BAB II LANDASAN TEORI
METODE PENELITIAN A. Metode Penelititan
F. Instrumen Penelitian
Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, kuesioner dan tes. Tes dan kuesioner yang diguanakan yaitu berbentuk uraian dan pernyataan yang masing-masing
10
sebanyak 20 butir untuk menguji kemampuan berpikir kritis dan aktivitas belajar dengan pensekoran yang mencakup dari masing-masing indikator berpikir kritis dan aktivitas belajar. Baik tes maupun kuesioner (angket) yang diberikan pada kelas kontrol sama dengan tes yang diberikan pada kelas eksperimen. Berikut ini uraian instrumen penelitian yang dilakukan:
1. Lembar Soal Essay
Soal tes disusun berdasarkan kisi-kisi. Tes digunakan untuk mengukur sampai sejauh mana penguasaanpengetahuan dan kemampuan berpikir kritis dari peserta didik terhadap materi pembelajaran yang disampaikan menggunakan model pembelajaran think pair share. Tes yang diberikan berupa tes essay. Soal pada penelitian ini berjumlah 20 butir pertanyaan. Berikut kisi-soal tes kemampuan berpikir kritis:
Tabel 3.2
Kisi-kisi Instrumrn Tes Kemampuan Berpikir Kritis
Variabel Indikator Sub Indikator No
Item Jumlah Item Berpikir Kritis Memberikan penjelasan sederhana
1) Bertanya dan menjawab klasifikasi pertanyaan yang menanntang 2) Menganalisis argument 3) Memfokuskan pertanyaan 1, 8 2 Membangun keterampilan dasar
1) Mempertimbangkan apakah sumber
dapat dipercaya atau tidak 2, 9 2
Menyimpulkan 1) Membuat dan mengkaji nilai-nilai hasil pertimbangan 2) Mendeduksi dan mempertimbangkan deduksi 3, 10 2 Membuat penjelasan lanjut 1) Mengidentifikasi asumsi 2) Mendefisikan istilah dan
mempertimbangkan definisi
Menyusun strategi dan taknik
1) Menentukan suatu tindakan
2) Merumuskan suatu tindakan 5, 7 2
Tabel 3.3
Pedoman Penskoran Tes Kemampuan Berpikir Kritis
Kriteria Skor
Tidak menjawab pertanyaan yang diberikan 0 Memberikan jawaban jawaban namun tidak disertai
alasan 1
Memberikan jawaban disertai alas an tetapi alas an
tidak dapat dipahami atau kurang tepat 2 Memberikan jawaban disertai alasan yang tepat dan
benar 3
Skor maksimal 3
Ketentuan tes ini adalah skor 3 digunakan untuk jawaban yang semua benar dan sesuai dengan kriteria penilaian, sedangkan skor 0 untuk jawaban yang semua ssalah dan tidak sesuai dengan kriteria. Interval skor (0-3) sehingga diperoleh skor mentah yang ditransformasikan menjadi nilai jadi dengan skala (0-100) dengan menggunakan formula, berikut ini:
Berikut ini cara menghitung penentuan nilai yang didapat oleh peseserta didik:11
Nilai = × 100
Tabel 3.4
Kriteria Tingkat Keberhasilan Peserta Didik
Skala Perolehan Kategori
81,25 < x ≤ 100 Sangat kritis 62,50 < x ≤ 81,25 Kritis 43,75 < x ≤ 62, 50 Kurang kritis
25,00 < x ≤ 43,74 Sangat kurang kritis
11
2. Angket Aktivitas Belajar
Pada penelitian ini peneliti menggunakan angket untuk mengamati aktivitas belajar peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol. Angket diberikan kepada peserta didik sebanyak dua kali yaitu pada pertemuan pertama dan diakhir pertemuan setelah seluruh pembelajaran selesai. Dengan menggunakan angket tersebut, aktivitas yang dilakukan peserta didik diisi dengan cara memberi tanda ceklis (√) pada kolom jawaban yang telah disediakan.
