumnya adalah negara-negara yang berlimpah sumber bahan baku dan memiliki potensi untuk pengembangan industri sektor ini (sebagai contoh Brazil, Indonesia, dll) dan / atau memiliki keuntungan dari insentif pajak untuk mengekspor produk (seperti Amerika Serikat). Di sisi lain, negara-negara pengimpor adalah mereka yang memiliki target peraturan domestik untuk pemakaian bahan bakar nabati, tetapi tidak cukup sumber daya yang semestinya digunakan sebagai bahan baku untuk mencapai sasaran tersebut (seperti Negara-negara di kawasan Eropa). Namun demikian, faktor ekonomi secara fluktuatif akan mempengaruhi jumlah pasokan dan permintaan, mendorong beberapa negara untuk mengambil kebijikan dan mengubah strategi pasarnya. Berdasarkan data World Bioenergy pada tahun 2010, volume perdagangan biofuel di seluruh dunia mencapai 3,5 Mt (2.2 Mtoe) untuk etanol dan 2,6 Mt (2.3 Mtoe) untuk biodiesel. Dalam hal tingkat produksi, tercatat biodiesel diperdagangkan lebih aktif dari etanol, dengan rasio ekspor / produksi 15,7%, dibandingkan dengan etanol sebesar 5%. Namun demikian, tren global telah berfluktuasi dari waktu ke waktu.

Sebagai satu-satunya pengganti langsung untuk bahan bakar fosil, produk-produk bahan bakar nabati (BBN) terus menjadi semakin penting di dunia, meski data dan fakta menunjukkan perlambatan signifikan dalam investasi untuk mengoptimalkan produksi produk-produk BBN ini. Di sisi lain, pasar perdagangan internasional tetap menununjukkan kecenderungan aktif dan positif, dengan pertumbuhan yang dinamis dari negara-negara pengekspor utama bahan bakar nabati. Namun, teknologi produksi yang ada saat ini akan menemui hambatan terutama dari batas ketersediaan sumber daya bahan baku utamanya, sehingga memunculkan pertanyaan penting tentang

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 56 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

kemampuan untuk memenuhi target gabungan yang ditetapkan untuk tahun 2020, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Karena itu pasar saat ini diharapkan untuk dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan saat ini, sementara menunggu munculnya teknologi BBN baru dari target yang ditetapkan akan muncul pada tahun 2015 dan seterusnya.

Uni Eropa tidak hanya konsumen terbesar biodiesel, tetapi juga importir terbesar, tercatat sekitar 82% dari seluruh impor biodiesel di seluruh dunia (hampir 2,1 juta ton pada tahun 2010) berdasarkan data Euro’Observer. Jumlah yang signifikan dari pasar biodiesel yang diperdagangkan antara negara-negara anggota Uni Eropa juga tercatat dalam data-data yang dikeluarkan oleh biro statistik dunia, sebagai importir terbesar adalah yang Jerman and Italia. Impor dari luar Uni Eropa saat ini bersumber dari Argentina (56%) dan Indonesia (24%). Perlu dicatat bahwa antara tahun 2007 dan 2009, Amerika Serikat adalah pemasok biodiesel terbesar ke Uni Eropa. Argentina saat ini merupakan eksportir biodiesel terbesar, dan menyumbang lebih dari separuh ekspor biodiesel dunia (1,36 juta ton). Mengingat jumlah kapasitas industri sekarang sedang dikembangkan dan prospek permintaan di masa depan, United States Department of Agriculture memperkirakan bahwa ekspor Argentina akan meningkat lebih dari 70% dari level saat ini mencapai 8 juta ton di 2020. Argentina mendapatkan pertumbuhan industri yang signifikan antara tahun 2008 dan 2009, dengan peningkatan produksi biodiesel dari bahan baku kedelai hampir 60% (1,8 juta ton di 2009). 85% dari produksi ini diekspor ke pasar bahan bakar nabati dunia. Perkembangan ini dimungkinkan sebagian besar sebagai akibat dari diferensial pajak yang signifikan antara ekspor minyak kedelai dan ekspor biodiesel kedelai, yang mendorong perusahaan untuk

