• Tidak ada hasil yang ditemukan

Investasi Lainnya

Dalam dokumen LAPORAN NERACA PEMBAYARAN INDONESIA (Halaman 32-38)

TRANSAKSI MODAL DAN FINANSIAL

3. Investasi Lainnya

Transaksi investasi lainnya pada triwulan laporan mencatat defisit sebesar USD1,1 miliar, berkebalikan dengan periode sebelumnya yang mengalami surplus sebesar USD4,1 miliar. Defisit yang terjadi terutama didorong oleh kenaikan penempatan aset investasi lain sektor swasta di luar negeri.

0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 4.000 4.500

Mei Jun JulAgustSep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun JulAgustSep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun JulAgustSep

2009 2010 2011

Indeks

STI Singapore IHSG SET Thailand Phillipines Index (PCOMP) Malaysia Index (KLCI)

Sumber: Bloomberg -5.000 -3.000 -1.000 1.000 3.000 5.000 7.000 9.000

Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I* Tw.II* Tw.III**

2009 2010* 2011

Inv. Portofolio sektor Publik Inv. Portofolio sektor Swasta Inv. Portofolio, neto Juta USD

* angka sementara ** angka sangat sementara

Grafik 26

Perkembangan Investasi Lainnya

Pada triwulan III-2011, aset investasi lainnya mengalami defisit (arus keluar neto) sebesar USD3,2 miliar, berbeda arah dengan triwulan sebelumnya yang mencatat surplus (arus masuk neto) sebesar USD2,0 miliar. Peningkatan aset domestik di luar negeri tersebut seluruhnya berasal dari sektor swasta berupa kenaikan piutang dagang dan dana simpanan sejalan dengan tingginya kegiatan ekspor barang.

Grafik 27

Transaksi Aset Investasi LainnyaSektor Swasta

Di sisi kewajiban, investasi lainnya pada periode laporan mengalami peningkatan surplus dari USD2,0 miliar pada triwulan sebelumnya menjadi USD2,1 miliar. Peningkatan surplus tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan penarikan pinjaman luar negeri (PLN) sektor publik dan perbankan yang disertai dengan penurunan pembayaran PLN sektor publik dan sektor korporasi.

Grafik 28

Perkembangan Transaksi Kewajiban Investasi Lainnya

Sisi kewajiban transaksi investasi lainnya untuk sektor publik pada Tw. III-2011 mencatat penurunan defisit dari USD1,4 miliar pada triwulan sebelumnya menjadi USD0,7 miliar. Penurunan defisit tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pembayaran PLN pemerintah dari USD1,8 miliar pada periode sebelumnya menjadi USD1,0 miliar. Hal ini sesuai dengan siklusnya pembayaran PLN yang cenderung meningkat pada triwulan kedua dan keempat.

Di sisi lain, penarikan PLN sektor publik mengalami peningkatan menjadi USD0,6 miliar dibanding USD0,4 miliar pada periode sebelumnya. Peningkatan penarikan terjadi baik untuk pinjaman program maupun pinjaman proyek yang masing-masing meningkat dari USD7 juta dan USD356 juta pada periode sebelumnya menjadi USD119 juta dan USD456 juta.

Pada periode laporan, Pemerintah Indonesia menandatangani beberapa perjanjian pinjaman baru, di antaranya dari International Fund for Agriculture Development (IFAD), IBRD, dan Pemerintah Federasi Rusia. Pinjaman dari IFAD sebesar SDR30 juta ditujukan untuk proyek Smallholder Development Project in Eastern Indonesia (SOLID). Sementara itu, pinjaman dari IBRD sebesar USD531 juta ditujukan untuk program Fourth National Program for Community Empowerment in Rural Areas, dan pinjaman dari Pemerintah Federal Rusia akan digunakan untuk pengadaan alat utama -8,000 -6,000 -4,000 -2,000 0 2,000 4,000 6,000

Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I* Tw.II* Tw.III**

2009 2010* 2011

Juta USD

Investasi lainnya, aset Investasi lainnya, kewajiban Investasi lainnya, neto

* Angka sementara ** Angka sangat sementara

-6,500 -5,500 -4,500 -3,500 -2,500 -1,500 -500 500 1,500 2,500 3,500 4,500

Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I* Tw.II* Tw.III**

2009 2010* 2011

Juta USD

Pinjaman Uang & simpanan Aset lainnya Investasi lainnya sektor swasta, aset

* Angka sementara ** Angka sangat sementara

-3,000 -2,000 -1,000 0 1,000 2,000 3,000 4,000 5,000 6,000

Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I* Tw.II* Tw.III**

2009 2010* 2011

Juta USD

Piutang dagang Uang & simpanan Pinjaman, neto Kewajiban lainnya Inv. lainnya, kewajiban * Angka sementara

sistem senjata (alutsista) sebesar USD4 juta oleh Kementerian Pertahanan.