Tabel 3.5
Kisi-kisi Aktivitas Belajar Peserta Didik
Variabel Indikator Sub Indikator Jumlah Item
(+) (-)
Aktivitas Belajar
Mental Activities Memecahkan Masalah 2 3
Mengingat 2 2
Menanggapi 3 2
Menganalisis 2 1
Mengambil Keputusan 2 1
Berdasarkan tabel kisi-kisi angket aktivitas belajar diatas bahwa peneliiti pada penelitian ini menggunakan Mental Activities sebagai aktivitas belajar peserta didik yang akan dinilai. Indikator yang terdapat dalam aktivitas mental ini yaitu antara lain: memecahkan masalah, menanggapi, mengingat, menganalisis, mengambil keputusan. Selanjutnya yaitu bagaimana cara penskoran yang digunakan dalam angket tersebut, dijelaskan pada tabel dibawah ini yaitu:
Tabel 3.6
Pedoman Penskoran Angket Aktivitas Peserta Didik
Kategori Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Positif (+) 5 4 3 2 1 Negatif (-) 1 2 3 4 5
Berdasarkan tabel diatas bahwa penskoran yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan skala likert. Penggunaan kala likert pada penelelitian ini karena skala likert ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seeorang atau pandangan seseorang tentang fenomena sosial. Dengan menggunakan skala likert, maka variabel yang akan diukur terlebih dahulu diuraikan menjadi indikator variabel. Selanjutnya indikator tersbut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item instrument yang berupa pernyataan atau pertanyaan yang dibuat dalam bentuk kuesioner atau angket.12 Selanjutnya yaitu mengenai penskoran yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan rentang nilai dari angka 1 hingga 5.
Hasil data dari instrumen angket tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus, sebagai berikut:13
PA = Ns N × 100% 12 Ibid. h. 195 13
Widodo., Lusi Widayanti, “Peningkatan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa dengan Metode Problem Based Learning Pada Siswa Kelas VII A MTS Negeri Donomulyo Kulon Progo Tahun Pelajaran 20012/2013”, (Jurnal Fisika Indonesia Universitas Ahmad Dahlan, Vol. XVII, No. 49, April 2013), h. 34.
Keterangan:
PA= Persentase aktivitas peserta didik
Ns = Jumlah skor indikator aktivitas yang dilakukan peserta didik N = Total skor indikator aktivitas secara keseluruhan
G. Teknik Pengujian Instrumen a. Berpikir Kritis
1. Uji Validitas Butir Soal
Instrument dapat dikatakan sebagai data yang valid jika hasilnya sesuai dengan kriteria atau dapat mengukur secara tepat. Sebuah tes dikatakan valid apabila mempunyai dukungan yang besar terhadap skor total. Untuk mengetahui validitas soal dapat digunakan rumus korelasi product moment yaitu, sebagai berikut:
= ∑ −(∑ )(∑ )
{ ∑ −(∑ )}{ ∑ −(∑ ) }
Keterangan:
r = koefesien korelasi pearsoon ∑XY = jumlah hasil kali skor X dan Y ∑X = jumlah skor X
∑Y = jumlah skor Y ∑X2
= jumlah kuadrat skor X ∑Y2
= jumlah kuadrat skor Y
N = jumlah peserta (pasangan skor)14
14
Harga rhitungyang diperoleh dibandingkan dengan rtabeldengan taraf signifikansi 5%. Butir soal dikatan valid apabila rxy>rtabel Maka soal dikatakan valid. Tetapi bila rxy < rtabel maka soal dikatakan tidak valid.15 Pada pengujian validitas soal peneliti menggunakan bantuan program Microsoft Office Excel2007.
2. Uji Reliabilitas Butir Soal
Realibilitas menunjukan pada suatu pengertian bahwa suatu instrument dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika instrument tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Maka pengertian Realibilitas tes berhubungan dengan masalah ketetapan hasil. Untuk mengukur reliabilitas instrumen pada penelitian menggunakan Koefisien Cronbach Alpha, adapun rumus yang digunakan yaitu:16
r11 = ( ) ( 1 -∑ ) Keterangan:
r11 : Reliabilitas instrumen secara keseluruhan k : Banyaknya item/butir soal
∑Si2 : Varian total
St2 : Jumlah seluruh varians masing-masing soal
15
Adelia Putri, “Pengaruh Media Strip Story Terhadap Hasil Belajar Al-Qur’an Hadits Peserta Didik Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Darul Huda Campang Jaya Suka Bumi Bandar Lampung”, (Skripsi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Bandar Lampung, 2017), h. 46.
