• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

G. Instrumen Penelitian

Instrumen dalam penelitian ini menggunakan penilaian berupa hasil penyutingan teks berita siswa. Hasil dari peyuntingan teks berita siswa berfungsi sebagai tolak ukur siswa atas kemampuan menyunting teks. Tolak ukur yang digunakan peneliti dalam melihat kemampuan menyunting teks berita siswa adalah penilaian yang sesuai dengan aspek-aspek penilaian bahasa indonesia.

Aspek-aspek yang dinilai oleh peneliti meliputi: penggunaan ejaan, keefektifan kalimat, pilihan kata, dan kepaduan paragraf. Peneliti juga membuat kriteria lebih mendalam pada setiap aspek penilaian. Berikut adalah format penilaian yang digunakan peneliti:

Tabel 3.1

Rubrik Penilaian40

40 Sulastriningsih Djumingin, Rublik Penilaian Berbasis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Makassar: Badan Penerbit UNM, 2018), h. 145-146.

No. Aspek yang dinilai Skor Kategori 1. Ejaan dan tanda baca

a. Menyunting karangan semua kesalahan ejaan dan tanda baca dikoreksi

b. Menyunting karangan sebagian kesalahan ejaan dan tanda dikoreksi c. Menyunting karangan kesalahan

ejaan dan tanda baca tidak dikoreksi.

3

b. Sebagian kesalahan dikoreksi dalam menyunting karangan

c. Kesalahan diksi tidak dikoreksi dalam menyunting karangan

3. Kalimat efektif (struktur dan makna)

a. Semua kalimat efektif dikoreksi dalam menyunting karangan

b. Sebagian kalimat efektif dikoreksi dalam menyuning karangan.

c. Kalimat efektif tidak dikorelasi dalam menyunting karangan.

a. Semua keterpaduan paragraf dikoreksi dalam menyunting karangan

b. Sebagian keterpaduan paragraf 3

2

Baik

Cukup

37

dikoreksi dalam menyunting karangan

c. Keterpaduan paragraftidak dikoreksi dalam menyuning kalimat.

1

Kurang

5. Kebulatan Wacana

a. Semua kebulatan wacana dikoreksi dalam menyuning karangan

b. Sebagian kebulatan wavana dikoreksi dalam menyunting karangan.

c. Kebulatan wacana tidak dikoreksi dalam menyuntingkarangan

Setelah skor dijumlahkan, penulis akan menghitung nilai akhir setiap siswa dengan rumus sebagai berikut.41

Skor Akhir =Skor yang Diperoleh

Skor Maksimal × 100

Skor yang diperoleh siswa merupakan skor penjumlahan dari setiap aspek yang diperoleh siswa, kemudian dibagi dengan skor maksimal, dan terakhir skor dikalikan dengan 100 agar mendapatkan skor akhir.

Setelah siswa mendapatkan skor akhir, penulis mengkategorikan nilai berdasarkan pedoman seperti berikut:

Tabel 3.2

41 Titik Harsiati, Agus Trianto, dkk, Bahasa Indonesia: Buku Guru, (Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017), h. 30.

Penentuan Kriteria dengan Perhitungan Presentase Skala Empat42 Interval

PresentaseTingkat Penguasaan

Nilai Ubahan Skala Empat

Keterangan

1-4 D-A

86-100 4 A Baik Sekali

76-85 3 B Baik

56-74 2 C Cukup

10-55 1 D Kurang

42 Burhan Nurgiyantoro, Penelitian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi, (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta: 2016), Cet. 7, h. 277.

39 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Sekolah

1. Deskripsi Sekolah

Nama sekolah Mts Attaqwa Terpadu 04

No. Telp 087886173655

NSS 121232160004

Akreditasi Akreditasi A

Alamat Sekolah Kp. Bogor Jl. KH. Ahmad Junaidi. Ds.

Setia Asih. Kec. Tarumajaya. Kab.

Bekasi.

Nama Kepala Sekolah Drs. KH. Maidan Fahmi, MM.

MBA.

Email [email protected]

Jenjang SMP

Status Swata

Waktu Belajar Sekolah pagi s\d sore

2. Visi, Misi, Tujuan Sekolah a. Visi MTs. Attaqwa 04

1. meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

2. meningkatkan perolehan nilai UAN.

