• Tidak ada hasil yang ditemukan

Corak kehidupan masyarakat Kabupaten Bangka dapat dilihat dari mata pencaharian utamanya, terdiri dari masyarakat petani, nelayan, buruh/karyawan tambang, dan pedagang. Penduduk Kabupaten Bangka terdiri dari penduduk asli dan pendatang, menjadikan masyarakatnya bercorak heterogen. Di Kabupaten Bangka terdapat berbagai jenis suku bangsa di antaranya adalah Suku Bugis, Madura, Butun, Jawa, Ambon, Bali, dan dari dataran Sumatera (Batak, Aceh, Palembang, Padang dan lain-lain).

Kabupaten Bangka merupakan wilayah yang kaya akan timah, tersebar di seluruh daratan sampai perairan lepas pantai. Dengan demikian banyak penduduk Kabupaten Bangka yang bekerja sebagai buruh tambang timah, meski juga tidak sedikit yang juga berprofesi sebagai petani dan pedagang. Masyarakat petani di Kabupaten Bangka sangat didukung oleh sumber daya alam, di mana kondisi geografis Bangka sangat cocok ditanami tanaman perkebunan seperti karet, lada, kelapa dan kelapa sawit. Sebagian besar hasil dari tanaman perkebunan ini telah diekspor ke luar negeri. Selain tambang timah dan tanaman perkebunan, Kabupaten Bangka juga kaya akan sumber daya laut. Perairan Pulau Bangka sangat kaya dengan berbagai jenis ikan yang tidak hanya memberi penghidupan bagi penduduk Kabupaten Bangka saja tetapi juga wilayah-wilayah lain di sekitarnya.

Penduduk pendatang di Kabupaten Bangka banyak yang berprofesi sebagai nelayan, pedagang dan petani. Seperti halnya dengan nelayan Suku Bugis yang tertarik dengan hasil ikan Bangka. Sebelumnya suku ini hanya datang hanya pada saat-saat panen ikan saja, namun lama kelamaan menetap di Bangka. Pendatang dari Madura juga cukup banyak yang menetap di Bangka, mereka sebagian besar merupakan pedagang dan peternak sapi di samping bercocok tanam sayur-sayuran dan palawija terutama jagung. Masuknya orang Madura ini lantaran di Kabupaten Bangka tidak mampu memenuhi kebutuhan daging karena bukan daerah yang cocok untuk peternakan, sehingga kebutuhan daging harus dipenuhi dari Madura, Bali, Sumbawa, Lombok, dan Sumatera Selatan. Sementara itu, masyarakat Bangka yang merupakan keturunan Cina banyak yang berprofesi sebagai pedagang. Selain berdagang penduduk keturunan Cina ini juga menetap di sepanjang pantai melakukan penangkapan ikan dan beternak babi serta

II - 88

menanam sayur-sayuran. Selain sebagai pedagang, masyarakat keturunan Cina khususnya dari suku Kejia ini banyak yang bekerja sebagai penambang timah.

Dengan penduduk yang cukup beragam, kehidupan beragama penduduk Kabupaten Bangka juga beragam. Sebagian besar penduduk Kabupaten Bangka beragama Islam yaitu sebesar 75,54% dari total penduduk Kabupaten Bangka atau 177.160 orang pada tahun 2005. Selanjutnya penduduk yang beragama Budha menempati urutan kedua sebesar 13,89% atau sebanyak 32.584 orang, sedangkan sisanya 6,59% penduduk menganut aliran kepercayaan, 2,55% beragama Protestan dan 1,42% penduduk beragama Katolik. Penduduk dengan beragam agama dan aliran kepercayaan tersebar merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Bangka, kecuali untuk Kecamatan Puding Besar yang hampir semua penduduknya beragama Islam. Dengan penduduk yang beragam agama tersebut, penyediaan fasilitas peribadahan di Kabupaten Bangka cukup memadai seperti di antaranya telah tersedia masjid yang berjumlah 132, langgar/musholla sebanyak 1.163, Gereja 36, Klenteng 28, Rumah Ibadah Agama Konghucu 7 dan Vihara sebanyak 11 unit.