16
Novalia, Muhammad Syazali, Olah Data Penelitian Pendidikan(Bandar Lampung: Anugrah Utama Raharja, 2014), h. 39
Tabel 3.7
Klasifikasi Koefesien Realibilitas17 Klasifikasi Kriteria Realibilitas
0,00-0,20 Sangat rendah
0,21-0,40 Rendah
0,41-0,60 Sedang atau cukup 0,61-0,80 Tinggi 0,81-1,00 Sangat tinggi
Analisis perhitungan reliabilitas pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan program Microsoft Office Excel2007.
3. Uji Tingkat Kesukaran Butir Soal
Analisis indeks kesukaran setiap butir soal dihitung berdasarkan jawaban seluruh peserta didik yang mengikuti tes. Untuk menguji taraf kesukaran pada penelitian ini penelitian menggunakanangka indeks kesukaran item soal yang dapat diperoleh dengan rumus yang telah dikemukakan oleh DuBois, yaitu:
P = Keterangan:
P : Angka indeks kesukaran item.
B : Banyaknya peserta tes yang menjawab benar. JS : Jumlah seluruh siswa peserta tes.18
Tabel 3.8 Tingkat Kesukaran19
Besarnya P Interprestasi
Kurang dari 0,30 Terlalu Sukar 0,30-0,70 Cukup (sedang)
17Adelia Putri, Op.Cit. h. 47.
18
Suharsimi Arikunto, Op.Cit.h. 223
19
Lebih dari 0,70 Terlalu Mudah
Uji tingkat kesukaran pada penelitian tersebut menggunakan analisis perhitungan yang berbantu denganMicrosoft Office Excel2007.
b. Aktivitas Belajar 1. Validitas Angket
Instrument angket aktivitas belajar dapat dikatakan sebagai data yang valid jika hasilnya sesuai dengan kriteria atau dapat mengukur secara tepat. Sebuah tes dikatakan valid apabila mempunyai dukungan yang besar terhadap skor total. Untuk mengetahui validitas angket aktivitas belajar dapat menggunakan rumus yang sama dengan validitas soal yaitu rumus korelasi product moment yaitu, sebagai berikut:
= ∑ −(∑ )(∑ )
{ ∑ −(∑ )}{ ∑ −(∑ ) }
Keterangan:
r = koefesien korelasi pearsoon ∑XY = jumlah hasil kali skor X dan Y ∑X = jumlah skor X
∑Y = jumlah skor Y ∑X2
= jumlah kuadrat skor X ∑Y2
= jumlah kuadrat skor Y
N = jumlah peserta (pasangan skor)20
20
Harga rhitungyang diperoleh dibandingkan dengan rtabeldengan taraf signifikansi 5%. Butir soal dikatan valid apabila rxy>rtabel Maka soal dikatakan valid. Tetapi bila rxy < rtabel maka soal dikatakan tidak valid.21 Pada pengujian validitas soal peneliti menggunakan bantuan program Microsoft Office Excel2007.
2. Reliabilitas Angket
Realibilitas instrument angket yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan Koefisien Cronbach Alpha, adapun rumus yang digunakan yaitu:22
r11 = ( ) ( 1 -∑ ) Keterangan:
r11 : Reliabilitas instrumen secara keseluruhan k : Banyaknya item/butir soal
∑Si2 : Varian total
St2 : Jumlah seluruh varians masing-masing soal Tabel 3.9
Klasifikasi Koefesien Realibilitas23 Klasifikasi Kriteria Realibilitas
0,00-0,20 Sangat rendah
0,21-0,40 Rendah
0,41-0,60 Sedang atau cukup
0,61-0,80 Tinggi
0,81-1,00 Sangat tinggi
21Adelia Putri, Op.Cit. h. 46.
22
Novalia, Op.Cit.h. 39
23
Analisis perhitungan reliabilitas pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan program Microsoft Office Excel2007.