HASIL PENELITIAN
D. Interpretasi Data
Data yang diperoleh peneliti di atas, yaitu tentang pelaksanaan metode konvensional (ceramah) dan pelaksanaan metode diskusi kelompok serta hasil skor dari keduanya dapat dijelaskan yaitu sebagai berikut. Jika dilihat dari nilai rata-rata hasil ulangan siswa dengan menggunakan metode ceramah dibandingkan dengan skor nilai rata-rata siswa dari hasil metode diskusi kelompok, sebenarnya dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode diskusi kelompok yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Darussalam Ciputat Tangerang Selatan sudah memberikan pengaruhnya yang nyata. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya penelitian yang tertera di atas dengan menyetujui hipotesa alternatif dari penghitungan di atas. Terdapat beda nilai rata-rata yang saling berhubungan antara kelompok yang menggunakan metode ceramah dan kelompok yang menggunakan metode diskusi kelompok. Oleh karena itu, dapat dijadikan andalan guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam ketika akan mengajarkan materi Pendidikan Agama Islam di SMA Darussalam Ciputat Tangerang Selatan.
Berikut ini hasil wawancara peneliti dengan pihak kepala sekolah dan guru pendidikan agama Islam mengenai hal-hal sekolah dan proses pembelajaran di SMA Darussalam Ciputat Tangerang Selatan :
Hasil wawancara dengan Bapak Marul Wa‟id selaku kepala sekolah SMA
Darussalam Ciputat. Dari hasil wawancara tersebut didapat penjelasan-penjelasan mengenai penggunaan metode diskusi kelompok di SMA Darussalam Ciputat Tangerang Selatan. Penggunaan metode diskusi kelompok pada pelaksanaannya membutuhkan proses adaptasi bagi siswa/siswi di SMA Darussalam. Hal ini mengingat metode yang digunakan hanya metode ceramah sebagai metode pembelajaran di SMA Darussalam. Karena dengan melihat adanya potensi di SMA Darussalam dalam penggunaan metode diskusi kelompok ini dapat dilaksanakan di SMA Darussalam. Sehingga proses pembelajaran di SMA Darussalam akan berjalan dengan baik dan mengalami peningkatan dalam prestasi belajar di SMA tersebut.
Memang banyak kendala yang menjadi halangan di SMA Darussalam tersebut, yakni kendala teknis dan non teknis. Yaitu kurangnya fasilitas yang memadai dalam peraga dan fasilitas perpustakaan yang belum memadai sehingga proses pembelajaran setiap waktu terganggu oleh hal demikian. Namun, tidak mengurangi berjalannya kegiatan proses pembelajaran di SMA Darussalam tersebut.
Potensi penggunaan metode diskusi kelompok oleh siswa-siswa Darussalam tersebut dinilai asing dalam pelaksanaannya, terutama dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam. Mengingat para guru yang ada di SMA Darussalam hanya menggunakan satu metode saja yaitu metode ceramah sehingga proses pembelajaran bersifat tidak aktif dan tidak menuntut keaktifan siswa-siswi tersebut sehingga ditemukan jarang guru tidak masuk dalam kelas karena alasan siswa-siswi dapat membacanya saja di rumah atau di kelas.
Di samping masalah tersebut juga masalah kurangnya siswa/siswi mampu membaca huruf-huruf dalam bahasa Arab sehingga banyak tuntutan yang harus dituntaskan oleh guru di samping harus melanjutkan proses pembelajaran di kelas. Kendala tersebut tentunya menjadi beban pula bagi guru-guru dalam proses dalam pembelajaran sehingga dibutuhkan usaha yang keras untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Adanya penggunaan metode diskusi kelompok di SMA Darussalam tersebut membuktikan adanya peningkatan prestasi belajar atau tidak di SMA Darussalam dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam. Sehingga dapat terlihat potensi metode diskusi kelompok dalam proses pembelajaran dapat menjadi solusi bagi guru dalam rangka peningkatan prestasi belajar di SMA Darussalam tersebut. Metode diskusi kelompok dilakukan untuk meneliti adanya prestasi belajar bagi siswa/siswi SMA Darussalam sehingga dengan penggunaan metode pembelajaran ini dapat menjadi efektif dalam meningkatkan prestasi siswa di dalam kelas. Terutama dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam sehingga siswa/siswi memahami dengan baik dalam pembelajaran di kelas dan berperan aktif dalam pelajaran tersebut.
Masalah demikian yang terjadi di SMA Darussalam dalam proses pembelajarannya sehingga terlihat siswa/siswi kurang antusias dalam pelajaran
Pendidikan Agama Islam yang disebabkan oleh hanya satu metode dalam pembelajarannya. Sehingga metode diskusi kelompok ini dapat digunakan di SMA Darussalam tersebut sebagai metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran guna meningkatkan prestasi belajar siswa/siswi dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam.
BAB V PENUTUP
Dari hasil penelitian yang dilakukan di SMA Darussalam Ciputat Tangerang Selatan, selama kurang lebih dua bulan terhitung mulai tanggal 10 Mei 2010 hingga 15 Agustus 2010, serta berdasarkan ujicoba dengan menggunakan Uji beda rata-rata untuk sampel yang saling berhubungan, seperti yang telah dijelaskan pada bab terdahulu, maka sebagai akhir dari penulisan skripsi ini, dibuat ringkasan kesimpulan dan saran sebagaimana yang akan dijelakan di bawah ini.
A. Kesimpulan
1. Dari hasil perhitungan melalui uji “t” sebagaimana dijelaskan pada bab
IV, kesimpulan yang dapat diberikan dri penelitian yang dilakukan di SMA Darussalam Ciputat – Tangerang Selatan adalah memang metode diskusi kelompok ini dapat digunakan ebagai salah satu alternatif oleh guru dalam proses belajar-mengajar selanjutnya.
2. Bentuk dikusi kelompok yang dilaksanakan yaitu dengan cara berkelompok mengutarakan materi pelajaran pendidikan agama Islam dan mendiskusinya. Namun, tidak semua hal pelajaran dapat didiskusikan. Hal inilah yang menjadi kelemahan diskusi kelompok dalam metode pembelajaran di SMA Darussalam. Bentuk diskusi kelompok yang demikian mendapat perhatian dari siswa dalam pelaksanaannya.
3. Dengan membagi siswa menjadi tiap kelompok dan menjadwalkan dari tiap kelompok tersebut untuk mengutarakan mteri pelajaran secara
bersamaan dan mendiskusikannya. Proses diskusi kelompok ini mendapat antusias dan respon yang baik bagi siswa SMA Darussalam sehingga metode diskusi kelompok yang dilaksanakan berpengaruh bagi prestasi siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya indikasi-indikasi yaitu :
a. Nilai siswa cenderung naik jika dilihat sesudah diterapkannya metode diskusi kelompok ini.
b. Terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan dengan metode diskusi kelompok dan yang tidak menggunakan metode diskusi kelompok.
Dengan demikian hipotesis alternatif yang dirumuskan telah dapat Diketahui kebenarannya pada penelitian ini, sehingga dapat diambil kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa metode yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Darussalam Ciputat Tangerang Selatan telah memberikan pengaruh yang nyata dan positif, hal ini dalam arti kata yaitu dapat diandalkan sebagai metode yang baik untuk mengajarkan bidang studi Pendidikan Agama Islam di sekolah ini.
B. Saran
1. Untuk meningkatkan pelaksanaan metode diskusi kelompok yang dilakukan di SMA Darussalam Ciputat – Tangerang Selatan hendaknya siswa diberi tanggung jawab dan kebebasan dalam menentukan pendapat yang ingin diutarakan sehingga siswa mampu memahami materi dengan baik.
2. Murid membutuhkan bimbingan dan perhatian yang serius dan baik dari guru agar mereka dapat belajar dengan aktif, apalagi dalam memahami pengetahuan agama yang bersumber dari Al-Qur‟an dan
As-Sunnah (Hadist Nabi) bukan pengalaman empirisme.
3. Dalam rangka meningkatkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Darussalam Ciputat-Tangerang Selatan mengusahakan adanya pembaharuan, dalam hal ini khususnya pembaharuan dalam
penggunaan metode pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi pembelajaran.
4. Hendaknya guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Darussalam terlibat langsung dengan murid dalam upaya menciptakan iklim belajar, menyiapkan bahan ajar erta membina keakraban di antara peserta didik.
5. Perpustakaan sekolah hendaknya mempunyai referensi yang memadai dan lebih banyak lagi berkenaan dengan materi pelajaran agama Islam, sehingga siswa tidak kesulitan dalam mencari sumber literature yang lain.