• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

G. Instrumen Penelitian

Instrumen yang akan digunakan adalah tes hasil belajar Bahasa Arab, yaitu untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai materi yang telah diberikan. Adapun bentuk instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar adalah tes objektif pada konsep kosa kata dan kata ganti Bahasa arab sebanyak 25 soal esai. Soal-soal mengacu kepada ranah kognitif yang meliputi: pengetahuan (C1), pemahaman (C2), aplikasi (C3) dan analisis (C4). Data yang digunakan untuk hasil belajar siswa adalah nilai kelompok 1 dan kelompok 2 yang diambil setelah kedua kelompok diberikan perlakuan dengan cara memberikan instrumen tes yang sama.

1. Definisi konseptual

Hasil belajar Bahasa Arab dapat didefinisikan secara konseptual sebagai suatu pencapaian yang dicapai siswa untuk menguasai kosa

kat`a bahasa Arab, mengetahui arti dari kata ganti orang ke 1, 2 dan 3, mengetahui cara merubah kata ganti orang ke 1, 2 dan 3, dan untuk membedakan penggunaan kata ganti ke 1, 2 dan 3 untuk laki-laki dan perempuan setelah melalui proses pembelajaran. Hasil belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai dalam pelajaran tersebut setelah mengalami proses belajar mengajar.

2. Definisi Operasional

Hasil belajar Bahasa Arab dapat didefinisikan secara operasional sebagai suatu pencapaian yang dicapai siswa setelah melalui proses pembelajaran. Hasil belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai dalam pelajaran tersebut setelah mengalami proses belajar mengajar yang diukur dengan menggunakan instrumen test dengan teknis penilaian point biserial dengan pembobotan 5 dan 1 (5 jika benar, 4 jika terdapat sedikit kesalah, 3-2 bila masih terdapat sedikit benar, 1 jika salah dan 0 bila tidak diisi).

Tabel 3.3

Kisi-kisi Instrumen Hasil Belajar bahasa Arab KD :

4.4 Mengungkapkan informasi secara tertulis tentang 1) Al-Unwan, 2) Baiti, 3) min Yaumiyyatil Usroh dalam berbagai struktur bahasa sederhana secara tepat

pada kosa kata Menyusun kata-kata menjadi kalimat Sempurna

24 25 - - 2

Jumlah 25

1. Uji coba instrumen

Uji coba instrumen dilakukan pada tahap uji coba dengan menguji validitas butir soal dan menghitung reliabilitas.

a. Validitas

Validitas uji soal diuji dengan menghitung koefisien korelasi (r) antara skor tiap butir pertanyaan dengan skor total dari 35 butir pertanyaan dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment dari Pearson. Butir soal dikatakan valid apabila memiliki nilai koefisien korelasi r hitung > r tabel yang dikonsultasikan pada taraf signifikasi 0,05.

b. Reliabilitas

Koefisien reliabilitas instrumen dihitung menggunakan rumus Alpha Croncbach berdasarkan data skor dari butir soal yang telah dinyatakan valid.

H. Tehnik Analisis Data

Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kuantitatif dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. Prasyarat Analisis

a. Normalitas (Uji Lilifors) 1) Pengertian

Uji untuk mengukur apakah data kita memiliki distribusi normal sehingga dapat dipakai dalam statistik parametik (statistik inferensial).9 2) Rumus

Rumus yang dipakai untuk menghitung normalitas adalah Liliefor dengan taraf signifikasi α = 0,05.

Lh = F(Zi) – S(Zi)

Keterangan: F(Zi) = merupakan peluang angka baku S(Zi) = merupakan proporsi angka baku Lh = Nilai L

hitung/Observasi 3) Kriteria Pengujian

Lhitung < Ltabel maka data berasal dari distribusi normal Ltabel > Lhitung maka data berasal dari distribusi tidak normal b. Homogenitas (Uji F)

1) Pengertian

Homogenitas adalah data yang dibandingkan (dikomparasikan)

9 Riduwan, Dasar-dasar Statistika, (Bandung: Alfabeta, 2011), Cet. IX, h. 189

2

sejenis (bersifat homogen), maka perlu uji homogenitas.10 2) Rumus

Rumus yang dipakai untuk menguji homogenitas adalah

dengan rumus Uji Fisher.