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 57 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

mengekspor minyak ini dalam bentuk produk olahan. Pada tahun 2010, rasio tersebut meningkat menjadi 75%, karena tingkat konsumsi nasional naik setelah pengenalan B7. Di Asia, Negara penghasil minyak kelapa sawit yang memegang peranan penting dan memiliki pasar terbesar untuk memproduksi biodiesel, pertama adalah Indonesia, kemudian menyusul Malaysia sebagai produsen utama minyak kelapa sawit. Tidak hanya produk final biodiesel, tetapi juga komoditas minya kelapa sawit, diekspor dari negara-negara pemasok utama ini, dengan mayoritas adalah pasar bahan bakar nabati Eropa. Setelah pertumbuhan yang signifikan dalam produksi biodiesel antara tahun 2007 dan 2008, pada tahun 2009 dipengaruhi oleh serangkaian perdebatan di dalam Komisi Eropa dan Uni Eropa tentang kepatuhan biodiesel yang berbahan baku Minyak Kelapa Sawit dengan kriteria ramah lingkungan (pengurangan minimum emisi gas rumah kaca, dibandingkan dengan diesel yang dihasilkan dari bahan bakar fosil). Sementara menunggu implementasi mekanisme sertifikasi sebagaimana yang digariskan dalam Directive Eropa, ekspor Indonesia kembali “memanas” pada tahun 2010 sebesar 78% dari produksi nasional. Hanya saja sejak tahun 2007, ketika Amerika Serikat telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam produksi biodiesel, yang sebagian besar berbahan baku minyak kedelai, Ekspor kemudian mengalami penurunan ke 50% dari total produksi nasional. Pada tahun 2008, data dari FO Licht mendapatkan ledakan yang cukup signifikan di pasar biodiesel, di mana ekspor tercatat lebih dari 80% dari produksi nasional. Kecenderungan ini didukung oleh pengenalan undang-undang (2007) pemberian kredit pajak yang menguntungkan pada setiap liter biodiesel campuran dengan diesel konvensional, terlepas dari total kuantitasnya. Menggunakan praktek yang disebut sebagai "splash and dash",

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 58 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

sekelompok pedagang Amerika kemudian mengembangkan pasar ekspor dengan pemasaran B99 (di mana biodiesel bersumber terutama dari Asia dan Amerika Selatan pada harga yang sangat kompetitif) di Eropa. Pada bulan Maret 2009, Komisi Eropa memperkenalkan langkah-langkah pertama untuk membangun kembali daya saing produsen Eropa dengan memberlakukan pajak anti-dumping tinggi pada 20-99% untuk biodiesel campuran dari Amerika Serikat. Sebagai akibatnya Ekspor AS turun secara signifikan, meskipun volume B15 membuka pasar AS ke Inggris, Perancis dan Belanda pada tahun 2009. Ekspor biodiesel Kanada juga tumbuh kuat antara 2009 dan 2010, dengan proporsi yang signifikan dari produk yang berasal di Amerika Serikat. Langkah-langkah anti-dumping awal Eropa kemudian diperpanjang pada musim semi 2011 dalam upaya untuk membendung semua arus biodiesel Amerika yang disubsidi berlebihan ke Eropa.

Grafik 3 : Tren Ekspor Biodiesel Negara-negara Pemasok Utama (dalam ribu ton) (2006-2010)

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 59 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

Sumber : FO Licht

Saat ini Eropa masih menjadi pasar utama produk biofuel asal Indonesia, sedangkan dalam negeri pasar biofuel masih terbatas, hanya Pertamina yang serap. Diproyeksikan sepanjang tahun 2013, volume ekspor biofuel akan meningkat 21,43 persen year on year (YoY) menjadi 1,7 juta kiloliter. Salah satu pemicu kenaikan ekspor biofuel karena bea keluar untuk produk olahan sawit lebih rendah ketimbang bea keluar produk mentah, seperti CPO . Jika sebelumnya volume ekspor biofuel hanya 58 persen, tahun ini naik menjadi lebih dari 60 persen. Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Paulus Cakrawan 90 persen ekspor biofuels asal Indonesia di jual ke negara-negara seperti, Italia dan Jerman, Sisanya masuk ke negara lain misalnya Amerika Serikat seberat 30.000 kiloliter per tahun dan Korea Selatan sebanyak 2.000 kiloliter per tahun.

