• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETUA RAPAT (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E.,M.S) :

Mungkin saya nanti setalah yang lain selesai pak. Pak Sudjadi takut marah lagi nanti.

Pakde kami persilakan. F-PDIP (Ir. SUDJADI):

Sudah pak?

KETUA RAPAT (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E.,M.S) : Sudah pak, kami dengar pak Alhamdulillaah.

F-PDIP (Ir. SUDJADI):

Pimpinan saya yang ganteng, yang rajin, yang cakep saya hormati, Bapak Sekjen,

Irjen dan para Pimpinan Eselon I.

Saya tidak banyak pak, saya cuma ingin mengingatkan kepada Kementerian Perhubungan tentang pemahaman Padat Karya Tunai bukan hanya Padat Karya doang. Mohon Pak Sekjen sama Pak Irjen dicek apakah

ini menggunakan anggaran proyek atau CSR atau sifatnya rutin? Kalau CSR atau rutin itu bukan PKT. Tetapi mestinya PKT yang betul-betul dianggarkan dalam proyek Padat Karya.

Memang di Perhubungan itu sangat susah Kereta Api mau ditaruh mana juga tidak bisa, Perhubungan Laut mau mengambil orangnya dari mana juga tidak bisa, Perhubungan Udara juga susah. Cuma saya khawatir jangan sampai yang di-posting oleh teman-teman di WA grup kita, wah sudah pada karya-padat karya.

Padat Karya Tunai dan itu harus anggaran proyek bukan rutin. Saya hanya mengingatkan kepada Kementerian Perhubungan ini program idenya Pak Presiden. Jadi jumlahnya itu harus by name by address, supaya gampang misalnya di mana harus pakai Lurah atau Kades. Tapi kan niat comotan saja niat bareng.

Mohon maaf Pak ini jangan diadakan sajalah, biasa saja tidak usah ada Padat Karya enggak berdosa. Tetapi yang ada Padat Karya Tunai itu harus betul-betul memang itu diprogram Program Padat Karya Tunai bukan anggaran dari CSR atau rutin.

Sekian Pak ini khususnya Pak Sekjen sama Pak Irjen tolong diteliti karena beberapa saya lihat ini menggunakan CSR atau dana rutin ini temuan yang tidak bagus pak.

Terima kasih, terima kasih Ketuaku yang hebat. Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E.,M.S) : Wa'alaikumsalam Pak De.

Syukurlah ini bisa kedengaran, dari tadi mestinya. Selanjutnya kita berikan ke ibu Novita Wijayanti virtual, yang terakhir Pak Boyman Harun. F-P.GERINDRA (Hj. NOVITA WIJAYANTI, S.E.,M.M.):

Bagaimana ini?

KETUA RAPAT (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E.,M.S) :

Iya, sudah kedengaran Bu Novi, tinggal videonya saja. Ya kedengaran bu.

Silakan bu.

F-P.GERINDRA (Hj. NOVITA WIJAYANTI, S.E.,M.M.): Iya, fotonya yang itu saja kan Pak Ketua?

KETUA RAPAT (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E.,M.S) :

Kalau boleh yang lain bu, karena kita dari tadi nggak lihat yang indah-indah di sini.

F-P.GERINDRA (Hj. NOVITA WIJAYANTI, S.E.,M.M.): Dikirim foto saja ya pak.

Terima kasih Pimpinan.

Pak Iwan dan semua yang saya hormati.

Eh sebentar dulu, saya tidak banyak tadi sudah beberapa juga yang menyampaikan Pak Pimpinan dan Teman-teman.

Dari Kementerian Perhubungan yang saya hormati juga dan jajaran.

Langsung saja tadi hanya beberapa poin sih sebetulnya karena saya mengamati tadi di situ seperti BPSDM, di situ ada tentang SDM kalau bisa ya sama saja dengan teman-teman itu bisa mengikutsertakan masyarakat di Dapil kita gitu untuk meningkatkan SDM atau pelatihan dan lain sebagainya.

Dan kemudian padat karya juga di situ sama seperti Pak Djadi tadi sampaikan juga, hampir sama sih Pimpinan tidak banyak. Cuma karena tadi sudah daftar saya juga ingin menyampaikan bahwa kalau bisa bisa mengikutsertakan kepada masyarakat sekitarnya sehingga bisa membantu meningkatkan perekonomian di level bawah. Itu saja Pimpinan, nanti kalau ada usulan saya kirim proposalnya dan lain sebagainya.

Terima kasih.

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E.,M.S) : Wa'alaikumsalam warrahmatullaahi wabarakatuh.

Hilang harapan kita melihat video langsung. Yang terakhir Pak silakan Pak Boyman Harun. F-PAN (H. BOYMAN HARUN, S.H.):

Ya, terima kasih Pimpinan.

Langsung saja ke mitra kita ke kementerian ini. Dari Rapat Kerja kemarin dengan Bapak Menteri pak, saya tidak melihat di RKA itu adanya

kelanjutan dari rencana pembangunan bandar udara di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pak.

Padahal Bapak Menterinya juga sudah langsung turun ke sana untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan. Tapi sampai sekarang saya lihat perkembangannya tidak ada, progress-nya juga tidak ada, tidak ada cerita apa-apa.

Tolong pak ini ditindaklanjuti seperti apa perkembangannya. Kalau bisa paling tidak kami di Kalimantan Barat itu tahu ceritanya kenapa barang itu gagal atau diteruskan gitu pak. Dari saya itu saja Pimpinan mengingatkan saja kembali karena kemarin Bapak Menterinya sudah langsung turun ke sana dan masyarakat sana sudah berharap menurut cerita yang kita dapat pada waktu itu InshaAllah itu akan direlokasi Bandar Udara yang ada karena sudah tidak layak lagi sangat dekat dengan rumah sakit dan di dalam kota. Itu satu.

Kedua pak, kedua kalaupun memang belum direlokasi pak, mohon pak dihadirkan kembali Pak pesawat rute Kabupaten Ketapang-Jakarta pak. Kemarin sudah ada pesawatnya, sekarang pesawatnya enggak ada, sehingga kami kalau mau ke Jakarta itu harus ke Pontianak dulu. Padahal dari Ketapang ke Jakarta itu cukup menempuh waktu 1 jam sudah bisa ke Jakarta.

Demikian pak, terima kasih Pimpinan atas waktunya. Wabillaahittaufik Walhidayah,

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E.,M.S) : Wa'alaikumsalam warrahmatullaahi wabarakatuh.

Jadi dari Anggota semuanya sudah selesai baik yang secara fisik maupun secara virtual, sekarang kembali ke meja Pimpinan.

Saya persilakan Pak Ketua Pak Lasarus.

KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.Sos., M.Si./F-PDIP):

Baik Pak Sekjen. Kalau saya hanya menyampaikan soal siklus pembahasan kita saja Pak Sekjen. Kita sampai tanggal 15 pak, habis itu nanti sinkronisasi dari 22 sampai 25 pak. Saya berharap nanti saran dan masukan dari teman-teman ini bisa dielaborasi di Kementerian. Sehingga nanti waktu sinkronisasi dari 22 sampai 25 ini kita tidak banyak kendala. Karena waktunya mepet Pak Menteri, Pak Sekjen waktunya mepet sekali.

Jadi saya harap nanti ketika teman-teman menyampaikan pandangan pendapatnya dan seterusnya, nanti mungkin Pak Sekjen juga sampaikan dengan para Dirjen nanti yang akan kita bahas mulai besok. Tolong

usulan-usulan, saran, pendapat Dapil dan seterusnya nanti diperhatikan. Sehingga waktu sinkronisasi kita punya waktu yang sempit itu bisa kita manfaatkan untuk menyelesaikan APBN tahun 2021.

Kita sepakat saya pikir pak dalam masa Covid ini saya berharaplah semua berjalan lancar. Jadi kita tidak perlu berulang-ulang rapat tidak perlu lama-lama tapi efektif gitu pak ya. Karena berada di tempat ini terlalu lama juga mikir-mikir kita pak ya. Kalau bisa lebih cepat lebih baik, ikan sepat ikan gabus lebih cepat lebih bagus katanya gitu kan. Ya saya rasa itu saja Pak Sekjen dari saya.

Silakan Pak Iwan untuk dilanjutkan.

KETUA RAPAT (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E.,M.S) : Terima kasih Pak Ketua.

Ini kita kedatangan Ibu cantik satu lagi apa Ibu mau menyampaikan sesuatu?

Ya silakan bu yang terakhir ini.

WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (Hj. NURHAYATI/F-PPP): Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.

Saya rasa teman-teman saya tadi sudah mendalaminya dan saya baru hadir dikarenakan saya juga tadi ada. Kalau saya suruh yang dalam-dalam ya pak.

Jadi saya rasa, saya sama dengan Pak Lasarus pak, kami menginginkan bahwa di anggaran atau program di tahun 2021 ini Kementerian Perhubungan lebih juga memperhatikan usulan dari kawan-kawan dan Komisi V ini. Termasuk saran usulan maupun aspirasi apapun bentuknya pak. Karena selama ini kita ini mempunyai Dapil yang beraneka ragam, bermacam-macam tetapi sepertinya kurang perhatian dari Perhubungan.

Jadi mungkin kita ingin Perhubungan lebih transparan lagi kepada kami bagaimana program-program ini direncanakan dan kami ingin sebetulnya melihat rancangan Renstra-nya yang betul-betul ada capaian tahunannya. Capaian targetnya sehingga kita bisa melihat capaian kinerjanya di Kementerian Perhubungan di setiap tahunnya.

Sehingga program-program yang berada di Kementerian Perhubungan itu bisa dinilai atau bisa diukur oleh kita efisiensinya dan bahkan, bagaimana apakah program ini dengan anggaran yang ada di Kementerian Perhubungan, apakah betul-betul bisa bermanfaat untuk masyarakat. Jadi kinerjanya betul-betul.

Kami ingin melihat program itu pertahun pasti program yang diinginkan oleh Kemenhub kan program yang ideal, ideal 1 Renstra. Nah Kami ingin melihat itu pak.

Jadi apa saja yang sekarang eksis seperti apa dan apakah untuk mencapai Renstra itu tujuan gol terakhirnya itu 1 Renstra ini dengan anggaran yang sekarang dipunyai oleh Kemenhub apakah mencukupi atau tidak? Itu yang ingin kami ketahui sehingga kami tahu target capaian pertahunnya.

Berdasarkan juga kita memperhatikan program-program yang diusulkan oleh teman-teman di Komisi V. Terutama mungkin daerah-daerah yang banyak seperti pulau ya atau seperti Papua memang membutuhkan banyak sekali infrastruktur untuk bandara seperti Kalimantan mungkin, Sulawesi kita membutuhkan banyak pelabuhan seperti itu. Tetapi juga kami menginginkan adanya interkoneksi dengan infrastrukturnya. Karena banyak sekali bandara-bandara atau bahkan pelabuhan yang jalannya sampai hari ini belum ada. Seperti di Lombok mungkin ada satu pelabuhan yang sebetulnya bisa dipakai untuk Mandalika ini lebih dekat tetapi tidak ada jalannya gitu belum ada jalannya di Jambi pun ada.

Jadi itulah yang kami inginkan konektivitasnya, sehingga Pak Sekjen, Pak Irjen bisa melihat bagaimana program ini. Apakah program-program dari Kemenhub itu mencapai sasaran akhirnya tidak nanti di akhir Renstranya? Maka itu dari kita ingin mengetahui target tahunannya target capaiannya sehingga kita bisa menilai kinerja dari pada Kemenhub pada akhir Renstra nanti atau setiap akhir tahunnya. Mungkin begitu pak dari kami, sekian dan terima kasih.

Wabillaahittaufik Walhidayah,

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E.,M.S) : Wa'alaikumsalam warrahmatullaahi wabarakatuh.

Ini jadi semangat lagi bu ingin nambah waktu ibu datang, tapi ya. Sekarang dari saya mungkin ya Pak Sekjen, Pak Kepala Badan, Pak Irjen menyangkut masalah anggaran 2021 berkaitan dengan 2020 tentang realokasi dan refocusing kemarin. Ini kan terkurangnya cukup banyak pak, lantas kemudian dari pagu Nota Keuangan Tahun 2021 anggaran yang bapak kelola itu belum menutupi defisit anggaran yang dari 2020 tadi.

Nah apakah kemudian dukungan anggaran ini sudah cukup untuk kita bapak sekalian melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan kebutuhan yang ada. Itu yang pertama.

Yang kedua saya setuju dengan Pak Jimmy tadi tentang mungkin ada semacam kuota khusus bagi di daerah-daerah sekolah-sekolah atau apa namanya yang ada ikatan dinas dengan Kementerian Perhubungan. Agar di

daerah tersebut diberikan semacam perlakuan khususlah dengan penambahan ada kuota khusus yang juga buat merekrut orang-orang lokal di daerah sekolah-sekolah itu berada.

Dan kemudian juga untuk Pak Irjen, menyangkut masalah kegiatan-kegiatan Kementerian Perhubungan baik itu darat, laut maupun udara memang benar apa yang disampaikan Pak Bakri, banyak dari kegiatan-kegiatan kita ini yang dinyatakan sudah selesai tapi tidak fungsional sampai sekarang.

Nah ini juga sebenarnya perlu dipahami bahwa kalau investasi pemerintah ini sudah masuk ke sana lantas tidak ada benefit yang kembali ke negara itu juga bisa dianggap sebagai kerugian negara menurut saya.

Jadi mungkin Pak Irjen juga bisa menginventarisir apa-apa saja kegiatan-kegiatan yang kira-kira dianggap sudah selesai namun tidak fungsional. Apa permasalahannya sehingga mungkin bisa disama-sama dicarikan solusi, apakah itu itu persoalan akses road atau apa dan lain sebagainya pembebasan lahan mungkin itu semua pak.

Jadi mungkin itu saja dari kami, demikian pendapat dan pertanyaan yang telah disampaikan oleh Pimpinan dan Anggota DPR RI. Selanjutnya kami persilahkan kepada para Pejabat Eselon I untuk memberikan tanggapan mungkin highlight-nya saja pak, singkat-singkat saja selebihnya bapak bisa sampaikan secara tertulis.

Saya persilakan Pak Sekjen.

SEKJEN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI (DJOKO SASONO):