BAB III. METODE PENELITIAN
E. Perangkat dan Instrumen Penelitian
2. Instrumen Penelitian
Rubrik penilaian portofolio digunakan untuk mengukur kemampuan investigasi. Instrumen ini dibuat oleh peneliti yang sebelumnya telah divalidasi secara logis oleh pembimbing. Daftar penilaian laporan praktikum dinyatakan dalam skor, kemudian diubah menjadi nilai yang dapat dilihat pada Lampiran 5. Aspek-aspek yang dinilai dalam instrumen ini meliputi indikator, indikator penilaian, dan skor dapat dilihat pada Tabel 2.
39
Tabel 2. Kisi-kisi Rubrik Penilaian Laporan Praktikum
No. Aspek Indikator Skor
Total Indikator Penilaian
1. Identitas Menuliskan identitas yang sesuai dengan anggota kelompok praktikum. 4
Tertulis semua nama anggota kelompok
Nama masing-masing anggota ditulis lengkap Terdapat nomor absen dari masing-masing anggota kelompok
Terdapat identitas kelas
2. Judul Menuliskan judul praktikum sesuai dengan materi yang sedang dipraktikumkan. 4
Judul praktikum sesuai dengan materi yang di praktikumkan
Tidak menggunakan singkatan
Menggunakan cetak tebal Menggunakan huruf kapital
3. Tujuan Menuliskan tujuan praktikum sesuai di lembar kerja siswa. 4
Tujuan praktikum sesuai dengan praktikum yang dilakukan
Apabila lebih satu menuliskan secara numbering
Penulisan judul tidak menggunakan huruf kapital semua
Penulisan tujuan harus jelas
4. Landasan Teori Menuliskan landasan teori sesuai dengan materi praktikum serta melengkapi sumber rujukan pada teori yang
diambil.
4
Memuat landasan teori sesuai dengan konsep materi pokok yang di praktikum Landasan teori berasal dari sumber terpercaya dan jelas (seperti buku)
Memberi sumber rujukan pada kalimat yang dikutip.
5. Alat dan Bahan
Menuliskan alat dan bahan yang digunakan dalam
praktikum.
4
Memuat alat dan bahan yang digunakan pada saat
praktikum
Menambahkan jumlah alat dan bahan yang digunakan saat praktikum
Penulisan alat dan bahan ditulis secara numbering
40
Menggambar alat yang digunakan saat praktikum
6. Cara Kerja Melengkapi cara kerja sesuai dengan uraian penyelidikan yang dilakukan. 4
Menuliskan cara kerja secara lengkap
Cara kerja ditulis dalam bentuk skema atau bagan Skema dibuat secara runtut (alurnya urut) 7. Hipotesis Menuliskan hipotesis bedasarkan uraian penyelidikan dasar teori. 4
Menuliskan hipotesis sesuai dengan informasi
penyelidikan
Memuat hipotesis sesuai dengan materi yang dipraktikumkan
Apabila hipotesis lebih dari satu ditulis secara numbering
8. Hasil Pengamatan
Menuliskan data pengamatan percobaan sesuai dengan hasil yang
didapatkan.
4
Hasil Pengamatan diketik dalam bentuk tabel Hasil pengamatan tidak dimanipulasi dari data hasil pengamatan asli yang diperoleh
Hasil pengamatan ditulis dengan jelas dan mudah dipahami
Data pengamatan dalam satu kelompok sama
9. Pembahasan
Memuat uraian analisis data dari data pengamatan.
4
Memuat analisis data berdasarkan hasil
pengamatan masing-masing kelompok
Memuat pembahasan yang menghubungkan landasan teori dengan hasil analisis data
Memuat pembahasan mengenai alasan atau faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil pengamatan yang diperoleh. 10. Kesimpulan Menuliskan kesimpulan sesuai dengan tujuan praktikum. 4
Memuat kesimpulan yang menjawab tujuan praktikum Kesimpulan tidak
menyimpang dari teori yang ada
41
Penulisan kesimpulan disesuaikan dengan tujuan praktikum 11. Jawaban Pertanyaan Menuliskan jawaban pertanyaan dengan
jelas dan mudah dipahami.
4
Memuat jawaban pertanyaan sesuai dengan pertanyaan di lembar kerja praktikum Jawaban pertanyaan harus jelas dan mudah dipahami Jawaban pertanyaan berdasarkan pembahasan yang didapatkan 12. Daftar Pustaka Memuat sumber-sumber yang ada
pada landasan teori.
4
Penulisan daftar pustaka sesuai dengan aturan yang benar
Sumber yang digunakan dalam daftar pustaka berupa buku dan artikel dari
internet.
Sumber daftar pustaka sesuai dengan kutipan yang dirujuk
13. Lampiran Melampirkan laporan sementara pada saat praktikum. 4
Memuat lembar kerja (hasil pengamatan sementara) Lembar kerja memuat tanda tangan pengampu praktikum Lembar kerja siswa asli bukan hasil fotokopi.
Cara pengukuran kemampuan investigasi dengan menggunakan laporan praktikum dinyatakan dalam skor, setiap butir pernyataan mempunyai skor yang berbeda. Skor yang diperoleh kemudian diubah menjadi nilai dengan menghitung skor laporan praktikum kemudian dibagi 5,2 dan dikalikan 10.
b. Soal Prestasi Belajar Kimia
Soal Prestasi belajar kimia merupakan instrumen untuk mengukur hasil belajar peserta didik yang akan diolah secara statistik. Soal prestasi belajar kimia berupa soal post-test. Instrumen ini dibuat oleh peneliti sebanyak 40 butir soal. Kisi-kisi soal post-test sebelum dan sesudah divalidasi dapat dilihat pada Tabel 3.
42
Sebelum diujikan, soal divalidasi terlebih dahulu secara logis oleh dosen pembimbing, kemudian divalidasi secara empiris pada kelas selain kelas pembanding dan kelas eksperimen. Setelah divalidasi secara empiris, soal yang valid berjumlah 24 butir soal yang dapat dilihat pada Lampiran 8. Persentase aspek kognitif meliputi CI sebesar 20,8%, C2 sebesar 25%, C3 sebesar 41,7%, dan C4 sebesar 12,5%. Kemudian soal tersebut diujikan pada kelas pembanding dan kelas eksperimen. Cara pengukuran prestasi belajar peserta didik dinyatakan dalam skor, apabila jawaban benar mendapat skor 1 dan jawaban salah mendapat skor 0, kemudian total jumlah jawaban benar dibagi 2,4 dan dikalikan 10.
Tabel 3. Kisi-kisi Soal Post-test Sebelum dan Sesudah Divalidasi
Keterangan : (*) = Soal gugur
No. Indikator Pencapaian Tipe Soal 1. Menghitung konsentrasi larutan (molaritas
larutan).
C1 1, 3 C2 2, C3 4, 5, 6, 7, 2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
laju reaksi (konsentrasi, luas permukaan , suhu, dan katalis) melalui percobaan.
C1 8, 9, 10 C2 11*, 12, 14*,
15, 16 C4 13*, 17*, 18,
19 3. Menafsirkan grafik dari data percobaan tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
C2 20, 21* 4. Menjelaskan pengaruh konsentrasi, luas
permukaan bidang sentuh, dan suhu terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan.
C2 22,
C3 25*, 26, 28, C4 27*, 5. Membedakan diagram energi potensial dari
reaksi kimia dengan menggunakan katalisator dan yang tidak menggunakan katalisator.
C2 29*,
6. Menjelaskan pengertian, peranan katalisator dan energi pengaktifan dengan menggunakan diagram.
C3 23, 24, 30*,
7. Menentukan orde dan waktu reaksi. C3 31*, 32*, 36, C4 33*, 34, 35*,
37*, 38*, 8. Menjelaskan peranan katalis dalam makhluk
hidup dan industri.
43 c. Lembar Angket
Angket kemampuan investigasi dibuat oleh peneliti berupa 30 pernyataan yang sebelumnya telah divalidasi secara logis oleh pembimbing (Lampiran 9). Adapun kisi-kisi angket kemampuan investigasi dapat dilihat pada Tabel 4. Angket kemampuan investigasi menggunakan model skala Likert. Skala Likert memiliki lima alternatif jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tak bisa memutuskan (N), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (ST), yang masing-masing jawaban dikaitkan dengan angka atau nilai, misalnya SS = 5, S = 4, N = 3, TS = 2, dan STS = 1 bagi pernyataan yang mendukung sikap positif, sedangkan bagi suatu pernyataan yang mendukung sikap negatif penilaiannya adalah SS = 1, S = 2, N = 3, TS = 4, dan STS = 5 (Ruseffendi, 1994: 120-122). Cara pengukuran angket kemampuan investigasi dengan cara memberikan skor pada setiap jawaban pernyataan sesuai dengan aturan skala Likert. Kemudian skor yang diperoleh dari setiap jawaban pernyataan dijumlah, kemudian dicari skor total. Untuk mencari rata-rata skor dengan menghitung skor total dan dibagi 30.
Tabel 4. Kisi-kisi Angket Kemampuan Investigasi
No. Aspek Indikator Butir
1. Conception Menemukan pokok permasalahan percobaan.
Membaca kompetensi inti dan kompetensi dasar pembelajaran. Membaca tujuan percobaan yang
akan dilakukan.
Mencari ide atau gagasan berdasarkan dasar teori yang tertera pada lembar kerja siswa. 2. Feasibilty
Study
Mengukur kemampuan dan perlengkapan yang akan diperlukan.
Menyiapkan lembar kerja sementara.
Membaca alat dan bahan percobaan yang diperlukan. Menyiapkan alat dan bahan yang
diperlukan. 3. Go-No-Go
Decision
Membuat kerangka berfikir.
Mengumpulkan informasi terkait percobaan yang akan dilakukan.
44
Menuliskan hipotesis percobaan . Hipotesis dirumuskan
berdasarkan pengalaman belajar yang sudah diterima.
4. Basebuilding Memahami pokok permasalahan yang diambil dalam percobaan.
Mencari dasar teori yang berhubungan dengan pokok permasalahan.
Dasar teori yang dituliskan harus memiliki sumber yang jelas. 5. Planning Merangkai alat
percobaan serta merumuskan prosedur percobaan.
Membaca uraian penyelidikan yang tersedia di lembar kerja siswa
Merumuskan prosedur kerja sesuai dengan uraian penyelididkan.
Menggambar rangkaian alat percobaan.
6. Original Research
Melakukan percobaan. Melakukan percobaan
berdasarkan prosedur kerja yang telah ditulis.
Mencatat hasil pengamatan sesuai dengan apa yang diperoleh. Mencatat hal-hal yang terjadi
selama percobaan berlangsung. 7. Reevaluation Membuat analisis data
sesuai dengan data percobaan.
Mengecek hasil percobaan yang diperoleh.
Melakukan analisis data hasil percobaan yang diperoleh. Menghubungkan hasil analisis
data terhadap teori-teori yang telah diperoleh.
8. Filling the Gaps
Mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan teori dan hasil analisis.
Mengkonfirmasi hasil analisis data dengan dasar teori yang sudah ada.
Mencatat hal-hal yang tidak sesuai dengan dasar teori. Menganalisis hasil analisis data
yang sudah diperoleh. 9. Final
Evaluation
Menyimpulkan hasil percobaan.
Merumuskan kesimpulan dari percobaan.
Menulis kesimpulan yang menjawab tujuan yang akan dicapai.
10. Writing and Rewriting
Membuat laporan percobaan.
Menulis hasil percobaan dalam bentuk laporan.
Menulis laporan sesuai dengan hasil analisis data yang diperoleh. Menjawab pertanyaan yang
45 11. Publication and Follow-up Stories Mempresentasikan hasil percobaan.
Mempresentasikan laporan yang telah dibuat.