Di sisi lain juga, Indonesia terdaftar sebagai negara pengekspor FAME (Fatty Acid Methyl Ester) yang cukup tinggi pada tahun 2010 sebesar 235 juta liter dibandingkan dengan 200 juta liter pada tahun 2009. Belanda, Italia, dan Spanyol juga menjadi tujuan lebih dari 80 persen dari ekspor FAME Indonesia. Meskipun biodiesel berbasis minyak kelapa sawit tidak dapat sepenuhnya dapat memenuhi kriteria minimum kadar karbon Uni Eropa sebesar 39 persen, yang saat ini diperlukan di bawah Renewable Energy

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 60 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

Directive (RED), namun pasar Eropa untuk produk FAME Indonesia tetap stabil. Dari awal tahun 2011, Komisi Eropa telah menghadapi tantangan untuk menjaga agar semua negara anggota dalam perspektif implementasi yang sama berkaitan dengan RED. Sejalan dengan proses konsolidasi yang akan dilakukan dalam beberapa tahun, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) mencatat ekspor FAME ke Eropa akan tumbuh menjadi 250 juta liter pada 2011 dan 300 juta liter pada tahun 2012 masing-masing. Indonesia saat ini berusaha untuk mengeksplorasi potensi pertumbuhan dengan memperluas pasar biodiesel ke Amerika Serikat. Lebih spesifik lagi untuk yaitu perdagangan impor biodiesel Italia tahun 2010 berada di sekitar 920 juta liter. Biodiesel impor mengalami lonjakan yang sebagian diakibatkan dari penurunan impor minyak nabati. jumlah impor minyak Rapeseed dan minyak kelapa sawit menurun masing-masing sebesar 59 persen dan 16 persen selama periode Januari-Agustus 2011. Italia mengimpor biodiesel terutama dari Indonesia, Argentina, Spanyol, dan Belanda. Memunculkan kembali Tabel 10 dalam Bab II, sebagai berikut:

Tabel 13 : Daftar Negara tujuan Impor Biodiesel Italia (Dalam Juta Liter)

Negara 2009 2010 Jan-Ags 2010 Jan-Ags 2011

EU-27 411 387 260 155 Spanyol 105 231 173 69 Belanda 87 59 6 17 Jerman 47 36 28 45 Austria 2 33 26 1 Belgia 13 18 18 23 Perancis 149 9 9 0 Extra EU-27 147 535 353 702 Indonesia 69 265 193 460 Argentina 61 238 133 242

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 61 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

Singapura 5 12 12 0

Negara Lainnya 559 922 613 858

*HS code 38249091 Sumber: GTA.

Komisi Uni Eropa (UE) 28 Mei 2013 memberlakukan kebijakan antidumping terhadap produk biodiesel dari Argentina dan Indonesia. Ini menjadi hambatan terhadap perdagangan energi terbarukan menyusul kebijakan serupa UE terhadap Amerika Serikat (AS) seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Pengenaan bea masuk anti dumping sementara terhadap produk biodiesel oleh Uni Eropa kepada perusahaan Indonesia akan berdampak terhadap kinerja ekspor. Bahkan, sejak tuduhan tersebut diberlakukan, kinerja ekspor biodiesel hingga bulan April 2013 diperkirakan telah turun 50% dibandingkan periode yang sama tahun 2012. Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) mencatat tahun 2012 ekspor biodiesel Indonesia mencapai 1,5 juta ton. Bila dirata-ratakan, setiap bulan ekspornya sekitar 100.000 ton. Akibat pengenaan bea masuk tersebut, utilisasi pabrik biodiesel dalam negeri juga akan terganggu. Selama ini produksi biodiesel Indonesia masih sangat tergantung oleh pesanan dari luar negeri. Sebelum adanya kasus ini ekspor biodiesel dapat digenjot hingga 1,7 juta ton-1,8 juta ton.

