BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
4.8 Interpretasi Hasil Penelitian
4.8.1. Pengaruh Kualitas Pelayanan (X1) terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dari hasil uji parsial (uji t), diperoleh tingkat signifikan sebesar 0,002.
Nilai signifikan < 0,05, Atau dengan kata lain Ho1 di tolak dan Ha1 diterima, artinya bahwa variabel Kualitas Pelayanan secara uji parsial atau individual berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak.
Sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga sudah baik.
Hasil penelitian ini mendukung hipotesis yang telah ditetapkan dan hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Fuadi dan Mangoting (2013) bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.Menurut Fuadi dan Mangoting (2013) : jika kualitas pelayanan petugas pajak semakin baik maka akan berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan Wajib Pajak.
Menurut Supadmi (2009), bahwa salah satu upaya dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak adalah memberikan pelayanan yang baik kepada wajib pajak. Aparat pajak harus senantiasa melakukan perbaikan kualitas pelayanan dengan tujuan agar dapat meningkatkan kepuasan dan kepatuhan
89
wajib pajak. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan diharapkan dapat meningkatkan kepuasan kepada wajib pajak sebagai pelanggan sehingga meningkatkan kepatuhan dalam bidang perpajakan.
4.8.2 Pengaruh Sanksi Pajak (X2) Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak
Dari hasil uji parsial (uji t) diperoleh tingkat signifikasi sebesar 0,009.
Nilai signifikan < 0,05, atau dengan kata lain Ho2 di tolak dan Ha2 diterima. artinya bahwa variabel sanksi Pajak secara uji parsial atau individual berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak.
Sehingga dapat dikatakan sanksi pajak yang diberikan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi oleh KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga sudah diterapkan dengan baik
Hasil penelitian ini mendukung hipotesis yang telah ditetapkan dan hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Febriyanto dan Nugrahani (2012) bahwa sanksi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.
Menurut Jatmiko (2006) dalam Febriyanto dan Nugrahani (2012), wajib pajak akan memenuhi pembayaran pajaknya bila memandang sanksi pajak akan lebih merugikannya, berdasarkan hal ini dan juga hasil penelitian dapat diartikan bahwa wajib pajak memenuhi kewajiban perpajakan dikarenakan wajib pajak berpikir bahwa sanksi pajak sangat merugikannya. Apabila wajib pajak tidak memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka hukuman berupa denda atau pidana akan dihadapi oleh wajib pajak. Hal ini tentu sangat merugikan bagi wajib pajak,
90
sehingga wajib pajak akan takut untuk melanggar peraturan perpajakan yang berlaku dan akan cenderung patuh untuk memenuhi kewajiban perpajakannya.
4.8.3 Pengaruh Kesadaran (X3) Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak
Dari hasil uji secara parsial, menunjukan bahwa untuk Variabel Kesadaran, dipeoleh tingkat signifikan sebesar 0,009. Nilai signifikan lebih kecil dari 0,05, atau dengan kata lain Ho3 di tolak dan Ha3 diterima, maka dapat dikatakan bahwa variabel Kesadaran Wajib Pajak secara uji parsial atau individual berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak.
Hal ini membuktikan bahwa tingkat kesadaran wajib pajak Orang Pribadi yang terdaftar pada KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga sudah cukup tinggi.
Penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Jatmiko (2006). Yang Menyatakan bahwa variabel Kesadaran Wajib Pajak berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak.Kesadaran wajib pajak akan perpajakan adalah rasa yang timbul dari dalam diri wajib pajak atas kewajibannya membayar pajak dengan ikhlas tanpa adanya unsur paksaan. Kesadaran wajib pajak atas perpajakan sangatlah diperlukan guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Jatmiko (2006), mengatakan semakin tinggi kesadaran wajib pajak maka pemahaman dan pelaksanaan kewajiban melaksanakan perpajakan semakin baik sehingga dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajaknya.
91
Dari ketiga variabel yang dominan mempengaruhi kepatuhan wajib pajak adalah variabel Kualitas Pelayanan. Dalam pengujian t atau parsial menunjukkan nilai signifikannya adalah 0,002. Dengan menggunakan batas signifikan 0,05, nilai signifikan tersebut berada jauh di bawah taraf 5%
dibandingkan dengan variabel lainnya karena Jika Sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima (Signifikan). Artinya wajib pajak mendapatkan kepuasan dalam pelayanan yang diberikan oleh KPP Pratam Jakarta Kebayoran Baru Tiga.
4.9. Keterbatasan Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat keterbatasan di dalamnya. Berikut ini penulis bermaksud untuk menjelaskan keterbatasan-keterbatasan yang dialami diantaranya :
a. Keterbatasan waktu dalam melakukan penelitian ini, dimana penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Oktober sampai Januari 2016, sementara waktu pelaporan atau penyampaian SPT banyak dilakukan Wajib Pajak pada bulan Maret.
b. Kesulitan dalam mencari responden, karena sekarang sudah banyak responden yang menggunakan media elektronik untuk membayarkan pajaknya.
c. Tingkat partisipasi responden yang masih kurang responsife, ada beberapa Wajib Pajak yang enggan atau tidak mau mengisi kuesioner karena alasan teretentu.
92 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pengaruh Kualitas Pelayanan, Sanksi Pajak dan Kesadaran terhadap Kepatuhan Wajib Pajak yang dilakukan pada KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga, maka diperoleh hasil analisis terhadap hipotesis pertama, kedua, ketiga dan keempat sebagai berikut :
1. Kualitas Pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga. Hal ini membuktikan bahwa dengan semakin baiknya kualitas pelayanan yang diberikan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga akan semakin meningkatkan kepatuhan wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakannya.
2. Sanksi Pajak berpengaruh secara signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga. Hal ini membuktikan bahwa dengan adanya sanksi pajak yang tegas dan dianggap merugikan oleh wajib pajak, akan semakin meningkatkan kepatuhan wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakannya.
3. Kesadaran Wajib Pajak berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Kesadaran wajib pajak orang pribadi yang terdaftar pada Kantor
93
Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga sudah cukup baik.
Wajib pajak yang memiliki kesadaran tinggi akan kewajibannya membayar pajak akan mempengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak.
5.2 Saran
Harapan penulis, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi berbagai pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Sosialisasi mengenai sistem administrasi perpajakan diharapkan semakin ditingkatkan lagi oleh pemerintah pada kantor pajak, serta untuk lebih mempermudah lagi format pengisian SPT mengingat banyak para wajib pajak yang belum semuanya mengetahui cara dalam mengisis SPT.
2. Kepada pihak wajib pajak, hendaknya lebih membuka wawasan, dan merubah pola pikir bahwa tidak semua aparat melakukan kecurangan dalam hal perpajakan sehingga kepatuhan akan membayar pajak dapat dibangun.
3. Untuk penelitian selanjutnya, metode penelitian yang digunakan hendaknya tidak berfokus hanya dengan menggunakan survey kuesioner, akan tetapi dapat lebih diperluas dengan cara wawancara secara langsung, pengamatan terhadap wajib pajak Orang Pribadi dan lain sebagainya agar data yang diperoleh menjadi lebih akurat. Serta mengembangkan penelitian dengan menambahkan faktor-faktor dan variabel lain seperti: Tingkat Pemahaman Wajib Pajak, Sistem Modernisasi, Motivasi dari Wajib Pajak dalam membayar pajak, , tingkat penghasilan wajib pajak, tingkat pendidikan dan
94
lain sebagainya diluar model penelitian ini untuk menambah daftar literatur peneltian, serta pengembangan ilmu pengetahuan secara akademik yang digunakan untuk peneltian-penelitian berikutnya.
95
DAFTAR PUSTAKA
Arum, Harjanti Puspa 2012, Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pelayanan Fiskus dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Yang
Melakukan Kegiatan Usaha atau Pekerja Bebas (Study di KPP Pratama Cilacap), Universitas Diponegoro, Semarang.