Budaya yang ada di Kabupaten Bangka cukup beragam dan sangat potensial untuk dijadikan wisata budaya. Seni budaya tari yang cukup terkenal di Kabupaten Bangka antara lain adalah Tari Zapin Kipas, Tari Nganggung, dan Tari Taber. Tarian tersebut merupakan tarian asli masyarakat Bangka yang biasa dipertunjukkan pada acara pernikahan, acara adat, dan acara penyambutan tamu kehormatan. Selain tarian, ada pula upacara adat masyarakat Bangka seperti Pesta Adat Rebo Kasan dan Pesta Adat Mandi Belimau. Pesta Adat Rebo Kasan adalah pesta yang diadakan untuk memohon kepada Tuhan YME sebelum nelayan melaut, merupakan tradisi para nelayan di pesisir Pantai Air Anyer daerah Merawang. Sedangkan upacara adat Mandi Belimau merupakan tradisi yang turun temurun masyarakat Dusun Limbung Desa Jada Bahrin dan Desa Kimak Kecamatan Merawang. Kegiatan yang dilaksanakan di pinggir Sungai Limbung ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang biasanya dilaksanakan 1 minggu sebelum datangnya bulan suci Ramadhan.

1.1) Permasalahan

Di bidang sosial budaya, secara umum permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Kabupaten Bangka saat ini adalah sebagai berikut:

(1) Bidang Pendidikan, Permasalahan yang dihadapi di bidang pendidikan saat ini adalah:

a. Masih rendahnya kualitas SDM

b. Pelayanan bidang pendidikan yang belum optimal dan belum merata mencakup Pendidikan Anak Usia Dini, Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, Pendidikan Menengah, Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Luar Biasa.

c. Akses pendidikan yang tidak merata di setiap kecamatan di Kabupaten Bangka. Hal ini disebabkan oleh belum meratanya sarana dan prasarana pendidikan. Gedung sekolah dan guru persebarannya tidak merata sehingga menimbulkan kesenjangan antar kecamatan dalam hal kualitas pendidikan dan masih terpusat pada beberapa kecamatan.

d. Kesenjangan dalam mengakses pendidikan terutama bagi kelompok masyarakat miskin.

e. Masih tingginya angka putus sekolah terutama pada tingkat Sekolah Menengah Lanjutan Pertama.

f. Terbatasnya jumlah tenaga pendidik dengan kualifikasi S1 di setiap jenjang pendidikan

g. Belum berkembangnya lembaga pendidikan non formal di Kabupaten Bangka yang dapat menunjang keterampilan masyarakat Bangka.

h. Masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi masa depan generasi penerus dan pembangunan bangsa. i. Masih rendahnya peran pemuda dan kualitas olahraga.

(2) Bidang Kesehatan, Permasalahan di bidang kesehatan yang dihadapi saat ini adalah:

a. Tingginya jumlah penduduk yang mengalami gangguan kesehatan. Dari data jumlah penduduk yang mengalami gangguan kesehatan pada tahun 2005 hampir mencapai 50,87% dari total penduduk Kabupaten Bangka. Tingginya angka penduduk yang mengalami

II - 90

gangguan kesehatan ini bisa disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

b. Jumlah sarana dan prasarana yang belum memadai. Jumlah rumah sakit ataupun tempat pelayanan kesehatan lainnya belum tersedia secara memadai membuat akses masyarakat terhadap kesehatan terbatas.

c. Jumlah tenaga medis dan paramedis yang kurang mencukupi. d. Distribusi prasarana dan sarana kesehatan serta tenaga medis yang

belum merata, sehingga belum menjangkau wilayah/pulau-pulau terpencil.

e. Pelayanan kesehatan yang belum menjangkau masyarakat miskin.

