• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skor perilaku/sikap

INSTRUMEN VERIFIKASI DOKUMEN III KTSP 2013

Nama Guru : ... Mata Pelajaran : ... Kelas : ... No Komponen/Aspek Penilaian Catatan

Ya Tdk

A Identitas dan Kelengkapan Komponen

1 Terdapat : satuan pendidikan, kelas/semester, mata pelajaran, materi pokok/tema, dan alokasi

waktu

2 Memuat KI; KD dan Indikator Pencapaian Kompetensi; tujuan pembelajaran; materi pembelajaran; metode; media, alat, dan sumber pembelajaran; langkah kegiatan pembelajaran; dan penilaian, pembelajaran remedial dan pembelajaran

pengayaan.

B Kompetensi Inti

3 Mencakup KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4

4 Rumusan KI (1, 2, 3, dan 4) sesuai dengan

Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014

C Kompetensi Dasar

5 Kompetensi Dasar mencakup sikap spiritual, sikap

sosial, pengetahuan, dan keterampilan

6 Rumusan KD (1, 2, 3, dan 4) sesuai dengan Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014

D Indikator Pencapaian Kompetensi

7 Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan

keterampilan.

8 Indikator untuk KD yang diturunkan dari 1 dan KI-2 dirumuskan dalam bentuk perilaku umum yang bermuatan nilai dan sikap yang gejalanya dapat diamati sebagai dampak pengiring dari KD pada KI-3

dan KI-4.

9 Indikator untuk KD yang diturunkan dari 3 dan KI-4 dirumuskan dalam bentuk perilaku spesifik yang

dapat diamati dan terukur.

10 Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat

diobservasi.

11 Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

©2014© 2015, Direktorat Pembinaan SMA

96

12 Indikator diurutkan dari kompetensi sederhana ke

kompleks.

13 Kata kerja operasional pada KD benar-benar terwakili dan teruji akurasinya pada deskripsi yang ada di kata kerja operasional indikator.

D Tujuan Pembelajaran

14 Memadai pencapaian indikator sesuai KD, KI, dan

SKL

15 Menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai

dengan kompetensi dasar.

16 Menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;

17 Tujuan dapat diorganisasikan mencakup seluruh KD atau diorganisasikan untuk setiap pertemuan. 18 Tujuan mengacu pada indikator, paling tidak

mengandung dua aspek: Audience (peserta didik) dan Behavior (aspek kemampuan).

E Materi Pembelajaran

19 memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang

relevan

20 ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan

rumusan indikator ketercapaian kompetensi; 21 Merupakan rincian dari materi pokok

F Metode Pembelajaran

22 Metode yang digunakan relevan dengan pendekatan

saintifik

23 Sesuai dengan tujuan pencapaian pembelajaran dan

indikator

24 disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;

G Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

25 Menjabarkan media, alat, dan sumber pembelajaran

26 Kesesuaian dengan kebutuhan pencapaian tujuan

pembelajaran, indikator, dan kegiatan belajar siswa

aktif

27 Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik 28 Kesesuaian dengan pembelajaran saintifik

29 Sumber pembelajaran mencakup buku, media

cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber

belajar lain yang relevan

H Langkah Kegiatan Pembelajaran

30 Mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan

©2014© 2015, Direktorat Pembinaan SMA

97

31 Kegiatan pendahuluan menggambarkan: penyiapan

kondisi siswa; penjelasan keterkaitan materi sebelumnya dan materi yang akan datang; penyampaian tujuan pembelajaran; dan

penyampaian kegiatan yang akan dilakukan

32 Kegiatan inti sesuai dengan silabus, indikator, dan

materi pembelajaran

33 Kegiatan inti menggambarkan proses pembelajaran saintifik (mengamati, menanya,

mencoba/mengumpulkan informasi, menalar, dan

mengomunikasikan)

34 Kegiatan inti menggambarkan proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan,

menantang, dan memotivasi peserta didik 35 Kegiatan penutup menggambarkan: perumusan

kesimpulan bersama; penilaian dan umpan

balik/refleksi; rencana tindak lanjut (remedial dan pengayaan); dan penyampaian rencana kegiatan

selanjutnya

36 Kegiatan penutup memuat penyampaian pencapaian

KD dari KI-2 (sikap sosial) dan KI-1 (sikap religius)

I Penilaian

37 Memuat jenis/teknik penilaian, bentuk instrumen, dan pedoman penskoran/penilaian untuk setiap

pertemuan

38 Mencakup penilaian sikap, pengetahuan, dan

keterampilan

39 Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, dan indicator pencapaian

kompetensi

40 Memuat pembelajaran remedial, pembelajaran remedial dilakukan segera setelah kegiatan penilaian

41 Memuat pembelajaran pengayaan JUMLAH

Catatan :

Instrumen validasi Dokumen I, II, dan III KTSP 2013 oleh Dinas Pendidikan Provinsi dapat menggunakan instrumen verifikasi Dokumen I, II, dan III KTSP 2013 dengan cara cukup sampai dengan memberi tanda ya atau tidak, tidak harus ada catatan.

©2014© 2015, Direktorat Pembinaan SMA

98

Abin Syamsuddin Makmun. 2003. PsikologiPendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja. Anderson, Le.W. dan Kreathwohl, D.R. (2001). A Taxonomy For Learning, Teaching, And

Assesssing: A Revision of Bloom,s Taxonomy of Educational Objectives. New York. Longman.

Bruner, J. (1996). The Culture of Education. Cambridge, MA: Harvard University Press. Dedi Supriawandan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah).

Bandung: FPTK-IKIP Bandung.

Direktorat PSMA. 2015. Pengembangan KTSP SMA.

Direktorat PSMA. 2015. Model-model Pembelajaran di SMA.

Direktorat PSMA. 2015. Model Penyelenggaraan Pendalaman Minat.

Direktorat PSMA. 2015. Pengembangan Pembelajaran SMA (Pengembangan RPP).

Direktorat PSMA. 2015. Model Penyelenggaraan Aktualisasi Mata Pelajaran dalam Kegiatan Kepramukaan di SMA.

Direktorat PSMA. 2015. Model Penyelenggaraan Peminatan. Direktorat PSMA. 2015. Pola Pembinaan KTSP.

Direktorat PSMA. 2015. Panduan Transisi Kurikulum 2013 ke Kurikulum tahun 2006. Direktorat PSMA. 2015. Pengembangan Penilaian SMA.

Direktorat PSMA. 2015. Perangkat Pembinaan Pasca EHB.

Direktorat PSMA. 2015. Perangkat Penyusunan Soal Standar Internasional. Direktorat PSMA. 2015. Model Penyelenggaraan SKS di SMA.

Direktorat PSMA. 2015. Analisis Konteks.

Direktorat PSMA. 2015. Model Pembelajaran dan Penilaian Projek. Direktorat PSMA. 2015. Panduan Penyusunan RKS.

©2014© 2015, Direktorat Pembinaan SMA

99

Direktorat PSMA. 2015. Prinsip Pembelajaran di SMA.

Direktorat PSMA. 2015. Model Penyelenggaraan Muatan Lokal SMA. Direktorat PSMA. 2015. Panduan Penyusunan Silabus.

Direktorat PSMA. 2015. Model Pembinaan Kewirausahaan SMA. Direktorat PSMA. 2015. Model Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan.

Harding, S. (1998). Is Science Multicultural? Postcolonialisms, Feminisms, and Epistemologies. Bloomington: Indiana University Press.

Calabrese Barton, A. (1998).Reframing “science for all” through the politics of poverty.Educational Policy, 12, 525-541.

http://www.ase.org.uk/documents/principles-and-big-ideas-of-science-education Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Peraturan Pemerintah No.32 Tahun 2013 tentang perubahan atas PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembar Negara RI Tahun 2013 No.71, Tambahan Lembar Negara)

Peraturan Pemerintah nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum SMA/MA;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 Tahun 2014 tentang Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Menengah;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Kepramukaan pada Pendidikan Dasar dan Menengah;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2014 tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 68 tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi Dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Dalam Implementasi Kurikulum 2013;

©2014© 2015, Direktorat Pembinaan SMA

100

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 tentang

Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Menengah;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 105 Tahun 2014 tentang Pendampingan;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan Konseling;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 158 tahun 2014 tentang Sistem Kredit Semester;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 159 tahun 2014 tentang Evaluasi Kurikulum;

Pusat PengembanganTenaga Kependidikan, Manajemen Implementasi Kurikulum 2013 Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Nomor 717/D/Kep/2013 tentang

Bentuk dan Tata Cara Penyusunan Laporan Capaian Kompetensi Peserta Didik Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah

UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (lembar Negara RI tahun 2003 No. 78, Tambahanlembar Negara RI No. 4301),

WinaSenjaya. 2008. StrategiPembelajaran; BerorientasiStandar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Young, Jolee. And Elaine Chapman (2010). Generic Competency Frameworks: a Brief Historical