• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI, ANALISIS DATA, INTERPRETASI HASIL,

B. Interpretasi Hasil Analisis

1. Kemampuan Representasi Verbal Matematik Siswa

Kemampuan representasi verbal matematik siswa dapat dilihat dari kedua indikatornya, yaitu menyatakan representasi visual dalam bentuk representasi verbal (V1) dan membuat representasi verbal untuk menjelaskan alasan pemilihan jawaban terhadap masalah yang diberikan (V2). Setelah dilakukan pembelajaran matematika dikelas VIII-1 dengan penggunaan soal open ended selama siklus I dan siklus II, diperoleh data mengenai rata-rata skor kemampuan representasi verbal matematik siswa. Perbandingan hasil tes siklus I dan siklus II per indikator dapat terlihat padaGambar 4.15.

Gambar 4.15 menunjukan bahwa di siklus I pada umumnya siswa lebih menguasai indikator membuat representasi verbal untuk menjelaskan alasan pemilihan jawaban terhadap masalah yang diberikan (V2), yaitu menjelaskan bagaimana siswa tersebut memilih atau mengerjakan soal seperti yang telah dikerjakan. Hal ini dikarenakan siswa telah memahami konsep materi yang telah dipelajari, dan pada indikator lain persentasenya meningkat jika dibandingkan dengan siklus I.

64

Gambar 4.15

Perbandingan Skor Kemampuan Representasi Matematik Siklus I dan Siklus II

Pada materi fungsi, siswa kesulitan dalam menjelaskan suatu grafik untuk menentukan rumus fungsinya. Jika telah diberikan rumus fungsi, siswa juga masih kesulitan mengartikan rumus tersebut kedalam bentuk kata-kata. Sedangkan pada materi persamaan garis lurus, siswa telah dikatakan mampu mengartikan suatu grafik dengan kemiringan tertentu dan juga siswa mampu menjelaskan dengan kata-kata suatu persamaan garis lurus yang diperoleh dari suatu grafik. Hal ini dikarenakan, pada proses pembelajaran materi persamaan garis lurus siswa telah bersungguh-sungguh dalam pengerjaan LKS sehingga kemampuan memahami suatu grafik dan menjelaskan makna grafik tersebut dapat dikerjakan dengan baik dan benar bahkan meningkat jika dibandingkan pada siklus I.

Kemudian pada indikator kedua, siswa tidak mengalami kesulitan berarti pada penjelasan pemilihan jawaban yang diberikan. Kesalahan yang sering dilakukan siswa sehingga nilai yang didapat tidak maksimal adalah penyusunan kata-kata yang belum baik, meskipun maksud yang tersampaikan telah dapat terbaca oleh peneliti.

0 10 20 30 40 50 60 70 80 V1 V2 50,37 72,22 72,4 79,81

Rata-Rata Skor Kemampuan Representasi Verbal Siklus I

Dari interpretasi di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan representasi verbal matematik siswa meningkat dari siklus I ke siklus II pada semua indikator representasi verbal. Hal ini menunjukan keberhasilan tindakan yang diberikan pada siklus II. Analisis statistik deskripstif pada data tes kamampuan representasi verbal matematik pada siklus I dan siklus II disajikan dalam Tabel 4.7.

Tabel 4.7

Statistik Deskripstif Kemampuan Representasi Verbal Matematik Siklus I dan Siklus II

Statistik Deskripstif Siklus I Siklus II

Rata-rata 64,51 75,96

Varians 325,67 163,08

Berdasarkan tabel 4.6, hasil tes kemampuan representasi verbal matematik siswa pada siklus I dengan rata-rata 64,51 dan varians 325,67 menunjukan bahwa kemampuan representasi verbal siswa belum maksimal dan belum merata diantara siswa yang memiliki kemampuan beragam. Hal ini diperkuat dengan jangkauan nilai data yang cukup besar yaitu 62,5 dimana nilai tertinggi adalah 90 dan terendah adalah 27,5. Selanjutnya pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata skor kemampuan representasi verbal siswa. Varians yang lebih kecil dari siklus I dengan nilai terbesar 97,5 dan nilai terkecil 50 menunjukan bahwa kemampuan representasi matematik siswa cukup merata.

2. Respon Siswa

Respon siswa dilihat dari aktivitas belajar siswa, jurnal harian, dan wawancara yang diberikan kepada siswa semakin meningkat. Sebagian besar siswa senang dengan pembelajaran matematika dengan menggunakan soal open ended, dan aktivitas yang ditunjukan pun semakin baik terlihat dari banyaknya siswa yang bersedia mengemukakan pendapat mereka dan memberikan kesimpulan dari beberapa kegiatan yang dilakukan sesuai dengan LKS.

66

Pada gambar 4.16 diperlihatkan diagram perbandingan respon siswa berdasarkan jurnal harian siklus I dan siklus II.

Gambar 4.16

Perbandingan Respon Siswa Siklus I dan Siklus II

Komentar yang diberikan siswa cukup beragam. Pada umumnya siswa merespon positif terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan soal open ended. Diantara siswa yang merespon positif menyebutkan bahwa pembelajaran matematika menyenangkan karena berbeda dengan pembelajaran biasa, suasana santai dan tidak menegangkan sehingga tidak takut berpendapat, materi mudah dipahami, mengerjakan soal lebih mudah walaupun tidak hafal rumus, dan ada beberapa yang mengatakan pembelajaran matematika lebih menentang sehingga semangat dalam mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan soal open ended.

Sebagian siswa memberikan respon negatif. Beberapa respon negatif siswa diantaranya pembelajaran membingungkan karena harus mencari informasi sendiri untuk mengerjakan LKS, ribet karena tempat duduk harus berpindah-pindah, dan ada juga yang mengatakan malas berpendapat.

0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00% 80,00%

Positif Netral Negatif

Siklus I Siklus II

Sementara itu, beberapa siswa memberikan tanggapan netral, diantaranya menyebutkan pembelajaran dengan menggunakan soal open ended biasa-biasa saja, terkadang sulit dipahami terkadang mudah dipahami, kadang membuat semangat kadang malas.

Kemudian respon siswa dari hasil wawancara setelah siklus II juga menghasilkan kesimpulan sebagian besar siswa merasa senang dengan pembelajaran matematika menggunakan soal open ended. Siswa merasa tertarik dengan pembelajaran dan semangat mengikuti proses pembelajaran. Kemudian antar siswa terjalin suatu diskusi guna bertukar pikiran dan adu argumen dalam menyelesaikan LKS.

Respon siswa dilihat juga dari aktivitas belajar siswa saat mengikuti pembelajaran matematika menggunakan soal open ended. Aktivitas belajar siswa diamati oleh observer dan aspek yang diamati diantaranya: memperhatikan penjelasan guru, bertanya atau mencari informasi terkait dengan materi, mengerjakan LKS, mengemukakan pendapat, dan membuat kesimpulan. Termasuk didalamnya yaitu mengenai tanggung jawab mengerjakan tugas, kehadirannya tepat waktu, ketertibannya mengikuti pembelajaran sampai akhir. Perbandingan persentase aktivitas siswa dapat terlihat pada Tabel 4.8. Berdasarkan tabel tersebut aktivitas siswa pada siklus I memperoleh rata-rata persentase sebesar 66,99 %. Sedangkan pada siklus II rata-rata aktivitas siswa mengalami peningkatan menjadi 79,68 %.

Perbandingan aktivitas siswa pada saat proses pembelajarana berlangsung dari siklus I dan siklus II pada seluruh aspek yang diamati meningkat. Aspek yang mendapat skor rata-rata paling rendah pada siklus I yaitu pada mengemukakan pendapat mengenai jawaban, mengalami peningkatan pada siklus II setelah dilakukan refleksi diantaranya dengan memberikan bimbingan serta pendekatan terhadap beberapa siswa.

68

Tabel 4.8

Perbandingan Aktivitas Siswa pada Siklus I dan Siklus II

No Hal yang diamati Persentase(%)

Siklus I Siklus II

1. Datang tepat waktu 93.15% 97.12%

2. Memperhatikan penjelasan guru 68.32% 81.02% 3. Bertanya atau mencari informasi terkait

dengan materi 45.38% 64.85%

4. Mengerjakan soal open ended (LKS) 77.02% 96.23% 5. Mengemukakan pendapat mengenai jawaban

yang telah dikerjakan 29.83% 48.68%

6. Tanggungjawab terhadap tugas yang

diberikan 78.87% 89.57%

7. Membuat kesimpulan 57.74% 64.81%

8. Mengikuti pelajaran sampai akhir dengan

tertib 85.60% 95.19%

Rata-rata Persentase 66.99% 79.68%

Dokumen terkait