• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

G. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data-data penelitian sesuai dengan teknik pengumpulan data yang telah dipilih.12 Instrumen dalam penelitian ini berupa instrumen yang bersifat mengukur (kuesioner) dengan skala likert. Selain itu, untuk mendapatkan data pendukung kesimpulan yang diharapkan diakhir penelitian ini, digunakan instrumen non tes berupa wawancara.

9 Djaali dan Pudji Muljono, Pengukuran dalam Bidang Pendidikan, (Jakarta: Grasindo, 2008), hlm. 64.

10 ETL Project, Experiences of Teaching & Learning Questionnaire, Economic and Social Research Council Teaching and Learning Research Programme, Enhancing Teaching-Learning Environments in Undergraduate Courses, (Durham and Coventry: Universities of Edinburgh, 2002) (http://www.ed.ac.uk/etl).

11 Mukhtazar, Prosedur Penelitian Pendidikan, (Yogyakarta: Absolute Media, 2020), hlm. 78.

12 Vigih Hery Kristanto, Metodologi Penelitian : Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah, (Yogyakarta: DEEPUBLISH, 2018), hlm. 66.

46

1. Variabel Persepsi Peserta Didik tentang Lingkungan Belajar-Mengajar

a. Definisi Konseptual

Persepsi yaitu proses diterimanya rangsang melalui panca indra yang didahului oleh perhatian sehingga seseorang mampu mengetahui, mengartikan, dan mengamati hal yang diamati, baik yang ada diluar maupun di dalam diri individu.13

b. Definisi Operasional

Persepsi Peserta Didik tentang Lingkungan Belajar-Mengajar adalah pandangan individu terhadap lingkungan belajar-mengajar di suatu kelas. Kuesioner berisikan penyataan-pernyataan yang berhubungan dengan lingkungan belajar-mengajar pada mata pelajaran biologi. Dalam penelitian ini kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner tipe Checklist dengan pernyataan yang berjumlah 40 buah.

Dalam penelitian ini mengadaptasi dari kuesioner yang dibuat oleh Economic and Social Research Council Teaching and Learning Research Programme, Enhancing Teaching-Learning Environments in Undergraduate Courses, ETL Project. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada lampiran 1.14

Indikator pada Persepsi Peserta Didik tentang Lingkungan Belajar-Mengajar ini terbagi menjadi 4, yaitu Organisation and Structure, Teaching and Learning, Students and Teachers, Students and Teachers, dan Assessments and Other Set Work.

c. Kisi-kisi Instrumen Persepsi Peserta Didik tentang Lingkungan Belajar-Mengajar

13 Sunaryo, Psikologi untuk Keperawatan, (Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2004), cet. 1, hlm. 94.

14 Lampiran 1, hlm. 106.

Tabel 3. 3 Kisi-kisi Instrumen Variabel X (Persepsi Peserta Didik tentang Lingkungan Belajar-Mengajar Biologi)

No. Indikator Sub Indikator Nomor Butir Jumlah Butir 1. Organisasi

dan Struktur

a. Organisasi, struktur, dan konten

b. Pilihan c. Keselarasan

1,2,4

3,5 6

6

2. Pembelajaran dan

Pengajaran

a. Keselarasan b. Integrasi

pengajaran dan bahan belajar c. Mendorong

pembelajaran berkualitas tinggi d. Minat,

kesenangan, dan relevansi

e. Lain-lain

18 9,14,15

10, 12, 13, 16, 17

8, 11, 19

7,20

14

3. Siswa Lain dan Guru

a. Antusiasme dan dukungan staf b. Dukungan dari

siswa lain

23, 25, 27, 28 21, 24, 29

22, 26

10

48

c. Minat,

kesenangan, dan relevansi

d. Lain-lain

30

4. Penilaian dan Penugasan

a. Kejelasan dan umpan balik tentang penilaian b.Keselarasan c. Penilaian untuk

pemahaman

31, 32, 35, 37, 40

33 34, 36, 38, 39

10

Jumlah 40

Skala yang digunakan untuk mengukur Persepsi Peserta Didik tentang Lingkungan Belajar-Mengajar adalah menggunakan rating likert dengan 5 opsi yaitu setuju (S), cukup setuju (CS), tidak yakin (TY), kurang setuju (KS), dan tidak setuju (TS). Kategori skor dapat dilihat pada tabel 3.4.