(3) Bidang Kesejahteraan Sosial

a. Jumlah penduduk miskin yang relatif masih tinggi.

b. Masih ada penduduk yang tinggal di rumah tidak layak huni yang tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Bangka.

c. Masih rendahnya peran masyarakat dalam program Keluarga Berencana dalam rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat. d. Masih rendahnya kesadaran orang tua dalam menciptakan keluarga

yang sejahtera yang dapat mendukung pencapaian generasi yang berkualitas.

e. Tingginya angka kriminalitas di Kabupaten Bangka

(4) Bidang Pariwisata, Permasalahan yang dihadapi di bidang pariwisata saat ini adalah:

a. Fasilitas dan sarana yang mendukung pengembangan kepariwisataan seperti jasa transportasi, hotel, dan telekomunikasi yang belum memadai.

b. Dalam rangka pengembangan pariwisata di Kabupaten Bangka, peran serta masyarakat masih minim.

c. Pengembangan wisata khususnya wisata bahari belum optimal sehingga belum mampu mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.

(5) Bidang Adat Istiadat, Budaya dan Agama, Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah:

a. Adanya kesenjangan sosial yang disebabkan oleh perbedaan corak hidup. Misalnya adanya perbedaan corak kehidupan dilihat dari mata pencaharian penduduknya, terdapat masalah perbedaan sosial antara masyarakat petani ladang dengan petani perkebunan, dimana petani perkebunan pada umumnya lebih sejahtera dibandingkan petani ladang.

b. Adat istiadat dan budaya setempat belum dioptimalkan secara maksimal untuk mendukung pengembangan pariwisata.

1.2) Capaian Keberhasilan

Beberapa catatan keberhasilan di bidang sosial dan budaya yang telah dicapai selama masa pembangunan Kabupaten Bangka adalah sebagai berikut:

(1) Bidang Pendidikan, capaian keberhasilan antara lain:

a. Akses masyarakat terhadap pendidikan yang semakin meningkat. Terbukti dengan dicapainya APK dan APM yang cukup baik di setiap jenjang pendidikan baik SD/MI, SMP/MTs maupun SMU/SMK/MA. b. Semakin meningkatnya orang dewasa yang dapat membaca dan

menulis terutama setelah adanya program pendidikan informal bagi orang dewasa dari pemerintah berupa program Paket A dan Paket B. Selain itu juga terdapat pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan melalui pelatihan menjahit, tata rias serta penyelenggaraan Ketrampilan Hidup. Diharapkan dengan program-program tersebut dapat meningkatkan keterampilan peserta sehingga dapat membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

c. Meningkatnya jumlah sarana dan prasarana pendidikan meskipun belum merata.

(2) Bidang Kesehatan, capaian keberhasilannya antara lain:

a. Meningkatnya sarana dan prasarana kesehatan sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan. b. Meningkatnya jumlah tenaga medis dan paramedis dari tahun-tahun

II - 92

c. Penurunan angka kematian bayi, angka kematian balita dan ibu serta meningkatnya indeks harapan hidup di Kabupaten Bangka. (3) Bidang Kesejahteraan Sosial, capaian keberhasilan antara lain:

a. Meningkatnya jumlah keluarga yang tergolong dalam Keluarga Sejahtera baik dengan alasan ekonomi maupun non ekonomi. Pertumbuhan jumlah Keluarga Sejahtera selama tahun 2004–2005 mencapai 3,1%.

b. Penurunan jumlah rumah tidak layak huni di setiap kecamatan. Program pemugaran rumah tidak layak huni di Kabupaten Bangka pada tahun 2005 sebesar 4% dari total rumah tidak layak huni yang ada.

(4) Bidang Kepariwisataan, capaian keberhasilannya antara lain:

a. Adanya keseriusan pemerintah daerah untuk mengembangkan pariwisata di Kabupaten Bangka, terbukti dengan adanya identifikasi mengenai tempat wisata beserta fasilitasnya dan informasi-informasi lainnya yang berkaitan dengan kepariwisataan yang cukup lengkap.

