BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Penatalaksanaan Pola Makan Penderita Diabetes Melitus Tipe-2
2.2.3 Interval Makan Penderita Diabetes Melitus
Makanan porsi kecil dalam waktu tertentu akan membantu mengontrol kadar gula darah. Makanan porsi besar menyebabkan peningkatan gula darah mendadak dan bila berulang-ulang dalam jangka panjang, keadaan ini dapat menimbulkan komplikasi diabetes melitus. Oleh karena itu makanlah sebelum lapar kerena makan disaat lapar sering tidak terkendali dan berlebihan. Pada dasarnya diet diabetes melitus diberikan dengan antara (interval) waktu tiga jam, meliputi tiga kali makanan utama dan tiga kali makanan selingan/snacks.
Jadwal makan yang digunakan oleh penderita diabetes melitus disajikan dalam bentuk tabel berikut :
Tabel 2.2. Jadwal Makan Penderita Diabetes Melitus
Waktu Jadwal Total Kalori
Pukul 07.00 makan pagi 20%
Pukul 10.00 selingan 10%
Pukul 13.00 makan siang 30%
Pukul 16.00 selingan 10%
Pukul 19.00 makan malam 20%
Pukul 21.00 selingan 10%
Sumber : Waspadji, 2002
Jadwal ini dapat diubah asalkan intervalnya tetap tiga jam. Ini dimaksudkan agar terjadi perubahan pada kandungan glukosa darah penderita diabetes melitus, sehingga diharapkan dengan perbandingan jumlah makanan dan jadwal yang tepat , maka kadar glukosa darah akan tetap stabil dan Penderita diabetes melitus tidak merasa lemas akibat kekurangan zat gizi.
Tabel 2.3. Contoh Menu Sehari dengan Jenis Diet Diabetes Melitus 1900 Kal
Waktu Bahan Makanan URT Menu
Pagi (07.00) Nasi Telur ayam Tempe Sayuran A Minyak 1 gelas 1 Butir 2 potong sedang 1 gelas 1 sendok makan Nasi Telur dadar Oseng-oseng tempe sop oyong + tomat
Pukul 10.00 Buah 1 potong sedang papaya Siang (13.00) Nasi Ikan Tempe Sayuran B Buah Minyak 1,5 gelas 1 potong sedang 2 potong sedang 1 gelas 1/4 buah sedang 1 sendok makan Nasi Pepes ikan Tempe goreng Lalapan kacang panjang + kol Nenas
Pukul 16.00 Buah 1buah Pisang
Malam(19.00) Nasi
Ayam tanpa kulit Tahu Sayuran C Buah Minyak 1,5 gelas 1 potong sedang 1 potong sedang 1 gelas 1 potong sedang 1 sendok makan Nasi Ayam bakar Tahu bacem
Stup buncis + wortel Pepaya
Sumber : Almatsier, 2006
Nilai Gizi pada tabel 2.3 tersebut adalah : - Energi : 1912 Kkal
- Protein : 60 gr (12,5% energi total ) - Lemak : 48 gr ( 22,5 % energi total ) - Karbohidrat : 299 gr (62,5 % energi total ) - Kolesterol : 303mg
2.3. Daftar Bahan Makanan Penukar
Untuk mempermudah membuat kombinasi menu, dibawah ini diberi gambaran mengenai beberapa bahan yang dapat mengganti satu bahan yakni :
1. Golongan I : Sumber Karbohidrat
1 satuan penukar misalnya, 100 gram nasi mengandung 175 Kalori, yang terdiri atas Protein 4 gram dan karbohidrat 40 gram.
2. Golongan II : Sumber Protein Hewani a. Rendah Lemak
1 Satuan Penukar misalnya, 40 gram ikan segar mengandung 50 Kalori yang terdiri atas protein 7 gram dan lemak 2 gram.
b. Lemak Sedang
1 Satuan Penukar misalnya, 35 gram daging sapi mengandung 75 Kalori terdiri atas protein 7 gram dan lemak 5 gram.
c. Tinggi Lemak
1 Satuan Penukar misalnya, 40 gram ayam dengan kulit mengandung 150 Kalori yang terdiri atas 7 gram protein dan lemak 13 gram.
3. Golongan III : Sumber Protein Nabati
1 Satuan Penukar misalnya, 50 gram tempe mengandung 75 Kalori, yang terdiri atas protein 5 gram dan karbohidrat 7 gram.
Tabel dibawah ini menunjukkan jumlah bahan makanan yang dapat digunakan untuk mengganti :
- sumber Karbohidrat (100 gram nasi)
- sumber protein hewani; rendah lemak (40 gram ikan), lemak sedang (35 gram daging sapi) dan tinggi lemak (40 gram ayam dengan kulit)
Tabel 2.4. Makanan Penukar dari Sumber Karbohidrat, Protein Hewani dan Protein Nabati
Bahan Makanan URT Berat (gr)
Sumber karbohidrat
Bihun 1/2 gelas 50
Kentang 2 biji sedang 210
Nasi tim 1 gelas 200
Bubur beras 2 gelas 400
Mie kering 1 gelas direbus 50
Mie basah 2 gelas 200
Singkong 1 ½ potong sedang 120
Talas 1 potong 125
Ubi 1 biji sedang 135
Sumber protein hewani rendah lemak
ayam tanpa kulit 1 potong sedang 40
daging kerbau 1 potong sedang 35
ikan kakap 1/3 ekor sedang 35
ikan asin 1 potong sedang 15
udang segar 5 ekor sedang 35
Sumber protein hewani lemak sedang
Daging kambing 1 potong 40
Usus sapi 1 potong besar 50
Bakso 10 biji sedang 170
Hati ayam 1 buah sedang 30
Otak 1 potong besar 65
Telur ayam 1 butir 55
Sumber protein hewani tinggi lemak
Bebek 1 potong sedang 55
Sosis 1/2 potong sedang 50
Kuning telur ayam Cornet beef
4 butir
3 sendok makan
45 45 Sumber protein nabati
Kacang hijau 2 sendok makan 20
Kacang merah segar 2 sendok makan 20
Kacang tanah 2 sendok makan 15
Oncom 2 potong kecil 40
Tahu 2 biji besar 110
4. Golongan IV : Sayuran a. Sayuran A
Bebas dimakan, kandungan kalori dapat diabaikan, sumbernya dari ; gambas (oyong), mentimun, jamur segar, lobak selada dan tomat.
b. Sayuran B
Mengandung sedikit kalori, protein dan karbohidrat sayuran ini dapat digunakan agak bebas tanpa diperhitungkan asal dalam jumlah yang wajar.
1 Satuan Penukar ± 1 gelas (100 gr ) = 25 Kalori 1 gr Protein 5 gr Karbohidrat.
Sumber bahan makanannya yaitu dari ; bayam, labu siam, bit, buncis, brokoli, genjer, jagung muda, kol, wortel, sawi, toge kacang hijau, terong, kangkung, kacang panjang, pare, rebung, pepaya muda.
c. Sayuran C
Merupakan sayuran yang mengandung banyak kalori, protein dan karbohidrat.
1 Satuan Penukar ± 1 gelas (100 gr) = 50 Kalori 3 gr Protein 10 gr Karbohidrat.
Sumber bahan makanannya yaitu dari ; bayam merah, daun katuk, daun melinjo, melinjo, daun papaya, daun singkong, toge kacang kedele, daun talas dan nangka muda.
Sayuran golongan A, B dan C dapat diberikan kepada penderita diabetes melitus tipe-2 maupun tipe-1. Hal ini disebabkan karena penderita diabetes melitus dianjurkan mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup. Serat dalam jumlah yang cukup akan menurunkan kecepatan penyerapan karbohidrat serta menurunkan kadar lemak dalam darah. Dengan demikian tingginya serat dalam makanan dapat menekan kenaikan kadar gula dalam darah sesudah makan ( Pranaji, 2002).
5. Golongan V : Buah dan Gula 1 Satuan Penukar = 50 Kalori
12 gr Karbohidrat.
Tabel 2.5. Makanan Penukar dari Sumber Buah dan Gula
Bahan makanan URT Berat (gr)
Anggur 20 buah sedang 165
Apel 1 buah 85
Belimbing 1 buah besar 140
Duku 9 buah 80
Durian 2 biji besar 35
Jeruk manis 2 buah 110
Jambu air 2 biji besar 110
Jambu biji 1buah besar 100
Jambu bol 1 buah besar 90
Kolang- kaling 5 buah sedang 25
Kedondong 2 buah sedang 120
Pisang 1 buah 50
Pepaya 1 potong besar 110
Kurma 3 buah 15
Melon 1 potong besar 190
Nangka masak 3 biji sedang 45
Gula 1 sendok makan 13
Madu 1 sendok makan 15
6. Golongan VI : Susu a. Susu Tanpa Lemak
1 Satuan Penukar misalnya, 200 gram susu skim cair mengandung 75 Kalori yang terdiri atas protein 7 gram dan karbohidrat 10 gram.
b. Susu Rendah Lemak
1 Satuan penukar misalnya, 200 gram susu sapi mengandung 125 Kalori yang terdiri atas protein 7 gram, lemak 6 gram dan karbohidrat 10 gram. c. Susu Tinggi Lemak
1 Satuan Penukar misalnya, 30 gram tepung mengandung 150 Kalori yang terdiiri atas protein 7 gram, lemak 10 gram dan karbohidrat 10 gram. Tabel di bawah ini menunjukkan bahan makanan yang dapat digunakan untuk mengganti Susu tanpa lemak (200 gram susu skim cair), Susu rendah lemak (200 gram susu sapi) dan Susu tinggi lemak (30 gram tepung susu penuh). Tabel 2.6. Makanan Penukar dari Sumber Susu Tanpa Lemak, Susu Rendah
Lemak dan Susu Tinggi Lemak.