Tabel 3. 4 Skor Angket Kuesioner Persepsi Lingkungan Belajar-Mengajar15

Alternatif Jawaban Skor Item

Setuju (S) 5

Cukup Setuju (CS) 4

Tidak Yakin (TY) 3

Kurang Setuju (KS) 2

Tidak Setuju (TS) 1

15 Scoring Key LSQ & ETLQ, hlm. 4-5.

2. Variabel Pendekatan Belajar a. Definisi Konseptual

Pendekatan belajar yang dimaksudkan dalam penelitian ini yaitu pendekatan belajar menurut Biggs, yang terbagi menjadi tiga yaitu: Pendekatan surface (pendekatan permukaan), pendekatan deep (pendekatan mendalam), dan pendekatan achieving (pendekatan mencapai prestasi tinggi).16 Namun, pendekatan achieving tidak terdapat dalam kuesioner yang digunakan di penelitian ini. Pendekatan achieving dimodifikas menjadi pendekatan belajar termonitor (monitoring studying) dan belajar terorganisir (organised studying).

b. Definisi Operasional

Instrumen yang digunakan untuk mengetahui pendekatan belajar peserta didik mengadopsi dari kuesioner yang dikembangkan oleh Economic and Social Research Council Teaching and Learning Research Programme, Enhancing Teaching-Learning Environments in Undergraduate Courses, ETL Project.

Dalam penelitian ini kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner tipe Checklist dengan pernyataan yang berjumlah 18 buah dengan 4 dimensi pendekatan belajar yaitu: pendekatan mendalam (deep approach), pendekatan belajar terorganisir (organised studying), pendekatan belajar termonitor (monitoring studying), dan pendekatan permukaan (surface approach). Kuesioner pendekatan belajar yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada lampiran 2.17

Pendekatan belajar positif yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu pendekatan mendalam (deep approach), pendekatan belajar

16 Ibid., hlm. 126.

17 Lampiran 2, hlm. 111.

50

terorganisir (organised studying), dan pendekatan belajar termonitor (monitoring studying). Sedangkan pendekatan belajar negatif yang dimaksud yaitu pendekatan permukaan (surface approach).

c. Kisi-kisi Instrumen Pendekatan Belajar

Tabel 3. 5 Kisi-kisi Instrumen Variabel Y (Pendekatan Belajar) No. Indikator Sub Indikator Nomor

Pernyataan

Jumlah Item 1. Pendekatan

Mendalam (Deep Approach)

a. Niat untuk memahami oleh diri sendiri

b. Mengaitkan ide (termasuk pembelajaran konstruktivis) c. Penggunaan

bukti

3, 16

6, 8

9, 12

6

2. Pendekatan Permukaan (Surface Approach)

a. Pengetahuan yang

terfragmentasi b. Penerimaan

tanpa pemikiran

5

13

2

3. Belajar Termonitor (Monitoring Studying)

a. Memantau pemahaman b. Memantau

keterampilan umum

2, 18

10, 14

4

4. Belajar Terorganisir (Organised Studying and Effort

Management)

a. Belajar terorganisir b. Manajemen

waktu c. Usaha d. Konsentrasi

7

11

4 15

4

Jumlah 16

Skala yang digunakan untuk mengukur pendekatan belajar peserta didik adalah menggunakan skala likert dengan 5 opsi yaitu setuju (S), cukup setuju (CS), tidak yakin (TY), kurang setuju (KS), dan tidak setuju (TS). Kategori skor dapat dilihat pada tabel 3.6:18

Tabel 3. 6 Skor Angket Pendekatan Belajar

Alternatif Jawaban Skor Item

Setuju (S) 5

Cukup Setuju (CS) 4

Tidak Yakin (TY) 3

Kurang Setuju (KS) 2

Tidak Setuju (TS) 1

18 Scoring Key LSQ & ETLQ, hlm. 3-4.

52

3. Wawancara

Wawancara berisikan pertanyaan yang diajukan peserta didik setelah peneliti memberikan kuesioner. Wawancara juga dilakukan ke guru mata pelajaran biologi untuk memperoleh data lebih lengkap.

Lembar wawancara peserta didik dan guru berisi pertanyaan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran yang diterapkan oleh guru di dalam kelas. Pedoman wawancara peserta didik dan guru dapat dilihat pada lampiran 3 dan 4.19

H. Kalibrasi Instrumen 1. Uji Validitas

Uji validitas menunjukkan tingkat kesahihan dari hasil pengukuran sebuah kuesioner. Untuk menentukan apakah suatu item layak digunakan atau tidak adalah dengan melakukan uji signifikansi koefisien korelasi pada taraf signifikansi 0,05 (= 5 %), yang artinya suatu item dianggap valid jika berkorelasi signifikan terhadap skor total item.20

Pada penelitian ini, uji validitas menggunakan program SPSS, selain itu uji validitas dapat dihitung menggunakan rumus Pearson Product Moment dengan rumus sebagai berikut:21

rhitung = π‘βˆ‘π‘‹π‘Œβˆ’ βˆ‘π‘‹βˆ‘π‘Œ

√(π‘βˆ‘π‘‹2βˆ’(βˆ‘π‘‹)2) (π‘βˆ‘π‘Œ2βˆ’(βˆ‘π‘Œ)2)

Keterangan :

rhitung = Koefisien korelasi

βˆ‘Xi = Jumlah skor item

19 Lampiran 3, hlm. 114.

20 Vivi Herlina, Panduan Praktis Mengolah Data Kuesioner Menggunakan SPSS, (Jakarta:

Media Elex Komputindo, 2019), hlm. 57-58.

21 Mikha Agus Widiyanto, Statistika Terapan : Konsep dan Aplikasi SPSS dalam Penelitian Bidang Pendidikan, Psikologi, dan Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Elex Media Komputindo : 2013), hlm. 183.

βˆ‘Yi = Jumlah skor total (item) N = Jumlah responden Rumus Uji t

thitung = π‘Ÿβˆš(π‘›βˆ’2)

√(1βˆ’π‘Ÿ2)

Keterangan : t = nilai thitung

r = koefisisien korelasi hasil rhitung

n = jumlah responden

Untuk tabel t Ι‘ = 0,05 derajat kebebasan (dk = n -2). Jika t hitung > t tabel berarti valid demikian sebaliknya, t hitung < t tabel tidak valid.22 Penentuan kriteria validitas instrumen ini berdasarkan tabel 3.7.23

Tabel 3. 7 Kategori Validitas Instrumen

Hasil uji coba instrumen persepsi peserta didik tentang lingkungan belajar-mengajar, diperoleh 40 item kuesioner yang valid dari 40 item yang diujikan. Hasil uji coba instrumen pendekatan belajar, diperoleh 16 item

22 Aziz Halimul Hidayat, Menyusun Instrumen Penelitian & Uji Validitas-Reliabilitas, (Surabaya: Health Books Publishing, 2021), hlm. 12.

23 Ibid., hlm. 13.

Rentang Nilai rxy Kategori

0,00 < rxy ≀ 0,20 Sangat Rendah

0,20 < rxy ≀ 0,40 Rendah

0,40 < rxy ≀ 0,60 Cukup

0,60 < rxy ≀ 0,80 Tinggi

0,80 < rxy ≀ 1,00 Sangat Tinggi

54

kuesioner yang valid dari 18 item yang diujikan. Hasil uji validitas dapat dilihat pada lampiran 9.

2. Uji Reliabilitas

Realibilitas alat ukur adalah ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam mengukur apa yang diukurnya. Rumus dari uji realibilitas adalah sebagai berikut:24

r = ( π‘˜

(π‘˜βˆ’1)) (1 βˆ’ βˆ‘πœŽπ‘2

πœŽπ‘‘2 ) Keterangan :

r = Reliabilitas instrumen Οƒt2 = Varians total

k = Banyak butir pertanyaan atau bank soal

βˆ‘Οƒb2 = Jumlah varian butir

Uji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan program ANATES. Penentuan kriteria reliabilitas instrumen ini berdasarkan tabel 3.8 berikut.