(5) Bidang Adat Istiadat, Budaya dan Agama, capaian keberhasilan antara lain:

a. Terlestarikannya adat istiadat dan budaya masyarakat bahkan dapat dijadikan sebagai potensi wisata budaya dan sejarah yang menarik.

b. Sikap keterbukaan penduduk asli terhadap pendatang dengan beraneka ragam suku dan budaya.

c. Sikap saling hormat menghormati antar suku dan budaya sehingga tidak ada konflik yang bermuara pada perbedaan suku, agama dan sosial diantara masyarakat penduduk Kabupaten Bangka.

d. Adanya masyarakat yang agamis yang bermoral dan beretika tinggi.

2) Analisis

2.1) Proyeksi Peluang

Beberapa peluang yang diproyeksikan akan muncul pada pembangunan Kabupaten Bangka di masa yang akan datang antara lain:

(1) Bidang Pendidikan:

a. Penduduk Kabupaten Bangka dapat mencapai pendidikan yang tinggi karena tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang

merata di setiap kecamatan sehingga di masa yang akan datang akan tersedia sumber daya manusia yang berkualitas dan terampil. b. Pendidikan non formal yang telah diberikan dapat membantu

membuka peluang usaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

(2) Bidang Kesehatan:

a. Pemerintah daerah dan swasta dapat bekerjasama untuk melengkapi jumlah sarana dan prasarana kesehatan masyarakat sehingga dapat tersebar merata di seluruh kecamatan.

b. Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. c. Banyaknya pihak-pihak swasta maupun Lembaga Swadaya

Masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan di Kabupaten Bangka d. Adanya otonomi daerah dapat mendorong pembangunan kesehatan dengan pendekatan lokal spesifik yaitu sesuai dengan kondisi kebutuhan daerah setempat, sehingga permasalahan kesehatan masyarakat yang ada dapat segera teratasi dengan cepat.

e. Semakin meningkatnya indeks mutu hidup di Kabupaten Bangka, indikasinya adalah semakin menurunnya angka kematian bayi, balita dan ibu.

(3) Bidang Kesejahteraan Sosial:

a. Semakin tingginya tingkat pendidikan dan keterampilan dapat membawa kesejahteraan bagi penduduk Kabupaten Bangka.

b. Menurunnya jumlah penduduk miskin yang ditandai dengan semakin banyaknya penduduk yang tergolong dalam Keluarga Sejahtera, baik oleh karena alasan ekonomi dan non ekonomi dan tidak ada lagi masyarakat yang hidup di rumah yang tidak layak huni.

(4) Bidang Kepariwisataan:

a. Tersedianya fasilitas pendukung pariwisata seperti sarana transportasi, hotel dan telekomunikasi di berbagai kawasan wisata. b. Banyak wilayah yang memiliki potensi wisata yang masih perlu dikembangkan sehingga dapat menarik investor untuk masuk ke Kabupaten Bangka.

c. Meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Bangka baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

II - 94

d. Pertumbuhan sektor pariwisata dapat mendorong pertumbuhan sektor lain seperti perdagangan dan jasa, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

(5) Bidang Adat Istiadat, Budaya dan Agama:

a. Adat Istiadat dan budaya masyarakat Bangka merupakan kekayaan daerah yang dapat dijadikan sebagai potensi wisata yang dapat diandalkan.

b. Berbaurnya penduduk asli dan pendatang dengan ragam budaya yang berbeda mampu menambah kekayaan budaya daerah.

c. Terbentuknya masyarakat yang religius/agamis ditandai dengan menjunjung tinggi etika dan moral masyarakat yang sangat mendukung bagi hidup yang tentram, damai dan sejahtera. Lingkungan yang menjunjung tinggi etika dan moral akan mewariskan sifat tersebut kepada generasi mudanya sehingga di masa yang akan datang akan diperoleh sumber daya manusia yang tidak hanya berpendidikan dan berpengetahuan luas tetapi juga memiliki sifat-sifat luhur.