3) Kriteria Pengujian

Kreteria pengujian dilakukan dengan menggunakan rumus Uji bartlet ialah:

Jika : Fhitung < F tabel, tidak homogen Jika : F hitung ≥ F tabel, homogen 2. Uji Hipotesis

A. Tehnik Analisis Uji T 1) Pengertian

Uji T ini terdapat perbandingan, tujuan dari uji T ini adalah untuk membandingkan apakah kedua variabel tersebut sama atau berbeda.11

2) Rumus

Rumus yang dipakai untuk uji hipótesis dengan menggunakan Uji T dua sampel.

10Ibid., h.184

11Ibid., h.213

S1 = Simpangan Baku Variabel X S2 = Simpangan Baku Variabel Y n = Banyaknya Sampel

r = Korelasi Product Moment Pearson Kriteria Pengujian :

Hipotesis statistik yang akan diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Hi : ρ > 0 Ho : ρ < = 0

57 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian dan pembahasan yang dikemukakan berikut ini meliputi penjelasan tentang narasi data, pengujian persyaratan analisis, dan pengujian hipotesis.

A. Deskripsi Data

1. Sejarah Berdirinya Yasayan Imam Nawawi (SMP Islam Al Hilal)

Yayasan Imam Nawawi sudah berdiri sejak tahun 2003 Program pendidikan yang telah dihadirkan oleh yayasan adalah TK Islam Al Hilal, SD Islam Al Hilal dan SMP Islam Al Hilal. Unit yang pertama yang dibagun adalah SD pada tahun 2003 kemudian TK Islam Al Hilal pada tahun 2007 dan SMP Islam Al Hilal telah berdiri sekaligus memulai kegiatan pada tahun 2014 yang sama-sama dikelola oleh Yayasan Imam Nawawi.

SMP Islam Al Hilal pada saat itu dewan Pembina adalah Bapak Johnson Hasan (Rahimahullah), ketua yayasan adalah Bapak Adni Kurniawan, Lc dan kepala sekolah adalah Bapak Agus Priatna, M.Pd.

SMP Islam Al Hilal resmi memperoleh izin operasional dari pemerintah kota Bekasi pada tahun 2014 dan memperoleh akreditasi

dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dengan kreditasi A.

Tahun Berdiri : 25 februari 2014

Ketua Dewan Pembina : Indira Nawai (Ibu Linda) Wakil Dewan Pembina : Andri Arsasi, MBA.

Anggota : M. Syamsul Arief dan Dra. Juhaeni

Ketua Dewan Pengawas : Hendra Apriadi, S.T.

Wakil Dewan Pengawas : M. Hanif Inamullah, M.Si.

Anggota : Hanna Sovranita, S.E.

Ketua Dewan Pelaksana : Adni Kurniawan, Lc.

Bendahara Yayasan : Mita Nastaria, SKM.

Sekretaris Yayasan : Eva Farisia, M.Pd.

Jumlah Guru : 33 Jumlah Murid : 283

Bidang Unggulan : Tahdidzul Qur’an, Ulumul Syar’I, Memanah, Aikido-aikihutsu.

Unit Pendidikan : 1. TK Islam Al Hilal 2. SD Islam Al Hilal 3. SMP Islam Al Hilal

2. Letak Geografis

SMP Islam Al Hilal terletak pada lokasi :

Kota : Kota. Bekasi

Provinsi : Jawa Barat

Kecamatan : Bekasi Timur

Desa/kelurahan : Bojong-Rawa Lumbu

Kode Pos : 17114

3. Visi dan Misi SMP Islam Al Hilal

Visi SMP Islam Al Hilal : Mewujudkan lebaga pendidikan professional dan berkualitas yang selara dengan nilai-nilai islam berdasarkan prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Misi SMP Islam Al Hilal :

a. Mengembangkan lembaga pendidikan dengan pada manjemen professional dan manajemen mutu.

b. Menyediakan sarana dan infrastruktur pembelajaran yang kondusif bagi seluruh parsifan yaitu siswa, orang tua, pelaksana dan penyelenggara sekolah, maupun parsifan lainnya.

c. Menebarkan manfaat kepada berbagai lapisan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan.