Tabel 3. 8 Kriteria Realibilitas Instrumen

Rentang Nilai r Kategori

0,00-0,20 Kecil

0,20-0,40 Rendah

0,40-0,70 Sedang

0,70-0,90 Tinggi

0,90-1,00 Sangat Tinggi

a. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Persepsi Peserta Didik Tentang Lingkungan Belajar Mengajar

24 Slamet Riyanto dan Aglis Andhita Hatmawan, Metode Riset Penelitian Kuantitatif : Penelitian di Bidang Manajemen, Teknik, Pendidikan, dan Eksperimen, (Yogyakarta: Deepublish, 2020), hlm. 75.

Tabel 3. 9 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Persepsi Lingkungan Belajar-Mengajar

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.950 40

Berdasarkan hasil Cronbach’s Alpha di atas menunjukkan bahwa nilai Cronbach’s Alpha 0,950. Maka butir-butir instrument untuk variabel X (Persepsi Lingkungan Belajar-Mengajar) dikatakan reliabel dengan tingkat reliabilitas sangat tinggi.

b. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Pendekatan Belajar

Tabel 3. 10 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Pendekatan Belajar Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

0.806 18

Berdasarkan hasil Cronbach’s Alpha di atas menunjukkan bahwa nilai Cronbach’s Alpha 0,806. Maka butir-butir instrument untuk Variabel Y (Pendekatan Belajar) dikatakan reliabel dengan tingkat reliabilitas tinggi.

I. Prosedur Penelitian

Terdapat tiga tahapan dalam penelitian ini, yaitu tahap persiapan, tahap kedua adalah pelaksanaan penelitian, dan tahap ketiga pelaporan. Ketiga tahapan tersebut dijelaskan di bawah ini:

1. Tahap Persiapan

Tahap ini dilakukan beberapa kegiatan, diantaranya adalah kegiatan penelaahan kepustakaan meliputi buku teks, jurnal yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Pengumpulan sumber-sumber pendapat para ahli mengenai lingkungan belajar mengajar

(Teaching-56

Learning). Kemudian mempelajari instrumen yang dibuat oleh peneliti sebelumnya, selanjutnya menyusun instrumen kuesioner dengan mengadaptasi dari Economic and Social Research Council Teaching and Learning Research Programme, Enhancing Teaching-Learning Environments in Undergraduate Courses, ETL Project.

Tahap selanjutnya peneliti melakukan pembuatan dan pengembangan instrumen. Dengan demikian didapatkan instrumen yang digunakan oleh peneliti. Setelah itu, melakukan uji coba instrumen kepada peserta didik di sekolah untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas instrumen penelitian.

2. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap ini peneliti mengurus perizinan penelitian di sekolah yang dipilih menjadi sampel penelitian. Tahap selanjutnya yaitu peneliti melakukan penyebaran kuesioner kepada peserta didik pada mata pelajaran biologi. Tahap selanjutnya peneliti menganalisis jawaban responden dari kuesioner yang telah diberikan. Hal ini bertujuan untuk menentukan peserta didik yang akan menjadi narasumber wawancara.

Setelah ditentukan peserta didik yang menjadi narasumber, dilakukan wawancara kepada peserta didik dan guru mata pelajaran biologi untuk kelengkapan data penelitian.

3. Tahap Pelaporan

Tahap pelaporan ini merupakan tahap akhir dari penelitian, pada tahap ini dilakukan pembahasan hasil temuan penelitian serta membuat kesimpulan hasil penelitian. Adapun tahap penelitian yang dilaksanakan sebagaimana pada gambar 3.1 di bawah ini.

J. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Teknik analisis data dalam

Observasi awal

Penyusunan instrumen

Validasi instrumen

Uji Coba Instrumen dan Analisis Hasil Uji Coba

Penelitian

Pengisian kuesioner oleh peserta didik

Analisis Data

Hasil Penelitian

Ada/tidak adanya pengaruh persepsi peserta didik tentang lingkungan belajar-mengajar

dengan pendekatan belajar Wawancara peserta didik dan guru

Gambar 3. 1 Prosedur Penelitian

58

penelitian kuantitatif menggunakan statistik.25 Kegiatan pengolahan data kuesioner dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu:

1. Editing

Tahap ini merupakan tahap dimana penulis melakukan pengecekan satu persatu meliputi kelengkapan pengisian, penjelasan penulisan angket, dan kebenaran pengisian angket. Tahap ini merupakan tahap awal setelah angket disebar dan diisi oleh para peserta didik yang menjadi responden.

2. Tabulating

Tahapan ini peneliti memindahkan data yang terdapat dalam angket yang sudah diolah dan dinyatakan valid ke dalam bentuk tabel. Tabulasi dimaksudkan agar data penelitian dapat lebih mudah dipahami.

3. Analiting

Penganalisisan data merupakan proses lanjutan dari pengolahan data untuk melihat bagaimana menginterpretasikan data, lalu menganalisis data dari hasil yang sudah ditetapkan pada tahap hasil pengolahan data.

26 Dalam menganalisis, hasil pengukuran dikategorikan menjadi tiga kategori, dengan pedoman yang tertulis pada tabel 3.11 dan 3.12.

Tabel 3. 11 Pedoman Kategori Pengukuran Hasil Kuesioner Persepsi

25 Mamik, Metodologi Kualitatif, (Sidoarjo: Zifatama Publisher, 2015), hlm. 142.

26 Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta:

RajaGrafindo Persada, 2011), cet. 6, hlm. 184.

No. Formula Kategori

1. X < (πœ‡ – 1.0 𝜎) Negatif

2. (πœ‡ – 1.0 𝜎) ≀ X < (πœ‡ + 1.0 𝜎) Netral

3. (πœ‡ + 1.0 𝜎) ≀ X Positif

Tabel 3. 12 Pedoman Kategori Pengukuran Hasil Kuesioner Pendekatan Belajar

No. Formula Kategori

1. X < M – 1SD Rendah

2. M – 1SD ≀ X < M + 1 SD

Sedang

3. M + 1SD ≀ X Tinggi

4. Concloding

Langkah ini yaitu membuat kesimpulan dari hasil analisa dan interpretasi data. Untuk menguji hubungan antara dua variabel peneliti melakukan analisa dengan cara sebagai berikut:

1. Uji Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas

Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui data apakah berdistribusi normal atau sampel diambil dari dan berasal dari populasi yang berdistribusi normal.27 Uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov-smirnov.

Uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov digunakan apabila data yang diuji berupa data tunggal atau bukan berbentuk interval. Konsep dasar dari uji ini adalah dengan membandingkan distribusi data dengan distribusi normal baku di mana distribusi normal baku didistribusikan ke dalam bentuk z-skor. Langkah-langkah uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov sebagai berikut:28

β€’ Menentukan hipotesis uji normalitas data

β€’ Menyusun data dari terkecil hingga terbesar

27 Wagiran, Metode Penelitian Pendidikan : Teori dan Implementasi, (Yogyakarta:

Deepublish, 2019), hlm. 335.

28 Fajri Ismail, Statistika untuk Penelitian Pendidikan dan Ilmu-ilmu Sosial, (Jakarta:

Prenadamedia Group, 2018), hlm. 193-194.

