BAB III : METODE PENELITIAN
D. Teknik Pengumpulan Data
3. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan angket.
Instrumen tes digunakan untuk memperoleh data tentang prestasi belajar matematika siswa sedangkan instrumen angket digunakan untuk memperoleh data tentang tinggi atau rendahnya motivasi belajar matematika siswa. Sebelum instrumen digunakan dalam penelitian, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Tahapan tersebut antara lain sebagai berikut.
a. Tahap Penyusunan Instrumen Penelitian
1) Tes prestasi adalah menggunakan tes tertulis yang berbentuk pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban yang tersedia. Tiap soal mempunyai bobot yang sama, yaitu 1 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah.
commit to user
Dalam penyusunan butir tes untuk penelitian ini dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
a) Menentukan pokok materi.
b) Menyusun kisi-kisi atau batasan soal.
c) Menulis butir-butir perangkat tes (soal-soal tes).
d) Menelaah butir soal.
e) Melakukan uji coba.
f) Melakukan analisis item soal.
g) Mengambil keputusan yaitu apakah butir soal tersebut dipakai, direvisi, atau dibuang.
2) Angket Motivasi belajar yang digunakan adalah angket tertutup berbentuk pilihan ganda di mana siswa tinggal melengkapi atau menyilang alternatif jawaban yang telah disediakan. Pertanyaan dalam angket ini diberikan pilihan 4 jawaban, yaitu:”a. Sangat setuju”, “b. Setuju”, “c. Kurang Setuju”, “d. Tidak Setuju”. Pemberian skor untuk masing-masing jawaban berturut-turut adalah 4, 3, 2, dan 1 untuk kategori butir soal.
Dalam penyusunan butir tes untuk penelitian ini dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
a) Menentukan indikator.
b) Menyusun kisi-kisi pembuatan instrumen.
c) Menjabarkan indikator-indikator ke dalam butir soal angket.
d) Menelaah butir soal.
e) Melakukan uji coba.
f) Melakukan analisis item soal.
g) Mengambil keputusan yaitu apakah butir soal tersebut dipakai, direvisi, atau dibuang.
b. Tahap Uji Coba Instrumen
Uji coba instrument sangat diperlukan dalam suatu penelitian untuk mengetahui apakah instrumen tersebut sudah layak digunakan dalam penelitian.
commit to user
1) Tes Prestasi
Tes prestasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai prestasi belajar matematika. Tes yang digunakan berupa tes objektif berbentuk pilihan ganda. Sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian, instrumen tersebut diuji terlebih dahulu dengan uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui kualitas item soal. Sedangkan untuk menguji butir instrumen digunakan uji daya pembeda dan tingkat kesukaran.
a). Analisis Instrumen (1) Uji Validitas Isi
Menurut Saifudin Azwar (1997: 45) ”Validitas isi adalah validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau melalui profesional judgement”. Budiyono (2003: 58) mengatakan bahwa “Suatu instrumen valid menurut validitas isi apabila isi instrumen tersebut telah merupakan sampel representatif dari keseluruhan isi hal yang diukur”.
Adapun langkah-langkah dalam melakukan validitas isi menurut Budiyono (2003: 59) adalah “Penilai menilai apakah kisi-kisi yang dibuat pengembang tes telah menunjukkan bahwa klasifikasi kisi-kisi telah mewakili isi yang akan diukur, selanjutnya para penilai menilai apakah masing-masing butir tes yang disusun cocok dengan klasifikasi kisi-kisi yang ditentukan”. Dalam penelitian ini instrumen tes dikatakan valid jika masing-masing butir tes sesuai dengan kriteria dalam lembar validasi tes.
(2) Uji Reliabilitas
Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila dapat memberikan hasil yang relatif sama pada saat dilakukan pengukuran lagi pada responden yang sama pada waktu yang berlainan. Reliabel tes prestasi belajar matematika diuji dengan rumus KR-20 yaitu.
r11 = n n – 1
st2– ∑ piqi st2 dengan:
r11 : indeks reliabilitas instrumen n : banyaknya butir instrumen commit to user
pi : proporsi cacah subjek yang menjawab benar pada butir ke-i qi : 1– pi, i:1,2,....n
st2 : variansi total
(Budiyono, 2003: 69) Kriteria reliabilitas:
0.00 n r11 â 0.20 reliabilitas sangat rendah 0.20 < r11 â 0.40 reliabilitas rendah
0.40 < r11 â 0.60 reliabilitas cukup 0.60 < r11 â 0.80 reliabilitas tinggi
0.80 < r11 â 1.00 reliabilitas sangat tinggi
(Suharsimi Arikunto, 1998: 71) Dalam penelitian ini instrumen dikatakan reliabel jika r11 > 0.70.
b) Analisis Butir Soal (1) Daya Pembeda
Sebuah instrumen terdiri dari sejumlah butir-butir instrumen. Kesemua butir tersebut harus mengukur hal yang sama dan menunjukkan kecenderungan yang sama pula. Ini berarti harus ada korelasi positif antara skor masing butir-butir tersebut dengan skor totalnya. Biasanya untuk menghitung daya pembeda butir ke-i, rumus yang digunakan adalah rumus korelasi produk momen dari Karl Pearson berikut.
rxy= n∑ XY– ∑ X ∑ Y
n∑ X2– ∑ X 2 n∑ Y2– ∑ Y 2 dengan:
rxy : indeks daya pembeda untuk butir ke-i n : banyaknya subjek yang dikenai tes
X : skor butir ke-i yang diperoleh dari subjek uji coba Y : skor total yang diperoleh dari subjek uji coba Butir soal disebut mempunyai daya pembeda baik jika rxy ³ 0.3
(Budiyono, 2003: 65) commit to user
Pada penelitian ini, butir soal dikatakan memenuhi daya pembeda yang baik jika rxy ≥ 0.3.
(2) Tingkat Kesukaran
Soal yang baik adalah soal yang mempunyai tingkat kesukaran yang memadai, artinya tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Untuk menghitung tingkat kesukaran setiap butir soal digunakan rumus sebagai berikut.
P = B JS dengan:
P : indeks kesukaran
B : banyaknya subjek yang menjawab benar JS : banyaknya seluruh subjek.
Menurut Witherington dalam Anas Sudijono (2006: 373) derajat kesukaran antara 0.25 – 0.75 dipandang sebagai derajat kesukaran yang memadai.
Pada penelitian ini derajat kesukaran butir soal yang dipakai adalah antara 0.25 – 0.75.
2) Angket
Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai motivasi belajar. Sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian, instrument tersebut diuji terlebih dahulu dengan uji validitas isi, reliabilitas, dan uji konsistensi internal untuk mengetahui kualitas item soal angket.
a). Uji Validitas Isi
Suatu instrumen dikatakan valid menurut validitas ini apabila isi instrumen tersebut telah merupakan sampel yang representatif dari keseluruhan isi hal yang akan diukur. Uji validitas yang dilakukan pada metode angket ini adalah uji validitas isi dengan langkah-langkah seperti yang dikemukakan Croker dan Algina dalam Budiyono (2003: 60) sebagai berikut.
(1). Mendefinisikan domain kerja yang akan diukur (pada angket motivasi belajar dapat berupa serangkaian ciri-ciri pada penggunaan strategi pembelajaran aktif yang diwujudkan kisi-kisi).
(2). Membentuk sebuah panel yang ahli (qualified) dalam domain tersebut. commit to user
(3). Menyediakan kerangka terstruktur untuk proses pencocokan butir-butir soal dengan domain performan yang terkait.
(4). Mengumpulkan data dan menyimpulkan berdasar data yang diperoleh dari proses pencocokan pada langkah 3).
Kevalidan dari validitas isi ditelaah dalam kriteria. Penelaahan tes untuk uji validitas instrumen angket adalah sebagai berikut.
(a) Kesesuaian butir angket dengan kisi-kisi.
(b) Bahasa muda dipahami.
(c) Butir angket tidak menimbulkan interpretasi atau bermakna ambigu.
(d) Kesesuaian butir angket dengan ejaan yang disempurnakan dalam bahasa Indonesia.
Penelitian ini, butir angket dikatakan valid jika memenuhi keempat kriteria di atas.
b). Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas penelitian ini menggunakan rumus Alpha, sebab skor butir angket bukan 0 dan 1. Hal ini sesuai dengan pendapat Suharsimi Arikunto, (2002:
192) yang menyatakan bahwa, “Rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya angket atau soal bentuk uraian”. Adapun rumus Alpha yang dimaksud adalah sebagai berikut.
r11= n
n – 1 1– ∑ si2 st2 dengan:
r11 : indeks reliabilitas instrumen N : banyaknya butir instrumen
si2 : variansi butir ke-i, dengan i = 1,2,...,n
st2 : variansi skor total yang diperoleh subjek uji coba
(Budiyono, 2003: 70) Interpretasi indeks reliabilitas instrumen angket sama dengan interpretasi indeks reliabilitas instrumen tes, instrumen angket dikatakan reliabel jika indeks reliabilitasnya lebih dari 0.7 atau r11 > 0.7.
commit to user
c). Konsistensi Internal
Butir-butir dalam sebuah instrumen haruslah mengukur hal yang sama dan menunjukkan kecenderungan yang sama pula. Konsistensi internal masing-masing butir dilihat dari korelasi antar skor butir-butir tersebut dengan skor totalnya.
Untuk menghitung konsistensi internal butir ke-i, digunakan rumus korelasi momen produk dari Karl Pearson, yaitu.
r
xy=
n∑ XY – ( ∑ X)( ∑ Y)(n∑ X2– (∑ X)2) (n∑ Y2– (∑ Y)2) dengan:
rxy = indeks konsistensi internal untuk butir ke-i n = cacah subjek yang diberi angket
X = skor butir ke-i (dari subjek uji coba) Y = skor total (dari subjek uji coba)
Butir angket dikatakan mempunyai konsistensi internal yang baik jika rxy ≥ 0.3.
(Budiyono, 2003:65) Dalam penelitian ini instrumen angket mempunyai konsistensi internal yang baik jika rxy ≥ 0.3.