1.Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket tertutup, yaitu angket yang telah dilengkapi dengan alternatif jawaban dan responden tinggal memilih. Peneliti menggunakan skala bertingkat sebagai pedoman untuk mengajukan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan empat alternatif jawaban yaitu “Sangat Setuju”, “Setuju”, “Tidak Setuju”, dan
“Sangat Tidak Setuju”. Subyek harus meneliti dan memilih jawaban dari
keempat pilihan yang kiranya sesuai dengan kondisi yang ada pada dirinya. Untuk alternatif jawaban yang positif diberi skor berturut-turut 4, 3, 2, 1 dan untuk alternatif jawaban yang bersifat negatif diberi skor berturut-turut 1, 2, 3, 4.
Angket sebagai instrumen penelitan ini terdiri dari tiga bagian yang digunakan untuk mengukur variabel Kesiapan Kerja, Praktik kerja industri dan Kompetensi Kejuruan. Adapun kisi-kisi instrumennya sebagai berikut: Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen Variabel Kesiapan Kerja
NO Indikator No.Butir Jml Item
1. Kemampuan dalam bekerja 1, 2, 3 3
2. Kemampuan dalam bekerjasama
dengan orang lain 4, 5, 6 3
3. Mampu beradaptasi dengan
lingkungan 7, 8 2
4. Bersikap kritis 9, 10 2
5. Mempunyai ambisi untuk maju
sesuai bidangnya 11, 12, 13 3
6. Mempunyai keberanian untuk
bertanggung jawab 14, 15 2
7. Mempunyai pertimbangan yang
logis 16, 17, 18 3
Jumlah 18
Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen Variabel Praktik Kerja Industri
No Indikator No. Butir Jml Item
1. Kemampuan dan keseriusan dalam
pelaksanaan Praktik kerja industri 1, 2, 3 3 2. Manfaat pelaksanaan Praktik kerja
industri 4, 5, 6 3
3. Pembimbingan dari guru
pembimbing 7, 8, 9 3
4. Pembimbingan dari pembimbing
industri 10, 11, 12 3
5. Fasilitas Praktik kerja industri 13, 14, 15 3
Tabel 4. Kisi-kisi Instrumen Variabel Kompetensi Kejuruan
No Indikator No.Butir Jml Item
1. Kemampuan dalam bekerja 1, 2, 3 3
2. Tanggung jawab dalam bekerja 4, 5, 6 3
3. Pengetahuan dan pengalaman 7, 8, 9 3
4. Kepercayaan pada kemampuan 10, 11,12 3
5. Relevansi kompetensi dengan
pekerjaan 13, 14,15 3
Jumlah 15
2.Uji Coba Instrumen
Sebelum instrumen digunakan dalam penelitian, maka instrumen harus diuji cobakan terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai sudah atau belum terpenuhinya persyaratan. Uji coba instrumen ini dimaksudkan untuk memperoleh alat ukur yang valid dan reliabel. Pengujian dilakukan di SMK Muhammadiyah 1 Salaman dengan subjek yang digunakan untuk uji coba adalah siswa kelas XII Program Keahlian Administrasi Perkantoran sebanyak 28 siswa.
a. Uji Validitas Instrumen
Validitas mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsinya. Uji validitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bahwa setiap butir pernyataan yang diajukan kepada responden valid atau tidak. Uji validitas yang digunakan yaitu pengujian terhadap kualitas item-itemnya. Pengujian validitas menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment, sebagai berikut:
n∑ XY –(∑X)(∑Y) rxy = __________________________ {n∑X2 –(∑X)2}{n∑X2–(∑Y)2} Keterangan: rxy = Koefisien korelasi n = Jumlah sampel
∑X = Jumlah skor butir
∑Y = Jumlah skor total
∑XY = Jumlah perkalian skor butir dan skor total
∑X2
= Jumlah kuadrat skor butir
∑Y2
= Jumlah kuadrat skor total (Suharsimi Arikunto, 2010:318).