Bahan makanan URT Berat (gr)
Susu tanpa lemak
Tepung susu skim 4 sendok makan 20
Yogurt non fat ⅔ gelas 120
Susu rendah lemak
Keju 1 potong kecil 35
Susu kambing 3/4 gelas 165
yogurt susu penuh 1 gelas 200
Susu kental manis 1/2 gelas 100
Susu tinggi lemak
Susu kerbau 1/2 gelas 100
7. Golongan VII : Minyak
1 Satuan Penukar misalnya, 5 gram minyak kelapa mengandung 50 Kalori dan lemak 5 gram. Tabel dibawah ini menunjukkan jumalah bahan makanan yang dapat digunakan untuk mengganti 5 gram minyak kelapa. a. Lemak Tidak Jenuh
Tabel 2.7. Makanan Penukar dari Sumber Minyak Lemak Tidak Jenuh.
Bahan makanan URT Berat (gr)
Alpukat 1/2 buah besar 60
Margarin jagung 1 sendok teh 5
Minyak bunga matahari 1 sendok teh 5
Minyak jagung 1 sendok teh 5
Minyak kedele 1 sendok teh 5
Minyak kacang tanah 1 sendok teh 5
Minyak zaitun 1 sendok teh 5
Sumber : Askandar, 2011
b. Lemak Jenuh
Tabel 2.8. Makanan Penukar dari Sumber Minyak Lemak Jenuh
Bahan makanan URT Berat (gr)
Kelapa parut 2½ sendok makan 15
Mentega 1 sendok makan 15
Santan ⅓ gelas 40
Kelapa 1 potong kecil 15
Minyak inti kelapa sawit 1 sendok teh 5
Sumber : Askandar, 2011
8. Golongan VIII : Makanan Tanpa Kalori
Sumber bahan makanan tanpa kalori yaitu dari agar-agar, air kaldu, air mineral, cuka, kecap, kopi, teh, gula alternatif seperti aspartame, sakarin.
2.4. Jenis Diet Untuk Penderita Diabetes Melitus
1. Jenis diet diabetes melitus I
Kandungan energi dari jenis diet diabetes melitus I adalah 1100 kalori yang mengandung 172 gram karbohidrat, protein 43 gram dam lemak 30 gram.
2. Jenis diet diabetes melitus II
Kandungan energi dari jenis diet diabetes melitus II adalah 1300 kalori yang mengandung 192 gram karbohidrat, protein 45 gram dan lemak 35 gram.
3. Jenis diet diabetes III
Kandungan energi dari jenis diet diabetes melitus III adalah 1500 kalori yang mengandung 235 gram karbohidrat, protein 51,5 gram dan lemak 36,5 gram.
4. Jenis diet diabetes melitus IV
Kandungan energi dari jenis diet diabetes melitus IV adalah 1700 Kalori dan jumlah kandungan zat gizi Karbohidrat 275 gram, Protein 55,5 gram dan Lemak 36,5 gram.
5. Jenis diet diabetes melitus V
Kandungan energi dari jenis diet diabetes melitus V adalah 1900 kalori dan jumlah kandungan zat gizi Karbohidrat 299 gram, Protein 60 gram dan Lemak 48 gram.
Kandungan energi dari jenis diet diabetes melitus VI adalah 2100 kalori dan jumlah kandungan zat gizi karbohidrat 319 gram, protein 62 gram dan lemak 53 gram.
7. Jenis diet diabetes melitus VII
Kandungan energi dari jenis diet diabetes melitus VII adalah 2300 kalori dan jumlah kandungan zat gizi karbohidrat 369 gram, protein 73 gram dan lemak 59 gram.
8. Jenis diet diabetes melitus VIII
Kandungan energi dari jenis diet diabetes melitus VIII adalah 2500 kalori dan jumlah kandungan zat gizi karbohidrat 396 gram, protein 80 gram dan lemak 62 gram.
Jenis diet diabetes melitus ini ditentukan berdasarkan IMT (indeks masa tubuh) penderita diabetes melitus.
2.5. Kerangka Konsep Penelitian
Berdasarkan latar belakang, tujuan dan manfaat, maka kerangka konsep penelitian sebagai berikut :
Karakteristik penderita Diabetes Melitus : - Umur - Jenis kelamin - Pekerjaan - Pendidikan - Riwayat keluarga - Lama menderita DM Pola makan - Jumlah - Jenis - Jadwal
Kadar gula darah (KGD)
Dalam kerangka konsep diatas dapat dijelaskan bahwa berdasarkan karakteristik penderita diabetes melitus (umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, riwayat keluarga dan lama menderita diabetes melitus) dapat mempengaruhi pola makan (jumlah, jenis dan jadwal) serta mempengaruhi kadar gula darah penderita diabetes melitus.