2.2) Proyeksi Ancaman

Beberapa ancaman yang diproyeksikan akan muncul pada pembangunan Kabupaten Bangka di masa yang akan datang antara lain:

(1) Bidang Pendidikan

a. Banyaknya anak-anak yang putus sekolah akan berdampak pada rendahnya pengetahuan dan pola pikir mereka untuk kelanjutan kehidupan mereka dimasa yang akan datang. Kehidupan yang semakin sulit membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk dapat tetap bertahan dalam menjalani kehidupan ini. b. Banyaknya anak yang putus sekolah dan pengangguran akan

berdampak pada semakin meningkatnya tindak kriminalitas di daerah setempat karena kesulitan biaya hidup.

(2) Bidang Kesehatan

a. Tingkat pendidikan dan kesadaran masyarakat yang masih rendah menyebabkan masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan.

b. Tingkat ekonomi masyarakat yang relatif masih rendah menyebabkan perhatian masyarakat akan kebutuhan kesehatan terabaikan.

(3) Bidang Kesejahteraan Sosial

a. Banyaknya penduduk yang tergolong dalam pendapatan rendah atau miskin akibat rendahnya pendidikan dan keterampilan. Kurangnya pendidikan dan keterampilan menjadikan masyarakat tidak memiliki kemampuan dalam bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik untuk kesejahteraan hidup mereka. b. Kondisi kemiskinan dapat memicu masyarakat untuk melakukan

kejahatan sosial yang dapat meresahkan masyarakat. (4) Bidang Kepariwisataan

a. Kondisi lingkungan daerah tujuan objek wisata yang belum dikelola dengan baik mengakibatkan menurunnya minat wisatawan untuk berkunjung ke daerah-daerah objek wisata tersebut. Hal tersebut akan berdampak pada menurunnya pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

b. Keamanan dan keselamatan wisatawan selama berkunjung di Kabupaten Bangka.

(5) Bidang Adat Istiadat, Budaya dan Agama

a. Punahnya budaya lokal/asli daerah karena masuknya budaya baru dari para pendatang yang menetap di Kabupaten Bangka.

b. Beragamnya suku, budaya dan agama rentan oleh isu-isu yang dapat menimbulkan konflik sosial.

2.3) Proyeksi Permasalahan

Beberapa permasalahan yang diproyeksikan akan muncul pada pembangunan Kabupaten Bangka di masa yang akan datang antara lain: (1) Bidang Pendidikan

a. Fasilitas pendidikan seperti gedung sekolah, ketersediaan guru dan sarana lain masih kurang merata. Akibatnya akses masyarakat terhadap pendidikan tidak bisa merata dan tidak bisa menikmati pendidikan yang lebih baik. Hal ini dapat memicu angka putus sekolah di wilayah yang sarananya masih terbatas.

b. Peran lembaga swasta masih sangat minim dalam membangun pendidikan di Kabupaten Bangka.

II - 96

(2) Bidang Kesehatan

Fasilitas kesehatan yang belum memadai baik kuantitas maupun kualitas menyebabkan kebutuhan masyarakat akan kesehatan kurang terlayani.

(3) Bidang Kesejahteraan Sosial

a. Masih adanya keluarga miskin atau belum sejahtera baik secara ekonomi maupun non ekonomi.

b. Adanya kesenjangan sosial antara masyarakat miskin dan kaya dapat menyebabkan konflik sosial.

(4) Bidang Kepariwisataan

a. Sebagian objek wisata belum dikelola dengan baik dan belum memiliki fasilitas penunjang yang memadai.

b. Aksesibilitas menuju ke objek wisata masih terbatas.

c. Sumber daya manusia dalam bidang kepariwisataan belum dapat berperan secara maksimal baik dari segi jumlah maupun kualitas. (5) Bidang Adat Istiadat, Budaya dan Agama

Masuknya budaya luar akibat arus globalisasi dan keterbukaan informasi menyebabkan rentannya ketahanan budaya sehingga memungkinkan terjadinya erosi etika dan moral di masyarakat.