60

β€’ Menentukan proporsi kumulatif (KP)

β€’ Menentukan mean dan standar deviasi data

β€’ Menentukan angka baku dengan menggunakan rumus:

Zi = π‘‹π‘–βˆ’π‘‹

𝑠

β€’ Mencari nilai ztab dengan tabel z berdasarkan angka Zi

β€’ Menghitung nilai a1 dengan cara:

a1 = KP - Ztab

β€’ Menghitung nilai ao dengan cara:

ao = P – a1

β€’ Mencari nilai maksimum pada a1 atau a0

β€’ Mencari harga Dtab dengan menggunakan tabel Kolmogorov-Smirnov

β€’ Menarik kesimpulan dengan cara membandingkan nilai amax dan Dtab. Terima H0 apabila amax < Dtab

b. Uji Linearitas

Uji linearitas digunakan untuk mengonfirmasi apakah sifat linear antara dua variabel yang diidentifikasi sesuai teori sesuai atau tidak dengan hasil observasi yang ada.29

2. Uji Hipotesis

Untuk memberikan analisis serta kesimpulan mengenai tinggi rendahnya hubungan antara dua atau lebih variabel digunakan statistik korelasi. Secara sederhana, pengertian korelasi menurut Kurz dan Mayo (1979) merupakan teknik analisis apabila terdapat dua variabel atau lebih yang berkorelasi satu sama lain.30 Analisis korelasi merupakan suatu analisis untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara dua variabel. Tingkat hubungan ini dapat dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu mempunyai hubungan positif, mempunyai hubungan negatif, dan tidak mempunyai hubungan.31

29 Agustina Marzuki, dkk., Praktikum Statistik, (Malang: Ahlimedia Press, 2020), hlm. 106.

30 Fajri Ismail, Op. Cit., hlm. 333.

31 Juliansyah Noor, Op. Cit., hlm.179.

Pada penelitian ini digunakan untuk mencari besar hubungan variabel bebas dan variabel terikat serta digunakan untuk melakukan uji hipotesis yang telah diajukan. Teknik korelasi yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment. Untuk menunjukkan apakah masing-masing variabel berpengaruh, uji ini dapat menggunakan 2 rumus, yaitu:

1. Membandingkan nilai rhitung dengan r tabel - Jika rhitung < rtabel, maka H0 diterima

- Jika rhitung > rtabel, maka H0 ditolak

2. Membandingkan angka probabilitas signifikansi - Apabila Sig. > 0,05, maka H0 diterima

- Apabila Sig. < 0,05 maka H0 ditolak 3. Melihat tabel interpretasi koefisien korelasi32

Tabel 3. 13 Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00-0,199 Sangat Rendah

0,20-0,399 Rendah

0,40-0,599 Sedang

0,60-0,799 Kuat

0,80-1,000 Sangat Kuat

K. Hipotesis Statistik

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan.33 Jenis hipotesis terdiri dari dua macam yaitu hipotesis nol atau nihil dan hipotesis kerja.

Hipotesis nol adalah hipotesis yang mengandung pernyataan negatif yakni menyatakan tidak ada hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain. Hipotesis kerja adalah hipotesis yang mengandung pernyataan

32 Sugiyono, Op. Cit., h. 184.

33 Ibid., hlm. 64.

62

positif yang menyatakan adanya hubungan antara variabel yang satu dengan variabel lainnya.34

Hipotesis pada penelitian ini termasuk hipotesis asosiatif. Hipotesis asosiatif adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah assosiatif yaitu yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.35 Adapun hipotesis statistiknya sebagai berikut :

1. H1 : ρ ≀ 0,7 artinya persepsi peserta didik tentang lingkungan belajar-mengajar memiliki hubungan positif dengan pendekatan belajar.

2. H0 : ρ > 0,7 artinya persepsi peserta didik tentang lingkungan belajar-mengajar tidak memiliki hubungan positif dengan pendekatan belajar.

34 M. Djunaidi Ghony dan Fauzan Almanshur,Op. Cit., hlm. 70.

35 Sugiyono, Op. Cit., hlm. 69.

63

BAB IV

HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Tangerang Selatan.

Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020 sampai dengan bulan Januari 2021. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI IPA pada mata pelajaran biologi. Data yang diperoleh dari peserta didik berupa data kuesioner dan wawancara yang terkait dengan proses pembelajaran biologi. Data yang diperoleh dari guru berupa data wawancara yang berkaitan dengan proses pembelajaran biologi.