3. meningkatkan persaingan ke sekolah SMP Negeri.

4. meningkatkan profesioanalisme tenaga pendidik dan kependidikan.

5. meningkatkan prestasi seni dan budaya.

6. meningkatkan kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan.

b. Misi MTs. Attaqwa 04

1. Menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan melalui penghayatan dan pengamalan ajaran agama sesuai dengan agama yang dianut.

2. Melakukan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, terjadwal dan efesien.

3. Menumbuh kembangkan daya saing untuk masuk ke sekolah Negeri.

4. Menumbuh kembangkan profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan.

5. Mendorong dan membina siswa pada jalur seni dan budaya.

6. Menumbuhkan semangat mencintai lingkungan sekitar.

c. Tujuan MTs. Attaqwa 04

1. Memiliki acuan dalam pembelajaran dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan.

2. Meningkatkan nilai UAS setiap tahun.

3. Dapat mengamalkan ajaran agama sesuai dengan hasil pembelajaran dan kegiatan pembiasaan.

4. Meningkatkan kualifikasi tenaga pendidikan dan kependidikan sesuai tuntutan program pembelajaran yang berkualitas.

5. Mengupayakan pemenuhan kebutuhan prasarana dan sarana sekolah dan program pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

6. Mengadakan kerjasama dengan unsur pemerintahan desa pakraman, masyarakat, pemerintah dan mendorong partisipasinya pada intaq, iptek, dan budaya bangsa.

7. Menciptakan lingkungan yang asri, bersih dan kondusif untuk proses belajar mengajar.

41

8. Mengembangkan pelaksanaan kegiatan ekstakulikuler unggulan, dalam bidang olahraga adalah atletik dan dalam bidang seni adalah pesantian.

B. Tahapan Kegiatan Penelitian

Penelitian dengan judul Penerapan Metode Diskusi Kelompok Besar Pada Penyuntingan Teks Berita Siswa MTs Terpadu Attaqwa 04 Bekasi Kelas Vlll Tahun Pelajaran 2020/2021, dilakukan dalam satu kali pertemuan, petemuan yang dilakukan memberikan review materi berita, dilanjutkan dengan memberikan materi penyuntingan teks pada siswa.

Pertemuan berlangsung selama 1×90 Menit, pertemuan dilakukan secara offline dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, pertemuan dilakukan secara offline dikarenakan kurangnya fasilitas yang dimiliki para siswa untuk melakukan pembelajaran secara online, pertemuan secara offline dilakukan untuk mempermudah siswa serta peneliti dalam melakukan penelitian ini. Penelitian tersebut sudah mendapatkan izin dari pihak-pihak yang bersangkutan. Pertemuan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua sesi, dengan mengelompokkan siswa menjadi 20 orang dalam satu pertemuan disebabkan untuk mematuhi protokol yang berlaku, agar menghindari kerumunan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A yang berjumlah 40 siswa, namun penulis hanya memfokuskan pada 28 siswa karena 12 orang siswa tidak hadir pada pertemuan penelitian ini.

Sebelum melakukan penelitian, penulis mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk penelitian, seperti RPP untuk pembelajarannya, mempersiapkan alat tulis, serta menyiapkan teks berita berbasis digital, disebabkan kurangnya fasilitas yang dimiliki siswa, maka penulis melembarkan teks berita digital menjadi sebuah teks lembaran, kemudian penulis mengedit teks tersebut menjadi teks yang belum layak dipublikasikan, yang nantinya disunting oleh para siswa.

Penelitian dilakukan pada tanggal 27 April 2021, penulis memberi materi pelajaran Penyutingan teks sesuai dengan keperluan penulis, karena materi tersebut akan siswa pelajari pada kelas IX mendatang. Penulis

hanya memberikan materi yang sesuai dengan tujuan penelitian, dengan memberikan penjelasan mengenai penyutingan teks berupa apa-apa saja yang harus disunting agar mendapatkan teks yang baik dan benar, seperti aspek-aspek keterampilan menyunting yaitu dengan memperhatikan penggunaan ejaan, keefektifan kalimat, pilihan kata, dan kepaduan paragraf.