4. Sistem Pengelolaan

a. Kurikulum SMP Islam Al Hilal

SMP Islam Al Hilal Rawa Lumbu Bekasi Timur, menggunakan kurikulum 2013

b. Kegiatan Siswa

Disamping kegiatan belajar, SMP Islam Al Hilal juga melaksanakan kegiatan rutim setiap hari yang merupakan penunjang keberhasilan berlangsungnya pendidikan, kegiatannya antara lain :

1) Kegiatan Keagamaan meliputi a) Muroja’ah Al-Qur’an b) Tahsin Al-Qur’an c) Tahfidz Al-Qur’an

2) Kegiatan Pramuka meliputi a) Baris Berbaris

b) Tali temali c) Sandi d) Kemah

3) Kegiatan Olah Raga a) Futsal

b) Senam c) Memanah

4) Kegiatan Kebiasaan meliputi a) Shalat Dhuha

b) Shalat dzuhur berjama’ah

4. Program Unggulan SMP Islam Al Hilal

Adapun program unggulan SMP Islam Al HIlal, antara lain : a. Garansi hafal Al-Qur’an 3 Juz

b. Bimbingan shalat berjama’ah setiap hari c. Memiliki keterampilan hidup (Life Skill) d. Mabit dan mini camp

e. Pembinaan dan kemampuan soft skill dan hard skill

SMP Islam Al Hilal mengajak kepada Orang Tua sebagai mitra sekolah untuk bergabung memberikan Pendidikan sesuai dengan ajaran Islam, membangun Aqidah yang kuat dalam hati anak-anak, melaksanakan ibadah yang benar, memiliki jasmani yang sehat menghasilkan anak sholeh yang menjadi penyejuk hati bagi kita semua.

Dikuatkan dengan Pendidikan yang penuh kasih sayang, kelembutan hati, penuh ketenangan dan pemaaf. Menyambut kedatangan anak-anak dengan suka cita dan mengajarkan kepada mereka mengenak Allah dengan cara membimbing shalat.

Mengajarkan Al-Qur’an dengan porsi yang cukup banyak (20 jam sepekan) meneladani Rasulullah SAW dan para sahabat dengan cara pembinaa Akhlaqul Karimah, menghormati Orang tua, Guru, berkasih sayang dengan teman dan menyayangi yang kecil.

Penerapan kurikulum yang seimbang antara pelajaran Agama dan pelajaran Umum, menyiapkan anak-anak dengan bekal IMTAK dan IMPTEK menjadikan anak-anak siap bersaing dalam era globalisasi.

Dibimbing oleh guru yang sesuai dengan bidangnya, memiliki guru-guru Hafidz (Hafal Al-Qur’an 30 juz) untuk menunjang pembelajaran Al-Qur’an, pembelajara keislamaan (Aqidah Akhlaq, Fiqih, Hadits, Bahasa Arab dan Siroh) dengan media teknologi (Infokus dan Lab komputer) Praktek Sains (IPA) dengan bercocok tanam di kebun, PKN, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

5) Kegiatan Ekskul Pengetahuan dan Bahasa a) TIK

b) SAINS c) Bahasa Arab d) Bahasa Inggris e) Futsal

f) Pramuka g) Memanah

5. Struktur Organisasi SMP Islam Al Hilal

Berikut ini struktur organisasi SMP Islam Al Hilal Rawa Lumbu- Bekasi Timur:

Tabel 4.1 Struktur Organisasi SMP Islam Al Hilal Rawa Lumbu- Bekasi Timur

Tabel 4.2

Data guru dan karyawan TU SMP Islam Al Hilal Rawa Lumbu Bekasi Timur, Tahun 2019-2020

No. Nama / NIP Pendidikan Terakhir Jabatan

1 Agus Priatna, M.Pd S-2

Teknik Sipil Walas 9.1 4 Oktarya Sholly M, M.Pd. S-2

Guru Manajemen Pendidikan

5 Yudhi Sandra Irawan, S.T. S-1 Guru

No Nama Tenaga Pendidik Jabatan 1 Agus Priatna, M.Pd. Kepala Sekolah 2 Rendiansyah Dwi Syaputra,S.Pd. PKS Kurikulum 3 Chandra Gumbara,S.Pd PKS Kesiswaan

