• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam melihat penggambaran Rasisme didalam film Cadillac Records peneliti menggunakan ketiga kategori yang telah ditentukan oleh peneliti. Ketiga kategori tersebut adalah: penggambaran lingkungan, penggambaran karakter, dan penggambaran budaya yang ada didalam film Cadillac Records.

Cadillac Records ini merupakan sebuah film biopic yang dibuat oleh Sony Pictures berdasarkan kejadian nyata di era 1950-an hingga 1960-an mengenai pergerakan awal musik Blues dan Rock n’ Roll Kaum kulit hitam di Chicago Amerika serikat. jika dijelaskan menurut pemahaman sederhana, Rasisme adalah suatu gagasan atau teori yang mengatakan bahwa kaitan kausal antara ciri – ciri jasmaniahlah yang diturunkan dan ciri – ciri tertentu dalam hal kepribadian, intelek, budaya atau gabungan dari itu semua, menimbulkan superioritas dari ras tertentu terhadap yang lain. (Daldjoeni, 1991, p.81). Cara Pandang kaum kulit putih terhadap kaum kulit hitam dilihat menggunakan stereotip kaum kulit putih yang terlihat dalam penggambaran lingkungan, karakter dan budaya di film ini.

Dalam penggambaran lingkungan, dalam film ini terdapat perbedaan penggambaran lingkungan hidup antara kaum kulit hitam dan kaum kulit putih, Kaum kulit hitam digambarkan hidup atau tinggal di kawasan pedesaan yang cukup gersang. Digambarkan sekumpulan kaum kulit hitam sedang bekerja di ladang kapas sebagai budak tani kaum kulit putih, keadaan ladang digambarkan cukup gersang dengan memakai teknik editing warna sepia menambahkan kesan gersang dan mengindikasikan bahwa lingkungan hidup Kaum kulit hitam lebih buruk

81

Universitas Kristen Petra daripada lingkungan hidup Kaum kulit putih. Penggambaran wilayah tidak hanya sebatas itu saja, terdapat pula penggambaran wilayah kaum kulit hitam pada saat hidup di perkotaan. Digambarkan lingkungan kumuh menjadi tempat hidup para Kaum kulit hitam di kota Chicago, lingkungan hidup Kaum kulit hitam di Chicago digambarkan cukup berantakan dan tidak sebagus lingkungan hidup hidup Kaum kulit putih

Rumah yang digunakan juga digambarkan berbeda antara Kaum kulit hitam dan Kaum kulit putih didalam film Cadillac Records ini, digambarkan seorang produser Kaum kulit putih yang mengelola Chess Records memiliki sebuah rumah yang cukup megah potongan shot tersebut digambarkan dengan teknik pengambilan gambar long shot yang memiliki karakter pengambilan gambar secara luas dan menyeluruh dapat memberikan gambaran secara keseluruhan dari potongan gambar rumah yang dihuni oleh orang kaum kulit putih tersebut, memperlihatkan jajaran mobil Cadillac yang tertata rapi di halaman rumah sang produser. Penggunaan teknik long shot semakin menambahkan kesan megah dan memukau terhadap rumah sang produser.

Digambarkan berbeda dengan kaum kulit putih, tata set rumah Kaum kulit hitam diperlihatkan terletak dipinggir jalan dan terdapat truk pengangkut barang yang memperlihatkan adegan pindahan rumah kaum kulit hitam yang diambil menggunakan teknik pengambilan gambar long shot. Dari potongan shot tersebut seperti mengindikasikan ketidaksetaraan hak dalam hidup, meskipun sama – sama memiliki uang tetapi para Kaum kulit hitam tidak digambarkan memiliki lingkungan yang layak dan setara dengan Kaum kulit putih.

Cara berpakaian kaum kulit hitam juga nampak digambarkan berbeda pada saat didalam rumah masing – masing, kaum kulit putih digambarkan selalu berpakaian rapi ketika berada didalam rumah berbeda dengan penggambaran orang Kaum kulit hitam yang berpakaian seadanya ketika berada didalam rumah dan baru terlihat rapi ketika mereka bertamu ke rumah orang lain, disini didapatkan simpulan bahwa orang Kaum kulit putih digambarkan lebih memiliki intelektulitas jika dibandingkan orang Kaum kulit hitam dari cara mereka berpakaian. Dari hal tersebut dapat dilihat bagaimana perilaku rasialis kaum kulit putih terhadap kaum

82

Universitas Kristen Petra kulit hitam, dengan menyamakan ciri – ciri jasmaniah berupa pakaian yang digunakan didalam film ini, kaum kulit putih seakan – akan meneteapkan sebuah standar intelektualitas terhadap kaum kulit hitam dengan adanya penggambaran yang berbeda dari segi pakaian yang dignakan

Budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat. (Taylor, 1871).

Didalam film Cadillac Records kebudayaan kaum kulit hitam direpresentasikan menjadi sekumpulan budak tani yang bercocok tanam di ladang kapas, disini diperlihatkan bahwa hal – hal seputar menjadi petani, bercocok tanam dan menjadi budak sangat identik dengan kaum kulit hitam bila menilik kembali kedalam film ini, sedangkan kaum kulit putih digambarkan menjadi sang pemilik usaha hampir disegala bidang, terlihat perbedaan jelas bagaimana kebudayaan masing – masing ras di gambarkan didalam film ini.

Tidak hanya penggambaran dari sisi kaum kulit hitam identik sebagai kaum rendahan disini Kaum kulit hitam juga digambarkan lekat dengan budaya bernyanyi, bila ditarik kebelakang budaya bernyanyi tersebut telah ada sejak kaum kulit hitam masih menempati tanah asalnya afrika dan nyanyian tersebut merupakan suatu bentuk sarana komunikasi antar buruh tani saat bekerja di ladang. Tokoh utama didalam film ini merupakan kulit hitam yang menjadi musisi seturut dengan kebudayaan mereka yang tidak bisa lepas dari bermusik, namun ada sebuah scene yang menggambarkan ketika kaum kulit putih yang melakukan pertunjukan bernyanyi dengan genre musik yang sama seakan – akan musik tersebut seperti orisinil dari Kaum kulit putih dan lebih dapat diterima oleh masyarakat berbeda dengan Kaum kulit hitam yang bermusik ditunjukkan beberapa penolakan dan diskriminasi dari yang tidak boleh memainkan musiknya hingga pemisahan penonton Kaum kulit putih yang menaiki panggung karena menikmati musik dari Kaum kulit hitam tersebut.

83

Universitas Kristen Petra Disini terjadi sebuah pergeseran makna jika kaum kulit putih yang melakukan apapun itu akan terlihat lebih baik jika dibandingkan kaum kulit hitam yang melakukanya. Didalam potongan scene tersebut terdapat sebuah narasi yang mengatakan bahwa sekarang para penggemar telah mendapatkan raja rock n’ roll yang baru.

Chuck Berry

“And they have Ladies and Gentlement, Your New King”

Dari narasi yang digunakan mengisyaratkan bahwa ketika seorang Kaum kulit putih yang memainkan musik yang awalnya berasal dari Kaum kulit hitam akan terlihat lebih bagus dan seakan – akan orisinil berasal dari Kaum kulit putih tersebut.

Didalam film Cadillac Record ini memperlihatkan beberapa penggambaran karakter terhadap Kaum kulit putih dan Kaum kulit hitam yang mengindikasikan ketidaksetaraan antara Kaum kulit hitam dan kulit putih didalam film ini.

kaum kulit putih didalam film ini digambarkan memiliki dua jenis penggambaran, penggambaran pertama kaum kulit putih di dalam film ini digambarkan berlaku rasis dan semena – mena terhadap kaum kulit hitam. Itu ditunjukkan dari beberapa adegan kaum kulit putih lebih berkuasa terhadap kaum kulit hitam, kaum kulit putih digambarkan memiliki kekayaan yang lebih, gaya berpakaian yang berbeda, lingkungan tempat tinggal yang berbeda dan berperilaku cenderung menganggap ras Kaum kulit hitam tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apa – apa mengindikasikan bahwa ada perilaku rasisme didalam film ini.

Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Daldjoeni didalam bukunya yang berjudul ras – ras manusia, bila dikaitkan dengan penggambaran yang terdapat didalam Cadillac Records maka potongan scene tersebut yang menggambarkan bagaimana prilaku semena – mena orang Kaum kulit putih terhadap Kaum kulit hitam, dapat dikatakan sesuai dengan teori tentang rasisme yang menimbulkan superioritas dari ras tertentu.

84

Universitas Kristen Petra Disini terlihat perilaku superioritas kaum kulit putih yang ditunjukkan melalui tindakan kaum kulit putih menguasai harkat hidup kaum kulit hitam dan seakan – akan kaum kulit hitam tidak bisa melakukan apa – apa jika tidak melalui bantuan dari kaum kulit putih. untuk menguatkan pernyataan diatas terdapat sebuah scene yang menggambarkan seorang karakter kaum kulit hitam bernama Little Waters digambarkan sedang mengendarai mobil tak berpintu, setelah turun dari mobil Little Waters dihampiri oleh dua orang polisi Kaum kulit putih, tanpa adanya sebuah kejelasan para polisi Kaum kulit putih tersebut ingin menahan little waters yang berakhir dengan pemukulan terhadap little waters, uniknya didalam scene ini digambarkan pada saat Little Waters dipukuli oleh polisi kaum kulit putih banyak orang Kaum kulit hitam yang mengerumuni lokasi terebut dan diam saja tidak berani menolong atau bertindak apapun melainkan yang menolong Little Waters bebas dari tindak pemukulan tersebut adalah sang produser Leonard Chess yang notabene berkulit putih.

Cara Leonard Chess menolong juga tergolong unik, Leonard Chess memberikan beberapa lembar uang kepada polisi tersebut agar Little Waters bebas, dalam potongan shot ini Kaum kulit hitam diibaratkan sebagai barang yang tidak memiliki otoritas penuh terhadap dirinya, meskipun orang Kaum kulit hitam tersebut memiliki kemampuan untuk melawan tetap saja orang Kaum kulit putih yang bisa menolong Kaum kulit hitam, dari potongan shot tersebut juga didapatkan simpulan bahwa orang Kaum kulit hitam berperilaku submisif terhadap kekuasan Kaum kulit putih terhadap dirinya.

Selain scene diatas, terdapat juga scene lain yang menggambarkan ketidakberdayaan kaum kulit hitam terhadap kekuasan kaum kulit putih atas dirinya, terdapat sebuah potongan scene yang menggambarkan seorang musisi Kaum kulit hitam yang cukup tenar didalam film ini bernama Chuck Berry, digambarkan karakter Chuck Berry ini tidak bisa mendapatkan hak yang setara meskipun dia memiliki kekayaan yang cukup bila dibandingkan dengan orang Kaum kulit putih, digambarkan dalam sebuah potongan shot Chuck Berry sedang menikmati makanan di atas mobilnya sedangkan para orang Kaum kulit putih

85

Universitas Kristen Petra sedang menikmati makanan didalam sebuah restoran yang bertuliskan “White Only” dari segi narasi yang terdapat pada potongan shot tersebut mengatakan:

Willie Dixon

“ three thousand dollars in his pocket, and he being like a howbow”

Willie Dixon mengatakan tiga ribu dollar didalam kantongnya tetapi ia bertindak seperti gelandangan, dari sisi narasi yang digunakan didalam film tersebut dapat menunjukkan perilaku Kaum kulit putih yang bertindak semena – mena dan memiliki kuasa penuh terhadap harkat hidup Kaum kulit hitam sehingga orang Kaum kulit hitam tidak memiliki kuasa lagi atas dirinya sendiri dan hanya bisa berperilaku submisif terhadap Kaum kulit putih.

Selain itu peneliti juga menemukan sebuah scene yang menggambarkan ketidaksetaraan hak antara kaum kulit putih dan kaum kulit hitam, scene ini menceritakan penolakan yang dilakukan Minnesota fats terhadap anaknya Etta James yang berkulit hitam, hanya karena warna kulit yang berbeda sang ayah menolak untuk mengakui Etta James sebagai anaknya, diceritakan bahwa Etta James merupakan hasil dari hubungan gelap antar ras yang berbeda scene itu digambarkan disebuahrestoran yang mewah dan harus dipesan khusus ketika Etta James ingin menemui ayahnya, terlihat seperti kaum kulit putih harus diperlakukan lebih dari kaum kulit hitam dan tidak bisa disamakan dengan kaum kulit hitam.

Terlihat juga pada saat Minnesota Fats telah meninggalkan tempat, Etta James dengan perasaan yang kacau mencoba memesan sebotol minuman namun apa yang terjadi, para pelayan Kaum kulit putih tidak menghiraukan permintaan Etta James yang berkulit hitam dan baru mengambilkan minuman untuk Etta James setelah sang Leonard Chess yang memesankan untuk dia, disini terlihat jelas perbedaan hak antara Kaum kulit putih dan Kaum kulit hitam hanya karena warna kulit yang berbeda menimbulkan perbedaan kesetaraan hak yang cukup berbeda jauh daan terkesan Kaum kulit hitam tidak memiliki andil dan kuasa atas apapun termasuk terhadap dirinya sendiri

Digambarkan sebagai pribadi yang berperilaku submisif terhadap tekanan dan kekuasaan yang dilakukan oleh kaum kulit putih, kaum kulit hitam juga

86

Universitas Kristen Petra digambarkan sebagai pribadi yang dicitrakan negatif dan lekat dunia kriminal, salah satunya melalui scene yang menggambarkan sekelompok kaum kulit hitam sedang melakukan judi illegal di sebuah dapur dengan menggunakan tata cahaya yang cukup dikatakan gelap, salah satu dari sekumpulan Kaum kulit hitam tersebut merupakan Little Waters yang merupakan salah satu tokoh penting didalam film ini, angle kamera yang digunakan adalah frog eye yang menempatkan objek berapa di sisi atas kamera dan seperti diambil dari bawah objek yang sedang berjongkok melakukan judi kelas rendahan yang semakin menggambarkan keburukan kaum kulit hitam.

Jika dikaitkan dengan tindakan rasialis kaum kulit putih dalam bentuk segregasi di segala bidang terhadap kaum kulit hitam, scene perjudian tersebut merupakan salah satu contoh efek dari segregasi tersebut, dengan di batasinya kaum kulit hitam di segala bidang hal itu memaksa kaum kulit hitam, jatuh di dalam lingkaran kemiskinan karena sulitnya mencari kerja dan akhirnya beralih kedalam dunia kriminalitas.

Tidak hanya didalam film Cacillac Records saja ditemukan penggambaran Kaum kulit hitam sebagai pelaku tindak kejahatan, didalam film Get On Up juga ditemukan penggambaran kaum kulit hitam yang digambarkan sebagai sosok yang lekat dengan dunia kriminal, terlihat di beberapa potongan adegan dari film ini menggambarkan Kaum kulit hitam yang memegang senjata api dan berlagak untuk mengancam dan menakut – takuti lawannya, dan dibeberapa potongan adegan yang lain juga digambarkan orang kaum kulit hitam yang mencuri barang dari mobil seseorang yang tidak dikenal dan perlihatkan pula adegan dimana orang kulit ini dikejar – kejar oleh polisi Kaum kulit putih dan hingga dipenjarakan di dalam penjara kaum kulit hitam. (sumber: Film Get On Up, Imagine Entertainment, 2014)

Tidak hanya didalam film get on up terjadi penggambaran Kaum kulit hitam identik dengan dunia kriminalitas, didalam film The Butler yang dimana film ini menceritakan perjuangan seorang budak kaum kulit hitam utnuk menjadi seorang pelayan untuk kaum kulit putih, juga mendapatkan penggambaran serupa tidak hanya digambarkan lekat dengan dunia kriminalitas dan pemberontakan, didalam film ini juga kaum kulit hitam digambarkan tidak memiliki kemampuan untuk

87

Universitas Kristen Petra mengatur dirinya sendiri, ada sebuah adegan yang menggambarkan bahwa kaum kulit hitam dipekerjakan sebagai seorang pelayan dan kaum kulit hitam tersebut diharuskan untuk diam dan bertingkah laku seakan – akan dia tidak ada didalam ruangan tersebut. (sumber: Film The Butler, AI – Film, 2013)

Penggambaran serupa terhadap kaum kulit hitam juga terlihat didalam film yang berjudul Gridiron Gang, film ini menceritakan sebuah tim American football yang terdiri dari sekumpulan remaja kaum kulit hitam yang sedang menjalani masa tahanan remaja karena terllibat dalam kegiatan perang antar geng, disini kembali lagi kaum kulit hitam mendapatkan penggambaran yang erat kaitannya dengan dunia kriminalitas yaitu digambarkan bahwa kaum kulit hitam identik sebagai anggota sebuah geng dan melakukan perang antar geng yang semakin memperburuk citra kaum kulit hitam secara tidak langsung. (sumber: Film Gridiron Gang, Columbia Pictures Industries, 2006)

Dari beberapa film garapan Hollywood yang melibatkan sebuah karakter Kaum kulit hitam didalamnnya, dapa kita temukan beberapa sebuah penggambaran yang sama mengenai karakter Kaum kulit hitam yang digambarkan negatif, dekat dengan dunia kriminal dan juga digambarkan tidak mendapatkan kesetaraan didalam kehidupan sosial jika dibandingkan oleh Kaum kulit putih, jika dikaitkan dengan Film Cadillac Records, didalam film tersebut juga didapatkan penggambaran yang serupa yaitu penggambaran megenai Kaum kulit hitam yang sangat timpang keadaan ekonominya, tidak mendapatkan hak yang setara dan mengalami diskriminasi yang dilakukan oleh Kaum kulit putih.

Jika berbicara mengenai diskriminasi dasar dari diskriminasi adalah stereotipe, menurut Sarwono Stereotip adalah kepercayaan tentang karakteristik dari anggota kelompok tertentu, bisa positif atau juga bisa negatif. Walaupun dikatakan bahwa stereotip adalah dasar dari prasangka dan diskriminasi, namun tidak berarti bahwa seseorang memeliki stereotip negatif mengenai sebuah kelompok tertentu pasti akan menampilkan prasangka dan dsikriminasi. (Sarwono-Meinarno, 2009, p.226) berawal dari stereotipe yang muncul dari Kaum kulit putih terhadap Kaum kulit hitam maka memunculkan proses diskriminasi, jika dikaitkan dengan temuan peneliti terlihat jelas pada potongan shot yang peneliti temukan

88

Universitas Kristen Petra merupakan sebuah representasi dari prilaku diskriminasi yang dilakukan oleh Kaum kulit putih terhadap Kaum kulit hitam didalam film tersebut. Contohnya adalah potongan shot yang memperlihatkan penolakan terhadap musisi kaum kulit hitam yang akan bermain disebuah acara yang diadakan oleh kaum kulit putih, didalam scene tersebut terlihat jelas bagaimana perilaku disrkiminasi kaum kulit putih terhadap kaum kulit hitam, hanya karena tidak berkulit putih sang musisi tersebut dilarang tampil untuk menghibur penonton hanya karena warna kulit.

Jika dikaitkan lagi dengan keadaan sosial yang terjadi pada waktu itu memang sedang terjadi segregasi besar – besaran antar warga Kaum kulit putih terhadap Kaum kulit hitam di Chicago pada tahun 1950-an, segregasi atau pemisahan terjadi disegala aspek kehidupan sosial mulai dari keuangan dan perekonomian, kebebasan berpendapat dan menunjukkan eksistensinya serta lingkungan tinggal juga mengalami pemisahan dengan lingkungan hidup Kaum kulit putih. (Chicagoreader, 2016)

Menurut Marger didalam bukunnya “Race and ethic relations” Sistem perbudakan pada abad 18 – 19 di Amerika. Adalah sistem awal terbentuknya rasisme yang meyakini bahwa ras, kelompok, suku atau warga kaum kulit hitam memiliki atau berada di tingkat sosial yang lebih rendah dibandingkan dengan ras, kelompok, suku atau warga kaum kulit putih di amerika (Marger, 1994, p.29) berdasarkan fakta yang dikemukakan oleh marger dapat ditarik kesimpulan jauh sebelum tahun 1950-an amerika sudah menerapkan praktik tindakan rasisme di kehidupan sosial sehari – hari mereka

Pemikiran secara rasisme, mempengaruhi dasar – dasar secara alami tentang pemikiran dan tindakan untuk memberikan perlakuan yang berbeda pada setiap anggota sebuah ras yang berbeda dengan ras yang lain. Sebuah suku bangsa diklasifikasikan sesuai dengan keanggotaan meraka pada suatu grup atau suku, yang menciptakan ketidakseimbangan antara satu suku dengan yang lainnya. (Marger, 1994, p.26) jika dikaitkan dengan temuan yang ditemukan oleh peneliti dapat terlihat bagaimana perilaku kaum kulit putih didalam Film Cadillac Records, melakukan tindakan diskriminasi dan pembedaan berdasarkan ciri – ciri fisik yang berbeda didalam film tersebut, dengan begitu dapat dikatakan kaum kulit putih di

89

Universitas Kristen Petra dalam film ini melakukan tindakan rasisme, setelah peneliti mencocokkan temuan dengan teori milik marger.

Sebuah kutipan dari The New York Times “by Leonard Chess (Adrien Brody), a Jewish Enterpreneur in postwar Chiccago who sees “race music” as a potential gold mine.”, jika diartikan adalah Leonard Chess adalah seorang pengusaha / pebisnis yang beragama yahudi melihat bahwa musik ras atau musik Kaum kulit hitam merupakan sebuah ladang emas yang sangatlah berpotensi. Melihat peryataan dari The New York Times semakin menguatkan nilai bahwa sebetulnya Kaum kulit hitam dianggap tidaklah lebih dari sebuah barang komoditas yang dapat diperjual belikan dan orang Kaum kulit hitam tidak mempunyai kuasa atas dirinya sendiri karena mereka adalah barang yang di perjual belikan oleh orang Kaum kulit putih, dengan kata lain semakin terbukti bahwa orang Kaum kulit putihlah yang menguasai orang Kaum kulit hitam didalam (Film Cadillac Records, Sony Music Film, 2008) dari seluruh aspek kehidupan sosial dan melakukan perilaku rasisme terhadap orang Kaum kulit hitam.

Kaum kulit hitam jadi tidak memiliki kuasa atas dirinya sendiri seakan – akan semua digambarkan secara implisit bahwa kaum kulit putihlah yang mendominasi semuanya termasuk kehidupan dari kaum kulit hitam, lalu kaum kulit hitam diperlihatkan sebagai barang yang dapat diperjualbelikan oleh kaum kulit putih terlihat dari scene pemukulan oleh polisi yang akhirnya sang produser kaum kulit putih membebaskan artis kaum kulit hitamnya dengan cara disuap.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa kaum kulit hitam merupakan sebuah barang yang bisa diperdagangkan menggunakan sejumlah nominal, cara halus yang dilakukan oleh kaum kulit putih didalam film ini seakan – akan merepresentasikan bahwa kaum kulit putih sebagai penyelamat para kaum kulit hitam, yang akan mementaskan Kaum kulit hitam dari lubang kemiskinan yang terjadi pada tahun itu. Namun dibalik itu kaum kulit putih ingin mendapatkan keuntungan dari Kaum kulit hitam dan menganggap kaum kulit hitam sebatas dagangan atau komoditas belaka untuk meraup keuntungan finansial sementara kaum kulit putih akan semakin kaya namun kaum kulit hitam tidak dapat merasakan hasil jerih payahnya secara maksimal seperti yang dirasakan oleh kaum kulit putih.

Dokumen terkait