BAB III METODE PENELITIAN
F. Instrumen Penelitian/Alat Ukur
Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner pola asuh orang tua
demokratis. Kuesioner ini terdiri dari 6 indikator yang dijabarkan dalam
bentuk item-item tertentu berjumlah 50 item yang terdiri dari item positif dan
item negatif. Adapun bentuk kuesioner pola asuh demokratis ini dapat dilihat
pada lampiran 1halaman 68.
Kuesioner dalam penelitian ini mengacu pada kerangka milik Cicilia
Kurniasri (2004) yang dikembangkan bersama Istini. Kuesioner ini digunakan
karena indikator-indikator yang terdapat pada kuesioner sesuai dengan kajian
pustaka yang diuraikan oleh peneliti. Selain itu, kuesioner ini sejalan dengan
penelitian yang akan dilakukan.
Kuesioner ini disusun dalam bentuk skala bertingkat yang memuat
pernyataan-pernyataan mengenai pola asuh orang tua demokratis terhadap
anak. Kuesioner ini disusun berdasarkan prinsip Likert’s Summated Ratings.
Skala Likert disusun dalam bentuk suatu pernyataan dan diikuti oleh pilihan
respon yang menunjukkan suatu tingkatan. Skala ini dimodifikasi dengan
empat pilihan jawaban. Pengukuran alat ini dapat dikelompokkan menjadi
Tabel 3.2
Pengukuran Skala Likert
Alternatif Jawaban Skor
Positif Negatif Sangat setuju Setuju Kurang setuju Tidak setuju 4 3 2 1 1 2 3 4
Adapun pernyataan yang ada di dalam kuesioner akan dijabarkan ke dalam
indikator pola asuh orang tua demokratis di bawah ini:
Tabel 3.3
Sebaran Item Kuesioner Penelitian Pola Asuh Orang Tua Demokratis
No. Indikator Item Positif Item Negatif 1 Pandangan orang
tua terhadap anak
Orang tua saya sering
memperhatikan bagaimana perasaan saya.
Orang tua saya akan mengerti kesulitan saya.
Orang tua saya tidak pernah memahami semua keinginan saya.
Orang tua saya sengaja membiarkan saya sendirian dalam menghadapi kesulitan. 2 Komunikasi orang
tua dengan anak
Orang tua saya sering berdiskusi dengan saya
tentang hal apapun.
Orang tua saya meminta pendapat saya tentang dalam pengambilan
keputusan keluarga.
Orang tua saya
Orang tua saya suka
meremehkan pendapat saya.
Orang tua saya suka
memaksakan kehendak kepada saya.
menerapkan prinsip saling memberi dan menerima.
Orang tua saya suka mendengarkan keluh kesah saya.
Orang tua saya berdiskusi untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi masalah keluarga.
Orang tua saya mendukung kegiatan positif yang saya lakukan.
Orang tua saya akan memberi kesempatan kepad saya untuk mengekspresikan pendapat. menyalahkan saya bila saya dianggap bersalah.
Orang tua saya seperti atasan yang selalu memberi
perintah kepada saya.
Orang tua saya tidak pernah mengajak saya untuk bercerita.
Orang tua saya tersinggung jika dikritik oleh saya.
3 Pemberian motivasi Orang tua saya akan memberi semangat saat saya sedang belajar.
Orang tua saya mengajarkan untuk berani mengambil keputusan sendiri.
Orang tua saya selalu mempercayai saya.
Orang tua saya membimbing saya untuk menentukan sendiri keputusan yang harus saya ambil.
Orang tua saya sering melarang saya untuk mengerjakan pekerjaan di rumah.
Orang tua saya jarang
memberikan pujian jika saya berhasil
melakukan sesuatu.
Orang tua saya memanjakan saya dengan menuruti semua keinginan saya.
Orang tua saya menumbuhkan sikap percaya diri pada saya.
Orang tua saya mempercayai saya untuk bersikap mandiri.
Orang tua saya menghargai keberhasilan saya.
Orang tua saya tidak yakin dengan kemampuan yang saya miliki.
4 Penerapan kontrol Orang tua saya akan membantu menyelesaikan masalah saya dengan bijaksana.
Orang tua saya tidak pernah memukul saya.
Orang tua saya menasehati saya untuk tidak berkelahi dengan siapapun.
Orang tua saya mendukung saya jika saya mengikuti suatu perlombaan.
Orang tua saya akan memukul saya jika saya melakukan kesalahan.
Orang tua saya akan melarang saya pergi jika bukan untuk belajar.
Orang tua saya akan merubah aturan dalam keluarga sesuai dengan keinginan mereka.
Orang tua saya akan
menetapkan pembagian pekerjaan rumah dan tidak boleh dibantah. 5 Pemenuhan
kebutuhan anak
Orang tua saya selalu
menyempatkan diri untuk berkumpul
Orang tua saya akan
menentukan semua keperluan
bersama keluarga.
Orang tua saya berusaha menghibur saat saya sedang sedih.
Orang tua saya berusaha memberi uang saku
tambahan jika ada kegiatan di sekolah.
Orang tua saya akan memuji jika nilai-nilai saya bagus.
dan kebutuhan saya.
Orang tua saya tidak peduli jika saya
membutuhkan sesuatu.
Orang tua saya sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak pernah memperhatikan saya.
Orang tua saya tidak peduli jika saya sakit. 6 Sikap kooperatif Orang tua saya
akan memberikan contoh yang baik dengan perilaku yang langsung dapat dilihat.
Orang tua saya bersikap kooperatif dalam mendidik saya.
Orang tua saya bersikap toleran dalam
mendisiplinkan saya.
Orang tua saya mengarahkan perilaku saya dengan sikap yang bersahabat.
Orang tua saya tidak
menghargai saya sebagai seorang anak.
Orang tua saya bersikap tidak perduli dengan perilaku saya.
Berdasarkan indikator pola asuh orang tua demokratis tersebut, maka disusun
butir-butir kuesioner sebagai berikut:
Tabel 3.4
Kisi-kisi Instrumen Pola Asuh Demokratis
No Indikator No. Item Total Item Positif Jumlah Item Negatif Jumlah 1 Pandangan orang tua terhadap anak 1,2 2 3,4 2 4 2 Komunikasi orang tua dengan anak 5,6,7,9, 11,13,14 7 8,10,12,15 ,16,17 6 13 3 Pemberian motivasi 18,19,20, 21,22,23, 24 7 25,26,27,2 8 4 11 4 Penerapan kontrol 29,30,31, 32 4 33,34,35,3 6 4 8 5 Pemenuhan kebutuhan anak 37,38,39, 40 4 41,42,43,4 4 4 8 6 Sikap kooperatif 45,46,48, 49 4 47,50 2 6 TOTAL 28 22 50
Selain kuesioner, alat pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu dokumentasi. Dokumentasi adalah mencari data
kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya
(Arikunto, 1989:188). Dalam penelitian ini dokumentasi yang dibutuhkan
oleh peneliti yaitu daftar nilai rapor siswa kelas VA SD Negeri
Kalinegoro 3 semester 2. Data yang digunakan meliputi nilai lima mata
pelajaran inti SD yaitu Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Bahasa
Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS.