BAB IV. PELAKSANAAN PENELITIAN, TABULASI DATA
C. Pembahasan
3. Interaksi Belajar dan Mengajar
Interaksi belajar mengajar yang terjadi antara guru dan siswa merupakan komunikasi atau hubungan timbal balik atau hubungan dua arah antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.
F. Manfaat Penelitian
Secara umum hasil yang diperoleh dari penelitian diharapkan: 1. Bagi guru
Memberdayakan guru matematika dalam menggunakan metode Mind Map yang dapat menjadi sebuah alternatif solusi sebagai bahan acuan dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
2. Bagi siswa
Meningkatkan kemampuan berpikir inovatif siswa dalam mengikuti proses pembelajaran matematika, serta pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
3. Bagi peneliti
Menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang berharga dalam menerapkan pelaksanaan proses pembelajaran matematika dengan menggunakan metode Mind Map.
4. Bagi pembaca
Memberikan informasi yang cukup bagi pembaca mengenai pembelajaran dengan menggunakan metode Mind Map dan memberikan masukan kepada peneliti lain yang ingin melakukan penelitian sejenis.
8
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Matematika
Matematika berasal dari perkataan Latin mathematica yang mulanya diambil dari perkataan Yunani mathematike yang berarti “relating to learning”. Kata itu mempunyai akar kata mathema yang berarti pengetahuan atau ilmu. Menurut James yang dikutip oleh Erman Suherman (2003: 19), mengatakan matematika adalah ilmu logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang yaitu Aljabar, Analisis dan Geometri. Herman Hudojo (2005: 36) mengartikan matematika sebagai ilmu yang berkenaan dengan ide-ide atau gagasan-gagasan, struktur-struktur dan hubungannya yang diatur secara logis, bersifat abstrak, penalarannya deduktif dan dapat memasuki wilayah cabang ilmu lainnya.
Soedjadi (2000: 11) menyatakan beberapa definisi matematika berdasarkan sudut pandang pembuatnya, sebagai berikut:
1. Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir secara sistematis.
3. Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logika dan berhubungan dengan bilangan.
4. Matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitatif dan masalah ruang dan bentuk.
5. Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logik. 6. Matematika pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.
B. Proses Pembelajaran Matematika
Proses adalah kata yang berasal dari bahasa Latin “Processus” yang berarti “berjalan ke depan”. Kata ini mempunyai konotasi urutan langkah atau kemajuan yang mengarah pada suatu saran atau tujuan. Dalam psikologi belajar, proses berarti cara-cara atau langkah-langkah khusus yang dengannya beberapa perubahan ditimbulkan hingga tercapainya hasil-hasil tertentu. Jadi proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya (Muhibbin Syah, 1997: 113).
Pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Dalam makna lebih kompleks, pembelajaran hakikatnya adalah usaha dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya (mengarahkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Dari makna ini jelas
terlihat bahwa pembelajaran adalah proses interaksi dua arah antara peserta didik dengan pendidik (guru), dimana antara keduanya terjadi komunikasi yang intens dan terarah menuju suatu tujuan yang ingin dicapai (Trianto, 2009:17)
Pembelajaran matematika adalah proses aktif individu siswa yang bersosialisasi dengan guru, sumber atau bahan belajar, teman dalam memperoleh pengetahuan baru. Proses aktif individu menyebabkan perubahan tingkah laku, misalnya setelah belajar matematika siswa itu mampu mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan matematikanya dimana sebelumnya ia tidak dapat melakukannya (Herman Hudojo, 2001: 92). Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Utari Sumarno (2004:5) yaitu pembelajaran matematika memang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematis yang meliputi pemahaman, pemecahan masalah, penalaran, komunikasi, dan koreksi matematis, kritis, serta sikap yang terbuka dan objektif.
C. Interaksi Belajar Mengajar
Interaksi merupakan salah satu pengertian dari komunikasi. Di dalam pendidikan, komunikasi merupakan interaksi edukatif yaitu interaksi yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan. Interaksi edukatif ini sering disebut interaksi belajar mengajar. Dalam interaksi semacam ini terjadi siswa belajar dan guru mengajar, keduanya untuk mencapai tujuan pendidikan. Adapun tugas siswa ialah belajar, yaitu mengembangkan potensi seoptimal mungkin sehingga tujuan tercapai sesuai dengan apa yang dicita-citakan, sedangkan tugas seorang guru
ialah mengajar, dimana guru harus membimbing anak belajar dengan menyediakan situasi dan kondisi yang tepat agar potensi anak berkembang semaksimal mungkin. Dengan demikian diharapkan tujuan pendidikan dapat tercapai.