Pada bagian ini akan disajikan deskripsi data masing-masing variabel berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan. Data selanjutnya akan dideskripsikan dan diuji korelasi antara variabel bebas (persepsi peserta didik tentang lingkungan belajar-mengajar) terhadap variabel terikat (pendekatan belajar).

Angket penelitian disebarkan kepada 144 peserta didik yaitu 78 peserta didik di SMAN A dan 66 peserta didik di SMAN B. Deskripsi data disajikan untuk memberikan gambaran secara umum mengenai penyebaran data di lapangan. Data yang disajikan berupa data mentah yang diolah menggunakan bantuan program SPSS ver. 25.

Adapun hasil deskripsi data peserta didik yang diperoleh dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Data Variabel X (Persepsi Lingkungan Belajar-Mengajar)

Data persepsi lingkungan belajar-mengajar peserta didik didapatkan melalui pengisian kuesioner dan wawancara.

a. Kuesioner

Persepsi lingkungan belajar-mengajar diukur menggunakan instrumen non-tes yaitu berupa kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui persepsi peserta didik tentang lingkungan belajar-mengajarnya selama kegiatan

64

pembelajaran biologi di sekolah. Indikator persepsi lingkungan belajar-mengajar terdiri dari empat yaitu organisasi dan struktur (organisation and structure), pembelajaran dan pengajaran (teaching and learning), siswa lain dan guru (students and teachers), serta penilaian dan penugasan (assessments and other set work).

Berikut akan dijabarkan data kuesioner persepsi lingkungan belajar-mengajar pada tabel 4.1.

Tabel 4. 1 Hasil Kuesioner Persepsi Lingkungan Belajar-Mengajar

Sekolah Skor Rata-rata

SD Persentase Kategori

SMAN A

13.493 172,99 16,915 68 % Netral

SMAN B

10.889 164,98 19,482 67 % Netral

Total 24.382 169,31 18,50 67 % Netral

Kuesioner peserta didik di SMAN A dan SMAN B menunjukkan persepsi lingkungan belajar-mengajar dalam kategori sedang. Interpretasi kategori kuesioner persepsi lingkungan belajar-mengajar dapat dilihat pada tabel 4.2.

Tabel 4. 2 Interpretasi Kategori Kuesioner Persepsi Lingkungan Belajar-Mengajar

No. Formula Hasil Kategori

1. X < (πœ‡ – 1.0 𝜎) X < 151 Negatif 2. (πœ‡ – 1.0 𝜎) ≀ X < (πœ‡ + 1.0 𝜎) 151≀ X < 188 Netral

3. (πœ‡ + 1.0 𝜎) ≀ X 188 ≀ X Positif

Berikut akan disajikan data jumlah responden per-kategori pada gambar 4.1.

Gambar 4. 1 Jumlah Responden Per-Kategori Persepsi Lingkungan Belajar-Mengajar

Berdasarkan gambar 4.1 dapat diketahui bahwa jumlah responden per-kategori persepsi lingkungan belajar-mengajar pada SMAN A dan SMAN B tidak jauh berbeda. Persepsi lingkungan belajar-mengajar pada kedua sekolah paling banyak berada pada kategori netral, selanjutnya pada kategori positif. Lalu, paling sedikit berada pada kategori negatif.

Berikut disajikan data berdasarkan indikator persepsi lingkungan belajar-mengajar pada SMAN A dan SMAN B dapat dilihat pada tabel 4.3.

Tabel 4. 3 Hasil Kuesioner Persepsi Lingkungan Belajar-Mengajar Berdasarkan Indikator

Indikator SMAN A SMAN B SMAN A dan

SMAN B

11

53 14

10

44 12

0 10 20 30 40 50 60

Negatif Netral Positif

SMAN B SMAN A

66

xΜ… % Kategori xΜ… % Kategori xΜ… % Kategori Organisation

and Structure

25 71.8 Netral 25 69.7 Netral 25 77.7 Netral

Teaching and Learning

60 69.2 Netral 57 68.2 Netral 58 68.75 Netral

Students and Teachers

44 61.5 Netral 42 65.2 Netral 43 63.19 Netral

Assessments and Other Set

Work

44 61.5 Netral 42 72.7 Netral 43 66.7 Netral

Hasil pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa semua indikator persepsi lingkungan belajar-mengajar di SMAN A dan SMAN B berada pada kategori netral. Interpretasi kategori kuesioner persepsi lingkungan belajar-mengajar per-indikator dapat dilihat pada tabel 4.4.

