• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam hal inilah, jika Islam mampu memberikan jawaban atas

Dalam dokumen FILSAFAT DAN METAFISIKA DALAM ISLAM; (Halaman 50-56)

problem mendasar tersebut, ia akan kembali menjadi alternatif bagi peradaban

masa

depan.

B. Peradaban Islam

Menyongsong

Globalisasi

Apa

yang sudah diuraikan sebagai hasil capaian

zaman

ke-emasan

peradaban Islam,

merupakan

titik kulminasi kemajuan Islam sampai saatini.

Untuk

memperoleh kembali khazanahyang

9 Ahli sejarah dunia,Marshal Hodgsonlebihcenderungmenyebut"eramodem" atau kemutakhiran umat manusiadibawahhegemoni peradaban Baratdewasaini, yang dikuasaiolehilmupengetahuandanteknologibukandenganistilah"zamanmodem",

karena konotasi modem dalam sistem peradaban adalah "yang selalu positif".

Hodgsonmenyebutnyasebagai"tcdviicalage”(zamanteknik)dengankonotasinetral,

dapat baik danburuk. Karena netralitasera teknik itulah, maka peran etika dan agama menjadi penting. Lihat Marshall G.S. Hodgson. 1972. The Venture ofIslam.

Vol.2Hal.189.Chicago:TheUniveisity ofChicagoPress.RogerGaraudy menyebutkan

istilah dari "zaman teknik" sebagai zaman "agama piranti", yakni suatu zaman yangdidominasi oleh piranti, teknik dan instrumen, dan sedikit sekali menjawab apa sebenarnya tujuan dalam dirinya sendiri sehingga menguasai hidup manusia, dan menjadi "agama baru". Lihat Roger Garaudy,Pirnrun Islamdu 20c Siedc hal. 15 sebagaimana dikutip oleh Muhsin al-Mayli. 1993. Rujih Ghamudi uval-Musykilat al-Dituyalt. Hal. 229. Beirut: DarQutaybah.

sudah hilang tersebut,

merupakan

suatu hal yang untuk saat ini, dengan kondisi karut-marutnya

umat

Islam,

tampak

sangat sulit

untuk didapatkan kembali.

Terdapatberbagai sebabdari

memudarnya

kebudayaan dan peradaban

muslim

terkemudian. Di antara yang paling pokok adalah (1) Matinya tradisi ilmiah di dunia muslim. Kebebasan

berpikir ilmiah, dan tradisi melakukan penelitian

merupakan

hal

pokokbagi majunya ilmupengetahuan, yang padagiliran

berikut-nya

menyebabkan

kemajuan

kebudayaan dan

peradaban. (2) Telah merasa puas dengan apa yang telah dicapai oleh para pe-mikir Islam terdahulu sehingga merasa tidak perlu lagi melaku-kan ijtihad.

Umat

Islam

masa

berikutnya tidak berbuat

sebagai-mana

para tokoh

muslim

klasik melakukannya (selengkapnya

dalam

Lewis, 1996: 86-131).

Upaya

untuk

membangun

kembali peradaban tinggi hanya dapat dirintis jika masyarakat

muslim mampu

menciptakan

faktor-faktor: (1)

Adanya

niatdan semangat tinggiuntuk mencari

dan mengembangkan

ilmu yang dilandasi

komitmen

kuat

ke-agamaan; (2) Kesediaanmelakukanasimilasi danakulturasi buda-ya dan peradaban; (3) Keterbukaan sikap untuk bekerja

sama

dengan

semua

pihak dalam bidang kebudayaan; (4)

Adanya

ke-bijakan politik untuk

mengembangkan

kebudayaan (Suhandjati Syukri, 2004-2005:5-8).

Terkait denganglobalisasi, terdapat halyang perlu dipertim-bangkan. Salah satu efek dari modernitas

dan

globalisasi adalah persoalan"urbanisasi" antamegara, dan internasionalisasi sektor ekonomi, industri, dan lapangan kerja.

Hampir semua

desa-desa

di seluruh dunia sudah

"mengepung"

kota, karena persoalan

la-pangan kerja dan akses ekonomi, melintasi batas-batas

kenega-raan.Semakin lama,jumlahnya semakinpadat. Halitu akanterus

berlangsungseiringdenganpeningkatan ketergantungan ekono-mi, dan perbedaan tingkat kecepatan

pertumbuhan

ekonomi di berbagai negara dan wilayah-wilayah geografis. Jarak kenega-raan danlintas wilayah terjadi, karenaefek komunikasi, transfor-masi, dan informasi yang

menyebabkan

pesatnya intensifikasi.