Menurut Oemar Hamalik (2001: 54), pengajaran adalah interaksi belajar dan mengajar. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses saling mempengaruhi antara guru dan siswa. Di antara keduanya terdapat hubungan atau komunikasi interaksi yaitu di satu pihak guru mengajar dan di pihak lain siswa belajar. Keduanya menunjukkan aktivitas yang seimbang hanya berbeda perannya saja. Proses pengajaran itu berlangsung dalam situasi pengajaran, dimana didalamnya terdapat komponen-komponen atau faktor-faktor yaitu:
1. tujuan mengajar 2. siswa belajar 3. guru mengajar 4. metode mengajar 5. alat bantu mengajar
6. penilaian dan situasi pengajaran
Di dalam proses pengajaran, semua komponen tersebut bergerak dalam suatu rangkaian kegiatan yang terarah guna membawa pertumbuhan siswa ke tujuan yang diinginkan. Jadi dapat dikatakan bahwa pengajaran merupakan suatu pola yang direncanakan.
Menurut Nana Sudjana (2009: 61), interaksi belajar mengajar yang terjadi antara guru dan siswa merupakan komunikasi atau hubungan timbal balik atau hubungan dua arah antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Interaksi ini dapat dilihat dalam :
a. Tanya jawab atau dialog antara guru dengan siswa atau antara siswa dengan siswa
b. Bantuan guru terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar, baik secara individu maupun kelompok
c. Teguran guru kepada siswa d. Peran guru sebagai fasilitator
D. Metode Mind Map (Peta Pikiran)
Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Tony Buzan pada awal 1970-an yaitu, seor1970-ang ahli d1970-an penulis produktif di bid1970-ang psikologi, kreativitas d1970-an pengembangan diri. Mind map merupakan suatu pendekatan yang lebih efektif, membantu otak untuk berfikir secara teratur, memasukkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi dari otak. Mind Map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harafiah akan memetakan pikiran-pikiran kita (Buzan, 2008:4). Catatan yang dibuat tersebut membentuk gagasan yang saling berkaitan, dengan topik utama di tengah dan subtopik serta perincian menjadi cabang-cabangnya.
Secara individual kita dapat menganalisis ide-ide, mencatat pelajaran atau merencanakan penelitian baru sehingga dapat mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah direncanakan. Strategi Mind Map juga dapat menghilangkan kebosanan dalam mencatat cara tradisional, sehingga dalam hal ini otak akan lebih cepat mencerna serta mengingat catatan yang telah dibuat. Manfaat dari metode ini adalah sebagai berikut :
1. Mempercepat pembelajaran, karena mampu memahami konsep yang sama dengan kerja otak ketika menerima pelajaran.
2. Melihat koneksi antar topik yang satu dengan yang lain yang memiliki keterkaitan.
3. Membantu penggalian ide dan mengasah kemampuan otak untuk bekerja. 4. Membantu ide serta gagasan yang mengalir karena tidak selalu ide dan
gagasan dapat direkam.
5. Melihat gambaran suatu gagasan secara luas dan besar, sehingga membantu otak bekerja secara maksimal dan berfikir besar terhadap suatu gagasan.
6. Menyederhanakan struktur ide dan gagasan tersebut. 7. Memudahkan untuk mengingat ide dan gagasan tersebut. 8. Meningkatkan daya kreatifitas dan inovatif.