Perusahaan biodiesel yang dikenakan anti dumping sementara sebesar 2,8%-96% oleh Uni Eropa seperti PT Musim Mas, PT Pelita Agung Agrindustri, PT Wilmar Nabati Indonesia, Wilmar Bioenergi Indonesia tersebut merupakan penyumbang mayoritas atau 95% dari total ekspor biodiesel dalam negeri. Para pengusaha tersebut menuturkan kekecewaannya dan tidak bisa menerima keputusan terkait pengenaan

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 62 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

bea masuk sementara tersebut. Perusahaan tersebut akan melakukan sanggahan, dan membuktikan bahwa tuduhan Uni Eropa sangat lemah dan perusahaan-perusahaan ini tidak melakukan dumping terhadap produk biodiesel yang dia jual ke Eropa. Jika proses awal yang dilakukan menemui jalan buntu makan akan diajukan ke organisasi perdagangan dunia atau World Trade Organization (WTO). Oleh sebab itu, diharapkan pula kerja sama dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Fakta menunjukkan selama ini harga biodiesel berbahan baku minyak sawit lebih murah bila dibandingkan dengan minyak nabati lain seperti kedelai atau bunga matahari. Produktivitas minyak sawit yang lebih tinggi menjadikan harga biodiesel asal Indonesia menjadi lebih rendah sekitar US$ 200 per ton.

Sanggahan yang akan dilayangkan oleh para perusahaan biodiesel tersebut didukung oleh pemerintah melalui Kementerian Perdagangan. Analisanya adalah bahwa kejadian tersebut dapat berdampak buruk terhadap perusahaan biodiesel eropa akibat dari masuknya produk Indonesia sangat tidak beralasan. Terpuruknya industri biodiesel di Eropa lebih disebabkan oleh rendahnya penyerapan pasar. Berdasarkan data yang dimiliki Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, kapasitas produksi biodiesel Uni Eropa mencapai 20 juta-22 juta ton per tahun. Namun, serapan pasar di Uni Eropa hanya setengahnya atau sekitar 10 juta saja. Dari jumlah tersebut, suplai biodiesel asal Indonesia dan Argentina mencapai 2 juta-2,5 juta per tahun. Dengan penerapan bea masuk tambahan tersebut, daya saing biodiesel asal Indonesia menjadi tidak kompetitif. Untuk saat ini, harga biodiesel Indonesia ke Eropa dapat tambahan sekitar US$ 85 per ton-US$ 90 per ton.

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 63 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

Standard Teknis

Standard Eropa untuk biodiesel adalah nomor EN 14214, yang mana dapat diartikan ke dalam standard nasional masing-masing negara yang dibentuk oleh CEN area (Committee for European Standardization) di Italia diatur dalam UNI EN 14214. Selain itu, terdapat juga penamaan DIN standard untuk 3 jenis biodiesel, yang mana dibuat sesuai dengan jenis sumber bahan baku:

- RME (rapeseed methyl ester, sesuai dengan DIN E 51606)

- PME (vegetable methyl ester, minyak sayur murni, sesuai dengan DIN E 51606) - FME (fat methyl ester, produk minyak sayur dan lemak, sesuai dengan DIN V

51606)

Faktor dibawah ini merupakan hal terpenting dalam proses produksi untuk menjamin standardisasi, yakni:

1. Nilai bilangan asam. 2. Reaksi sempurna.

3. Tidak mengandung gliserin. 4. Tidak mengandung katalis. 5. Tidak mengandung alkohol.

6. Tidak mengandung asam lemak bebas. 7. Kandungan sulfur yang rendah.

8. Titik pengisian filter saat dingin. 9. Titik pengkabutan.

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 64 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

Variable di atas untuk memverifikasi uji minimum untuk skala industri dalam menentukan produk biodiesel tersebut sesuai dengan standard termasuk uji gas kromatografi. Bahan bakar juga harus memenuhi kualitas standar non-toksik, dengan tingkat toksisitas (LD50) lebih tinggi dari 50 mL/kg.

Daftar regulasi yang dikeluarkan Komisi Eropa untuk mengatur Pasar Biodiesel di kawasan Uni Eropa, sebagai berikut:

- Peraturan Komisi (UE) No 490/2013 tanggal 27 Mei 2013 memberlakukan bea masuk anti dumping definitif pada impor biodiesel yang berasal dari Argentina dan Indonesia

- Peraturan Komisi (UE) No 330/2013 tanggal 10 April 2013, yang menyediakan pendaftaran impor biodiesel yang berasal dari Argentina dan Indonesia

- Peraturan Komisi (UE) No 79/2013 tanggal 28 Januari 2013 yang menyediakan pendaftaran impor biodiesel yang berasal dari Argentina dan Indonesia

- Peraturan Dewan Penasehat (UE) No 444/2011 tanggal 5 Mei 2011 memperpanjang secara definitif bea masuk anti dumping yang dikenakan oleh Peraturan (EC) No 599/2009 tentang impor biodiesel yang berasal dari Amerika Serikat untuk impor biodiesel konsinyasi dari Kanada, baik yang dinyatakan berasal dari Kanada atau tidak, dan juga memperluas secara definitif bea masuk

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 65 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

anti dumping yang dikenakan oleh Peraturan (EC) No 599/2009 tentang impor biodiesel campuran yang mengandung kadar 20% atau kurang, biodiesel yang berasal dari Amerika Serikat, dan mengakhiri penyelidikan sehubungan impor konsinyasi dari Singapura.

- Peraturan Dewan (EC) No 598/2009 tanggal 7 Juli 2009 memberlakukan bea countervailing definitif dan mengumpulkan pemberlakuan definitif sementara yang dikenakan pada impor biodiesel yang berasal dari Amerika Serikat

- Peraturan Dewan (EC) No 599/2009 tanggal 7 Juli 2009 memberlakukan bea masuk anti-dumping definitif dan mengumpulkan pemberlakuan definitif sementara yang dikenakan pada impor biodiesel yang berasal dari Amerika Serikat.

- Keputusan Komisi Eropa 30 Juni 2009 yang menetapkan garis besar Rencana Aksi Nasional untuk energi terbarukan sesuai dengan Directive 2009/28/EC - Petunjuk 2009/30/EC dari Parlemen dan Dewan Eropa tanggal 23 April 2009

mengamandemen Directive 98/70/EC sehubungan dengan spesifikasi bensin, diesel, gas-minyak dan memperkenalkan mekanisme untuk memantau dan mengurangi emisi gas efek rumah kaca, mengubah Directive 1999/32/EC sehubungan dengan spesifikasi bahan bakar yang digunakan oleh kapal perairan pedalaman dan membatalkan Directive 93/12/EEC

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 66 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

- Petunjuk 2009/28/EC dari Parlemen dan Dewan Eropa 23 April 2009 tentang promosi energi dari sumber terbarukan dan mengubah dan kemudian membatalkan Directive 2001/77/EC dan 2003/30/EC

- Peraturan Dewan (EC) No 193/2009 tanggal 11 Maret 2009 memberlakukan bea masuk anti dumping definitif pada impor biodiesel yang berasal dari Amerika Serikat.

- Peraturan Dewan (EC) No 194/2009 tanggal 11 Maret 2009 memberlakukan bea countervailing definitif pada impor biodiesel yang berasal dari Amerika Serikat - Bantuan Atas Negara N 326/2007 - Italia - Pengurangan pajak atas biodiesel. - Petunjuk 2003/30/EC dari Parlemen dan Dewan Eropa tanggal 8 Mei 2003

Mempromosikan penggunaan biofuel atau bahan bakar terbarukan lainnya untuk transportasi.

Berikut adalah standar spesifikasi Biodiesel (FAME) yang berlaku di Italia yang diatur oleh komisi standardisasi produk bahan bakar nabati pemerintah Italia dalam UNI EN 14214 :

Tabel 14 : Standar Spesifikasi Biodiesel (FAME) Italia berdasarkan UNI EN 14214

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 67 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

Sumber : UNI - Ente Nazionale Italiano di Unificazione

Untuk melakukan penetrasi di sebagai tambahan juga diperlukan akreditasi untuk menerbitkan Sertifikat Kesesuaian keberlanjutan biofuel dan bioliquids menurut "Sistem Nasional Sertifikasi keberlanjutan biofuel dan bioliquids", didirikan dengan Keputusan 23 Januari 2012 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Perlindungan

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 68 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

Lahan dan Laut dan "Bekerjasama Lembaga Sertifikasi" untuk mengesahkan menurut International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), salah satu skema Eropa pertama yang disetujui oleh Masyarakat Eropa. Berikut ini Peraturan Pemerintah Italia yang mengatur pasar Biodiesel di Italia, diambil dari Asosiasi Perusahaan Produsen Biodiesel Italia – Assocostieri, sebagai berikut: (disusun, dari peraturan yang paling baru):

- Keputusan Menteri Ekonomi Pembangunan 14 Februari 2013 - "Sistem Nasional pemanfaatan bahan baku wajib yang dikeluarkan untuk konsumsi bahan bakar nabati"

- Keputusan Menteri Ekonomi Pembangunan 13 Februari 2013 - "Spesifikasi bahan bakar konvensional dan bahan bakar nabati"

- Keputusan Menteri Ekonomi Pembangunan 21 Desember 2012 prot. 25150 "Konstitusi Komite bahan bakar nabati”

- Keputusan Menteri Lingkungan Hidup, Darat dan Laut tanggal 12 November 2012 - perubahan lebih lanjut dan penambahan pada Keputusan 23 Januari 2012 meletakkan sistem Nasional sertifikasi untuk bahan bakar nabati dan bahan kimia cair nabati.

- Keputusan Presiden untuk wilayah regional Sicilia tanggal 18 Juli 2012, no. 48. Peraturan untuk pelaksanaan Art. 105, ayat 5 UU 12 Mei 2010, no. 11. – Testo Coordinato del Decreto-Legge tanggal 22 Juni 2012, no. 83, dikoordinasikan dengan hukum konversi 7 Agustus 2012, no. 134, berjudul: "langkah-langkah mendesak untuk pertumbuhan negara."

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 69 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

- Keputusan Legislatif tanggal 22 Juni 2012, n. 83. Langkah-langkah mendesak untuk pertumbuhan negara.

- Keputusan Menteri Lingkungan Hidup, Darat dan Laut tanggal 11 Juni 2012 - Perubahan Keputusan 23 Januari 2012 meletakkan sistem Nasional sertifikasi untuk bahan bakar nabati dan bahan kimia cair nabati.

- Keputusan Menteri Lingkungan Hidup, Darat dan Laut tanggal 23 Januari 2012 Sistem Nasional sertifikasi untuk bahan bakar nabati dan bahan kimia cair nabati - Laporan Penjelasan

- Keputusan Menteri Lingkungan, Darat dan Laut tanggal 23 Januari 2012 - Sistem Nasional sertifikasi untuk bahan bakar nabati dan bahan kimia cair

- Keputusan 31 Maret 2011, n. 55. Pelaksanaan Directive 2009/30/EC, mengamandemen Directive 98/70/EC sehubungan dengan spesifikasi bensin, diesel dan gas-minyak dan memperkenalkan mekanisme untuk memonitor dan mengurangi emisi gas efek rumah kaca, mengubah Directive 1999/32/EC sehubungan dengan spesifikasi bahan bakar yang digunakan oleh kapal perairan pedalaman dan membatalkan Directive 93/12/EEC

- Keputusan Legislatif tanggal 3 Maret 2011, n. 28. Pelaksanaan Directive 2009/28/EC pada promosi energi dari sumber terbarukan dan mengubah kemudian membatalkan Directive 2001/77/EC dan 2003/30/EC

- Wilayah Regional Sicilia - UU 12 Mei 2010, n. 11 - kebijakan dan solusi untuk tahun 2010 - Pasal 105, ayat 5.

- Keputusan Menteri Ekonomi Pembangunan tanggal 25 Januari 2010 Mengubah jumlah minimum untuk konsumsi biofuel dan bahan bakar terbarukan lainnya.