Dengan

berbagai persoalan tersebut,

maka

dunia dihadap-kan pada tantangan pencarian suatu logika

pemasukan

(inklusi)

yang

baru, agar perdamaian, inklusifitas, moderasi, toleransi.

dan egaliterisme tetap terjaga. Kelebihan peradaban Islam yang sudah diuraikan di atas adalah semangat urbannya, serta sistem madaniyah (peradaban) yang sudah teraplikasi melalui

masya-rakat Madinah.Oleh karenanya,KazuoTakahasi dari Universitas

Udara

Tokyo

mengusulkan agar

umat

manusia

mampu

memper-olehinspirasiuntukberusaha mencapaisuatu"madiniyah" (urban-isme) dan "madaniyah" (peradaban) yang baru, yang diinspi-rasikan Islam. Bagi Takahasi, hal ini sudah menjadi keharusan

masa

kini bagiseluruh

umat

manusia (Takahashi, 1989/1410:99).

Sebagian Indikator dan Faktor

Utama Puncak

Peradaban Islam Era Klasik

No Bidang Indikator

1 Pendidikan a. Terjaminnyakebebasan akademikdan

intelektual.

b. Lembagapendidikan telahtertata sesuaijenjang usia dankemampuan pesertadidikdengan kurikulum modem.Tidakada pemilahanantara ilmu "umum"atau ilmu "agama".Sejak

pendidikan prasekolah sampaiuniversitas tersediadi semuadaerah.

c. Kota-kota sebagai basispendidikandilengkapi dengan fasilitas perpustakaandanlaboratorium memadai.

d. Setiaplembaga pendidikan dilengkapidengan

fasilitasyangmemenuhi kebutuhanaspek kognitif,afektif,danpsikomotor.

e. Ketersediaan fasilitasbeasiswabagi yang membutuhkan.

f. Gajiyanglebihdaricukup untuktenaga pengajar. Bahkan untukdosen,adayang mencapai3.000dinaremassetiap bulan.

g. Bahasa Arabmenjadi bahasa komunikasi

internasional, dansebagai bahasapengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan.

h. Perpustakaan dan tokobuku (yang merangkap

sebagai pusat diskusi perbukuan) tersebarsampai kepelosok.

2 Sastradan Tulis-menulis

a. Karya tulisyangdihasilkan dihargai sangat tinggi. Pada masaal-Ma'mun, setiapkarya tulis dihargaidenganemasmumi dengan ukuran

beratyangsama,antarahasil karyatulisdan emassebagai imbalannya.

b. Setiapkarya tulisyangdihasilkan didistribusikan kesemuaperpustakaanyangada, sehingga

mudah diakses olehumat Islam.

46

Ilmu,Sainsdan Teknologi

c. Penguasa memfasilitasi penyediaan naskah naskahpentinguntuk diterjemahkanke bahasa Arab,dan untukditeliti.

d. Ketersediaan anggaranyangcukupbesar bagi penelitiandan pengadaan naskahkepustakaan.

e. Adanyakewajibanpenelitian berkala bagipara dosendanprofesor padawaktucuti tahunyang diberikan.

a. Dinaremas Arabmenjadi nilai tukarekonomi utamadi dunia internasional (semacamdolar Amerika sekarang),sehingga beberapa negara asing(misalnya Wales)mengajukanpermohonan untukdapatmencetak koindinaremas Arabdi negeri tersebut.

b. Kemajuanbidangpertaniandiimbangidengan

transportasiair,dengan dibangunnyairigasi,

kanaldisungaiTigris, EuphratdanNil.

c. Industri tekstil majupesat,dengankualitas tinggi

dan menguasai pasaran internasional. Bahkan terdapat sehelaikainseharga130.000.000dinar (biasanya dimilikipejabattinggi).

a. Khalifah bukanlahpenguasa tunggalatasnegara danmasyarakat.

b. Distribusi tugasdalam lembagadiwatial-khazanah (perbendaharaan negara);diwanal-azra'u

(pertaniandan sejenisnya);dandiwanal-khazani silah (perlengkapanpersenjataan).

c. Konsep pemerintahan otonomi untuk beberapa wilayah tertentu.

d. Roda pemerintahanjugamengakomodasi unsur non-Arab.

e. Warga negarabersifatmultietnikdan multiagama.

f. Aplikasinyata nilai-nilai ta'awun, ukhuwah, dan

hurriyah.

a. Tersedia lembagaperadilanyangindependen.

b. Statusbudak terhapusdalamstratasosial sehingga budak(ummal-walad) memilikihak menjadi kepala negara.

c. Disamping perlindungan hukumterhadap manusia,hewanjuga mendapatkanproteksi

hukumyangketat. Karenanya,di setiap kota metropolisterdapat rumah sakithewan, laboratorium,dan pusatrehabilitasi hewan.

a. Ratusan naskahYunani, India,Syriadan Romawi Kunoberhasilditerjemahkan kedalambahasa Arab.

b. Kemajuansainsdan teknologi,meliputi:

kedokteran, farmakologi, kimia,botani,zoologi, mineralogi,astronomi, matematika, fisika,

arsitektur, geografi, sejarah, sosiologi, politikdan

tata negara,ilmuadministrasi.

c. Jugadiiringi kemajuanilmu: tafsir,hadis, kalam, tasawuf,fikih-usuhulfiqih,dan ilmu-ilmu "naqli"

lainnya.

d. Munculnyaratusan ilmuwan denganberbagai disiplinilmu,danribuankarya tulismereka.

e. Kemajuan arsitektur,seperti tampakpada

"mezquita deCordoba" (Masjid Kordoba)atau istanaal-Hamra',yangbertuliskan "laghaliba Mallah" pada tiang-tiangnya.

f. Kemajuan bidangkimia. Hal ini tampak dari

minyakwangi yang masih terciumbaunyadari

dalam makamTimurLank yangdigali antropologSovietsetelah550tahun.

g. UmatIslamtelahmemilikiteknologi perkapalan yangcanggih,yang tampak dariarmada lautnya yangkuat.

Bentuk

Lembaga

Pendidikan Islam Klasik

No jenis Setara Keterangan

1

Khalaqah Diskusi dan sejenisnya

Media belajarspontan,yang mengacu pada bentukkegiatan,

bukan lembaga formal. Bentuknya

belajar melingkardenganpusat materi pada narasumber 2 Kuliah Prc-School

Education, Play Group,TK

Lembagayang mempersiapkan keterampilan ilmu-ilmu dasaratau ilmu pokok. Bentuk ini sudah ada

sejakpra-Islam,dan Islam meneruskanserta

menyempurnakannya.

Kurikulumnyameliputi:

Aritmetika,al-Hisab, AlQurandan Grammatika

Jenjang pendidikan dasarsampai setingkatmenengah.

Kurikulumnyaberpusat pada Al Quran,sastraArab, tarikh Nabi, danberhitung. Sejakera

Abbasiyah,bagisiswayang dianggap cakapdiberikanijazah atausertifikat. Bahasayang digunakanadalahbahasa internasional waktu itu,bahasa Arab

Pendidikan tingkat lanjutsetelah

menamatkanpendidikan masjid.

Siswa yangmasukadalahseusia

masuk perguruantinggi (sekitar17 tahun keatas).

Bagi masyarakatmuslimPersia, jugamemiliki lembagapendidikan

sejenis,yang

umum

disebut dengan "Khatuqah

Jenislembagapendidikan Kuttab, Masjid,dan Madrasahmerupakanlembaga pendidikan formal,denganbasispengelolaan padaaspek-aspek kognitif, afektif, danpsikomotor.Selain itu, pada lingkup khusus, utamanya masyarakatsufi, memilikilembaga pendidikaninformal yanglebih

menekankan pada aspek psikomotorikdan afektivitas,yaituyangdisebut ar-ribathdanzauuyah.

5 Ar-Ribath danZawiyah

Padepokansufi Lembagapendidikaninformal di bidangspiritualitasIslam.

Keterangan:

Konsep madrasah atau universitas pada masa Islam Klasik, sekarang di negara-negara Arab (juga diadopsi oleh hampir

semua

negara

modem

dewasa ini), menjelma dalam bentuk

universitas, dengan level-level sebagai berikut:

Level Jenis Ijazah MasaStudi

1 Al-Dirasat al-Jami'ah SI SistemSKSantara

4-7 tahun 2 Dirasat al-Diblum

al-'Am

Diploma

Umum

1 tahun tanpa karya ilmiah

3 Dirasat al-Diblum

al-Khash

Diploma Khusus 1 tahun tanpa karya ilmiah

4 Al-Dirasat al'Aliya/

al-Majistir

S2 1 tahunditambah menyusun tesis 5 Al-Dirasatal'Aliya/

al-Dukturah

S3 1 tahunditambah menyusun disertasi

49

Dalam dokumen FILSAFAT DAN METAFISIKA DALAM ISLAM; (Halaman 50-56)