4

Khairul Husain Koordinator Al

Qur’an Ririn Ibrohim

5 Ricki Andriansyah, S.T. Tata Usaha

Tekn Informatika

6 Cherlly Octavia, S.Pd. S-1 Guru

Bahasa dan Sastra Walas 8.3

7 Nadiah Nabilah SMA 9 Marishi Mian Pandapotan

Sibaro, S.Pd.I

Matematika Walas 7.1

16 Berry Yuanari Gintara,S.Pd S-1 Guru

Bahasa dan Sastra inggris Walas 8.2 17 Rivaldo Putra

Matematika Walas 8.4

20 Nur Habibah S-1

Zhahirah Bahasa Arab

24 Khairul Husain D-2 Guru

Ekonomi Syariah Walas 7.2

25 Ricky Andriansyah, ST S-1

28 Dian puspita sari Sastra Inggris

Guru

29 Shofiyah Abdurrohman SMA

Guru

30 Andhini Emmylia Sahara SMA

Guru

Geografi Fisik Walas 7.4 33 Wenny Yoanita Rahayu,

S.Pd

S-1 Guru

Geografi

Tabel 4.3

Jumlah Siswa dan Siswi SMP Islam Al Hilal Rawa Lumbu Bekasi Timur

No Nama

Penelitian ini merupakan penelitian kunatitatif yang dilaksanakan yang dilaksanakan mulai tanggal 13 januari – 24 januari 2020 di SMP Islam Al Hilal Bekasi Timur pada kelas VIII. Metode analisi data menggunakan regresi linier sederhana untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Pada penelitian ini variabel bebas adalah kecerdasan emocional pada disposisi matematis, sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar kognitif Bahasa Arab yang diambil dari nilai murni hasil UAS semester gasal tahun ajaran 2019/2020.

Data dalam penelitian ini adalah skor dari dua variabel yang diperoleh dari hasil pengisian test yang dilakukan oleh 46 orang siswa sebagai sampel penelitian yang terdiri dari 23 orang sebagai kelas eksperimen dan 23 orang sebagai kelas kontrol. Kedua variabel tersebut yaitu Kemampuan Bahasa Arab dengan Model Kooperatif tipe Mind Mapping sebagai Y1 dan Kemampuan Bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping ditetapkan sebagai Y2. Adapun Penamaan masing-masing variabel berdasarkan kelasnya yaitu Model Kooperatif tipe Mind Mapping (X) dan Kemampuan Bahasa Arab (Y).

Data masing-masing variabel dinarasikan dengan menggunakan teknik statistik deskriptif meliputi skor minimum, skor maksimum, rentang skor, rata-rata, median, modus, simpangan baku, varians skor, dan tabel distribusi frekuensi serta histogram yang memperhatikan sebaran data dalam bentuk grafik.

B. Pengujian Hipotesis

1. Uji Persyaratan Analisis

a. Pengujian Normalitas Lilifors Kelas Eksperimen

Hasil pengujian normalitas lilirors variabel Y1 didapat Lhitung = 0,154 lebih kecil dari Ltabel = 0,185. Hal ini menunjukkan bahwa data skor dari variabel Y1 bersumber dari populasi yang berdistribusi normal, artinya persyaratan analisis untuk variabel tersebut terpenuhi.1

b. Pengujian Normalitas Lilifors Kelas Kontrol

Hasil pengujian normalitas lilirors variable Y2 didapat Lhitung = 0,165 lebih kecil dari Ltabel = 0,185. Hal ini menunjukkan bahwa data skor dari variabel Y1 bersumber dari populasi yang berdistribusi normal, artinya persyaratan analisis untuk variabel tersebut terpenuhi.2

Untuk lebih jelasnya, hasil pengujian normalitas lilifors untuk masing-masing variabel penelitian dirangkum dalam tabel 4.5

1 Hasil perhitungan pada lampiran 4.1

2 Hasil perhitungan pada lampiran 4.2

Tabel 4.5

Pengujian Normalitas Lilifors

Keterangan:

Y1 = Kemampuan Bahasa Arab Kelas VIII.3 Kelas Eksperimen Y2 = Kemampuan Bahasa Arab Kelas VIII.4 Kelas Kontrol

c. Uji Homogenitas Varians

Analisis regresi dan korelasi mensyaratkan terpenuhinya asumsi homogenitas varians sampel. Homogenitas varians sampel adalah kumpulan skor variabel terikat untuk setiap skor variabel bebas yang sama memiliki varians homogen. Pengujian homogenitas varians dilakukan terhadap skor variabel Y1 yang telah dikelompokan berdasarkan kesamaan skor variabel Y2. Asumsi homogenitas terpenuhi jika variasi skor Y1 untuk setiap skor Y2 yang sama homogen. Pengujian homogenitas varians dilakukan dengan Uji Fisher (Uji F). Kriteria pengujian ditetapkan berdasarkan hasil perhitungan nilai statistik Fhitung yaitu sebagai berikut :

No Variabel Lhitung Ltabel Hasil Pengujian

1. Y1 0,154 0,185 Normal

2. Y2 0,165 0,185 Normal

Jika Fhitung  Ftabel, artinya persyaratan homogenitas terpenuhi

Jika Fhitung  Ftabel, artinya persyaratan homogenitas tidak terpenuhi

Ringkasan hasil perhitungan pengujian homogenitas varians seperti disajikan pada tabel 4.6

Tabel 4.6 Hasil Pengujian Homogenitas Varians

Varians Fhitung Ftabel  = 0,05 Keterangan

Y1 atas Y2 1,62 2,03 Homogen

Berdasarkan hasil perhitungan seperti disajikan pada tabel 4.4 dapat dijelaskan sebagai berikut :

Hasil perhitungan statistik pada uji homogenitas varians skor kemampuan Bahasa Arab Kelas Kontrol (Y2) atas skor Kemampuan Bahasa Arab Kelas I kelas Eksperimen (Y1) diperoleh Fhitung (1,62)  Ftabel

(2,03) pada  = 0,05 yang menunjukkan varians Y1 atas Y2 adalah homogen.3

3 Hasil perhitungan pada lampiran 4.3

Berdasarkan hasil uji homogenitas varians di atas diketahui data penelitian memenuhi persyaratan untuk dianalisis menggunakan statistik teknik Uji T.

d. Kemampuan Bahasa Arab Kelas VIII Kelas Eksperimen

Skor Kemampuan bahasa Arab diperoleh berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan test pada kelas eksperimen. Hasil analisis data dan perhitungan statistik menunjukkan skor empirik Kemampuan Bahasa Arab kelas eksperimen bervariasi antara 110 sampai 125 dengan rentang skor 15; rata-rata 121,83; median 122; modus 125;

simpangan baku 3,65; dan varians 13,33.4 Penyebaran skor ditunjukkan pada tabel distribusi frekuensi sebagai berikut

Tabel 4.7 Distribusi Skor Kemampuan Bahasa Arab Kelas Eksperimen

NO INTERVAL F f Rel f Kum 1 110 - 112 1 4.35% 4.35%

2 113 - 115 1 4% 8.70%

3 116 - 118 0 0.00% 8.70%

4 119 - 121 9 39.13% 47.83%

5 122 - 124 3 13.04% 60.87%

6 125 - 127 9 39.13% 100%

JUMLAH 23 100%

4 Hasil perhitungan pada lampiran 3.2

Untuk lebih jelasnya, penyebaran skor Kemampuan Bahasa Arab Kelas VIII kelas eksperimen berdasarkan tabel distribusi frekuensi di atas dapat dilihat pada histogram dalam gambar 4.8

Gambar 4.8

Histogram Frekuensi Skor Kemampuan Bahasa Arab Kelas 8 Kelas Eksperimen

e. Kemampuan Bahasa Arab Kelas 8 Kelas Kontrol

Skor Kemampuan Bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping diperoleh berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan test pada kelas kontrol. Hasil analisis data dan perhitungan statistik menunjukkan skor empirik Kemampuan Bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping bervariasi antara 108 sampai 125 dengan rentang skor 17; rata-rata 120,96; median 122; modus 125; simpangan

0.00%

50.00%

100.00%

150.00%

0 5 10

121 127 124 112 115 118 More

Frequency

Bin

Histogram

Frequency Cumulative %

baku 4,65; dan varians 21,59.5 Penyebaran skor ditunjukkan pada tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel 4.8 Distribusi Skor Kemampuan Bahasa Arab Kelas Kontrol

NO INTERVAL f f Rel f Kum

Untuk lebih jelasnya, penyebaran skor Kemampuan Bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping berdasarkan tabel distribusi frekuensi di atas dapat dilihat pada histogram dalam gambar 4.2

Gambar 4.2

Histogram Frekuensi Skor Kemampuan Bahasa Arab Kelas I Kelas Kontrol

5 Hasil perhitungan pada lampiran 3.3

0.00%

125 122 116 110 113 119 More

Frequency

Bin

Histogram

Frequency Cumulative %

2. Pengujian Hipotesis

Pada tahap selanjutnya melakukan pengujian hipotesis penelitian, yaitu menguji secara empiris komparasi atau perbandingan antara Kemampuan Bahasa Arab dengan Metode Mind Mapping (Y1) dengan Kemampuan Bahasa Arab tanpa Metode Mind Mapping (Y2) yang diuji menggunakan teknik Uji T.

Komparasi antara Kemampuan Bahasa Arab dengan Model Kooperatif tipe Mind Mapping dengan Kemampuan Bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping dijelaskan dengan menguji hipotesis penelitian yang dinyatakan secara statistik sebagai berikut :

Ho : ρ = 0

Tidak terdapat perbedaan antara Kemampuan Bahasa Arab dengan Model Kooperatif tipe Mind Mapping dengan Kemampuan Bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping.

H1 : ρ > 0

Terdapat perbedaan antara Kemampuan Bahasa Arab dengan Model Kooperatif tipe Mind Mapping dengan Kemampuan Bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping.

Kekuatan perbedaan antara Kemampuan Bahasa Arab dengan Model Kooperatif tipe Mind Mapping dengan Kemampuan Bahasa Arab tanpa

Model Kooperatif tipe Mind Mapping dijelaskan oleh thitung dengan menggunakan teknik Uji T. Hasil perhitungan dengan menggunakan Uji T disajikan dalam tabel 4.5. sebagai berikut :

Tabel 4.9 Hasil perhitungan thitung Komparasi antara Kemampuan Bahasa Arab dengan Model Kooperatif tipe Mind Mapping (Y1) dengan Kemampuan Bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind

Mapping (Y2)

N 46

thitung

ttabel

 = 0,05 7.996** 1,720

** Perbedaan signifikan, thitung (7,9) > t tabel (1,7) pada  = 0,05

Berdasarkan hasil perhitungan yang ditunjukkan seperti pada tabel 4.5 diperoleh thitung (7,9) > t tabel (1,7) pada  = 0,05, menunjukkan bahwa komparasi signifikan. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan terdapat perbedaan antara Kemampuan Bahasa Arab dengan Model Kooperatif tipe Mind Mapping dengan Kemampuan Bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping dapat diterima. Artinya Kemampuan Bahasa Arab dengan Model Kooperatif tipe Mind Mapping lebih baik daripada Kemampuan Bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping.

3. Interpretasi data

Berdasarkan hasil perhitungan hasil hipotesis T test atau Uji T diperoleh temuan bahwa thitung (2,1) > t tabel (1,6) pada  = 0,05,. Oleh karena itu berdasarkan metode pengambilan kesimpulan silogisma dalam logika berpikir bahwa jika thitung (2,1) > t tabel (1,6) maka terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dan jika terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol maka terdapat pengaruh antara metode X terhadap hasil belajar Y dengan demikian, dapat diinterpretasikan bahwa berdasarkan hasil temuan ketika thitung (2,1)

> t tabel (1,6) maka dapat di konklusikan bahwa metode X (Model Pembelajaran Kooperatif tipe Mind Mapping) terhadap hasil belajar Y (Hasil Belajar Bahasa Arab) menimbulkan efek terhadap hasil belajar siswa SMP Islam Al Hilal Bekasi.

4. Uji signifikasi

Berdasarkan hasil perhitungan uji signifikasi diperoleh thitung

(7,996) > t tabel (1,720) hal ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh antara metode X terhadap hasil belajar Y adalah signifikan artinya jika diberikan metode maka hasilnya belajar akan meningkat namun jika tidak diberikan maka menurun.

Tabel 4.10

hasil perhitungan uji signifikasi diperoleh thitung dan t tabel

5. Uji Determinasi

Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi dapat diperoleh kesimpulan bahwa besarnya kontribusi metode X terhadap hasil belajar Y adalah 75,275% artinya metode X memberikan pengaruh sebanyak 75,275% maka sisanya 24,735% diperoleh dari faktor lain selain metode X.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Dengan demikian, berdasarkan hasil analisis data di atas diperoleh bukti empiris yang menunjukkan adanya perbedaan antara hasil belajar bahasa Arab dengan Model Kooperatif tipe Mind Mapping dengan hasil belajar bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping. Dengan demikian, secara empiris dapat dikatakan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Arab dengan menggunakan Model Kooperatif tipe Mind Mapping

th= 7.996 tt= 1.720

Hasil= SIGNIFIKAN

77 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping di SMP Islam Al Hilal Bekasi Timur berjalan kondusif dan konsisten karena semua guru bahasa Arab menggunakan model tersebut sebagai variasi metode mengajar.

2. Hasil belajar bahasa arab siswa SMP Islam Al Hilal Bekasi Timur adalah terdapat perbedaan antara kemampuan bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping dengan kemampuan bahasa Arab dengan Model Kooperatif tipe Mind Mapping. Hal ini dapat dibuktikan dari perbandingan rata-rata antara kemampuan bahasa Arab dengan Model Kooperatif tipe Mind Mapping sebesar 121,83 lebih besar daripada rata-rata kemampuan bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping sebesar 120,96. Artinya kemampuan bahasa Arab dengan Model Kooperatif tipe Mind Mapping lebih baik daripada hasil belajar bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping

3. Terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif Tipe Mind Mapping terhadap hasil belajar bahasa Arab siswa SMP Islam Al Hilal Bekasi karena berdasarkan hasil perhitungan uji T terdapatnya perbedaan antara

hasil belajar bahasa Arab tanpa Model Kooperatif tipe Mind Mapping dengan hasil belajar bahasa Arab dengan Model Kooperatif tipe Mind Mapping menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara Model Kooperatif tipe Mind Mapping terhadap hasil belajar bahasa Arab. Hal ini dapat dibuktikan dari perbandingan antara Thitung (2,18) lebih besar dari T tabel

(1.68) pada = 0,05, Artinya hasil belajar bahasa Arab sangat dipengaruhi oleh Model Kooperatif tipe Mind Mapping.

B. SARAN

Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan diatas, maka dapat diberikan saran-saran sebagai berikut :

1. Perlunya optimalisasi Model Kooperatif tipe Mind Mapping menjadi topik kajian yang menarik terlebih menghadapi siswa dalam proses belajar mengajar karena Model Kooperatif tipe Mind Mapping memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar bahasa Arab.

Dengan menggali dan memahami makna dan arti Model Kooperatif tipe Mind Mapping diharapkan dapat dikembangkan kekuatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab.

2. Hasil belajar kelas kontrol lebih kecil karena tidak menggunakan metode X dengan demikian perlu penerapan metode X (Model Pembelajarn Kooperatif tipe Mind Mapping) untuk semua kelas karena berdasarkan

eksperimen komparasi antara 2 kelas tersebut terdapat perbedaan rata-rata dalam hasil belajar.

3. Perlunya dilakukan penelitian lain untuk melihat atau mengetahui hasil belajar dalam rangka meningkatkan hasil belajar bahasa Arab sehingga tidak terpacu kepada satu model saja. Pada tahap selanjutnya perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variabel lain selain Model Kooperatif tipe Mind Mapping dalam rangka meningkatkan Kemampuan bahasa Arab.

DAFTAR PUSTAKA

Al Khuli, Ali Muhammad. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab. Lampung: Fakultas Syari’ah IAIN Raden Bandar Lampung. 2003.

Andang, Irfan, et al. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: CV Budi Utama. 2017.

Andang, Irfan, et al. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: CV Budi Utama. 2017.

Dokumen terkait