Di sisi lain, pemerintah juga terus berusaha untuk mengurangi jumlah pinjaman luar negerinya dengan cara melakukan debt swap. Pada periode laporan, terealisasi pengalihan pinjaman sebesar €10 juta yang berasal dari Jerman untuk proyek Global Fund to Fight AIDS, Tubercolosis and Malaria (GFATM) dan USD6,4 juta dari Amerika Serikat untuk proyek Tropical Forest Conservation Act (TFCA).

Grafik29

Perkembangan PLN Sektor Publik

Sementara itu, kewajiban transaksi investasi lainnya sektor swasta pada periode laporan mencatat surplus sebesar USD2,8 miliar, lebih rendah dibanding surplus pada triwulan sebelumnya (USD3,4 miliar).

Penurunan surplus tersebut terutama disebabkan oleh penurunan surplus transaksi uang & simpanan dari USD1,1 miliar pada periode sebelumnya menjadi USD0,6 miliar.

Sementara itu dari sisi penarikan PLN, sektor swasta mencatat penarikan pinjaman sebesar USD6,8 miliar pada triwulan laporan dibanding USD6,7 miliar pada triwulan sebelumnya. Penarikan PLN yang cukup tinggi tersebut berasal dari penarikan PLN sektor perbankan sebesar USD 1,6 miliar dan sektor korporasi sebesar USD5,2 miliar. Di sisi lain, pembayaran PLN sektor swasta mencatat peningkatan dari USD4,6 miliar pada periode sebelumnya menjadi USD4,7 miliar.

Grafik 30

Perkembangan PLN Sektor Swasta

-3,000 -2,000 -1,000 0 1,000 2,000 3,000

Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I* Tw.II* Tw.III**

2009 2010* 2011

Juta USD

Penarikan Pembayaran Neto

* Angka sementara ** Angka sangata sementara

-6,000 -5,000 -4,000 -3,000 -2,000 -1,000 0 1,000 2,000 3,000 4,000 5,000 6,000 7,000 8,000

Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I* Tw.II* Tw.III**

2009 2010* 2011

Juta USD

Penarikan Pembayaran Neto

* Angka sementara ** Angka sangat sementara

Tekanan pada transaksi modal dan finansial yang menyebabkan neraca pembayaran pada Tw. III-2011 mencatat defisit berimplikasi pada penurunan posisi cadangan devisa pada akhir triwulan laporan dari USD119,7 menjadi USD114,5 miliar. Jumlah cadangan devisa yang dikelola oleh Bank Indonesia tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan impor dan

pembayaran utang luar negeri pemerintah selama 6,6 bulan.

Cadangan devisa tersebut antara lain berupa cadangan dalam valuta asing USD107,5 miliar (93,9% dari total cadangan devisa), monetary gold sebesar USD3,8 miliar (3,3%), dan special drawing rights (SDR) sebesar USD2,8 miliar (2,4%).

Grafik 31

Perkembangan Cadangan Devisa

0 20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000 140,000 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00 8.00

Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I* Tw.II* Tw.III**

2009 2010* 2011

Juta USD Bln Impor

Cadev (RHS) Bulan Impor & Pembayaran ULNPemerintah

CADANGAN DEVISA

Kenaikan ekspor dan menyusutnya defisit neraca jasa menyebabkan kontribusi sektor eksternal terhadap pembentukan PDB meningkat (tercermin pada rasio net ekspor barang dan jasa terhadap PDB).

Dengan semakin besarnya volume ekspor dan impor barang dan jasa mengindikasikan semakin

tingginya derajat keterbukaan perekonomian Indonesia (tercermin pada rasio ekspor ditambah impor terhadap PDB).

Dari sisi finansial, seiring dengan posisi cadangan devisa yang menurun akibat tekanan di transaksi modal dan finansial, rasio ULN terhadap cadangan devisa meningkat namun masih tetap terjaga baik. Sementara itu, debt service ratio (rasio beban pembayaran utang terhadap ekspor) menurun dibandingkan triwulan sebelumnya sesuai dengan pola musiman di mana pembayaran utang pada Tw. III lebih rendahdari Tw. II-2011.

Tabel 25

Dalam dokumen LAPORAN NERACA PEMBAYARAN INDONESIA (Halaman 32-38)

Dokumen terkait