problem mendasar tersebut, ia akan kembali menjadi alternatif bagi peradaban
masa
depan.B. Peradaban Islam
Menyongsong
GlobalisasiApa
yang sudah diuraikan sebagai hasil capaianzaman
ke-emasan
peradaban Islam,merupakan
titik kulminasi kemajuan Islam sampai saatini.Untuk
memperoleh kembali khazanahyang9 Ahli sejarah dunia,Marshal Hodgsonlebihcenderungmenyebut"eramodem" atau kemutakhiran umat manusiadibawahhegemoni peradaban Baratdewasaini, yang dikuasaiolehilmupengetahuandanteknologibukandenganistilah"zamanmodem",
karena konotasi modem dalam sistem peradaban adalah "yang selalu positif".
Hodgsonmenyebutnyasebagai"tcdviicalage”(zamanteknik)dengankonotasinetral,
dapat baik danburuk. Karena netralitasera teknik itulah, maka peran etika dan agama menjadi penting. Lihat Marshall G.S. Hodgson. 1972. The Venture ofIslam.
Vol.2Hal.189.Chicago:TheUniveisity ofChicagoPress.RogerGaraudy menyebutkan
istilah dari "zaman teknik" sebagai zaman "agama piranti", yakni suatu zaman yangdidominasi oleh piranti, teknik dan instrumen, dan sedikit sekali menjawab apa sebenarnya tujuan dalam dirinya sendiri sehingga menguasai hidup manusia, dan menjadi "agama baru". Lihat Roger Garaudy,Pirnrun Islamdu 20c Siedc hal. 15 sebagaimana dikutip oleh Muhsin al-Mayli. 1993. Rujih Ghamudi uval-Musykilat al-Dituyalt. Hal. 229. Beirut: DarQutaybah.
sudah hilang tersebut,
merupakan
suatu hal yang untuk saat ini, dengan kondisi karut-marutnyaumat
Islam,tampak
sangat sulituntuk didapatkan kembali.
Terdapatberbagai sebabdari
memudarnya
kebudayaan dan peradabanmuslim
terkemudian. Di antara yang paling pokok adalah (1) Matinya tradisi ilmiah di dunia muslim. Kebebasanberpikir ilmiah, dan tradisi melakukan penelitian
merupakan
halpokokbagi majunya ilmupengetahuan, yang padagiliran
berikut-nya
menyebabkan
kemajuankebudayaan dan
peradaban. (2) Telah merasa puas dengan apa yang telah dicapai oleh para pe-mikir Islam terdahulu sehingga merasa tidak perlu lagi melaku-kan ijtihad.Umat
Islammasa
berikutnya tidak berbuatsebagai-mana
para tokohmuslim
klasik melakukannya (selengkapnyadalam
Lewis, 1996: 86-131).Upaya
untukmembangun
kembali peradaban tinggi hanya dapat dirintis jika masyarakatmuslim mampu
menciptakanfaktor-faktor: (1)
Adanya
niatdan semangat tinggiuntuk mencaridan mengembangkan
ilmu yang dilandasikomitmen
kuatke-agamaan; (2) Kesediaanmelakukanasimilasi danakulturasi buda-ya dan peradaban; (3) Keterbukaan sikap untuk bekerja
sama
dengansemua
pihak dalam bidang kebudayaan; (4)Adanya
ke-bijakan politik untukmengembangkan
kebudayaan (Suhandjati Syukri, 2004-2005:5-8).Terkait denganglobalisasi, terdapat halyang perlu dipertim-bangkan. Salah satu efek dari modernitas
dan
globalisasi adalah persoalan"urbanisasi" antamegara, dan internasionalisasi sektor ekonomi, industri, dan lapangan kerja.Hampir semua
desa-desadi seluruh dunia sudah
"mengepung"
kota, karena persoalanla-pangan kerja dan akses ekonomi, melintasi batas-batas
kenega-raan.Semakin lama,jumlahnya semakinpadat. Halitu akanterus
berlangsungseiringdenganpeningkatan ketergantungan ekono-mi, dan perbedaan tingkat kecepatan
pertumbuhan
ekonomi di berbagai negara dan wilayah-wilayah geografis. Jarak kenega-raan danlintas wilayah terjadi, karenaefek komunikasi, transfor-masi, dan informasi yangmenyebabkan
pesatnya intensifikasi.Dengan
berbagai persoalan tersebut,maka
dunia dihadap-kan pada tantangan pencarian suatu logikapemasukan
(inklusi)yang
baru, agar perdamaian, inklusifitas, moderasi, toleransi.dan egaliterisme tetap terjaga. Kelebihan peradaban Islam yang sudah diuraikan di atas adalah semangat urbannya, serta sistem madaniyah (peradaban) yang sudah teraplikasi melalui
masya-rakat Madinah.Oleh karenanya,KazuoTakahasi dari Universitas
Udara
Tokyo
mengusulkan agarumat
manusiamampu
memper-olehinspirasiuntukberusaha mencapaisuatu"madiniyah" (urban-isme) dan "madaniyah" (peradaban) yang baru, yang diinspi-rasikan Islam. Bagi Takahasi, hal ini sudah menjadi keharusan
masa
kini bagiseluruhumat
manusia (Takahashi, 1989/1410:99).Sebagian Indikator dan Faktor
Utama Puncak
Peradaban Islam Era KlasikNo Bidang Indikator
1 Pendidikan a. Terjaminnyakebebasan akademikdan
intelektual.
b. Lembagapendidikan telahtertata sesuaijenjang usia dankemampuan pesertadidikdengan kurikulum modem.Tidakada pemilahanantara ilmu "umum"atau ilmu "agama".Sejak
pendidikan prasekolah sampaiuniversitas tersediadi semuadaerah.
c. Kota-kota sebagai basispendidikandilengkapi dengan fasilitas perpustakaandanlaboratorium memadai.
d. Setiaplembaga pendidikan dilengkapidengan
fasilitasyangmemenuhi kebutuhanaspek kognitif,afektif,danpsikomotor.
e. Ketersediaan fasilitasbeasiswabagi yang membutuhkan.
f. Gajiyanglebihdaricukup untuktenaga pengajar. Bahkan untukdosen,adayang mencapai3.000dinaremassetiap bulan.
g. Bahasa Arabmenjadi bahasa komunikasi
internasional, dansebagai bahasapengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan.
h. Perpustakaan dan tokobuku (yang merangkap
sebagai pusat diskusi perbukuan) tersebarsampai kepelosok.
2 Sastradan Tulis-menulis
a. Karya tulisyangdihasilkan dihargai sangat tinggi. Pada masaal-Ma'mun, setiapkarya tulis dihargaidenganemasmumi dengan ukuran
beratyangsama,antarahasil karyatulisdan emassebagai imbalannya.
b. Setiapkarya tulisyangdihasilkan didistribusikan kesemuaperpustakaanyangada, sehingga
mudah diakses olehumat Islam.
46
Ilmu,Sainsdan Teknologi
c. Penguasa memfasilitasi penyediaan naskah naskahpentinguntuk diterjemahkanke bahasa Arab,dan untukditeliti.
d. Ketersediaan anggaranyangcukupbesar bagi penelitiandan pengadaan naskahkepustakaan.
e. Adanyakewajibanpenelitian berkala bagipara dosendanprofesor padawaktucuti tahunyang diberikan.
a. Dinaremas Arabmenjadi nilai tukarekonomi utamadi dunia internasional (semacamdolar Amerika sekarang),sehingga beberapa negara asing(misalnya Wales)mengajukanpermohonan untukdapatmencetak koindinaremas Arabdi negeri tersebut.
b. Kemajuanbidangpertaniandiimbangidengan
transportasiair,dengan dibangunnyairigasi,
kanaldisungaiTigris, EuphratdanNil.
c. Industri tekstil majupesat,dengankualitas tinggi
dan menguasai pasaran internasional. Bahkan terdapat sehelaikainseharga130.000.000dinar (biasanya dimilikipejabattinggi).
a. Khalifah bukanlahpenguasa tunggalatasnegara danmasyarakat.
b. Distribusi tugasdalam lembagadiwatial-khazanah (perbendaharaan negara);diwanal-azra'u
(pertaniandan sejenisnya);dandiwanal-khazani silah (perlengkapanpersenjataan).
c. Konsep pemerintahan otonomi untuk beberapa wilayah tertentu.
d. Roda pemerintahanjugamengakomodasi unsur non-Arab.
e. Warga negarabersifatmultietnikdan multiagama.
f. Aplikasinyata nilai-nilai ta'awun, ukhuwah, dan
hurriyah.
a. Tersedia lembagaperadilanyangindependen.
b. Statusbudak terhapusdalamstratasosial sehingga budak(ummal-walad) memilikihak menjadi kepala negara.
c. Disamping perlindungan hukumterhadap manusia,hewanjuga mendapatkanproteksi
hukumyangketat. Karenanya,di setiap kota metropolisterdapat rumah sakithewan, laboratorium,dan pusatrehabilitasi hewan.
a. Ratusan naskahYunani, India,Syriadan Romawi Kunoberhasilditerjemahkan kedalambahasa Arab.
b. Kemajuansainsdan teknologi,meliputi:
kedokteran, farmakologi, kimia,botani,zoologi, mineralogi,astronomi, matematika, fisika,
arsitektur, geografi, sejarah, sosiologi, politikdan
tata negara,ilmuadministrasi.
c. Jugadiiringi kemajuanilmu: tafsir,hadis, kalam, tasawuf,fikih-usuhulfiqih,dan ilmu-ilmu "naqli"
lainnya.
d. Munculnyaratusan ilmuwan denganberbagai disiplinilmu,danribuankarya tulismereka.
e. Kemajuan arsitektur,seperti tampakpada
"mezquita deCordoba" (Masjid Kordoba)atau istanaal-Hamra',yangbertuliskan "laghaliba Mallah" pada tiang-tiangnya.
f. Kemajuan bidangkimia. Hal ini tampak dari
minyakwangi yang masih terciumbaunyadari
dalam makamTimurLank yangdigali antropologSovietsetelah550tahun.
g. UmatIslamtelahmemilikiteknologi perkapalan yangcanggih,yang tampak dariarmada lautnya yangkuat.
Bentuk
Lembaga
Pendidikan Islam KlasikNo jenis Setara Keterangan
1
Khalaqah Diskusi dan sejenisnya
Media belajarspontan,yang mengacu pada bentukkegiatan,
bukan lembaga formal. Bentuknya
belajar melingkardenganpusat materi pada narasumber 2 Kuliah Prc-School
Education, Play Group,TK
Lembagayang mempersiapkan keterampilan ilmu-ilmu dasaratau ilmu pokok. Bentuk ini sudah ada
sejakpra-Islam,dan Islam meneruskanserta
menyempurnakannya.
Kurikulumnyameliputi:
Aritmetika,al-Hisab, AlQurandan Grammatika
Jenjang pendidikan dasarsampai setingkatmenengah.
Kurikulumnyaberpusat pada Al Quran,sastraArab, tarikh Nabi, danberhitung. Sejakera
Abbasiyah,bagisiswayang dianggap cakapdiberikanijazah atausertifikat. Bahasayang digunakanadalahbahasa internasional waktu itu,bahasa Arab
Pendidikan tingkat lanjutsetelah
menamatkanpendidikan masjid.
Siswa yangmasukadalahseusia
masuk perguruantinggi (sekitar17 tahun keatas).
Bagi masyarakatmuslimPersia, jugamemiliki lembagapendidikan
sejenis,yang
umum
disebut dengan "KhatuqahJenislembagapendidikan Kuttab, Masjid,dan Madrasahmerupakanlembaga pendidikan formal,denganbasispengelolaan padaaspek-aspek kognitif, afektif, danpsikomotor.Selain itu, pada lingkup khusus, utamanya masyarakatsufi, memilikilembaga pendidikaninformal yanglebih
menekankan pada aspek psikomotorikdan afektivitas,yaituyangdisebut ar-ribathdanzauuyah.
5 Ar-Ribath danZawiyah
Padepokansufi Lembagapendidikaninformal di bidangspiritualitasIslam.
Keterangan:
Konsep madrasah atau universitas pada masa Islam Klasik, sekarang di negara-negara Arab (juga diadopsi oleh hampir
semua
negaramodem
dewasa ini), menjelma dalam bentukuniversitas, dengan level-level sebagai berikut:
Level Jenis Ijazah MasaStudi
1 Al-Dirasat al-Jami'ah SI SistemSKSantara
4-7 tahun 2 Dirasat al-Diblum
al-'Am
Diploma
Umum
1 tahun tanpa karya ilmiah3 Dirasat al-Diblum
al-Khash
Diploma Khusus 1 tahun tanpa karya ilmiah
4 Al-Dirasat al'Aliya/
al-Majistir
S2 1 tahunditambah menyusun tesis 5 Al-Dirasatal'Aliya/
al-Dukturah
S3 1 tahunditambah menyusun disertasi
49