Kriteria pengambilan keputusan untuk menentukan valid jika harga r hitung sama dengan atau lebih besar daripada harga r tabel pada taraf signifikansi 5%. Jika harga r hitung yang diperoleh lebih kecil daripada r tabel pada taraf signifikansi 5% maka butir yang dimaksud tidak valid. Adapun hasil uji validitas pada variabel Praktik kerja industri disajikan sebagai berikut:
Tabel 5. Hasil Uji Validitas Praktik kerja industri Butir r hitung r tabel Keterangan
Butir 1 0,528 0,3 Valid Butir 2 0,587 0,3 Valid Butir 3 0,499 0,3 Valid Butir 4 0,507 0,3 Valid Butir 5 -0,198 0,3 Gugur Butir 6 0,683 0,3 Valid Butir 7 0,555 0,3 Valid Butir 8 0,458 0,3 Valid Butir 9 0,659 0,3 Valid Butir 10 0,625 0,3 Valid Butir 11 0,627 0,3 Valid Butir 12 0,089 0,3 Gugur Butir 13 0,456 0,3 Valid Butir 14 0,442 0,3 Valid Butir 15 0,579 0,3 Valid Butir 16 0,582 0,3 Valid Butir 17 0,569 0,3 Valid Butir 18 0,543 0,3 Valid
Berdasarkan data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pada uji validitas diketahui tidak semua pertanyaan dalam kuesioner valid. Pertanyaan no 5 dan 12 dinyatakan gugur karena r hitung < r tabel.
Adapun hasil uji validitas pada variabel Kompetensi Kejuruan disajikan sebagai berikut:
Tabel 6. Hasil Uji Validitas Kompetensi Kejuruan
Butir r hitung r tabel Keterangan
Butir 1 0,661 0,3 Valid Butir 2 0,555 0,3 Valid Butir 3 0,536 0,3 Valid Butir 4 0,703 0,3 Valid Butir 5 0,691 0,3 Valid Butir 6 0,679 0,3 Valid Butir 7 0,600 0,3 Valid Butir 8 0,525 0,3 Valid Butir 9 0,694 0,3 Valid Butir 10 0,524 0,3 Valid Butir 11 -0,106 0,3 Gugur Butir 12 0,526 0,3 Valid Butir 13 0,484 0,3 Valid Butir 14 0,701 0,3 Valid Butir 15 0,423 0,3 Valid
Sumber: Data Primer 2015
Berdasarkan data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pada uji validitas diketahui tidak semua pertanyaan dalam kuesioner valid. Pertanyaan no 11 dinyatakan gugur karena r hitung < r tabel.
Adapun hasil uji validitas pada variabel Kesiapan Kerja disajikan sebagai berikut:
Tabel 7. Hasil Uji Validitas Kesiapan Kerja
Butir r hitung r tabel Keterangan
Butir 1 0,565 0,3 Valid Butir 2 -0,049 0,3 Gugur Butir 3 0,428 0,3 Valid Butir 4 0,430 0,3 Valid Butir 5 0,678 0,3 Valid Butir 6 0,556 0,3 Valid Butir 7 0,505 0,3 Valid Butir 8 0,522 0,3 Valid Butir 9 0,688 0,3 Valid Butir 10 0,578 0,3 Valid Butir 11 0,555 0,3 Valid Butir 12 0,412 0,3 Valid Butir 13 0,423 0,3 Valid Butir 14 0,459 0,3 Valid Butir 15 0,555 0,3 Valid
Sumber: Data Primer 2015
Berdasarkan data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pada uji validitas diketahui tidak semua pertanyaan dalam kuesioner valid. Pertanyaan no 2 dinyatakan gugur karena r hitung < r tabel.
b. Uji Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas menunjukkan pada pengertian apakah sebuah instrumen dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsisten dari watu ke waktu. Uji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan rumus koefisien alpha, sebagai berikut:
r11 = [ ] [ ∑
]
Keterangan:
r11 = Reliabilitas instrumen k = Banyaknya butir pertanyaan ∑ = Jumlah varian butir
Pada penelitian ini untuk menginterprestasikan hasil uji coba instrumen menggunakan pedoman sebagai berikut:
Antara 0,800 – 1,000 = sangat tinggi Antara 0,600 – 0,799 = tinggi
Antara 0,400 – 0,599 = cukup Antara 0,200 – 0,399 = rendah
Antara 0,000 – 0,199 = sangat rendah (Sugiyono, 2007: 231)
Instrumen dikatakan reliabel apabila memiliki koefisien keandalan atau reliabilitas sebesar 0,6 atau lebih. Dengan demikian, apabila alpha
lebih kecil dari 0,6 maka dinyatakan tidak reliabel dan sebaliknya apabila sama dengan atau lebih besar dari 0,6 berarti reliabel.
Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 8. Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Alpha Cronbach Keterangan
Praktik kerja industri 0,865 Reliabel
Kompetensi Kejuruan 0,880 Reliabel
Kesiapan Kerja 0,848 Reliabel
Sumber: Data Primer 2015
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari nilai 0,600. Dengan demikian jawaban-jawaban responden dari variabel penelitian tersebut dapat digunakan untuk penelitian.