Febriyanto dan Siwi (2012), Pengaruh Kualitas pelayanan, Sanksi Pajak dan Kesadaran Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Empiris pada Wajib Pajak Pribadi di KPP Pratama Bantul). Yogyakarta : Universitas PGRI Yogyakarta.
Fuadi dan Mangoting (2013), Pengaruh Kualitas Pelayanan petugas pajak, sanksi perpajakan dan biaya kepatuhan pajak Terhadap Kepatuhan wajib pajak UMKM. Universitas Kristen Petra
Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Semarang: Cetakar IV. UNDIP.
Jatmiko, Agus Nugroho (2006), Pengaruh Sikap Wajib Pajak Pada Pelaksanaan Sanksi Denda, Pelayanan Fiskus dan Kesadaran Terhadap Kepatuhan
Wajib Pajak (Studi Empiris Terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi di Kota Semarang). Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro.
Mardiasmo . 2011. “Perpajakan edisi revisi 2003”. Yogyakarta: Andi
Masruroh, Siti (2013), Pengaruh Kemanfaatan NPWP, Pemahaman wajib pajak, Kualitas Pelayanan, dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Empiris pada WP OP di Kabupaten Tegal), Semarang: Universitas Diponegoro.
Pohan, Chairil Anwar. 2013. Manajemen Perpajakan Strategi Perencanaan Pajak dan Bisnis. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Priyatno, Dwi 2012, Belajar Cepat Olah Data Statistik dengan SPSS. Yogyakarata: C.V Andi Offset
Resmi, Siti 2009, Perpajakan : Teori dan Kasus Buku 1, Jakarta : Salemba Empat Soewadji, Jusuf. 2012. “Pengantar Metodologi Peneniltian” (Jakarta, Mitra
Wacana Media).
Supadmi, Ni Luh, 2009, Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Melalui Kualitas Pelayanan. Bali : Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.
96
Utami, Putri Rizky (2013). Pengaruh Kualitas Pelayanan Fiskus dan Pengetahuan tentang Peraturan Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak ( Studi Kasus pada Wajib pajak Yang Terdaftar di KPP Pratama Pekalongan). Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Wijaya, Tony. 2012. Cepat Menguasai SPSS 20 untuk Olah dan Interpretasi data.
Yogyakarta. Cahaya Atma Pustaka
LAMPIRAN 1
Hal : Permohonan Pengisian Kuesioner Jakarta, Desember 2015 Kepada Yth,
Bapak/Ibu/Saudara/i Responden Di Tempat
Dengan hormat, dalam rangka memenuhi tugas akhir (skripsi) untuk menyelesaikan Program Sarjana Ekonomi pada Universitas Satya Negara Indonesia, Saya :
Nama : Maisaroh
Nim : 041202503125098
Fakultas / Jurusan : Ekonomi / Akuntansi
Alamat : Jln Kucica IV Blok JG 9/9, Tangerang
Telepon : 085711663005
Bermaksud melakukan penelitian ilmiah dengan judul:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan, Sanksi Pajak dan Kesadaran Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi”
Sehubungan dengan hal tersebut, Saya mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menjadi responden dengan cara mengisi daftar pernyataan sehubungan dengan penelitian ini. Atas kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk meluangkan waktu dalam pengisian kuesioner ini, Saya ucapkan terimakasih.
Hormat Saya, (Maisaroh)
Peneliti
REFRESSING THEORY
Kepatuhan wajib pajak merupakan faktor utama yang mempengaruhi penerimaan pajak, dimana kepatuhan wajib pajak dalam hal ini dinilai dengan ketaatan dalam mematuhi kewajiban perpajakan dari segi formal dan material.
Wajib pajak dikatakan patuh apabila wajib pajak tersebut dapat memenuhi dan melaksanakan kewajiban perpajakan. Target pajak dapat diwujudkan apabila tercapainya kesadaran dan kepatuhan masyarakat wajib pajak untuk memenuhi kewajiban pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemerintah harus melakukan kajian-kajian yang berkaitan dengan kepatuhan wajib pajak seperti: Kualitas Pelayanan, Sanksi pajak dan Kesadaran Wajib Pajak.
A. Pengertian Kualitas Pelayanan
Pelayanan yang berkualitas adalah pelayanan yang dapat memberikan kepuasan kepada Wajib Pajak dan tetap dalam batas memenuhi standar pelayanan yang dapat dipertangungjawabkan serta harus dilakukan secara terus-menerus. Pelayanan yang berkualitas harus dapat memberi keamanan, kenyamanan, kelancaran dan kepastian hukum.
B. Sanksi Pajak
Sanksi pajak merupakan jaminan bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan (norma perpajakan) akan dituruti/dipatuhi/ditaati, dengan kata lain sanksi perpajakan merupakan alat pencegah agar wajib pajak tidak melanggar norma perpajakan.
C. Kesadaran Wajib Pajak
Kesadaran wajib pajak merupakan sikap wajib pajak yang telah memahami dan mau melaksanakan kewajibannya untuk membayar pajak dan telah melaporkan semua penghasilannya tanpa ada yang disembunyikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
No: ...(diisi oleh Peneliti) A. DESKRIPTIF RESPONDEN
Nama : ...
Jabatan : ...
Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan
Usia : ≤ 25 Tahun 36-45 Tahun 26-35 Tahun ≥ 45 Tahun
Status martial : Menikah Belum menikah
Pendidikan : SLTA S2
D3 Lain-lain
S1
Pekerjaan : PNS Profesi
Pengusaha karyawan Swasta
Lainnya
Lama bekerja : < 5 Tahun 11-15 Tahun 5-10 Tahun > 15 Tahun
Responden
(...)
B. PETUNJUK PENGISIAN
Jawaban yang Bapak/Ibu berikan mempengaruhi penelitian kinerja
Bapak/Ibu dan tidak ada jawaban yang benar atau salah serta jawaban yang benar-benar dilindungi. Sehingga saya berharap Bapak/Ibu dapat mejawab dengan lebih leluasa sesuai dengan apa yang terjadi/rasakan.
Mohon Bapak/Ibu dapat mengisi pertanyaan dibawah ini dengan memberikan tanda Ceklis (√) pada kolom yang telah disediakansesuai dengan keadaan dan keyakinan Bapak/Ibu saat ini. Setiap pertanyaan hanya diisi satu jawaban saja.
Alternatif pilihan jawaban ada Lima (5), yaitu :
Sangat Setuju (SS) dengan bobot nilai 5
Setuju (S) dengan bobot nilai 4
Netral (N) dengan bobot nilai 3
Tidak setuju (TS) dengan bobot nilai 2
Sangat Tidak Setuju (STS) dengan bobot nilai 1
C. CONTOH CARA PENGISIAN:
No Pertanyaan SS S N TS STS
1 Tampilan gedung bersih, aman dan nyaman.
√
2 Petugas pajak dapat diandalkan dalam menangani masalah wajib pajak.
√
D. DAFTAR PERNYATAAN UNTUK KUALITAS PELAYANAN (X1) Bagaimana pendapat Bapak/Ibu/Saudara/I mengenai pernyataan berikut:
No Pernyataan SS S N TS STS
1 Petugas pajak dapat dipercaya dalam menjalankan tugasnya 2 Petugas pajak memberikan rasa
aman kepada wajib pajak
3 Petugas pajak memiliki sikap sopan terhadap wajib pajak
4 Petugas pajak ramah dalam memberikan pelayanannya kepada wajib pajak
5 Petugas pajak mudah dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik dengan wajib pajak 6 Petugas pajak memberikan
pelayanan dengan segera dan cepat.
7 Petugas pajak memberikan pelayanan dengan tanggap
8 Petugas pajak mempunyai keahlian dibidang perpajakan
.
9 Petugas pajak mampu memberikan kepuasan dalam pelayanannya kepada wajib pajak
10 Petugas pajak dalam memberikan penjelasan kepada wajib pajak sesuai dengan norma perpajakan
E. DAFTAR PERNYATAAN UNTUK SANKSI PAJAK (X2) Bagaimana pendapat Bapak/Ibu/Saudara/I mengenai pernyataan berikut:
No Pernyataan SS S N TS STS
11 Sanksi berupa denda pidana diberikan kepada wajib pajak yang melanggar norma perpajakan.
12 Wajib pajak yang karena
kealpaannya tidak menyampaikan SPT, dikenakan pidana kurungan paling singkat 3 bulan dan paling lama 1 tahun.
13 Wajib pajak yang sengaja tidak menyampaikan SPT akan dikenakan pidana penjara paling singkat 6 Bulan dan paling lama 6 tahun
14 Pembetulan sendiri, SPT tahunan atau SPT masa tetapi belum disidik dikenakan sanksi administrasi berupa SSP ditambah 150%.
15 Pembetulan sendiri SPT tahunan atau masa tetapi belum diperiksa dikenakan sanksi bunga 2%
perbulan.
16 Tidak memasukkan SPT tahunan (PPh 29) dikenakan sanksi berupa SKPKB ditambah kenaikan 100%
F. DAFTAR PERNYATAAN UNTUK KESADARAN (X3) Bagaimana pendapat Bapak/Ibu/Saudara/I mengenai pernyataan berikut:
No Pernyataan SS S N TS STS
17 Pembayaran pajak disadari memiliki landasan hukum yang kuat dan merupakan kewajiban warga Negara.
18 Kesadaran bahwa pajak ditetapkan dengan undang-undang dan dapat dipaksakan.
19 Mengisi formulir pajak dengan lengkap tanpa direkayasa.
20 Penulisan formulir pajak harus jelas dan dapat dipahami.
21 Menghitung jumlah pajak terutang dengan benar tanpa ada
kecurangan.
22 Kesadaran bahwa pengurangan beban pajak sangat merugikan negara
23 Wajib pajak mau membayar pajak karena merasa tidak dirugikan dari pemungutan pajaknya.
24 Dengan membayar pajak Negara mendapat kas masukan, untuk pembangunan Negara guna meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.
G. DAFTAR PERNYATAAN UNTUK KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Y) Bagaimana pendapat Bapak/Ibu/Saudara/I mengenai pernyataan berikut:
No Pernyataan SS S N TS STS
25 Melakukan pembukuan dan pencatatan
26 Tepat waktu dalam
menyampaikan/melaporkan SPT masa atau tahunan
27 Tepat waktu dalam membayar pajak.
28 Tidak memiliki tunggakan pajak 29 Tidak pernah mendapatkan sanksi
atau denda perpajakan 30 Mengisi SPT dengan benar,
lengkap, jelas dan ditandatangani.
31 Menghitung dengan benar beban pajak terutang yang harus dibayarkan.
Mohon dipastikan tidak ada pernyataan yang terlewat
Atas perhatian dan kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk mengisi kuesioner ini, Saya sebagai peneliti mengucapkan terimakasih.
Jakarta, Desember 2015 (Maisaroh)
LAMPIRAN 2
2. UJI RELIABELITAS
A. Variabel Kualitas Pelayanan
Case Processing Summary
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
B. Variabel Sanksi Pajak
Case Processing Summary
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
C. Variabel Kesadaran Wajib Pajak
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
LAMPIRAN 3
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
B. Variabel Sanksi Pajak
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
C. Variabel Kesadaran Wajib Pajak
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
D. Variabel Kepatuhan Wajib Pajak
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
LAMPIRAN 4
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A. DATA PRIBADI
Nama : MAISAROH
Tempat Tanggal Lahir : BATANG, 20 JULI 1988
Alamat : DK GLAGAHOMBO RT/RW : 008/002, KARANGANOM, KANDEMAN
Agama : ISLAM
Telephone (HP) : 085711663005 B. RIWAYAT PENDIDIKAN
1. SD Negeri Karanganom : Tahun 1996-2002 2. SMP Negeri 1 Tulis : Tahun 2002-2005
3. PKBM Negeri 26 : Tahun 2011-2013
4. Universitas Satya Negara Indonesia : Tahun 2012-2016