BAB III METODE PENELITIAN
E. Jadwal Dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember pada Dana Pensiun HKBP yang beralamat di Jalan Uskup Agung Sugio Pranoto No. 6, Medan.
BAB IV
ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Data Penelitian
1. Gambaran Umum perusahaan
a. Sejarah Singkat Dana Pensiun HKBP
Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) merupakan salah satu gereja yang cukup besar di Indonesia. Untuk kesejahteraan para pelayannya maka HKBP membentuk Dana Pensiun yang dinamakan Dana Pensiun HKBP pada tahun 1993.
Dana Pensiun HKBP didirikan oleh Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan keputusan Ephorus HKBP selaku Pendiri Dana Pensiun HKBP No. 118/A08/III/1993 tanggal 1 April 1993 dan telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-376/KMK.17/1996 pada tanggal 03 Oktober 1996. Peraturan dan Anggaran Dasar Rumah Tangga Pensiun Pekerja HKBP diputuskan dan ditetapkan berdasarkan Keputusan Sinode Agung HKBP tanggal 23 Agustus 1985 dan Sinode Agung Istimewa tanggal 12 Pebruari 1993, dan mulai beroperasi pada bulan Oktober 1996.
Dana Pensiun HKBP merupakan jenis Dana Pensiun Pemberi Kerja yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat pasti (PPMP) bertujuan untuk memberikan kesinambungan penghasilan bagi peserta setelah purna bakti dan sebagai penghargaan atas pelayanannya di Huria Kristen Batak Protestan.
Dana Pensiun HKBP berkedudukan di Medan Sumatera Utara. Untuk melakukan kegiatannya, Dana Pensiun memiliki kantor cabang dan perwakilan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Peserta Dana Pensiun HKBP adalah Pendeta, Bibelvrouw, Guru jemaat, Diakones serta pegawai-pegawai HKBP yang SK pengangkatannya dikeluarkan oleh HKBP Pusat Pearaja, Tarutung. Sesuai dengan peraturan Dana Pensiun, kepesertaan pada Dana Pensiun dimulai sejak pegawai terdaftar sebagai peserta DanaPensiun dan berakhir pada saat pegawai tersebut meninggal dunia atau berhenti bekerja dan telah mengalihkan haknya ke Dana Pensiun lain.
Pada tanggal 30 Juni 2007, peserta aktif berjumlah 1395 orang dan pensiunan sebanyak 365 orang.
b. Struktur Organisasi dan Deskripsi Jabatan
Struktur organisasi diperlukan oleh suatu perusahaan untuk mencapai suatu koordinasi hubungan yang baik, sehingga memudahkan pimpinan dalam mengadakan pengawasan, komunikasi dan kerjasama dengan seluruh bagian yang ada dalam organisasi serta lebih memudahkan karyawan untuk mengetahui tugas dan tanggungjawabnya sebagai bagian dari organisasi. Struktur Organisasi Dana Pensiun HKBP dapat dilihat pada gambar 4.1.
Gambar 4.1.
Struktur Organisasi Dana Pensiun HKBP
Sumber : Dana Pensiun HKBP
Tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian dalam Struktur Organisasi Dana Pensiun HKBP adalah sebagai berikut :
a. Pengurus Dana Pensiun HKBP
i. Pengurus wajib mengelola Dana Pensiun dengan mengutamakan kepentingan peserta/pensiunan dan pihak yang berhak atas manfaat pensiun.
ii. Pengurus wajib menginvestasikan kekayaan Dana Pensiun sesuai dengan arahan investasi yang ditetapkan oleh pendiri.
iii. Pengurus wajib memelihara buku, catatan, dokumen yang diperlukan dalam rangka pengelolaan Dana Pensiun.
iv. Pengurus wajib menyampaikan laporan kepada pendiri yaitu berupa:
• Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik selambat-lambatnya 4 bulan setelah tahun buku.
• Laporan investasi sesuai dengan arahan investasi PENGURUS
BAGIAN AKUNTANSI
BAGIAN KEUANGAN BAGIAN
INVESTASI
BAGIAN KEPESERTAAN
PENDIRI
• Laporan perkembangan portofilio investasi dan hasilnya yang telah diaudit selambat-lambatnya 6 bulan setelah tahun buku.
v. Pengurus wajib menyampaikan laporan kepada Menteri Keuangan yaitu berupa:
• Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik selambat-lambatnya 6 bulan setelah tahun buku.
• Laporan teknis yang disusun oleh pengurus sesuai ketentuan yang ditetapkan Menteri
• Laporan perkembangan portofilio investasi dan hasilnya yang telah diaudit selambat-lambatnya 6 bulan setelah tahun buku.
• Laporan aktuaris sekurang-kurangnya 3 tahun sekali dan setiap saat bila terjadi perubahan iuran peserta dari manfaat pensiun.
vi. Pengurus wajib menyampaikan laporan kepada peserta mengenai:
• Neraca dan perhitungan hasil usaha menurut bentuk, susunan dan waktu yang telah ditetapkan oleh Menteri.
• Hal-hal yang timbul dalam rangka kepesertaan dalam bentuk dan waktu yang ditetapkan oleh Menteri.
• Perubahan peraturan Dana Pensiun
• Pengumuman perkembangan portofolio investasi dan hasilnya sekurang-kurangnya 6 bulan sekali.
b. Manajer Akuntansi
i. Menerbitkan Laporan Keuangan yang meliputi Laporan Keuangan bulanan, triwulan, semesteran, dan tahunan menurut bentuk, susunan dan waktu yang ditetapkan Menteri Keuangan.
ii. Menerbitkan Rencana Kerja dan Anggaran yang akan dipedomani.
iii. Menerbitkan data aktiva bersih untuk kepentingan pembuat Laporan Aktuaris oleh Aktuaris.
iv. Menerbitkan laporan Investasi sesuai dengan Arahan Investasi c. Manajer Kepesertaan
i. Mengelola kepegawaian dan mengelola biaya-biaya gaji, honorarium, perjalanan dinas, pelatihan dan seminar.
ii. Mengelola biaya dan pension.
iii. Mengelola kemanan Dana Pensiun d. Manajer Keuangan
i. Mengelola pembayaran kepada pihak intern dan pihak luar .
ii. Mengelola setoran penerimaan,penyimpanan uang dan surat berharga.
iii. Mengkoordinasi pengelolaan keuangan dengan bank.
iv. Menyususn, melaksanakan dan mengevaluasi program kerja.
c. Ketenagakerjaan
Karyawan merupakan salah satu unsur terpenting dalam menjalankan suatu usaha, begitu juga dengan Dana Pensiun HKBP di dalam operasinya dijalankan oleh beberapa karyawan yang pembagiannya dapat dilihat pada tabel 4.1
Tabel 4.1.
Dana Pensiun HKBP Daftar Karyawan
2007
Bidang-bidang Jumlah karyawan Bagian Akuntansi
Bagian investasi Bagian kepesertaan Bagian keuangan
1 orang 1 orang 1 orang 2 orang Sumber : Dana Pensiun HKBP
Dana Pensiun HKBP sebagai lembaga penunjang kesejahteraan para Peserta mempunyai jam kerja seperti tercantum pada table 4.2
Tabel 4.2.
Dana Pensiun HKBP Daftar Jam Kerja Karyawan
2007
Hari Jam Kerja
Senin – Jumat
Sabtu-Minggu
08.00-12.00 WIB istirahat 13.00-17.00 WIB
Libur Sumber: Dana Pensiun HKBP
Kedudukan paling tinggi dalam Struktur Organisasi dana Pensiun HKBP adalah Pengurus. Adapun Pengurus Dana Pensiun HKBP untuk tahun 2007 adalah sebagai berikut:
Direktur : Drs. M.S. Siahaan, SE, MM, M.Min
Ketua Dewan Pengawas : Drs. Horas Simatupang
Sekretaris Dewan Pengawas : Pdt. Sabar T.P. Siahaan, MBA d. Pokok-pokok peraturan Dana Pensiun HKBP
• Kebijakan Akuntansi
i. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Dana Pensiun disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 18 mengenai Akuntansi Dana Pensiun dan keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan No. KEP-2345/LK/2003 tanggal 14 April 2003 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Dana Pensiun
Laporan Arus Kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas investasi, operasi dan pendanaan serta disusun berdasarkan metode langsung.
ii. Piutang iuran
Piutang iuran merupakan iuran peserta dan pemberi kerja yang sudah jatuh tempo, tetapi belum diterima dana pensiun pada tanggal neraca dan harus dipisahkan antara iuran normal dan iuran tambahan.
Iuran peserta dan iuran pemberi kerja yang belum disetor setelah melampaui jangka waktu 2,5 bulan sejak jatuh tempo dinyatakan sebagai :
• Hutang pemberi kerja yang dapat ditagih dan dikenakan bunga yang layak, yaitu bunga deposito Bank Pemerintah yang paling
menguntungkan bagi peserta yang dihitung sejak hari pertama jatuh temponya setoran iuran bersangkutan.
• Piutang Dana pensiun yang memiliki hak utama dalam pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan, apabila pemberi kerja dilikuidasi.
iii. Aktiva Operasional
Aktiva operasional dibukukan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan disusutkan dengan metode garis lurus. Persentase penyusutan masing-masing aktiva operasional sebagai berikut:
• Perangkat Komputer 25% dari biaya perolehan
• Peralatan kantor 25% dari biaya perolehan
• Aktiva operasional lainnya 25% dari biaya perolehan iv. Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari hasil investasi dalam bentuk deposito berjangka dinilai berdasarkan nilai nominal dan dibukukan atas dasar akrual.
Beban dibukukan atas dasar akrual.
• Kebijakan investasi
Berdasarkan Arahan Investasi yang ditetapkan pendiri pada tanggal 29 Januari 2004, seluruh investasi ditempatkan dalam bentuk deposito berjangka, saham, obligasi dan unit penyertaan reksadana kecuali untuk tanah dan bangunan sebelum Undang-undang No. 11 tahun 1992
diterbitkan dengan batas maksimun investasi pada satupihak tidak boleh melebihi 20% dari total investasi Dana Pensiun.
Tujuan investasi dalam deposito berjangka, saham, obligasi, dan unit penyertaan reksadana adalah untuk mendapatkan tambahan pendapatan yang pasti guna memenuhi kewajiban Dana Pensiun dalam membayar manfaat pensiun.
• Kebijakan pendanaan i. Iuran Pensiun
Setiap peserta wajib membayar iuran sebesar 5% dari Penghasilan Dasar Pensiun (gaji bulan terakhir pegawai) yang dipotong langsung oleh pemberi kerja setempat dari penghasilan peserta dan dibayarkan kepada Dana Pensiun. Iuran peserta dimulai pada bulan sejak pegawai terdaftar sebagai peserta dan berakhir pada saat peserta berhenti atau meninggal dunia atau mengalami cacat.
Pemberi kerja wajib membayar iuran tambahan yang besarnya ditetapkan berdasarkan perhitungan aktuaria setelah dikurangi iuran peserta. Iuran pemberi kerja terdiri dari iuran normal dan iuran untuk angsuran hutang masa kerja lalu.
ii. Manfaat pensiun
Hak atas manfaat pensiun terdiri dari :
• Manfaat pensiun Normal (MPN)
Peserta yang berhenti bekerja dan telah mencapai usia Pensiun Normal (65 tahun) berhak atas Manfaat Pensiun Normal (MPN).
Besarnya manfaat pensiun normal ebulan dihitung dengan menggunakan rumus :
MPN = 2,5% x Masa Kerja x Penghasilan Dasar Pensiun
• Manfaat Pensiun Dipercepat (MPD)
Peserta yang telah berhenti bekerja dan telah mencapai usia pensiun Dipercepat (55) tetapi belum mencapai usia pensiun normal berhak atas manfaat pensiun dipercepat. Dihitung dengan rumus :
MPD = Faktor Pengurang (2,5% x Masa Kerja x Penghasilan Dasar Pensiun)
• Pensiun Ditunda (PD)
Peserta yang berhenti bekerja dan belum mencapai usia pensiun dipercepat dan telah memiliki masa kepesertaan sekurang-kurangnya 3 tahun berhak atas pensiunan ditunda. Dihitung dengan rumus :
PD = Faktor Pengurang (2,5% x masa Kerja x Penghasilan dasar Pensiun)
• Manfaat Pensiun Cacat (MPC)
Peserta yang berhenti bekerja karena cacat berhak atas manfaat pensiun cacat. Dihitung dengan rumus :
MPC = 2,5% x masa Kerja x Penghasilan dasar pensiun.
• Manfaat pensiun Janda/Duda dan Anak
Dalam hal peserta/pensiunan meninggal dunia, maka janda/duda berhak atas manfaat pensiun janda/duda. Dalam hal janda/duda meninggal dunia atau kawain lagi atau Peserta/pensiunan tidak punya janda/duda, maka manfaat pensiun dibayarkan kepada anak sampai mencapai usia 25 tahun. Manfaat pensiun diakui pada saat jatuh tempo. Peserta yang berhenti bekerja dan memiliki masa kerja kurang dari 3 tahun berhak atas iuran peserta dan hasil pengembangannya, dan dibayarkan secara sekaligus.
2. Kebijakan Dan arahan Investasi Tahun 2007
Untuk menunjang keberhasilan penyelenggara program pensiun, maka investasi dana pensiun harus dikelola secara sehat untuk mencapai hasil yang optimal, maka Dana Pensiun HKBP mengatur Arahan Investasi Dana Pensiun HKBP yang tertuang dalam Keputusan Ephorus HKBP Pendiri Dana Pensiun HKBP No. 522/L08/2005 tanggal 14 september 2005 yang berpedoman pada Surat Keputusan Mnteri Keuangan Republik Indonesia No. 511/KMK.06/2002 tanggal 04 Desember 2002 tentang Investasi dana Pensiun serta perubahannya No.
511/KMK.06/2002 tanggal 14 Januari 2003.
Kebijakan investasi yang ditetapkan dalam arahan tersebut anatara lain sebagai berikut:
a. Hasil investasi kekayaan Dana Pensiun dalam satu tahun sekurang-kurangnya 2% lebih besar dari Bungan Pinjaman Bank Indonesia, setelah dikurangi biaya investasi.
b. Batas maksimun proporsi kekayaan untuk setiap jenis investasi sebagai berikut:
No Jenis Investasi Batas Maksimum Per Jenis
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Depositi berjangka, Deposito On Call, Sertifikat Deposito.
Saham dan obligasi yang tercatat di Bursa Efek.
Penempatan langsung pada saham, surat pengakuan Hutang.
Unit penyertaan Reksadana.
Tanah, Bangunan atau Tanah dan Bangunan
Sertifikat Bank Indonesia.
Surat berharga yang diterbitken oleh Pemerintah Republik Indonesia
Tidak Dibatasi
Tidak Dibatasi
Tidak Diperbolehkan
Tidak Dibatasi
15 % Dari Total Investasi Tidak Dibatasi
Tidak Dibatasi
Sumber: Dana Pensiun HKBP
c. Batas maksimum proporsi kekayaan pada satu pihak ditetapkan sebagai berikut:
No Jenis Investasi Batas Maksimum Per Jenis
1.
Deposito Berjangka, Deposito On Call, Sertifikat Deposito.
Saham yang tercatat di Bursa Efek.
Penetapan lansung pada saham, Surat Pengakuan Hutang.
Obligasi milik BUMN yang tercatat di bursa efek
Unit Penyertaan Reksadana.
Tanah, Bangunan atau Tanah dan bangunan
Sertifikat Bank Indonesia
Surat berharga yang diterbitka oleh Pemerintah Republik Indonesia
Tidak boleh lebih 15% dari total Investasi
Tidak dibatasi Tidak Dibatasi
Sumber : Dana Pensiun HKBP
d. Investasi kekayaan Dana pensiun yang ditanamkan dalam bentuk deposito Berjangka hanya dapat ditempatkan pada Bank yang beroperasi di Indonesia.
e. Dalam hal Investasi Khusus, yaitu seluruh investasi yang ditempatkan pada:
i. Semua pihak yang ada dalam buku terakhir mengalami kerugian atau mengalami kegagalan dalam memenuhi kewajiban keuangannya;
ii. Penempatan langsung pada saham atau surat pengakuan hutang berjangka waktu lebih dari satu tahun, yang diterbitkan oleh badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum di Indonesia;
iii. Tanah dan bangunan.
Tidak boleh melebihi 35 % dari tital investasi Dana Pensiun.
f. Kekayaan Dana Pensiun terdiri dari:
i. Kekayaan yang dikategorikan sebagai Investasi
ii. Kekayaan yang dikategorikan sebagai bukan investasi, termasuk:
• Kas, rekening giro dan Sertifikat Bank Indonesia;
• Piutang yang diperkenankan berdasarkan Undang-undang Dana Pensiun dan peraturan pelaksanaannya;
• Peralatan kantor dan peralatan lainnya;
• Perangkat computer;
• Biaya dibayar di muka.
g. Nilai dari setiap investasi dihitung sebagai berikut:
i. Deposito Berjangka dan Deposito On Call berdasarkan nilai nominal;
ii. Sertifikat Deposito berdasarkan nilai tunai;
iii. Saham, yang diperjualbelikan di bursa efek di Indonesia, berdasarkan nilai pasar yang wajar pada tanggal laporan;
iv. Obligasi yang tercatat di bursa efek berdasarkan:
• Nilai perolehan setelah amortisasi premi atau diskonto, dalam hal dikelompokkan sebagai obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo; atau
• Nilai wajar, dalam dalam hal dikelompokkan sebagai obligasi yang diperdagangkan untuk tersedia dijual.
v. Penyertaan pada Perusahaan yang sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia berdasarkan yang ditetapkan oleh Penilai Independen.
vi. Tanah dan bangunan, berdasarkan yang ditetapkan oleh Penilai Independen
vii. Sertifikat Bank Indonesia berdasarkan nilai tunai.
h. Obyek Investasi yang dilarang :
i. Penempatan deposito berjangka pada Bank yang bermasalah.
ii. Penempatan pada saham, obligasi dan surat berharga lain yang diterbitkan oleh badan usaha yang pasar perdananya kurang dari satu tahun atau badan usaha yang tidak memperoleh keuntungan dalam satu tahun terakhir atau badan usaha yang dalam satu tahun terakhir pernah mengalami kegagalan dalam memenuhi kewajibannya.
iii. Penyertaan pada perusahaan yang sahamnya tidak diperdagangkan di Bursa efek di Indonesia, yang dalam satu tahun terakhir tidak memperoleh keuntungan.
iv. Investasi pada tanah dan bangunan yang tidak memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.
i. Likuiditas minimum portofolio ditetapkan sekurang-kurangnya 5% dari total investasi dan pengurus harus menjaga likuiditas minimum ini dalam jangka waktu 3 bulan.
3. Laporan Keuangan Semester I Tahun 2007 dan 2006
Laporan Keuangan Dana Pensiun HKBP semester I tahun 2007 dan 2006 yang lengkap dapat dilihat pada lampiran 10 sampai dengan 14.
B. Analisis Hasil Penelitian 1. Analisis Investasi
Realisasi Investasi Dana Pensiun HKBP tahun 2007 berpedoman pada Arahan Pendiri, Undang-undang No.11 Tahun 1992 Tentang Dana Pensiun dan Peraturan dan Pelaksanaannya, dan Keputusan Menteri Keuangan No. 511/KMK-05/2002 tanggal 4 Desember 2002 Tentang Investasi Dana Pensiun yaitu :
Tabel 4.3
Realisasi Investasi Dana Pensiun HKBP
No Jenis Investasi DP HKBP Realisasi KMK
Sumber: Hasil Olahan penulis
Dasar penyusunan Laporan Portofolio Investasi Dana Pensiun HKBP sesuai dengan Keputusan Direktur Jendral Lembaga keuangan No.
KEP.2344/LK2003 tanggal 14 April 2003 mengenai Pedoman Penyusunan Laporan Investasi Dana pensiun.
Investasi dalam bentuk deposito berjangka dinilai berdasarkan nilai nominal, Unit Penyertaan Reksadana dinilai berdasarkan Nilai Aktiva Bersih.
Tanah, Tanah dan Bangunan dinilai berdasarkan nilai yang ditetapkan oleh Penilai Independen yang terdaftar pada Instansi yang berwenang.
Analisis Investasi terhadap ketentuan perundangan yang berlaku atas Portofolio Investasi Dana Pensiun HKBP Periode 1 Januari s.d. 30 Juni 2007 adalah sebagai berikut:
a. Dana Pensiun HKBP telah melakukan Investasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan, Arahan Investasi oleh Pendiri, serta Keputusan Menteri Keuangan (lihat lampiran 1)
b. Hasil investasi yang dicapai Dana Pensiun :
Perhitungan Hasil Investasi Dana Pensiun yang berakhir 30 Juni 2007 sebagai berikut :
Jumlah investasi pada tanggal 30 Juni 2007 Rp 18.696.392.265 Tanah (tidak menghasilkan) Rp 1.772.597.900
Investasi produktif Rp 16.923.794.365
Tingkat hasil investasi s.d. 30 Juni 2007 (6 bulan) adalah sebagai
Oleh karena investasi dalam bentuk tanah tidak menghasilkan maka investasi produktif sebenarnya adalah Rp 16.923.794.365 sehingga persentase investasi produktif per tahun menjadi 11,7 % dapat dihitung sebagai berikut: melakukan investasinya sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan dan arahan investasi oleh Pendiri. Totalnya sebesar 42%. Pada Keputusan Menteri Keuangan dan Arahan Investasi tidak ditetapkan batasan maksimumnya hanya investasi yang ditanamkan pada satu
pihak tidak melebihi batas maksimum yaitu 20% dari jumlah investasi Dana Pensiun. (lihat lampiran 1)
d. Untuk jenis investasi saham, Dana Pensiun HKBP telah melakukan investasinya sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan dan Arahan Investasi oleh Pendiri. Investasi yang dilakukan Dana Pensiun HKBP pada saham sebesar 3%.
e. Untuk jenis investasi obligasi, Dana Pensiun HKBP telah melakukan investasinya sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan dan Arahan Investasi oleh Pendiri. Investasi yang dilakukan Dana Pensiun HKBP pada obligasi sebesar 37%.
f. Untuk jenis investasi saham per unit Reksadana Dana Pensiun HKBP telah melakukan sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan dan Arahan Investasi oleh Pendiri. Investasi yang dilakukan Dana Pensiun HKBP pada saham per unit reksadana sebesar 7%.
g. Untuk jenis investasi pada tanah, bangunan atau tanah dan bangunan, Dana Pensiun HKBP telah melakukan sesuai dengan Keuangan Keputusan Menteri Keuangan dan Arahan Investasi oleh Pendiri.
Investasi yang dilakukan Dana Pensiun HKBP pada tanah sebesar 10%
serta pada tanah dan bangunan sebesar 1%.
h. Untuk jenis investasi surat berharga lainnya dan surat pengakuan hutang dalam realisasinya Dana pensiun HKBP belum melakukan investasinya. Hal ini disebabkan karena Dana Pensiun HKBP lebih cenderung menempatkan investasinya kepada jenis investasi yang
tingkat resiko lebih rendah serta investasi yang bersifat jangka panjang. Dalam arahan investasi Dana Pensiun HKBP tidak diperbolehkan untuk investasi pada Penempatan Langsung pada saham dan Surat Pengakuan Hutang.
i. Secara umum pengelolaan investasi Dana Pensiun HKBP telah dilakukan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, Keputusan Menteri Keuangan, dan arahan Investasi oleh pendiri hanya melalui arahan investasi terlihat bahwa penempatan investasi Dana Pensiun HKBP lebih ditekankan ke BUMN dan lembaga-lembaga pemerintahan. Hal ini mempersempit ruang gerak dari pengelolaan Dana pensiun itu sendiri padahal sangat banyak peluang untuk melakukan investasi di perusahaan-perusahaan swasta yang akan memberikan nilai tambah bagi Dana Pensiun HKBP sendiri.
2. Analisis Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Dana Pensiun HKBP pada dasarnya telah menerapkan Standar keuangan yang berlaku yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 18 mengenai Akuntansi Dana Pensiun dan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan No. KEP-2345/LK/2003 tanggal 14 April 2003 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Dana Pensiun.
Laporan Keuangan Dana Pensiun HKBP disusun secara akrual untuk memberikan informasi kepada pemakai tidak hanya transaksi yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas, tetapi juga kewajiban yang belum dibayar serta pembayaran di muka yang memberikan manfaat di masa yang akan datang.
Laporan Keuangan ini disusun juga berdasarkan prinsip kelangsungan usaha yang berkesinambungan.
a. Laporan Aktiva Bersih
Laporan aktiva bertujuan untuk memberikan informasi tentang jumlah aktiva bersih yang tersedia untuk membayar kewajiban manfaat pensiun peserta pada tanggal pelaporan. Penilaian atas Laporan Aktiva Bersih Dana Pensiun HKBP telah sesuai dengan PSAK No. 18 paragraf 28 tentang penilaian aktiva Dana Pensiun.
Deposito berjangka dinilai berdasarkan nilai nominal, unit penyertaan reksadana dinilai berdasarkan Nilai Aktiva Bersih, surat berharga dalam saham dan obligasi yang diperjualbelikan di bursa efek dinyatakan berdasarkan nilai pasar yang wajar. Tanah, tanah dan bangunan dinilai berdasarkan nilai yang ditetapkan Penilai Independen yang terdaftar pada instansi yang berwenang. Aktiva oprsional seperti komputer, kendaraan, peralatan kantor dan peralatan lainnya dilaporkan berdasarkan nilai buku.
Laporan aktiva bersih dapat dilihat pada lampiran 10.
b. Laporan Perubahan Aktiva Bersih
Laporan ini berisi informasi tentang perubahan atas jumlah aktiva bersih yang tersedia untuk manfaat pensiun, serta menguraikan penyebab perubahan tersebut yang diperinci atas pertambahan dan atau pengurangan yang terjadi selama suatu periode tertentu.
Laporan perubahan aktiva bersih yang disajikan oleh Dana Pensiun HKBP secara keseluruhan telah sesuai dengan PSAK No. 18 paragraf 26,
karena telah mengungkapkan secara jelas mengenai pos-pos yang mengakibatkan penambahan dan pengurangan tentang aktiva bersih Dana Pensiun HKBP. Dalam penyajiannya Dana Pensiun HKBP juga telah memisahkan antara pendapatan investasi an pendapatan lain-lain sehingga diketahui besarnya masing-masing pendapatan oleh para pengguna Laporan Keuangan Dana Pensiun HKBP. Laporan Perubahan aktiva bersih dapat dilihat pada lampiran 11.
c. Neraca
Berdasarkan PSAK No. 18 paragraf 27, neraca disusun berdasarkan kerangka dasar Penyusunan dan Pelaporan Laporan Keuangan yang berazas utama biaya histories. Khusus untuk investasi, ditentukan juga nilai wajarnya. Selisih antara nilai histories dan nilai wajar disajikan sebagai Selisih penilaian Investasi. Selisih Penilaian Investasi bukan merupakan unsur hasil usaha, tetapi akan mengoreksi nilai historis menjadi nilai wajar.
Dalam Laporan Keuangan Dana Pensiun, aktiva diklasifikasikan menurut tingkat materialitasnya. Investasi merupakan pos yang paling material dalam neraca Dana Pensiun mengingat investasi adalah bagian kekayaan (aktiva) Dana Pensiun yang digunakan untruk meningkatkan kekayaannya dalam rangka memenuhi kewajiban Dana Pensiun dalam membayar manfaat pensiun. Perlakukan ini sesuai dengan Keputusan Dirjen Keuangan No. KEP-2345/LK/2003.
Untuk penyusunan laporan keuangan Dana Pensiun yang
Untuk penyusunan laporan keuangan Dana Pensiun yang