Tabel 4. 4 Interpretasi Kategori Kuesioner Persepsi Lingkungan Belajar-Mengajar Per-Indikator

Indikator Kategori

Negatif Netral Positif Organisation

and Structure

X < 22 22 ≀ X < 28 X β‰₯ 28

Teaching and Learning

X < 51 51 ≀ X < 66 X β‰₯ 66

Students and Teachers

X < 38 38 ≀ X < 48 X β‰₯ 48

Assessments and Other Set

Work

X < 38 38 ≀ X < 48 X β‰₯ 48

Berikut disajikan data persentase perolehan skor kuesioner persepsi lingkungan belajar-mengajar tiap sekolah berdasarkan indikator pada gambar 4.2.

Gambar 4.2 menunjukkan persentase perolehan skor per-indikator kuesioner persepsi lingkungan belajar-mengajar pada tiap sekolah. Pada SMAN A perolehan skor tertinggi yaitu pada indikator students and teachers sebesar 87,87 %, sedangkan pada SMAN B perolehan skor tertinggi yaitu pada indikator assessments and other set work sebesar 83,69 %. Lalu perolehan skor terendah pada SMAN A yaitu pada indikator organization and structure sebesar 84,78 %. Sedangkan pada SMAN B perolehan skor terendah yaitu pada indikator teaching and learnigf sebesar 81,14 %. Dari kedua sekolah perolehan skor lebih tinggi pada SMAN A, hal ini dikarenakan sampel pada SMAN A lebih banyak daripada SMAN B.

b. Hasil Wawancara Persepsi Guru Tentang Lingkungan Belajar

84.78%

81.81%

85.27%

81.14%

87.87%

83.57%

87.84%

83.69%

76.00%

78.00%

80.00%

82.00%

84.00%

86.00%

88.00%

90.00%

SMAN A SMAN B

Organisation and Structure Teaching and Learning

Students and Teachers Assessments and Other Set Work

Gambar 4. 2 Persentase Perolehan Skor Per-Indikator Persepsi Lingkungan Belajar-Mengajar

68

Wawancara terhadap guru mata pelajaran biologi di tiap sekolah bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai proses pembelajaran biologi di kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi, model pembelajaran yang sering diterapkan di pelajaran biologi adalah Problem Based Learning (PBL), Inkuiri, dan Project Based Learning (PJBL). Ketiga model pembelajaran ini adalah model pembelajaran yang sesuai untuk pelajaran biologi menurut guru yang diwawancara.

Saat merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), guru sudah memikirkan bagaimana strategi belajar yang sesuai dengan peserta didik. Untuk strategi belajar, guru memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam hal mencari sumber informasi. Hal ini bertujuan untuk menjadikan peserta didik lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam pembelajaran daring di masa pandemi seperti ini, kegiatan pembelajaran khususnya di pelajaran biologi sudah berjalan dengan lancar. Namun, guru tidak tahu betul apakah peserta didik benar-benar sudah menguasai konsep pelajaran atau belum. Berbeda dengan pembelajaran di kelas dimana guru bisa berinteraksi secara langsung dengan peserta didik,

Saat merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), guru sudah memikirkan bagaimana strategi belajar yang sesuai dengan peserta didik. Untuk strategi belajar, guru memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam hal mencari sumber informasi. Hal ini bertujuan untuk menjadikan peserta didik lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam pembelajaran daring di masa pandemi seperti ini, kegiatan pembelajaran khususnya di pelajaran biologi sudah berjalan dengan lancar. Namun, guru tidak tahu betul apakah peserta didik benar-benar sudah menguasai konsep pelajaran atau belum. Berbeda dengan pembelajaran di kelas dimana guru bisa berinteraksi secara langsung dengan peserta didik,

Dokumen terkait