Setelah menjelaskan dengan semestinya, penulis memberikan ulasan dan contoh dalam menyunting sebuah teks berita, artinya siswa diminta menyunting sebuah teks berita bersamaan, sebelum mengerjakan tugas menyunting teks berita secara individual. Setelah siswa diberikan penjelasan serta sebuah contoh menyunting sebuah teks berita, maka setelahnya siswa diminta menyunting sebuah teks berita, dengan pola empat siswa mendapatkan teks berita yang sama untuk disunting.

Setelah selesai siswa melakukan tugasnya, maka pada hari tersebut siswa diminta mengumpulkan tugasnya, setelahnya penulis melakukan analisis dan mengukur kemampuan siswa dalam menyunting teks berita.

Penulis melakukan pengukuran degan instrumen penilaian yang sudah ditetapkan.

C. Hasil Penelitian dan Pembahasan Penyuntingan Teks Berita 1. Nama Siswa: Akmal Maulana

Tabel 4.1

Penilaian Siswa Akmal

No. Aspek yang dinilai Skor Perolehan Siswa

1. Ejaan dan tanda baca 6 3

2. Diksi 6 1

3. Kalimat efektif (struktur dan makna) 6 2

4. Kepaduan Paragraf 6 3

5. Kebulatan Wacana 6 2

43

Jumlah Skor 11

Skor Akhir 11

15 x 100 73,3

Berdasarkan hasil penyuntingan teks berita dengan metode Diskusi Kelompok Besar, diperoleh nilai 73,3 yang termasuk dalam predikat Cukup. Nilai tersebut diuraikan sesuai dengan aspek penilaian dan indikator yang digunakan.

Aspek pertama yang dinilai adalah ejaan dan tanda baca. Penulis memberikan skor 3. Siswa dapat menyunting semua kesalahan ejaan dan tanda baca yang terdapat dalam teks berita yang berjudul Dinkes: 90%

Lebih Kasus Covid-19di Solo tanpa Gejala, Klaster Keluarga Mendominasi, Pada paragraf pertama siswa mampu menyunting fungsi huruf besar/kapital, yaitu huruf pertama nama suku bangsa seperti “solo”

menjadi “Solo”, dan dapat menyunting huruf kapital pada awal kalimat yang terdapat pada paragraf ketiga, Siswa dapat menyunting penempatan tanda baca titik (.) di akhir setiap paragraf, siswa dapat menyunting penempatan tanda baca petik ganda (“...”) pengapit kutipan langsung yang berasal dari seseorang, siswa dapat menyunting kata turunan seperti imbuhan (awalan, sisipan, akhiran), seperti imbuhan awalan (ber) ditulis serangkai dengan kata dasarnya “ber persepsi” menjadi “berpersepsi”.

Siswa dapat menyunting ejaan yang terdapat dalam teks berita, khususnya pada paragraf kedua, yaitu pada kata “aktip” yang kemudian disunting menjadi “aktif” sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Aspek kedua yang dinilai adalah diksi. Penulis memberikan skor 1.

Kesalahan diksi tidak dikoreksi dalam menyunting teks berita. Siswa tidak dapat menyunting diksi Pada paragraf keempat, pada paragraf tersebut terdapat disksi berdasarkan maknanya yaitu kata “cuci tangan”, di dalam kalimat pada paragraf keempat terdapat diski yang bermakna denotasi.

Aspek ketiga yang dinilai adalah kalimat efektif. Penulis memberi skor 2. siswa dapat menyunting sebagian dari kalimat efektif (struktur dan makna). Pada paragraf-paragraf dalam teks, siswa belum mampu memaparkan unsur kalimat efektif S-P-O-K. Seperti pada paragraf pertama:

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo (S), mengungkapkan (P), mayoritas kasus Covid-19 (O), di Kota Bengawan (K).

tetapi siswa dapat memahami syarat-syarat dari kalimat efektif, yaitu mudah dipahami oleh pendengar atau pembacanya, tidak menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan maksud sang penulis, menyampaikan pemikiran penulis kepada pembaca atau pedengarnya dengan tepat, sistematis dan tidak bertele-tele. Sehingga dalam pengertiannya terhadap teks berita tersebut, siswa mampu mengetahui apa yang diinformasikan dari teks berita yang disuntingnya.

Aspek ke empat yang dinilai adalah kepaduan paragraf. Penulis memberi skor 3. Siswa mampu mengoreksi Semua keterpaduan paragraf dalam menyunting teks berita. Kepaduan paragraf merupakan keeratan ataupun kejelasan hubungan antara unsur-unsur paragraf, baik itu antarkalimat utama dengan kalimat penjelas itu sendiri. Dalam teks berita yang berjudul Dinkes: 90% Lebih Kasus Covid-19 di Solo tanpa Gejala, Klaster Keluarga Mendominasi. Hal ini siswa mampu mengkoreksi antara kalimat utama dan kalimat penjelas. Kalimat utama terletak pada paragraf pertama:

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo mengungkapkan mayoritas kasus Covid-19 di Kota Bengawan didominasi kasus asimtomatik atau tanpa gejala.

Sedangkan kalimat penjelas siswa menyebutkan dari paragraf kedua dan seterusnya.

Aspek kelima yang dinilai adalah kebulatan wacana. Dalam hal ini siswa mampu menyunting ejaan, tanda baca, tetapi siswa belum mampu menyunting pilihan kata atau diksi dalam teks berita, dan siswa belum

45

sepenuhnya dapat menyunting keefektifan kalimat (struktur dan makna).

Penulis memberikan skor 2 dalam aspek penilaian ini.

2. Nama Siswa: Alfia Nurholifah

Tabel 4.2 Penilaian Siswa Alfia

No. Aspek yang dinilai Skor Perolehan Siswa

1. Ejaan dan tanda baca 6 3

2. Diksi 6 1

3. Kalimat efektif (struktur dan makna) 6 2

4. Kepaduan Paragraf 6 3

5. Kebulatan Wacana 6 2

Jumlah Skor 11

Skor Akhir 11

15 x 100 73,3

Berdasarkan hasil penyuntingan teks berita dengan metode Diskusi Kelompok Besar, diperoleh nilai 73,3 yang termasuk dalam predikat Cukup. Nilai tersebut diuraikan sesuai dengan aspek penilaian dan indikator yang digunakan.

Aspek pertama yang dinilai adalah ejaan dan tanda baca. Penulis memberikan skor 3. Siswa dapat menyunting semua kesalahan ejaan dan tanda baca yang terdapat dalam teks berita yang berjudul 6 Jenis Vaksin yang Resmi Diterapkan Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Pada paragraf pertama siswa mampu menyunting fungsi huruf besar/kapital, yaitu huruf pertama nama bangsa “indonesia” menjadi

“Indonesia”, dan dapat menyunting huruf kapital pada awal kalimat yang terdapat pada paragraf kelima. Siswa dapat menyunting penempatan tanda baca titik (.) di akhir kalimat. siswa dapat menyunting kata turunan seperti

imbuhan (di) ditulis serangkai dengan kata dasarnya “ di lakukan” menjadi

“dilakukan”. Siswa dapat menyunting ejaan dari kata “ijin” menjadi “izin”

sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Aspek kedua yang dinilai adalah diksi. Penulis memberikan skor 1.

Diksi tidak dikoreksi dalam menyunting teks berita. Siswa tidak dapat menyunting diksi Pada paragraf kedua, pada paragraf tersebut terdapat diksi berdasarkan maknanya yaitu kata “tertuang”, kata tersebut merupakan diksi konotatif yang memiliki arti atau makna yay sebenarnya:

Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan...

Tertuang di sini memiliki makna termuat atau pun keterdapatan, bukan sesuatu yang tumpah. Pada demikian siswa belum mampu menemukan diksi tersebut dalam proses penyuntingan teks berita yang disuntingnya.

Aspek ketiga yang dinilai adalah kalimat efektif. Penulis memberi skor 2. siswa dapat menyunting sebagian dari kalimat efektif (struktur dan makna). Pada paragraf-paragraf dalam teks, siswa belum mampu memaparkan unsur kalimat efektif S-P-O-K. Seperti pada paragraf pertama:

Pemerintah (S), resmi menetapkan (P), 6 jenis vaksin (O), untuk pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Indonesia (K).

tetapi siswa dapat memahami syarat-syarat dari kalimat efektif, yaitu mudah dipahami oleh pendengar atau pembacanya, tidak menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan maksud sang penulis, menyampaikan pemikiran penulis kepada pembaca atau pedengarnya dengan tepat, sistematis dan tidak bertele-tele. Sehingga dalam pengertiannya terhadap teks berita tersebut, siswa mampu mengetahui apa yang diinformasikan dari teks berita yang disuntingnya.

Aspek keempat yang dinilai adalah kepaduan paragraf. Penulis memberi skor 3. Siswa mampu mengoreksi Semua keterpaduan paragraf dalam menyunting teks berita. Kepaduan paragraf merupakan keeratan

47

ataupun kejelasan hubungan antara unsur-unsur paragraf, baik itu antarkalimat utama dengan kalimat penjelas itu sendiri. Dalam teks berita yang berjudul 6 Jenis Vaksin yang Resmi Diterapkan Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Hal ini siswa mampu mengkoreksi antara kalimat utama dan kalimat penjelas. Kalimat utama terletak pada paragraf pertama:

Pemerintah resmi menetapkan 6 jenis vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Sedangkan siswa menjelaskan dalam teks berita yang disuntingnya, memiliki kalimat penjelas dari paragraf kedua dan seterusnya.

Aspek kelima yang dinilai adalah kebulatan wacana. Dalam hal ini siswa mampu menyunting ejaan, tanda baca, tetapi siswa belum mampu menyunting pilihan kata atau diksi dalam teks berita, dan siswa belum sepenuhnya dapat menyunting keefektifan kalimat (struktur dan makna).

Penulis memberikan skor 2 dalam aspek penilaian ini.

3. Nama Siswa: Anita N Rahmawati Tabel 4.3 Penilaian Siswa Anita

No. Aspek yang dinilai Skor Perolehan Siswa

1. Ejaan dan tanda baca 6 3

2. Diksi 6 1

3. Kalimat efektif (struktur dan makna) 6 2

4. Kepaduan Paragraf 6 3

5. Kebulatan Wacana 6 2

Jumlah Skor 11

Skor Akhir 11

15 x 100 73,3

Berdasarkan hasil penyuntingan teks berita dengan metode Diskusi Kelompok Besar, diperoleh nilai 73,3 yang termasuk dalam predikat Cukup. Nilai tersebut diuraikan sesuai dengan aspek penilaian dan indikator yang digunakan.

Aspek pertama yang dinilai adalah ejaan dan tanda baca. Penulis memberikan skor 3. Siswa dapat menyunting semua kesalahan ejaan dan tanda baca yang terdapat dalam teks berita yang berjudul Lagi-lagi WNI Terdeteksi Positif Covid-19 Saat Tiba di Bandara Jepang. Pada paragraf kedua siswa mampu menyunting fungsi huruf besar/kapital, yaitu huruf pertama nama bangsa “jepang” menjadi “Jepang”, dan dapat menyunting huruf kapital pada awal kalimat yang terdapat pada paragraf ketujuh.

Siswa dapat menyunting penempatan tanda baca titik (.) di akhir setiap paragraf, siswa dapat menyunting penempatan tanda baca petik ganda (“...”) pengapit kutipan langsung yang berasal dari seseorang. Siswa dapat menyunting kata turunan seperti imbuhan (awalan, sisipan, akhiran), seperti imbuhan awalan (ber) ditulis serangkai dengan kata dasarnya “ber domisili” menjadi “berdomisili”, dan imbuhan awalan akhiran (di) dan (kan) ditulis “ditemukan”.

Aspek kedua yang dinilai adalah diksi. Penulis memberikan skor 1.

Diksi tidak dikoreksi dalam menyunting teks berita. Siswa tidak dapat menyunting diksi yang terdapat pada teks berita yang disuntinggnya. Pada paragraf kedua terdapat diksi denotasi yaitu kata “tingal”, makna denotatif kata “tinggal” adalah menunjukan di mana letak keberadaan seseorang.

...usia 20 tahun dengan tempat tinggal di Tokyo.

Aspek ketiga yang dinilai adalah kalimat efektif. Penulis memberi skor 2. siswa dapat menyunting sebagian dari kalimat efektif (struktur dan makna). Pada paragraf-paragraf dalam teks, siswa belum mampu memaparkan unsur kalimat efektif S-P-O-K. Tetapi siswa dapat memahami syarat-syarat dari kalimat efektif, yaitu mudah dipahami oleh pendengar atau pembacanya, tidak menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan maksud sang penulis, menyampaikan pemikiran penulis

49

kepada pembaca atau pedengarnya dengan tepat, sistematis dan tidak bertele-tele. Sehingga dalam pengertiannya terhadap teks berita tersebut, siswa mampu mengetahui apa yang diinformasikan dari teks berita yang disuntingnya. Pada teks berita tersebut menginformasikan 4 WNI yang terdeteksi covid-19 pada saat tiba di Bandara Jepang. Aspek ke empat yang dinilai adalah kepaduan paragraf. Penulis memberi skor 3. Siswa mampu mengoreksi Semua keterpaduan paragraf dalam menyunting teks berita. Kepaduan paragraf merupakan keeratan ataupun kejelasan hubungan antara unsur-unsur paragraf, baik itu antarkalimat utama dengan kalimat penjelas itu sendiri. Dalam teks berita yang berjudul Lagi-lagi 4 WNI Terdeteksi Positif Covid-19 Saat di Bandara Jepang. Hal ini siswa mampu mengkoreksi antara kalimat utama dan kalimat penjelas. Kalimat utama terletak pada paragraf pertama, kalimat penjelas terdapat pada paragraf berikutnya.

Aspek kelima yang dinilai adalah kebulatan wacana. Dalam hal ini siswa mampu menyunting ejaan, tanda baca, tetapi siswa belum mampu menyunting pilihan kata atau diksi dalam teks berita, dan siswa belum sepenuhnya dapat menyunting keefektifan kalimat (struktur dan makna).

Penulis memberikan skor 2 dalam aspek penilaian ini.

4. Nama Siswa: Aura Balqisatul Az-zahra Tabel 4.4 Penilaian Siswa Aura

No. Aspek yang dinilai Skor Perolehan Siswa

1. Ejaan dan tanda baca 6 3

2. Diksi 6 1

3. Kalimat efektif (struktur dan makna) 6 2

4. Kepaduan Paragraf 6 3

5. Kebulatan Wacana 6 2

Jumlah Skor 11 Skor Akhir 11

15 x 100 73,3

Berdasarkan hasil penyuntingan teks berita dengan metode Diskusi Kelompok Besar, diperoleh nilai 73,3 yang termasuk dalam predikat Cukup. Nilai tersebut diuraikan sesuai dengan aspek penilaian dan indikator yang digunakan.

Aspek pertama yang dinilai adalah ejaan dan tanda baca. Penulis memberikan skor 3. Siswa dapat menyunting semua kesalahan ejaan dan tanda baca yang terdapat dalam teks berita yang berjudul Dinkes: 90%

Lebih Kasus Covid-19di Solo tanpa Gejala, Klaster Keluarga Mendominasi, Pada paragraf pertama siswa mampu menyunting fungsi huruf besar/kapital, yaitu huruf pertama nama suku bangsa seperti “solo”

menjadi “Solo”, dan dapat menyunting huruf kapital pada awal kalimat yang terdapat pada paragraf ketiga, Siswa dapat menyunting penempatan tanda baca titik (.) di akhir setiap paragraf, siswa dapat menyunting penempatan tanda baca petik ganda (“...”) pengapit kutipan langsung yang berasal dari seseorang, siswa dapat menyunting kata turunan seperti imbuhan (awalan, sisipan, akhiran), seperti imbuhan awalan (ber) ditulis serangkai dengan kata dasarnya “ber persepsi” menjadi “berpersepsi”.

Siswa dapat menyunting ejaan yang terdapat dalam teks berita, khususnya pada paragraf kedua, yaitu pada kata “aktip” yang kemudian disunting menjadi “aktif” sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Aspek kedua yang dinilai adalah diksi. Penulis memberikan skor 1.

Diksi tidak dikoreksi dalam menyunting teks berita. Siswa tidak dapat menyunting diksi yang terdapat pada teks berita yang disuntinggnya. Pada paragraf kelima terdapat diksi denotasi yaitu kata “cuci tangan”, makna denotatif kata “cuci tangan” di sini adalah membasuh tangan dengan air, hal tersebut sesuai dengan konteks protokol kesehatan yang berlaku.

51

Aspek ketiga yang dinilai adalah kalimat efektif. Penulis memberi skor 2. siswa dapat menyunting sebagian dari kalimat efektif (struktur dan makna). Pada paragraf-paragraf dalam teks, siswa belum mampu memaparkan unsur kalimat efektif S-P-O-K. Tetapi siswa dapat memahami syarat-syarat dari kalimat efektif, yaitu mudah dipahami oleh pendengar atau pembacanya, tidak menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan maksud sang penulis, menyampaikan pemikiran penulis kepada pembaca atau pedengarnya dengan tepat, sistematis dan tidak bertele-tele. Dalam hal ini siswa mampu mengetahui apa yang diinformasikan dari teks berita yang disuntingnya, yaitu mengenai kasus covid-19 di Solo tanpa adanya gejala.

Aspek ke empat yang dinilai adalah kepaduan paragraf. Penulis memberi skor 3. Siswa mampu mengoreksi Semua keterpaduan paragraf dalam menyunting teks berita. Kepaduan paragraf merupakan keeratan ataupun kejelasan hubungan antara unsur-unsur paragraf, baik itu antarkalimat utama dengan kalimat penjelas itu sendiri. Dalam teks berita yang berjudul Dinkes: 90% Lebih Kasus Covid-19di Solo tanpa Gejala, Klaster Keluarga Mendominasi, siswa mampu mengkoreksi antara kalimat utama dan kalimat penjelas. Kalimat utama terletak pada paragraf pertama, kalimat penjelas terdapat pada paragraf berikutnya.

Aspek kelima yang dinilai adalah kebulatan wacana. Dalam hal ini siswa mampu menyunting ejaan, tanda baca, tetapi siswa belum mampu menyunting pilihan kata atau diksi dalam teks berita, dan siswa belum sepenuhnya dapat menyunting keefektifan kalimat (struktur dan makna).

Penulis memberikan skor 2 dalam aspek penilaian ini.

5. Nama Siswa: Citra Maharani

Tabel 4.5 Penilaian Siswa Citra

No. Aspek yang dinilai Skor Perolehan Siswa

1. Ejaan dan tanda baca 6 3

2. Diksi 6 1 3. Kalimat efektif (struktur dan makna) 6 2

4. Kepaduan Paragraf 6 3

5. Kebulatan Wacana 6 2

Jumlah Skor 11

Skor Akhir 11

15 x 100 73,3

Berdasarkan hasil penyuntingan teks berita dengan metode Diskusi Kelompok Besar, diperoleh nilai 73,3 yang termasuk dalam predikat Cukup. Nilai tersebut diuraikan sesuai dengan aspek penilaian dan indikator yang digunakan.

Aspek pertama yang dinilai adalah ejaan dan tanda baca. Penulis memberikan skor 3. Siswa dapat menyunting semua kesalahan ejaan dan tanda baca yang terdapat dalam teks berita yang disuntingnya. Pada paragraf kelima siswa mampu menyunting fungsi huruf besar/kapital, yaitu huruf pertama nama bulan seperti “september” menjadi “September”, menyunting fungsi huruf besar/kapital, yaitu huruf pertama nama orang

“joko widodo” menjadi “Joko Widodo”. Siswa dapat menyunting penempatan tanda baca titik (.) di akhir setiap paragraf, kemudian siswa juga mampu menyunting penempatan tanda baca petik ganda (“...”). Siswa

“joko widodo” menjadi “Joko Widodo”. Siswa dapat menyunting penempatan tanda baca titik (.) di akhir setiap paragraf, kemudian siswa juga mampu menyunting penempatan tanda baca petik ganda (“...”). Siswa

Dokumen terkait