2.4) Proyeksi Keberhasilan

Beberapa hal yang dapat menunjukkan proyeksi keberhasilan pembangunan Kabupaten Bangka di masa yang akan datang antara lain:

(1) Bidang Pendidikan, proyeksi keberhasilan antara lain:

a. Terwujudnya masyarakat Kabupaten Bangka yang cerdas, berwawasan dan berbudi luhur.

b. Dukungan dan peran serta orang tua dalam program wajib belajar 9 tahun untuk anak-anak mereka dapat terwujud dan bahkan dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi.

c. Fasilitas dan sarana pendidikan sudah dapat terpenuhi dengan baik sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lancar.

(2) Bidang Kesehatan

a. Adanya Rumah Sakit dan tempat pelayanan kesehatan lain yang memadai dan tersebar merata di seluruh kecamatan yang mempunyai peralatan medis yang lengkap dan canggih sehingga diharapkan mampu melayani masyarakat dengan lebih baik.

b. Jumlah tenaga medis yang memadai serta tersebar merata di setiap kecamatan.

c. Angka penderita penyakit, gizi buruk, angka kematian bayi dan ibu hamil menurun (meningkatnya indeks mutu hidup).

d. Sarana pelaksanaan kesehatan yang lengkap. (3) Bidang Kesejahteraan Sosial

a. Semakin meningkatnya jumlah KK yang tergolong dalam Keluarga Sejahtera.

b. Semakin berkurangnya penduduk yang tinggal di rumah yang tidak layak huni.

c. Menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Bangksa.

(4) Bidang Kepariwisataan

a. Semakin dikembangkannya seni dan adat istiadat masyarakat daerah setempat yang beraneka ragam sehingga menjadi daya tarik wisatawan.

b. Semakin berkembangnya potensi objek wisata alam, budaya, sejarah, agrowisata dan lainnya yang menjadi daya tarik wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

c. Fasilitas pendukung wisata yang menarik dan lengkap sehingga mempunyai daya tarik bagi wisatawan.

(5) Bidang Adat Istiadat, Budaya dan Agama

a. Berkembangnya adat istiadat dan budaya masyarakat daerah Kabupaten Bangka yang beraneka ragam dan adanya sikap saling menghormati antar kelompok masyarakat serta dapat hidup bersama dengan damai.

b. Terlestarikannya adat dan istiadat serta budaya masyarakat daerah Bangka serta dapat bersaing dengan budaya luar yang masuk.

3) Output

Prediksi kondisi sosial budaya yang akan dicapai di masa datang, akan memunculkan status keadaan kehidupan yang lebih baik, berupa peningkatan pendidikan masyarakat, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat serta memiliki identitas budaya yang tinggi. Hal ini akan memberi efek terhadap penyediaan sumber daya manusia yang lebih berkualitas untuk membangun daerah di masa yang akan datang.

II - 98

Pengelolaan potensi sumber daya alam dan budaya secara efektif dan efisien akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bangka.

2.1.5. Sarana dan Prasarana

1) Input

Data sarana dan prasarana wilayah berguna untuk melihat ketersediaan sarana dan prasarana kebutuhan publik seperti: transportasi, telekomunikasi, listrik, energi, air bersih serta pemanfaatannya dalam mendukung aktivitas perekonomian daerah. Pembangunan sarana dan prasarana ini di Kabupaten Bangka secara umum menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun dalam rangka menunjang pembangunan sektor-sektor lainnya. Kabupaten Bangka yang geografinya dikelilingi laut merupakan daerah kepulauan, sehingga peranan sektor transportasi di Kabupaten ini merupakan sektor yang strategis. Salah satu prioritas pembangunan sarana dan prasarana ini bertujuan untuk memperlancar mobilitas barang dan penumpang maupun jasa termasuk informasi baik antar kecamatan maupun antar pulau seperti Bangka–Belitung, Bangka–Palembang, bahkan Bangka– Jakarta dan Bangka–Batam.

Penyelenggaraan sistem transportasi di Kabupaten Bangka mencakup transportasi udara, air (laut), dan darat. Sistem transportasi ini dikembangkan secara terpadu untuk mewujudkan sistem distribusi yang mantap dan mampu memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat. Secara terinci untuk masing-masing jenis fasilitas publik ini adalah sebagai berikut: