32. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
39. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL a. Manajemen Risiko Modal
Grup mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Perusahaan terdiri dari utang (Catatan 13 dan 17) , obligasi (Catatan 18), kas dan bank (Catatan 5), aset keuangan lainnya (Catatan 6) dan ekuitas pemegang saham induk, yang terdiri dari modal yang ditempatkan (Catatan 20), tambahan modal disetor (Catatan 21) dan saldo laba.
Gearing ratio adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 (Tidak diaudit) 2012 2011 2010 Pinjaman Jangka pendek - - 116.238.461 47.269.216 Utang bank 344.895.672 339.034.760 74.008.296 74.344.684 Obligasi 30.125.487 30.891.557 65.875.084 66.239.468 Jumlah 375.021.159 369.926.317 256.121.841 187.853.368
Kas dan bank (12.467.028) (12.335.837) (9.752.434) (46.396.492)
Aset keuangan lainnya (379.750.000) (350.000.000) (227.195.661) (20.032.932)
(Aset) Liabilitas - bersih (17.195.869) 7.590.480 19.173.746 121.423.944
Ekuitas 255.239.971 233.420.300 210.373.418 163.966.259
Rasio pinjaman - bersih terhadap ekuitas (6,74%) 3,25% 9,11% 74,05%
a. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
Grup memiliki berbagai aset dan liabilitas keuangan lainnya seperti piutang usaha dan piutang lain-lain dan utang usaha dan utang lain-lain-lain-lain, yang timbul secara langsung dari kegiatan operasional. Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Grup adalah risiko suku bunga, risiko likuiditas, risiko nilai tukar mata uang asing dan risiko kredit. Pendekatan manajemen risiko Perusahaan untuk meminimalkan potensi efek buruk dari risiko yang timbul. Manajemen mengelola dan memantau dampak tersebut dan memastikan tindakan yang sesuai diterapkan secara tepat waktu dan efektif. Manajemen telah menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola setiap risiko ini pada ringkasan berikut ini dibawah.
i. Manajemen risiko tingkat bunga
Risiko suku bunga adalah risiko bahwa arus kas di masa yang akan datang dari instrumen keuangan Grup akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Dampak bagi Grup, atas risiko tingkat bunga timbul dari pinjaman yang dikenakan bunga tetap dan mengambang.
Untuk mengatur risiko suku bunga, Grup memiliki kebijakan dalam memperoleh pembiayaan yang akan memberikan kombinasi yang sesuai tingkat suku bunga mengambang dan tingkat bunga tetap.
Eksposur Grup terhadap suku bunga dalam aset keuangan dan liabilitas keuangan dirinci dalam bagian manajemen risiko likuiditas pada catatan ini.
Analisis sensitivitas suku bunga
Analisis sensitivitas di bawah ini telah ditentukan berdasarkan eksposur suku bunga untuk non-derivatif pada akhir periode pelaporan. Untuk liabilitas tingkat bunga mengambang, analisis tersebut disusun dengan asumsi jumlah liabilitas terutang pada akhir periode pelaporan itu terutang sepanjang tahun. Kenaikan atau penurunan 45 basis poin digunakan ketika melaporkan risiko suku bunga secara internal kepada karyawan kunci dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada suku bunga.
Jika suku bunga lebih rendah atau lebih tinggi 45 basis poin dengan semua variabel lainnya tetap, maka laba setelah pajak untuk periode 30 Juni 2013 (tidak diaudit) lebih tinggi atau lebih rendah sebesar US$ 593.906. Hal ini terutama diatribusikan kepada eksposur Perusahaan atas pinjaman suku bunga variabel.
ii. Manajemen risiko mata uang asing
Grup memiliki eksposur atas transaksi nilai tukar valuta asing yang timbul dari obligasi dan beban dalam mata uang selain mata uang pelaporan. Pendapatan Grup didenominasi dalam mata uang Dolar Amerika Serikat, sementara biaya mereka termasuk beban didenominasi dalam mata uang Rupiah. Namun, eksposur ini dieliminasi dengan kas dan setara kas yang didenominasi dalam Rupiah. Oleh karena itu, risiko fluktuasi mata uang lain masih dapat diatur oleh Perusahaan. Perusahaan mengelola risiko nilai tukar valuta asing atas obligasi dengan melakukan transaksi swap nilai tukar valuta asing dan kontrak valuta berjangka pada saat mereka mengantisipasi fluktuasi signifikan dalam nilai tukar valuta asing.
Analisis sensitivitas mata uang asing Grup terutama terekspos terhadap Rupiah.
Tingkat sensitivitas yang digunakan ketika melaporkan secara internal risiko mata uang asing kepada para karyawan kunci, dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada nilai tukar valuta asing adalah sebesar 2,71%. Analisis sensitivitas hanya mencakup item mata uang asing moneter yang ada dan menyesuaikan translasinya pada akhir periode untuk perubahan 2,71% dalam nilai tukar mata uang asing. Analisis sensitivitas meliputi obligasi jangka panjang dimana denominasi obligasi adalah dalam mata uang selain mata uang fungsional dari pemberi pinjaman atau peminjam. Jika US$ menguat atau melemah sebesar 2,71% terhadap rupiah, laba rugi perusahaan untuk periode 30 Juni 2013 (tidak diaudit) akan meningkat atau menurun sebesar US$ 979.736.
iii. Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak lawan pada instrumen keuangan gagal memenuhi kewajibannya yang menyebabkan kerugian terhadap Grup dengan eksposur maksimal sama dengan nilai tercatat aset keuangannya.
Grup meminimalkan risiko kredit dengan melakukan bisnis hanya dengan pihak ketiga yang layak mendapatkan kredit dan diakui.
iv. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kesulitan dalam memenuhi liabilitas keuangannya karena kekurangan pendanaan. Grup mengurangi risiko kekurangan pendanaan dengan senantiasa memonitor ketepatan waktu penerimaan pembayaran piutang dan menelaah proyeksi arus kas secara regular. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan antara ketersediaan sumber dana dan fleksibilitas melalui penggunaan berbagai jenis fasilitas pendanaan seperti fasilitas bank garansi, kredit modal kerja, fasilitas kredit investasi dan fasilitas kredit lainnya. Tabel berikut merupakan detail sisa jatuh tempo kontrak untuk aset keuangan non-derivatif Grup. Tabel telah disusun berdasarkan jatuh tempo kontrak terdiskonto dari aset keuangan termasuk bunga yang akan diperoleh pada aset tersebut. Penyajian informasi non-derivatif aset keuangan diperlukan dalam rangka untuk memahami pengelolaan risiko likuiditas oleh Grup pada basis aset dan liabilitas bersih.
Rata - rata
tertimbang Kurang dari 1 sampai 3 3 bulan sampai 1 sampai 5 Lebih dari
bunga efektif 1 bulan bulan 1 tahun tahun 5 tahun Jumlah
30 Juni 2013 (tidak diaudit)
Instrumen tanpa bunga
Kas - 30.611 - - - - 30.611
Piutang usaha - pihak ketiga - 39.415.764 - - - - 39.415.764
Piutang lain - lain - 784.163 - 9.274.488 - - 10.058.651
Instrumen dengan tingkat bunga tetap
Aset keuangan lainnya 8,50% - - 32.278.750 161.393.750 661.378.409 855.050.909
Instrumen dengan tingkat bunga mengambang
Kas dan bank 0,15% - 1,59% 12.436.417 - - - - 12.436.417
Rekening bank yang dibatasi
Rata - rata
tertimbang Kurang dari 1 sampai 3 3 bulan sampai 1 sampai 5 Lebih dari
bunga efektif 1 bulan bulan 1 tahun tahun 5 tahun Jumlah
31 Desem ber 2012
Instrumen tanpa bunga
Kas - 27.580 - - - - 27.580
Piutang usaha - pihak ketiga - 34.834.734 - - - - 34.834.734
Piutang lain - lain - 730.026 - - - - 730.026
Instrumen dengan tingkat bunga tetap
Aset keuangan lainnya 8,50% - 378.359.480 - - - 378.359.480
Instrumen dengan tingkat bunga mengambang
Kas dan bank 0,15% - 1,59% 12.308.257 - - - - 12.308.257
Rekening bank yang dibatasi 0,10% - 1,80% - - - 6.529.078 - 6.529.078
penggunaan
Jumlah 47.900.597 378.359.480 - 6.529.078 - 432.789.155
Tabel berikut merupakan detail sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan periode pembayaran yang disepakati milik Grup. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas tidak terdiskonto dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal awal di mana Grup harus melakukan pembayaran. Tabel ini mencakup arus kas bunga dan pokok. Apabila arus kas bunga menggunakan tingkat bunga mengambang, maka jumlah terdiskonto berasal dari kurva suku bunga pada akhir periode pelaporan. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal awal di mana Grup harus melakukan pembayaran.
Rata- rata tertimbang
bunga Kurang dari 1 sampai 3 3 bulan sampai 1 sampai 5 Lebih dari
efektif 1 bulan bulan 1 tahun tahun 5 tahun Jumlah
30 Juni 2013 (tidak diaudit),
Instrumen tanpa bunga
Piutang usaha - pihak ketiga - 24.383.412 - - - - 24.383.412
Piutang lain-lain - 313.068 - - - - 313.068
Biaya yang masih harus dibayar - 4.526.448 2.890.049 - - - 7.416.497
Instrument dengan tingkat bunga tetap
Obligasi 15,00% - 1.133.043 33.613.657 - - 34.746.700
Instrumen dengan tingkat bunga mengambang
Utang bank 5,54% 1.664.601 3.275.505 365.561.438 - - 370.501.544
Jumlah 30.887.529 7.298.597 399.175.095 - - 437.361.221
Rata-rata tertimbang
bunga Kurang dari 1 sampai 3 3 bulan sampai 1 sampai 5 Lebih dari
efektif 1 bulan bulan 1 tahun tahun 5 tahun Jumlah
31 Desem ber 2012
Instrumen tanpa bunga
Utang usaha - pihak ketiga - 24.101.036 - - - - 24.101.036
Piutang lain - lain - 339.413 - - - - 339.413
Biaya yang masih harus dibayar - 4.434.593 2.918.350 - - - 7.352.943
Instrumen dengan tingkat bunga tetap
Obligasi 15,00% - 1.163.392 3.490.176 38.004.137 - 42.657.704
Instrumen dengan tingkat bunga mengambang
Utang bank 5,61% 1.674.517 3.186.983 14.854.583 356.968.150 - 376.684.233
Manajemen membentuk kerangka kerja manajemen risiko likuiditas untuk pengelolaan dana jangka pendek, menengah dan jangka panjang dan persyaratan manajemen likuiditas Grup. Grup menggunakan prinsip dasar pengelolaan likuiditas yang timbul dari liabilitas keuangan dengan memelihara tingkat kecukupan kas dengan cara mempertahankan cadangan yang memadai, fasilitas perbankan dan terus memantau rencana dan realisasi arus kas serta melalui penelaahan profil jatuh tempo aset keuangan dan liabilitas keuangan.
Pada 30 Juni 2013, liabilitas jangka pendek Grup lebih besar dari aset lancar sebesar US$ 346.910.221, sebagian besar berasal dari utang jangka panjang dan obligasi yang akan jatuh tempo pada Juni 2014. Meskipun Grup sanggup menghasilkan laba bersih pada periode berjalan, ada kemungkinan Grup tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar utang jangka panjang dan obligasi yang akan jatuh tempo diatas. Terkait dengan hal ini, manajemen berencana untuk menerbitkan senior secured notes atau melakukan perjanjian dengan institusi keuangan untuk membiayai utang jangka panjang dan obligasi yang akan jatuh tempo diatas.
b. Nilai wajar instrumen keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi
Kecuali sebagaimana tercantum dalam tabel berikut, direksi menganggap bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui dalam laporan keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya:
2011 2010
Nilai Nilai Nilai Nilai Nilai Nilai Nilai Nilai
Tercatat Wajar Tercatat Wajar Tercatat Wajar Tercatat Wajar
Aset Keuangan
Aset keuangan lainnya 379.750.000 395.613.426 350.000.000 350.000.000 227.195.661 227.195.661 20.032.932 20.032.932 Liabilitas Keuangan
Utang jangka panjang -setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
- Obligasi bersih 30.125.487 32.293.796 30.891.557 33.351.883 32.942.364 36.533.653 66.239.468 71.932.785
(Tidak diaudit) 2012
31 Desember 30 Juni 2013
Teknik penilaian dan asumsi yang diterapkan untuk tujuan pengukuran nilai wajar Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan ditentukan sebagai berikut:
Nilai wajar derivatif cross currency swap dihitung menggunakan harga kuotasi. Bila harga tersebut tidak tersedia, analisis arus kas diskonto dilakukan dengan menggunakan kurva hasil yang dapat berlaku selama instrumen berdasarkan kurva hasil yang berasal dari suku bunga kuotasi.
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan lainnya (tidak termasuk yang dijelaskan di atas) ditentukan sesuai dengan model penentuan harga yang berlaku umum berdasarkan analisis discounted cash flow menggunakan harga dari transaksi pasar yang dapat diamati saat ini dan kutipan dealer untuk instrumen sejenis.
Pengukuran nilai wajar diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
Tabel berikut ini memberikan analisis dari instrumen keuangan yang diukur setelah pengakuan awal sebesar nilai wajar, dikelompokkan ke Tingkat 1 sampai 3 didasarkan pada sejauh mana nilai wajar diamati:
Tingkat 1 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari harga kuotasian (tak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik.
Tingkat 2 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga).
Tingkat 3 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari teknik penilaian yang mencakup input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi).
30 Juni 2013 (Tidak diaudit) Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
Liabilitas keuangan pada FVTPL
Liabilitas keuangan lain - derivatif - 2.972.500 - 2.972.500
31 Desember 2012 Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
Liabilitas keuangan pada FVTPL
Liabilitas keuangan lain - derivatif - 2.393.416 - 2.393.416
40. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN