• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daftar Isi

3. Isu-isu Khusus yang Diangkat oleh Protokol Opsional

a) Apa yang Baru Mengenai Protokol Opsional untuk Konvensi PBB Menentang Penyiksaan?

Hal yang baru mengenai Protokol Opsional untuk Konvensi Menentang Penyiksaan, dibandingkan dengan mekanisme-mekanisme hak asasi manusia yang sudah ada, didasarkan pada dua faktor. Pertama, sistem yang dibentuk oleh Protokol Opsional

24 CPT, yang dibentuk tahun 1987, adalah badan ahli independen yang dimandatkan untuk melakukan kunjungan ke tempat-tempat penahanan di dalam wilayah Negara-Negara Pihak pada Konvensi Eropa untuk Pencegahan terhadap Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman yang Tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat Manusia, dalam rangka membuat rekomendasi-rekomendasi untuk memperbaiki perlakuan terhadap orang-orang yang dirampas kebebasannya dan dalam kondisi ditahan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.cpt.coe.int.

ditekankan pada pencegahan terjadinya pelanggaran, bukannya pada reaksi yang muncul setelah pelanggaran itu terjadi. Pendekatan pencegahan yang termuat di dalam Protokol Opsional didasarkan pada monitoring rutin dan berkala pada tempat-tempat penahanan melalui kunjungan ke fasilitas-fasilitas ini, yang dilakukan oleh badan-badan ahli dalam rangka mencegah terjadinya kesewenangan. Sebaliknya, kebanyakan dari mekanisme-mekanisme hak asasi manusia, termasuk Komite Menentang Penyiksaan, memonitor situasi setelah mereka menerima dugaan adanya kesewenangan. Sebagai contoh, walaupun Komite Menentang Penyiksaan dapat melakukan kunjungan ke Negara-Negara Pihak, namun Komite Menentang Penyiksaan hanya dapat melakukan hal tersebut jika ada indikasi yang cukup beralasan bahwa penyiksaan telah secara sistematis dipraktikkan dan dengan persetujuan terlebih dahulu dari Negara.

Hal baru lainnya adalah bahwa Protokol Opsional didasarkan pada persamaan pemikiran dari Negara-Negara Pihak untuk mencegah pelanggaran-pelanggaran, bukannya pada pengutukkan yang dilakukan oleh Negara-Negara Pihak atas pelanggaran-pelanggaran yang telah terjadi. Mekanisme-mekanisme hak asasi manusia, termasuk Komite Menentang Penyiksaan, juga mencari dialog yang konstruktif. Mereka didasarkan pada pemeriksaan publik terhadap pemenuhan Negara atas kewajiban-kewajibannya melalui pelaporan atau sistem komunikasi individu seperti yang telah dijelaskan di atas. Sistem yang termuat di dalam Protokol Opsional lebih didasarkan pada proses kerja sama jangka panjang berkelanjutan dan dialog dalam rangka membantu Negara-Negara Pihak untuk mengimplementasikan perubahan-perubahan yang diperlukan untuk mencegah penyiksaan dan perlakuan sewenang-wenang dalam jangka panjang.

b) Bagaimana Protokol Opsional Ini Akan Bekerja?

Aspek baru lainnya dari Protokol Opsional adalah bahwa Protokol akan menetapkan suatu sistem pencegahan ganda baik di tingkat internasional maupun nasional. Protokol Opsional merancang

Pertanyaan-Pertanyaan Mendasar Mengenai Protokol Opsional untuk Konvensi PBB Menentang Penyiksaan

pembentukan sebuah badan ahli internasional di dalam PBB, dan juga sebuah badan nasional yang harus dibentuk oleh Negara-Negara Pihak. Kedua mekanisme ini akan melakukan kunjungan rutin ke tempat-tempat penahanan dengan tujuan untuk memonitor situasi, mengusulkan rekomendasi-rekomendasi dan bekerja secara konstruktif dengan Negara-Negara Pihak di dalam pengimplementasiannya.25

Mekanisme internasional, yaitu “Sub-komite untuk Pencegahan” (Subcommittee on Prevention), yang pada awalnya akan terdiri atas sepuluh orang ahli independen dari pelbagai latar belakang profesional, kemudian akan meningkat menjadi dua puluh lima or-ang or-anggota setelah ratifikasi ke-50. Mandatnya adalah untuk melaksanakan kunjungan rutin ke tempat-tempat penahanan di wilayah Negara-Negara Pihak pada Protokol Opsional. Setelah melakukan kunjungan rutin, Sub-komite akan menulis sebuah laporan yang berisi rekomendasi-rekomendasi kepada pejabat yang relevan. Laporan tersebut akan tetap bersifat rahasia, kecuali apabila Negara Pihak yang terkait memberikan persetujuannya untuk menerbitkan laporan atau gagal untuk bekerja sama dengan komite. Sub-komite juga akan memainkan peran penting sebagai penasihat untuk Negara-Negara Pihak dan mekanisme pencegahan nasional.

Pendekatan nasional terdiri dari pembentukan atau penunjukan badan-badan nasional oleh Negara-Negara Pihak, yang juga akan memiliki mandat untuk melakukan kunjungan rutin ke tempat-tempat penahanan dan membuat rekomendasi-rekomendasi kepada pejabat yang relevan. Semua Negara Pihak memiliki kewajiban untuk menetapkan, jika sudah ada, untuk memelihara sistem nasional dalam waktu satu tahun setelah Protokol Opsional mulai berlaku atau, setelah Protokol berlaku, satu tahun setelah ratifikasi atau aksesi. Dalam rangka menjamin efektivitas dan independensi badan-badan ini dan memastikan bahwa

25 Mandat dan fungsi dari Sub-komite internasional dan mekanisme pencegahan nasional akan dijelaskan secara lebih detail dalam Bab IV dari buku Pedoman ini.

mereka akan bebas dari intervensi apa pun, Protokol Opsional menyusun – untuk pertama kalinya dalam instrumen internasional – jaminan dan perlindungan khusus yang harus dihormati oleh Negara-Negara Pihak. Protokol Opsional untuk Konvensi Menentang Penyiksaan tidak menetapkan bentuk tertentu bagaimana mekanisme ini harus dilakukan. Dengan begitu, hal itu memberikan fleksibilitas bagi Negara-Negara Pihak untuk menetapkan sebuah badan yang mereka pilih termasuk komisi hak asasi manusia, ombudsman, komisi parlemen, sistem kunjungan yang dilakukan masyarakat biasa, organisasi masyarakat sipil, dan juga sistem campuran dengan menggabungkan elemen-elemen yang ada.

c) Apa yang Akan Menjadi Pertalian antara Mekanisme Internasional dan Nasional di Bawah Protokol Opsional?

Badan-badan internasional dan nasional akan bekerja secara saling melengkapi. Untuk memfasilitasi kerja sama, mereka dapat bertemu dan bertukar informasi, jika perlu, secara rahasia. Dimensi yang penting adalah bahwa Sub-komite internasional dapat menyediakan bantuan dan saran secara langsung kepada Negara-Negara Pihak dalam kaitan dengan pembentukan dan fungsi efektif dari mekanisme pencegahan nasional. Lebih lanjut, mekanisme internasional juga dapat menawarkan pelatihan dan bantuan teknis secara langsung kepada mekanisme nasional dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Dengan menetapkan hubungan kerja sama yang saling melengkapi antara usaha-usaha pencegahan di tingkat internasional dan nasional, Protokol Opsional menciptakan satu landasan dan tujuan baru yang penting untuk menjamin implementasi yang efektif dari standard internasional di tingkat nasional.

d) Kapan dan Bagaimana Kunjungan ke Tempat-Tempat Penahanan Berlangsung?

Para anggota dari mekanisme internasional dan nasional akan dimandatkan untuk melakukan kunjungan ke tempat-tempat penahanan secara rutin dan berkala. Sub-komite internasional akan

Pertanyaan-Pertanyaan Mendasar Mengenai Protokol Opsional untuk Konvensi PBB Menentang Penyiksaan

menetapkan kalender kunjungan berkala ke semua Negara-Negara Pihak dalam rangka melakukan kunjungan ke tempat-tempat penahanan yang dipilih. Sub-komite juga dapat mengusulkan kunjungan lanjutan dalam kunjungan berkala jika Sub-komite mempertimbangkan hal itu tepat dilakukan. Mekanisme-mekanisme pencegahan nasional biasanya dapat melakukan kunjungan secara lebih rutin karena mekanisme-mekanisme tersebut memang ada secara permanen di dalam suatu negara.

Ketika Negara meratifikasi atau mengaksesi Protokol Opsional, Negara secara otomatis juga memberikan persetujuannya untuk mengizinkan kedua jenis mekanisme tersebut (nasional dan internasional) untuk masuk ke tempat-tempat penahanan mana pun di dalam wilayah yang berada dalam jurisdiksinya. Pemberian izin secara otomatis melalui ratifikasi dan aksesi itu berarti bahwa untuk masuk ke wilayah suatu Negara yang telah menjadi pihak tersebut, kedua mekanisme pencegahan itu tidak memerlukan lagi persetujuan terlebih dahulu dari Negara bersangkutan. Para ahli yang melakukan kunjungan diperbolehkan untuk mewawancarai, secara pribadi dan tanpa saksi-saksi, dengan orang-orang yang dirampas kebebasannya, dan juga untuk mewawancarai orang lain, seperti petugas keamanan atau kesehatan dan anggota keluarga tahanan. Mereka akan memiliki akses yang tak terlarang pada catatan lengkap para tahanan atau narapidana dan hak untuk memeriksa aturan disipliner, sanksi dan dokumen-dokumen lain yang relevan seperti catatan-catatan tentang jumlah orang-orang yang dirampas kebebasannya dan jumlah tempat penahanan. Tim kunjungan secara rutin akan memeriksa seluruh fasilitas penahanan dan diizinkan untuk mengakses semua tempat, termasuk, sebagai contoh, asrama, fasilitas makan, dapur, sel isolasi, kamar mandi, area olah raga dan unit kesehatan.

e) Tempat-Tempat Penahanan Seperti Apa yang Dapat Dikunjungi?

Istilah “tempat penahanan” secara luas didefinisikan oleh Protokol Opsional dalam rangka menjamin perlindungan penuh terhadap

semua orang yang dirampas kebebasannya dalam segala situasi. Hal ini berarti bahwa kunjungan oleh badan-badan ahli internasional dan nasional tidak akan dibatasi hanya pada penjara dan kantor polisi, tetapi juga meliputi tempat-tempat seperti: fasilitas penahanan pra-persidangan, pusat untuk anak-anak, tempat pelaksanaan penahanan, kantor kekuatan keamanan. Pusat penahanan untuk buruh, pencari suaka, zona transit di bandara dan titik pemeriksaan di zona batas, lembaga medis dan psikiatris juga merupakan tempat yang dapat dikunjungi sesuai dengan ketentuan dalam Protokol Opsional. Lingkup mandat dari mekanisme kunjungan juga harus diperluas dan mencakupi tempat-tempat penahanan yang “tidak resmi”, di mana orang-orang rentan terhadap pelbagai kesewenangan.

f) Apa yang Terjadi Setelah Kunjungan Dilakukan?

Di bagian akhir kunjungan mereka, mekanisme pencegahan akan mengeluarkan laporan dan satu seri rekomendasi yang didasarkan pada hasil observasi mereka. Tujuannya adalah untuk menetapkan satu hubungan kerja sama yang awet dengan pejabat yang relevan (seperti menteri kehakiman, pejabat urusan internal atau keamanan, pejabat penjara dan lainnya) dalam rangka mengimplementasikan rekomendasi-rekomendasi ini. Tujuan pertama dan utama dari Protokol Opsional untuk Konvensi Menentang Penyiksaan adalah untuk membantu Negara-Negara Pihak di dalam pencarian langkah-langkah yang praktis dan realistis untuk mencegah penyiksaan dan perlakuan sewenang-wenang. Efektivitas dari sistem kunjungan didasarkan pada pemikiran yang berkelanjutan, yakni kerja sama yang konstruktif. Instrumen kemudian menetapkan kewajiban khusus bagi Negara-Negara untuk masuk ke dalam dia-log dengan mekanisme internasional dan nasional tentang langkah-langkah implementasi yang tepat.

Dalam rangka meningkatkan suasana saling menghormati dan kerja sama, laporan kunjungan (rekomendasi dan hasil observasi) dari Sub-komite internasional akan tetap bersifat rahasia.

Pertanyaan-Pertanyaan Mendasar Mengenai Protokol Opsional untuk Konvensi PBB Menentang Penyiksaan

Kerahasiaan ini memberi Negara Pihak kesempatan untuk memperbaiki masalah-masalah dan mengimplementasikan perubahan-perubahan untuk keluar dari sorotan publik, dan membuat beberapa Negara lebih berkeinginan untuk masuk ke dalam dialog. Namun, Negara Pihak dapat memilih untuk memerintahkan penerbitan laporan. Sub-komite juga dapat menerbitkan sebuah laporan di mana Negara Pihak mengeluarkan sebagian dari laporan ke publik. Lebih lanjut, jika Negara gagal untuk bekerja sama dengan Sub-komite, baik selama kunjungan atau di dalam memperbaiki situasi seperti yang terdapat dalam rekomendasi, maka Sub-komite dapat meminta Komite Menentang Penyiksaan untuk membuat pernyataan publik atau menerbitkan laporan, setelah berkonsultasi dengan Negara Pihak bersangkutan. Sebaliknya, laporan-laporan mekanisme pencegahan nasional tidak dirahasiakan dan, bahkan, Negara Pihak memiliki kewajiban untuk menerbitkan dan menyebarkan laporan tahunan dari mekanisme pencegahan nasional.

g) Apa Keuntungan-Keuntungan dari Sistem Kunjungan bagi Negara?

Protokol Opsional dirancang sebagai penambahan yang sangat praktis bagi Negara-Negara Pihak pada Konvensi Menentang Penyiksaan untuk melaksanakan kewajiban mereka untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyiksaan dan bentuk lain dari perlakuan sewenang-wenang. Perlakuan sewenang-wenang sering muncul karena kondisi dan sistem yang tidak baik di dalam tempat-tempat penahanan atau kurangnya pelatihan yang tepat untuk mereka yang bertanggung jawab terhadap perawatan dari orang-orang yang dirampas kebebasannya. Protokol Opsional dan mekanisme-mekanisme yang berada di bawahnya menawarkan bantuan yang bersifat nasihat, teknis, dan finansial kepada Negara-Negara untuk mengatasi masalah-masalah kelembagaan.

Protokol Opsional tidak dimaksudkan untuk menargetkan atau mempersalahkan Negara-Negara, tetapi untuk bekerja secara konstruktif dengan Negara-Negara Pihak untuk mengimplementasikan perbaikan yang berkelanjutan. Dalam rangka menetapkan rasa percaya dan suasana kerja sama yang harmonis, Sub-komite dapat bekerja secara rahasia dengan Negara Pihak jika Negara tersebut meminta demikian. Negara-Negara Pihak tidak hanya memiliki kewajiban untuk bekerja sama dengan Sub-komite internasional dan mekanisme pencegahan nasional, tetapi hal itu juga merupakan keuntungan bagi mereka. Dengan membantu mekanisme-mekanisme untuk menentukan persyaratan yang nyata untuk memperkuat perlindungan terhadap orang-orang yang dirampas kebebasannya, mereka juga dapat, dalam jangka panjang, mempertunjukkan perbaikan yang dapat diterapkan, dan merespon secara tepat kritik-kritik yang ada.

Tidak seperti perjanjian-perjanjian dan badan-badan perjanjian lainnya yang menuntut Negara-Negara Pihak tanpa menawarkan pedoman bagaimana cara mengimplementasikan perjanjian-perjanjian tersebut, Protokol Opsional menawarkan cara untuk mengimplementasikan perubahan di tingkat domestik. Dana Sukarela Khusus (Special Voluntary Fund) akan dibentuk, yang akan menyediakan bantuan praktis bagi Negara-Negara Pihak untuk secara penuh mengimplementasikan rekomendasi-rekomendasi dari Sub-komite dan mendukung program pendidikan mekanisme pencegahan nasional.

Selanjutnya, dengan memperbaiki profesionalitas dari para pejabat penegak hukum melalui kondisi kerja yang lebih baik, pelatihan, sharing pengalaman-pengalaman internasional dan gagasan-gagasan lain, tingkat kepercayaan publik terhadap para pejabat dan tata pelaksanaan peradilan akan meningkat. Bantuan teknis yang ditawarkan oleh Protokol Opsional merupakan bantuan yang sangat berarti bagi banyak Negara yang menghadapi masalah-masalah sosial dan kelembagaan yang kompleks.

Pertanyaan-Pertanyaan Mendasar Mengenai Protokol Opsional untuk Konvensi PBB Menentang Penyiksaan

4. Langkah-Langkah Apa yang Perlu Diambil Saat Ini