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 70 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

- Mandat tanggal 23 Desember 2009, n. 191: Ketentuan penyusunan anggaran tahunan dan tahun jamak - UU Keuangan 2010 (kutipan, pasal 2 ayat 64.).

- Mandat tanggal 23 Juli 2009, n. 99: Ketentuan untuk pengembangan dan internasionalisasi perusahaan di bidang energi (kutipan pasal 30, paragraf 28.). - Mandat tanggal 23 Juli 2009, n. 99: Ketentuan untuk pengembangan dan

internasionalisasi perusahaan di bidang energi (kutipan Pasal 27, Pasal 15 dan 56).

- Mandat tanggal 3 November 2008, n. 171 - pasal 2. Langkah-langkah mendesak untuk menghidupkan kembali sektor pertanian dan pangan yang kompetitif. - Mandat tanggal 3 November 2008, n. 171. Langkah-langkah mendesak untuk

menghidupkan kembali sektor pertanian dan pangan yang kompetitif. (G.U. No 258 dari 2008/11/04)

- Keputusan Kementerian Ekonomi dan Keuangan September 3, 2008, n. 156. Peraturan mengenai metode penerapan cukai pada produk bersubsidi yang disebut "biodiesel", sesuai dengan Pasal 22-bis Keputusan Legislatif 26 Oktober 1995, n. 504

- Mandat tanggal 3 Juni 2008, n. 97, dikoordinasikan dengan hukum konversi 2 Agustus 2008, n. 129, berjudul: "ketentuan Mendesak untuk monitoring dan transparansi mekanisme alokasi belanja publik, serta pajak dan rencana jangka panjang (kutipan Art 3.).

- Mandat tanggal 29 April 2008, n. 110 - Peraturan menetapkan kriteria, persyaratan dan tata cara pelaksanaan pemanfaatan wajib untuk konsumsi di wilayah nasional dan proporsi minimal bahan bakar nabati sesuai dengan Pasal 1, ayat 368, ayat 3, UU No. 296/2006.

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 71 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

- Mandat tanggal 23 April 2008, n. 100 - Regulasi tentang sanksi administratif atas kegagalan untuk memenuhi kewajiban pemakaian sumber untuk konsumsi proporsi minimal bahan bakar nabati sesuai dengan Pasal 2, ayat 2, UU 11 Maret 2006 n. 81, yang digantikan oleh Pasal 1, ayat 368, tanggal 27 Desember 2006, n. 296.

- Undang-undang no. 244 tanggal 24 Desember 2007 - Ketentuan untuk penyusunan neraca Negara tahunan dan tahun jamak. (UU Keuangan 2008) - kutipan dari artikel 2.

- Undang-undang no. 159 tanggal 1 Oktober 2007 dikoordinasikan dengan UU Konversi no. 222 tanggal 29 November 2007 tentang tindakan mendesak dalam hal ekonomi dan keuangan, untuk pengembangan dan keadilan sosial.

- Undang-undang no. 296 27 Desember 2006, - Ketentuan penyusunan anggaran tahunan dan tahun jamak (UU Anggaran 2007)

- Undang-undang no. 81 2006/11/03 - Konversi menjadi undang-undang, dengan amandemen, Keputusan-Undang 10 Januari 2006 no. 2, pada langkah-langkah mendesak untuk pertanian, agro, perikanan, serta perpajakan dan bisnis.

- Undang-undang n. 266 23 Desember 2005 - Ketentuan untuk penyusunan neraca Negara tahunan dan tahun jamak (UU Keuangan 2006)

- Keputusan Legislatif no. 128 dari 2005/05/30 - Pelaksanaan Directive 2003/30/EC mengenai promosi penggunaan bahan bakar nabati atau bahan bakar terbarukan lainnya untuk transportasi.

BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Page 72 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

Berikut ini adalah data yang diambil dari ISTAT Biro Statistik Italia mengenai informasi perdagangan produk biodiesel yang diimpor dan diekspor oleh italia selama periode Januari sampai April 2013.

Dalam dokumen LAPORAN MARKET INTELLIGENCE (Halaman 58-88)

Dokumen terkait