Buzan (2008: 14-16), sarana dan prasarana untuk membuat Mind Map adalah :
b. Pena dan pensil warna c. Otak
d. Imajinasi
Mind Map membutuhkan imajinasi atau pemikiran, adapun cara pembuatan Mind Map adalah :
1) Mulailah dari tengah kertas kosong
2) Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama
3) Gunakan berbagai warna, karena warna akan membuat Mind Map lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreatif
4) Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua dan seterusnya
5) Buatlah garis hubung yang melengkung 6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis 7) Gunakan gambar
Gambar 2.1 Contoh Mind Map (Peta Pikiran)
Dalam prinsipnya Mind map sangat sederhana, cukup menuliskan dengan mengikuti kemana otak kita berfikir, apa yang terlintas, apa yang teringat dalam bentuk coretan yang berkaita-kaitan (radiant thinking), dimulai dari tengah sebagai pusat kemudian mengembangkan ke arah tepi. Menurut Pandley (1994) metode Mind Map bertujuan untuk membangun pengetahuan siswa dalam belajar secara sistematis, yaitu sebagai teknik untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam penguasaan konsep dari suatu materi pelajaran. Adapun tahap-tahap pembelajaran matematika dengan menggunakan metode Mind Map sebagai berikut:
1. Guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran tentang materi pelajaran yang akan dipelajari.
2. Siswa mempelajari konsep tentang materi pelajaran yang dipelajari dengan bimbingan guru.
3. Guru mengelompokkan siswa ke dalam beberapa kelompok kemudian siswa diminta untuk membuat peta pikiran dari materi yang dipelajari.
4. Untuk mengevaluasi siswa tentang pemahaman terhadap materi, guru menunjuk beberapa siswa mempresentasikan hasil peta pikiran dengan menuliskan di papan tulis.
5. Dari hasil presentasi yang ditulis oleh siswa di papan tulis, guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan.
6. Guru memberikan soal latihan tentang materi yang dipelajari kepada siswa untuk dikerjakan secara individu.
7. Pada akhir pembelajaran diadakan tes untuk mengetahui pemahaman konsep dan kemampuan akademis siswa.
Dari uraian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran dengan metode Mind Map adalah metode pembelajaran yang dirancang untuk memberikan siswa ketrampilan berfikir, serta merupakan suatu metode pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk menghubungkan konsep-konsep yang penting dalam mempelajari suatu materi pelajaran.
D. Materi Pembelajaran
Dalam penelitian ini materi yang digunakan yaitu segiempat. Segiempat adalah bangun datar yang dibentuk dari empat buah titik, setiap tiga titik tidak boleh segaris yang dihubungkan. (Jacobs, R Harold, 1974).
1. Persegi
a. Pengertian
Gambar 2.2 Persegi ABCD
Persegi adalah bangun datar segiempat yang mempunyai dua pasang sisi sejajar dan sama panjang, serta salah satu sudutnya 90º. (Jacobs, R Harold, 1974)
b. Sifat-sifat Persegi :
Gambar 2.3 Diagonal Persegi ABCD
A C D B A C D B
1) Keempat sisinya sama panjang, yaitu AB = BC = CD = AD 2) Keempat sudutnya masing-masing sebesar 90 º
3) Setiap sudut dibagi dua sama besar oleh diagonalnya. Sehingga diagonalnya membentuk sumbu simetri.
DAC = CAB ABD = DBC
4) Kedua diagonalnya sama panjang, AC = BD
5) Kedua diagonal saling berpotongan tegak lurus membagi dua sama panjang, yaitu AC tegak lurus BD
6) Memiliki 4 sumbu simetri, yaitu
Gambar 2.4 Sumbu Simetri Persegi ABCD
A C D B A C D B A C D B A C D B
7) Memiliki simetri putar tingkat empat, yaitu :
Gambar 2.5 Simetri Putar Persegi ABCD
c. Keliling dan Luas persegi
Berdasarkan gambar 2.2 apabila AB adalah sisi 1, BC sisi 2, CD sisi 3 dan DA sisi 4, sesuai dengan sifat sisi persegi bahwa AB = BC = CD = DA. Keliling dari bangun datar persegi ialah panjang dari kurva tertutup dengan AB + BC + CD + DA atau dengan kata lain keliling persegi adalah 4 × sisi = 4 × s
Luas dari bangun datar persegi ialah banyaknya persegi satuan yang tepat menutupi bangun datar persegi. Maka luas bangun datar persegi adalah sisi × sisi = s × s A C D B D B C A C A B D B D A C
2. Persegi panjang a. Pengertian
Gambar 2.6 Persegi Panjang ABCD
Persegi panjang adalah bangun datar segiempat yang mempunyai dua pasang sisi yang berhadapan sejajar serta salah satu sudutnya 900 . (Jacobs, R Harold, 1974)
b. Sifat-sifat persegi panjang :
Gambar 2.7 Diagonal Persegi Panjang ABCD
(i) Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang, yaitu AB = CD, AD = BC; (ii)Tiap-tiap sudutnya sama besar yaitu 900
A = B = C = D = 900
(iii) Kedua diagonal sama panjang, yaitu AC = BD A D C B O A D C B
(iv) Kedua diagonal saling berpotongan membagi dua sama panjang, yaitu AO = OC dan BO = OD
(v)Memiliki dua sumbu simetri
Gambar 2.8 Sumbu Simetri Persegi Panjang
c. Keliling dan Luas persegi panjang
Berdasarkan gambar 2.6 apabila AB adalah sisi 1, BC sisi 2, CD sisi 3 dan DA sisi 4, sesuai dengan sifat sisi persegi panjang bahwa AB = CD disebut dengan panjang (p) dan BC = DA disebut dengan lebar (l).
Keliling dari bangun datar persegi panjang ialah panjang dari kurva tertutup dengan AB + BC + CD + DA atau dengan kata lain keliling persegi panjang adalah 2p + 2l = 2 × (p + l).
Luas dari bangun datar persegi panjang ialah banyaknya persegi satuan yang tepat menutupi bangun datar persegi panjang. Maka luas bangun datar persegi panjang adalah panjang × lebar = p × l.
A
D C
B A
D C
3. Belah Ketupat a. Pengertian
Gambar 2.9 Belah Ketupat ABCD
Belah ketupat adalah bangun datar segiempat yang mempunyai dua pasang sisi yang sejajar sama panjang. (Jacobs, R Harold, 1974)
b. Sifat-sifat belah ketupat :
(i) Semua sisinya sama panjang, yaitu AB = BC = CD = DA (ii) Sudut-sudut yang berhadapan sama besar, yaitu
A = C dan B = D
(iii) Kedua diagonal merupakan sumbu simetri
c. Keliling dan Luas belah ketupat
Berdasarkan gambar 2.9 apabila AB adalah sisi 1, BC sisi 2, CD sisi 3 dan DA sisi 4, sesuai dengan sifat sisi belah ketupat bahwa AB = BC = CD = DA dan memiliki 2 diagonal yaitu BD disebut diagonal 1 (d1) dan AC diagonal 2 (d2).
A
D
C
Keliling dari bangun datar belah ketupat ialah panjang dari kurva tertutup dengan AB + BC + CD + DA atau dengan kata lain keliling belah ketupat adalah 4 × sisi = 4 × s
Luas dari bangun datar belah ketupat ialah banyaknya persegi satuan yang tepat menutupi bangun datar belah ketupat.
Gambar 2.10 Diagonal Belah Ketupat ABCD Menjadi Dua Segitiga Kongruen
Luas ABCD = luas ABD + luas BCD
=
+
=
=
=
A D C B O O A B C B D D4. Trapesium a. Pengertian
Gambar 2.11 Trapesium ABCD
Trapesium adalah bangun datar segi empat yang mempunyai tepat dua sisi sejajar. (Jacobs, R Harold, 1974)
b. Sifat-sifat trapesium :
(i) Memiliki dua sisi sejajar yaitu AB // CD
(ii) Jumlah sudut yang berdekatan di antara dua garis sejajar adalah 1800. ABC + BCD = 1800
BAD + ADC = 1800 c. Keliling dan Luas trapesium
Berdasarkan gambar 2.11 apabila AB adalah sisi 1, BC sisi 2, CD sisi 3 dan DA sisi 4, sesuai dengan sifat sisi trapesium bahwa AB sejajar dengan DC disebut berturut-turut dengan sisi bawah dan sisi atas, sedangkan AD dan BC disebut dengan sisi samping.
Keliling dari bangun datar trapesium ialah panjang dari kurva tertutup dengan AB + BC + CD + DA.
A
D C
Luas dari bangun datar trapesium ialah banyaknya persegi satuan yang tepat menutupi bangun datar trapesium.
Gambar 2.12 Pembagian Trapesium ABCD Menjadi Tiga Bangun Datar
Luas ABCD = luas AED + luas EFCD + luas FBC
= (½ AE x ED) + (EF x FC) + (½ FB x FC)
= (½ AE x ED) + (½ x 2 x EF x FC) + (½FB x FC) = (½ AE x ED) + (½(EF + EF) x FC) + (½FB x FC) = (½ AE x ED) + (½(EF + EF) x ED) + (½FB x ED) = ½ ED (AE + EF + EF + FB)
= ½ ED (AE + EF + FB + CD) = ½ ED (AB + CD)
= ½ t (sisi bawah + sisi atas)
E D C F F C B A D E A A D D C C B B E F t
5. Layang-layang a. Pengertian
Gambar 2.13 Layang-layang ABCD
Layang-layang adalah bangun datar segiempat yang memiliki sepasang-sepasang sisi yang berdekatan sama panjang. (Jacobs, R Harold, 1974) b. Sifat-sifat layang-layang :
(i) Masing-masing sepasang sisinya sama panjang, AB = AD dan BC = CD
(ii) Terdapat sepasang sudut sama besar;
ABC =
ADC (iii) Salah satu diagonalnya merupakan sumbu simetri
(iv) Salah satu diagonalnya membagi dua tegak lurus sama panjang c. Keliling dan Luas layang-layang
Berdasarkan gambar 2.13 apabila AB adalah sisi 1, BC sisi 2, CD sisi 3 dan DA sisi 4, sesuai dengan sifat sisi layang-layang bahwa AB = AD dan BC = DC, memiliki 2 diagonal yaitu BD disebut diagonal 1 (d1) dan AC diagonal 2 (d2).
A
B
C D
Keliling dari bangun datar layang-layang ialah panjang dari kurva tertutup dengan AB + BC + CD + DA.
Luas dari bangun datar layang-layang ialah banyaknya persegi satuan yang tepat menutupi bangun datar layang-layang.
Gambar 2.14 Diagonal Layang-layang ABCD Menjadi Dua Segitiga Sama Kaki
Luas ABCD = luas ABD + luas BCD
=
+
=
=
=
O O A B C B D D A B B C C D D O6. Jajargenjang a. Pengertian
Gambar 2.15 Jajargenjang ABCD
Jajargenjang adalah adalah bangun datar segiempat yang mempunyai dua pasang sisi yang berhadapan sejajar.
b. Sifat - sifat jajargenjang :
(i) Sisi - sisi yang berhadapan pada setiap jajargenjang sama panjang dan sejajar; AB = DC ; AD = BC
(ii) Sudut - sudut yang berhadapan pada setiap jajargenjang sama besar; A = C ; B = D
(iii)Pada setiap jajargenjang kedua diagonalnya saling membagi dua sama panjang
c. Keliling dan Luas jajargenjang
Berdasarkan gambar 2.15 apabila AB adalah sisi 1, BC sisi 2, CD sisi 3 dan DA sisi 4, sesuai dengan sifat sisi jajargenjang bahwa AB = DC dan AB sejajar dengan DC disebut berturut-turut dengan sisi bawah dan sisi atas. Sama halnya dengan AD = BC dan AD sejajar dengan BC disebut dengan sisi samping.
Keliling dari bangun datar jajargenjang ialah panjang dari kurva tertutup dengan AB + BC + CD + DA.
Luas dari bangun datar jajargenjang ialah banyaknya persegi satuan yang tepat menutupi bangun datar jajargenjang.
Gambar 2.16 Perubahan Jajargenjang ABCD Menjadi Persegi Panjang
OO’CD
Luas jajar genjang = panjang × lebar = p × l = alas × tinggi = a × t
E. Kerangka Berpikir
Tujuan dari pembelajaran matematika adalah membentuk kemampuan bernalar pada diri siswa yang tercermin melalui kemampuan berpikir kritis, logis, sistematis dalam memecahkan suatu permasalahan baik dalam bidang matematika, bidang lain, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran matematika ini, siswa diharapkan dapat mengkonstruksi pengetahuan yang dimilikinya dari pengalaman-pengalaman masa lalu. Proses mengkonstruksi pengetahuan siswa memerlukan keaktifan baik dalam mencari maupun menyampaikan suatu informasi yang dimilikinya. Keaktifan siswa dalam
A B D C O O’ O O’ D C t
pembelajaran dapat dilihat dari kemampuan dan kemauan siswa dalam bertanya, memberi tanggapan, menyatakan definisi ataupun menarik suatu kesimpulan. Oleh karena itu, perlu diciptakan suatu proses pembelajaran yang dapat membuat siswa merasa antusias dan aktif.
Metode Mind Map merupakan suatu pendekatan yang lebih efektif, membantu otak untuk berfikir secara teratur, memasukkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi dari otak. Metode pembelajaran ini dirancang untuk memberikan ketrampilan berfikir, serta dapat membantu siswa untuk menghubungkan konsep-konsep yang penting dalam mempelajari suatu materi pelajaran. Dengan demikian diharapkan dapat membuat siswa lebih terfokus dalam memahami materi, mengingat rumus, mendorong keaktifan dan antusiasme dalam pembelajaran matematika.
31
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Pangudi Luhur Wedi Klaten. Waktu penelitian dilaksanakan bulan Mei 2012. SMP Pangudi Luhur Wedi beralamatkan di Dukuh Karangrejo, Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Sekolah dibawah naungan Yayasan Pangudi Luhur ini memiliki Akreditasi A. SMP Pangudi Luhur Wedi merupakan lembaga pendidikan yang mengedapankan perkembangan dan pertumbuhan siswa secara utuh dan optimal, sehingga menghasilkan siswa yang cerdas, berkepribadian, bersemangat, dan cinta kasih. Sekolah ini ditunjang dengan fasilitas pembelajaran yang lengkap dan kegiatan pengembangan diri dalam bentuk Ekstra Kurikuler.
B. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena yang akan diteliti. Peneliti akan menggambarkan penerapan proses pembelajaran berdasarkan keterlaksanaan RPP, mengetahui sejaumana antusiasme siswa dan bentuk-bentuk interaksi yang muncul antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Data
akan dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, angket penelitian dan wawancara.
Penelitian ini akan mengungkapkan kejadian yang terjadi dalam proses pembelajaran matematika dengan menggunakan metode Mind Map. Dalam penelitian ini, data-data yang ditemukan selama pembelajaran matematika dengan metode Mind Map, nantinya akan dideskripsikan atau dipaparkan secara faktual, sistematis dan disimpulkan.
C. Subjek Penelitian
Subyek dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII A yang berjumlah 42 orang, SMP Pangudi Luhur Wedi Klaten semester genap tahun ajaran 2011/2012.
D. Perumusan Variabel
Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Dalam penelitian ini variabel yang digunakan yaitu :
1. Variabel Bebas/Penyebab (Independent Variable)
Variabel bebas atau penyebab adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan/timbulnya variabel terikat. Yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan metode Mind Map.
2. Variabel Terikat (Dependent Variable)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari variabel bebas. Yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah keterlaksanaan RPP, antusiasme siswa dan interaksi siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode Mind Map pada materi segiempat.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan yaitu instrumen keterlaksanaan pembelajaran, instrumen antusiasme dan instrumen interaksi.
1. Instrumen keterlaksanaan pembelajaran
Instrumen untuk melakukan kegiatan membelajaran adalah rencana pelaksanaan pembelajaran. Berikut ini adalah beberapa komponen yang tercantum dalam RPP :
Materi Pembelajaran: Bangun Segiempat
Standar Kompetensi: 6. Memahami konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya
Kompetensi Dasar: 6.2. Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang
6.3. Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah
Indikator Pencapaian Kompetensi :
1. Menjelaskan pengertian jajargenjang, persegi, persegi panjang, belah ketupat, trapesium, dan layang-layang menurut sifatnya
2. Menjelaskan sifat-sifat segiempat ditinjau dari sisi, sudut dan diagonalnya
3. Menurunkan rumus keliling bangun segiempat 4. Menurunkan rumus luas bangun segiempat
Rencana pelaksanaan pembelajaran dirancang sehingga mendukung pelaksanaan pembelajaran matematika dengan metode Mind Map. Alokasi waktu dalam kegiatan pembelajaran, lebih banyak diberikan pada proses diskusi kelompok dan diskusi kelas, sehingga siswa lebih berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dalam RPP ini, peneliti mengalokasikan waktu sebanyak 6 kali pertemuan, tabel rancangan kegiatan pembelajaran direncanakan sebagai berikut:
Tabel 3.1 Rancangan Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-
Kegiatan Pembelajaran Keterangan
1 Menjelaskan pengertian dan sifat-sifat bangun segiempat