• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jadwal Penelitian

Dalam dokumen Index of /files/disk1/20 (Halaman 58-94)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

H. Jadwal Penelitian

Jadwal penelitian adalah jadwal yang akan digunakan untuk melaksanakan penelitian studi kasus yang akan dilengkapi dalam bentuk tabel yang masuk ke dalam lampiran.

50 BAB IV

TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A.Tinjauan Kasus

1. PENGKAJIAN

Tanggal :11 Mei 2015 Pukul : 07.00 WIB a. Identitas

1) Identitas Pasien

a) Nama : An. R

b) Umur : 3 Tahun

c) Jenis Kelamin : Laki-laki d) Anak Ke : 1 (Pertama)

2) Identitas Ibu Identitas Ayah

a) Nama : Ny. R Nama : Tn.A

b) Umur : 25 Tahun Umur : 27 Tahun

c) Suku Bangsa : Jawa/Indonesia Suku Bangsa : Jawa/ Indonesia

d) Agama : Islam Agama : Islam

e) Pendidikan : SMP Pendidikan : SMA f) Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta g) Alamat : Ngrombo RT 05 RW 01 Tangen,Sragen

b. Anamnesa (Data Subyektif) 1) Alasan Data ke Puskesmas

Pada tanggal 11 Mei 2015 pukul 06.00 WIB klien di bawa ke IGD Puskesmas Tangen Sragen dengan keluhan panas, pusing, mual, lemes sejak 9 hari yang lalu dan buang air besar 4-5 kali sehari dengan konsistensi encer sejak 6 hari yang lalu. Ibu mengatakan anaknya sudah pernah periksa di Bidan tanggal 02 Mei 2015 tetapi belum sembuh. Pasien dibawa ke bangsal Puskesmas sekitar jam 08.00 WIB. 2) Riwayat Kesehatan a) Imunisasi (1) BCG : Tanggal 18 Juli 2012 (2) DPT 1 : Tanggal 18 Agustus 2012 (3) DPT 2 : Tanggal 18 September 2012 (4) DPT 3 : Tanggal 19 Oktober 2012 (5) Polio 1 : Tanggal 18 Juli 2012 (6) Polio 2 : Tanggal 18 Agustus 2012 (7) Polio 3 : Tanggal 18 September 2012 (8) Polio 4 : Tanggal 19 Oktober 2012 (9) Campak : Tanggal 20 April 2013 b)Riwayat Penyakit lalu

Ibu mengatakan anaknya pernah menderita sakit panas, batuk, pilek dan diperiksakan ke bidan dan sembuh.

c) Riwayat Penyakit sekarang

Ibu mengatakan saat ini badan anaknya panas, pusing, mual, lemes sejak 10 hari yang lalu dan BAB 4 kali sehari konsistensi encer sejak 6 hari yang lalu

d)Riwayat Penyakit keluarga/menurun

Ibu mengatakan keluarga nya baik dari pihak ibu maupun ayah tidak ada yang mempunyai penyakit menurun seperti Hipertensi, stroke, TBC, Hepatitis, Jantung dan tidak ada riwayat penyakit demam tifoid

3) Riwayat Sosial a) Yang mengasuh

Ibu mengatakan anaknya diasuh kedua orang tua kandungnya b) Hubungan dengan anggota keluarga

Ibu mengatakan hubungan anaknya dengan anggota keluarga baik.

c) Hubungan dengan teman sebaya

Ibu mengatakan hubungan anaknya dengan teman sebaya baik dan sering bermain.

d) Lingkungan rumah

Ibu mengatakan lingkungan rumah aman, kandang ternak berada didalam rumah. jendela tidak pernah dibuka setiap hari.

4) Pola Kebiasaan sehari-hari a) Nutrisi

(1) Makanan yang disuka

Ibu mengatakan makanan yang disukai adalah nasi dengan sayur bayam, dan tempe.

(2) Makanan yang tidak disuka

Ibu mengatakan anaknya tidak ada makanan yang tidak disukai

(3) Pola makan yang digunakan (a) Sebelum Sakit

Ibu mengatakan anaknya makan sehari 3 kali, jenis Nasi, Sayur, lauk, porsi banyak dan minum air putih 8 gelas per hari dan susu 2 gelas per hari.

(b)Selama sakit

Ibu mengatakan anaknya makan dengan porsi sedikit sehari 3 kali, jenis nasi, sayur, lauk dan habis ¼ porsi, minum air putih 4 gelas per hari dan susu 1 gelas perhari

b) Istirahat/Tidur (a) Sebelum sakit

Pagi : Ibu mengatakan anaknya tidur siang pukul 12.30 WIB lamanya 2 jam

Malam : Ibu mengatakan anaknya tidur malam pukul 20.35 WIB lamanya 8 jam

(b) Selama sakit

Pagi : Ibu mengatakan anaknya tidur siang pukul 11.00 WIB lamanya 1 jam dan rewel, sering terbangun, susah tidur dan harus digendong ibu. Malam : Ibu mengatakan anaknya tidur malam pukul

21.00 WIB lamanya 6 jam, anaknya sering terbangun di tengah malam karena rewel. c) Personal Hygiene

(1) Sebelum sakit

Mandi pagi : Ibu mengatakan anaknya mandi pagi pukul 07.00 WIB.

Mandi sore : Ibu mengatakan anaknya mandi sore pukul 16.00 WIB.

(2) Selama sakit

Mandi pagi : Ibu mengatakan anaknya hanya disibin dengan air hangat pukul 07.30 WIB

Mandi sore : Ibu mengatakan anaknya hanya disibin dengan air hangat pukul 16.00 WIB

d) Aktivitas

(1) Sebelum sakit : Ibu mengatakan anaknya aktif dalam bermain.

(2) Selama sakit : Ibu mengatakan anaknya tampak lemah dan tidak mau bermain, sering rewel dan gelisah.

e) Eliminasi

(1) Sebelum sakit

BAB : Ibu mengatakan anaknya BAB 1-2 kali sehari konsistensi lembek.

BAK : Ibu mengatakan anaknya BAK 3 kali sehari, berwarna kuning pekat, lancar.

(2) Selama Sakit

BAB : Ibu mengatakan anaknya BAB 4 kali sehari, konsistensi cair.

BAK : Ibu mengatakan anaknya BAK 5-6 kali sehari warna kuning pekat, bau khas urine. c. Pemeriksaan Fisik (Data Objektif)

1) Status Generalis

a) Keadaan umum : Sedang b) Kesadaran : Composmentis

c) TTV : Suhu : 39,5"C Nadi : 110 x/menit Respirasi : 22 x/menit

2) Pemeriksaan Sistematis a) Kepala

(1) Rambut : Hitam, bersih tidak rontok, Ubun-ubun cekung, tidak ada kelainan

(2) Mata : Kelopak mata cekung Conjungtiva : Pucat

sklera : Putih

b) Telinga : Bersih, tidak ada serumen c) Hidung : Bersih, tidak ada cuping hidung

d) Mulut : Bibir warna pucat kering, agak pecah-pecah, lidah kotor, warna lidah putih semua, tidak ada stomatitis.

e) Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.

f) Dada : Simetris tidak ada tarikan dinding dada ke dalam, tidak ada bercak rose pada abdomen

g) Perut : Turgor pada perut jika dicubit kembalinya lambat (± 5 detik), sedikit kembung, bising usus normal 10 x/menit.

h) Genetalia : Normal, tidak ada varises dan anus tidak ada haemoroid.

i) Ekstremitas : Jari tangan dan kaki lengkap, tidak oedem, terpasang Infus RL 12 tpm di tangan kanan.

3) Pemeriksaan Antropometri BB / TB : 13 Kg / 80 cm 4) Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang yang digunakan adalah pemeriksaan feses dengan cara Inspeksi :

Warna : Coklat Bau : Khas Feses Konsistensi : Cair

Lendir : Negatif, Darah : Positif

2. INTERPRETASI DATA

Tanggal : 11 Mei 2015 Pukul : 08.30 WIB

a. Diagnosa Kebidanan

Anak R umur 3 tahun jenis kelamin laki-laki dengan demam tifoid Data Dasar

Data Subjektif

1) Ibu mengatakan anaknya umur 3 tahun.

2) Ibu mengatakan anaknya berjenis kelamin Laki-laki

3) Ibu mengatakan anaknya panas, pusing, mual, lemes sejak 10 hari yang lalu dan buang air besar 4-5 kali sehari konsistensi encer sejak 6 hari yang lalu

Data Objektif

1) Keadaan umum : Sedang 2) Kesadaran : Composmentis

3) TTV:

a) Suhu: 39,5"C

b) Respirasi: 22 x/menit c) Nadi:110 x/menit Pemeriksaan sistematis

1) Mata : Kelopak mata Cekung, Conjungtiva : Pucat, sklera Putih

2) Muka : Pucat

3) Mulut : Bibir warna pucat kering, agak pecah-pecah, lidah kotor, warna lidah putih semua, tidak ada stomatitis. 4) Perut : Turgor pada perut jika dicubit kembalinya lambat

(±5 detik), sedikit kembung, bising usus normal 10x/menit.

5) Ekstremitas : Jari tangan dan kaki lengkap, tidak oedema, akral hangat, terpasang Infus RL 12 tpm di tangan kanan. 6) Pemeriksaan penunjang (Pemeriksaan feses) secara Inspeksi.

Warna : Coklat Darah : Negatif

Bau : Khas Feses Konsistensi : Cair Lendir : Negatif

b. Masalah

Gelisah, nafsu makan dan aktivitas menurun, anaknya rewel dan hanya mau digendong ibunya dan susah tidur apabila ibunya tidak disampingnya

c. Kebutuhan

1) Menganjurkan ibu untuk selalu mendampingi anaknya 2) Mencukupi nutrisi anak yang optimal

3. DIAGNOSA POTENSIAL

Tidak ada

4. ANTISIPASI

Berkolaborasi dengan dokter umum di Puskesmas untuk pemberian terapi obat

5. PERENCANAAN

Tanggal : 11 Mei2015 Pukul : 09.00 WIB a. Beri penjelasan pada orang tua tentang penyakit anaknya b. Kaji pola BAB

c. Atur ruangan agar cukup ventilasi.

d. Anjurkan ibu agar anaknya banyak minum air putih atau sirup, teh manis atau apa yang disukai anak

e. Berikan nutrisi yang mengandung cukup energi dan protein rendah serat

f. Pemberian terapi sesuai program dokter.

6. PELAKSANAAN

Tanggal : 11 Mei 2015 pukul : 10.00 WIB

a. Pukul 10.00 Wib memberi penjelasan pada orang tua tentang penyakit anaknya bahwa anaknya menderita penyakit tifus yaitu penyakit yang disebabkan oleh masuknya bakteri ke tubuh anaknya yang berasal dari

makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut dari kotoran orang yang sebelumnya terkena tifus yang ditandai dengan gejala panas/demam, mencret, mual, sakit perut dan perlu mendapatkan penanganan yang intensif untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat. Karena penyakit ini bisa menular untuk itu bagi anaknya kalau habis BAB harus mencuci tangan hingga bersih.

b. Pukul 11.00 Wib mengkaji pola BAB dengan cara memberitahu keorang tua apabila anaknya BAB harus menghubungi perawat di ruangan agar bisa dikaji BAB anaknya.

c. Pukul 12.00 Wib mengatur ruangan agar cukup ventilasi dengan cara membuka jendela setiap pagi hari dan memberi kipas angin diruangan anaknya agar anaknya merasa nyaman dan tidak kepanasan dan agar udara diruangan segar.

d. Pukul 13.00 Wib menganjurkan ibu agar anaknya minum air putih atau sirup, teh manis atau apa yang disukai anak sedikit-sedikit tapi sering sampai habis dan diberikan menggunakan sendok atau sedotan dan harus habis.

e. Pukul 14.00 Wib memberikan nutrisi yang mengandung cukup energi dan protein rendah serat yaitu bubur, telur ayam kampung, sayur bayam dan tempe.

f. Pukul 15.00 Wib Pemberian terapi sesuai program dokter. Obat yang dapat diberikan adalah :

setiap 6 jam

2) Puyer paracetamol 500 mg 3 butir dijadikan 10 bungkus 3x1/hari 3) Ceftriaxone injeksi 75 mg setiap 6 jam

7. EVALUASI

Tanggal : 11 Mei 2015 Pukul : 16.20 WIB

a. Orang tua sudah mengerti tentang penyakit anaknya

b. Pukul 07.00 Wib – pukul 16.20 Wib BAB 2 kali, konsistensi encer, berwarna coklat

c. Ruangan sudah cukup ventilasi.

d. Pukul 07.00 Wib – pukul 16.20 Wib Anak sudah minum 3 gelas air putih

e. Pukul 07.00 Wib – pukul 16.20 Wib Anak sudah makan bubur setengah mangkok kecil, 2 telur ayam kampung habis setengah dengan porsi sedang dan anak tidak muntah

f. Terapi obat sudah diberikan

Kloramfenikol syrup 1 botol 125 ml 1 sendok makan sudah diminumkan, Puyer paracetamol 1 bungkus sudah diminumkan, Ceftriaxone injeksi 75 mg sudah diinjeksi

DATA PERKEMBANGAN 1

Tanggal : 12 Mei 2015 Pukul : 06.30 WIB S : Data Subjektif

1. Ibu mengatakan anaknya sudah buang air besar 2 kali pada pukul 24.00 – 06.30 WIB , konsistensi encer, berwarna coklat dan sedikit berampas dan buang air kecil 2 kali warna kuning jernih

2. Ibu mengatakan anaknya semalam makan bubur sebanyak 5 kali suapan dan minum 1 gelas air putih

3. Ibu mengatakan anaknya semalam rewel, mudah terbangun dan tidak bisa tidur

O : Data Objektif

1. Keadaan umum : Sedang 2. Kesadaran : Composmentis

3. TTV : Suhu : 38,5 "C, Respirasi : 32 x/menit 4. Bising usus : 8 x/menit

5. Mata cekung, cubitan kulit perut kembalinya pelan-pelan, bibir dan lidah kering dan kotor

6. Ekstremitas : Masih terpasang Infus RL 12 tpm di tangan kanan A : Assasment

P : Planning

1. Pukul 07.00 Wib mengkaji pola BAB

2. Pukul 07.15 Wib menjelaskan Keadaan umum dan vital sign

3. Pukul 08.20 Wib memberi kompres hangat pada daerah axila, lipat paha dan temporal

4. Pukul 08.30 WIB menganjurkan ibu anak untuk memakai pakaian yg dapat menyerap keringat pada anaknya

5. Pukul 09.30 WIB meneruskan terapi pengobatan yaitu Kloramfenikol syrup 1 botol 125 ml 1 sendok makan diminumkan setiap 6 jam, Puyer paracetamol 500 mg 3 butir dijadikan 10 bungkus 3x1/hari, Ceftriaxone injeksi 75 mg setiap 6 jam

6. Pukul 11.00 WIB menganjurkan pada ibu untuk memberikan banyak minum air putih pada anaknya agar tidak terjadi dehidrasi minum 5-6 gelas/ 24 jam

7. Pukul 12.00 WIB memberi nutrisi yang mengandung energi dan protein serta tinggi serat yaitu bubur ayam, sayur bayam, telur kampung, tahu dan susu

Evaluasi

Tanggal : 12 Mei 2015 Pukul 13.30 WIB

1. Pukul 06.00 WIB - Pukul 13.30 WIB Pola BAB 2 kali, konsistensi encer, warna coklat

2. Keadaan umum sedang, vital sign pasien: suhu 38,5 "C, Nadi : 78

3. Anak sudah diberikan kompres hangat pada daerah axila, lipat paha dan temporal

4. Anak memakai pakaian yg dapat menyerap keringat yang berbahan katun

5. Kloramfenikol syrup 1 botol 125 ml 1 sendok makan sudah diminumkan, Puyer paracetamol 1 bungkus sudah diminumkan, Ceftriaxone injeksi 75 mg sudah diinjeksi

6. Anak mau untuk banyak minum air putih sebanyak 5 gelas

8. Nutrisi yang mengandung energi dan protein serta tinggi serat sudah diberikan, yaitu bubur ayam, sayur bayam, telur kampung, tahu dan susu.

DATA PERKEMBANGAN II

Tanggal : 13 Mei 2015 Pukul : 06.00 WIB

S : Data Subjektif

1. Ibu mengatakan anaknya sudah buang air besar 2 kali pada pukul 24.00 – 06.00 WIB , konsistensi encer dan sedikit berampas dan buang air kecil 2 kali warna kuning jernih

2. Ibu mengatakan anaknya semalam makan roti sebanyak 5 kali suapan dan minum 2 gelas air putih

3. Ibu mengatakan anaknya semalam rewel, mudah terbangun dan tidak bisa tidur

O : Data Objektif

1. Keadaan umum : Sedang

2. Kesadaran : Composmentis

3. TTV : Suhu : 38"C, N : 100 x/menit, Respirasi : 32 x/menit 4. Bising usus : 8 x/menit

5. Mata cekung, cubitan kulit perut kembalinya masih pelan-pelan, bibir dan lidah kering dan kotor, kelopak mata terlihat cekung

6. Ekstremitas : Masih terpasang Infus RL 12 tpm di tangan kiri A : Assasment

An. R umur 3 Tahun sakit demam tifoid perawatan hari ketiga P : Planning

1. Pukul 06.00 WIB Mengkaji pola BAB

2. Pukul 07.00 WIB Menganjurkan ibu untuk tetap memberikan anaknya banyak minum 5-6 gelas/hari

3. Pukul 08.00 WIB Menganjurkan keluarga untuk tetap mengompres hangat pada axilla dan temporal dan ibu klien tampak mengganti kapas kompres sekali dalam 10 menit

4. Pukul 08.40 WIB Menganjurkan ibu untuk tetap memakaikan pakaian pada anaknya yang bahannya dapat menyerap keringat seperti katun dan kaos

5. Pukul 09.00 WIB Meneruskan terapi pengobatan Kloramfenikol syrup 1 botol 125 ml 1 sendok makan diminumkan setiap 6 jam, Puyer

paracetamol 500 mg 3 butir dijadikan 10 bungkus 3x1/hari, Ceftriaxone injeksi 75 mg setiap 6 jam

6. Pukul 12.20 WIB Memberi nutrisi yang mengandung energi dan protein serta tinggi serat

Evaluasi

Tanggal : 13 Mei 2015 Pukul 13.00 WIB

1. Pukul 06.00 - Pukul 13.00 WIB Pola BAB 2 kali sehari, konsistensi encer, warna coklat

2. Anak sudah banyak minum air putih 6 gelas dan tidak dehidrasi lagi 3. Kompres hangat sudah diberikan

4. Anak sudah memakai baju berbahan katun

5. Obat sudah diberikan Kloramfenikol syrup 1 botol 125 ml 1 sendok makan sudah diminumkan, Puyer paracetamol 1 bungkus sudah diminumkan , Ceftriaxone injeksi 75 mg sudah diinjeksi

6. Anak sudah makan-makanan yang diberikan, yaitu nasi 1 piring, telur ayam kampung, sayur sop, tempe dan susu

DATA PERKEMBANGAN III

Tanggal : 14 Mei 2015 Pukul : 06.00 WIB

S : Data Subjektif

1. Ibu mengatakan anaknya sudah buang air besar 1 kali pada pukul 24.00 – 06.00 WIB , konsistensi lunak, berwarna coklat dan buang air kecil 1 kali warna kuning jernih

2. Ibu mengatakan anaknya semalam makan roti sebanyak 6 kali suapan dan minum 2 gelas air putih

3. Ibu mengatakan anaknya sudah tidak rewel, anaknya sudah bisa tidur nyenyak

O : Objektif

1. Keadaan umum : Sedang

2. Kesadaran : Composmentis

3. TTV : Suhu : 37,5"C, Respirasi : 30 x/menit, Nadi : 95 x/menit 4. Bising usus : 8 x/menit

5. Turgor normal, bibir dan lidah normal, kelopak mata sudah tidak cekung 6. Ekstremitas : Masih terpasang Infus RL 12 tpm di tangan kanan A : Assasment

An. R umur 3 Tahun sakit demam tifoid perawatan hari keempat P : Planning

1. Pukul 06.00 WIB Mengkaji pola BAB

2. Pukul 07.00 WIB Memantau intake dan output cairan dalam 24 jam

3. Pukul 08.00 WIB Menganjurkan ibu untuk tetap memberikan minum banyak 5-6 gelas / hari

4. Pukul 08.30 WIB Memberi penjelasan kepada keluarga/ klien tentang pentingnya kebutuhan cairan untuk anaknya

5. Pukul 09.00 WIB Meneruskan terapi pengobatan, Kloramfenikol syrup 1 botol 125 ml 1 sendok makan diminumkan setiap 6 jam, Puyer

paracetamol 500 mg 3 butir dijadikan 10 bungkus 3x1/hari, Ceftriaxone injeksi 75 mg

6. Pukul 12.00 WIB Memberi nutrisi yang mengandung energi dan protein serta tinggi serat yaitu nasi, telur ayam kampung, ikan, sayur serta susu dan buah semangka

Evaluasi

Tanggal : 14 Mei 2015 Pukul 13.00 WIB

1. Pukul 06.00 - Pukul 13.00 WIB Pola BAB 1 kali sehari, konsistensi lunak, disertai ampas, warna coklat

2. Makan porsi banyak, Minum 6 gelas/ hari, BAK 3 kali/hari 3. Pasien mau untuk banyak minum air putih sebanyak 6 gelas

4. Kebutuhan cairan yang optimal akan membantu penyembuhan anaknya

5. Terapi obat sudah diberikan yaitu

Kloramfenikol syrup 1 botol 125 ml 1 sendok makan sudah diminumkan, Puyer paracetamol 1 bungkus sudah diminumkan, Ceftriaxone injeksi 75 mg sudah diinjeksi.

6. Nutrisi yang mengandung energi dan protein serta tinggi serat sudah diberikan, yaitu nasi, telur ayam kampung, ikan, sayur serta susu dan buah semangka.

DATA PERKEMBANGAN IV

Tanggal : 15 Mei 2015 Pukul : 06.00 WIB

S : Data Subjektif

1. Ibu mengatakan anaknya sudah buang air besar 1 kali pada pukul 24.00 – 06.00 WIB , konsistensi lunak warna hitam kecoklatan dan buang air kecil 1 kali warna kuning jernih

2. Ibu mengatakan anaknya semalam makan roti sebanyak 6 kali suapan dan minum 2 gelas air putih

3. Ibu mengatakan anaknya sudah tidak rewel, sudah bisa tidur nyenyak O : Data Objektif

1. Keadaan umum : Baik

2. Kesadaran : Composmentis

3. TTV : Suhu : 36,5"C, Respirasi : 24 x/menit, Nadi: 88 x/menit 4. Bising usus 9x/menit

5. Turgor normal, bibir dan lidah normal, kelopak mata sudah tidak cekung 6. Ekstremitas : Masih terpasang Infus RL 12 tpm di tangan kanan A : Assasment

An. R umur 3 Tahun sakit demam tifoid perawatan hari kelima post demam tifoid

P : Planning

1. Pukul 06.00 WIB Menjelaskan pentingnya nutrisi bagi ibu anak untuk mempercepat proses penyembuhan.

2. Pukul 07.00 WIB Melihat dan memperhatikan seberapa banyak makanan yang dihabiskan dari porsi yang telah disediakan.

3. Pukul 08.00 WIB Menanyakan kepada ibu anak makanan apa yang disukai dan yang tidak disukainya.

4. Pukul 09.00 WIB Meneruskan terapi pengobatan Kloramfenikol syrup 1 botol 125 ml 1 sendok makan diminumkan setiap 6 jam, Puyer paracetamol 500 mg 3 butir dijadikan 10 bungkus 3x1/hari, Ceftriaxone injeksi 75 mg dan melepas infuse

5. Pukul 10.00 WIB Melibatkan keluarga dalam perencanaan makan anak dengan membujuk klien supaya mau makan dan menyuapi klien saat makan.

6. Pukul 11.00 WIB menganjurkan ibu untuk menyajikan makanan dalam keadaan hangat agar anak mau menghabiskan makanan yang disajikan. 7. Pukul 21.00 WIB Menganjurkan ibu anak agar anak makan dalam porsi

kecil tapi sering dan mudah dicerna sehingga anak tercukupi kebutuhan nutrisinya

8. Pukul 12.20 WIB Menciptakan suasana yang menyenangkan, lingkungan yg bebas dari bau sewaktu makan.

9. Pukul 14.00 WIB Memberikan pendidikan kebersihan dan lingkungan 10. Pukul 15.00 WIB Memberi obat rawat jalan Kloramfenikol syrup 1 botol

125 ml 1 sendok makan diminumkan setiap 6 jam, Puyer paracetamol 500 mg 3 butir dijadikan 10 bungkus 3x1/hari

11. Pukul 15.30 WIB Menganjurkan ibu untuk membawa anaknya kontrol ulang pada tanggal 20 Mei 2015

Evaluasi

Tanggal : 15 Mei 2015 Pukul 15.00 WIB

1. Ibu sudah mengerti pentingnya nutrisi bagi ibu anak untuk mempercepat proses penyembuhan.

2. Anak sudah banyak makan dan sudah menghabiskan makanan sesuai porsi makan yang disediakan

3. Anak suka makan nasi sayur, bubur kacang ijo dan minum susu dan tidak ada makanan yang tidak disukainya

4. Kloramfenikol syrup 1 botol 125 ml 1 sendok makan sudah diminumkan, Puyer paracetamol 1 bungkus sudah diminumkan , Ceftriaxone injeksi 75 mg sudah diinjeksi dan infuse sudah dilepas

5. Ibu sudah menyuapi anak saat makan

6. Ibu bersedia menyajikan makanan yang hangat supaya anak mau makan dan menghabiskan makanannya

7. Ibu bersedia memberikan anaknya makanan dalam porsi sedikit tapi sering

8. Ibu dan keluarga bersedia menciptakan suasana yang menyenangkan, lingkungan yg bebas dari bau sewaktu makan

9. Ibu sudah mengerti tentang pendidikan kesehatan tentang perawatan penyakit demam tifoid dirumah

10. Obat rawat jalan Kloramfenikol syrup 1 botol 125 ml 1 sendok makan diminumkan setiap 6 jam, Puyer paracetamol 500 mg 3 butir dijadikan 10 bungkus 3x1/hari sudah diberikan dan Pasien sudah pulang

11. Ibu bersedia kontrol ulang pada tanggal 20 Mei 2015

B.PEMBAHASAN KASUS

Pada langkah ini akan membahas teori dengan praktek yang penulis ambil yaitu balita sakit pada An. R umur 3 Tahun dengan demam tifoid menggunakan manajemen kebidanan menurut Varney yang terdiri dari tujuh langkah yaitu Pengkajian, Interpretasi data, Diagnosa potensial, Tindakan segera / Antisipasi, Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi. Adapun penjelasannya sebagai berikut :

1. Pengkajian

Menurut khomsah (2008), tanda dan gejala tifoid antara lain : demam lebih dari seminggu, lidah kotor, kelopak mata cekung, mual berat, sampai muntah, diare atau mencret, lemas, pusing, dan sakit perut. Menurut Kepmenkes No. 364, (2006), pada pasien sakit demam tifoid dilakukan pemeriksaan penunjang antara lain pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan bakteriologis, dan pemeriksaan widal.

Pada kasus ini setelah dilakukan pengkajian berdasarkan data subjektif Ibu mengatakan anaknya umur 3 tahun, panas, pusing, mual, lemes sejak 10 hari yang lalu dan buang air besar 4-5 kali sehari konsistensi encer sejak 6 hari yang lalu, makan dengan porsi sedikit sehari 3 kali, jenis nasi, sayur, lauk dan habis ¼ porsi, minum air putih 4 gelas per hari dan susu 1 gelas perhari. Data objektif didapatkan Keadaan umum Sedang, kesadaran composmentis, TTV: suhu : 39,5"C, respirasi : 20 x/menit, Nadi : 100 x/menit, kelopak mata cekung, conjungtiva :

pucat, sklera putih, muka pucat, mulut : bibir warna pucat kering, agak pecah-pecah, lidah kotor, warna lidah putih semua, tidak ada stomatitis, dada: simetris tidak ada tarikan dinding dada ke dalam, tidak ada bercak rose pada abdomen, perut : turgor pada perut jika dicubit kembalinya lambat (±5 detik), sedikit kembung, bising usus normal :10x/menit, tidak ada varises dan anus tidak ada haemoroid, ekstremitas : jari tangan dan kaki lengkap, tidak oedema, akral hangat, terpasang infus RL 12 tpm di tangan kanan. pemeriksaan penunjang (pemeriksaan feses), warna : coklat, darah : negatif, bau : khas feses, konsistensi : cair, lendir : negatif

Pada langkah ini terdapat kesenjangan antar teori dan praktek yaitu pada teori, menurut Kepmenkes No. 364, (2006) melakukan pemeriksaan penunjang diantaranya pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan bakteriologis, dan pemeriksaan widal, sedangkan pada kasus ini hanya dilakukan pemeriksaan feses dengan cara inspeksi

2. Interpretasi Data

Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan dalam lingkup praktek kebidanan (Varney, 2007). Masalah yang sering terjadi pada anak dengan demam tifoid adalah kebutuhan nutrisi atau cairan dan elektrolit, gangguan suhu tubuh, gangguan rasa aman dan nyaman, dan kurangnya pengetahuan orang tua tentang penyakit (Nursalam, 2013). Pada kasus balita sakit dengan demam tifoid kebutuhannya adalah penggantian cairan tubuh, pencegahan kenaikan suhu, edukasi emosi pada orang tua (Nursalam, 2013).

Diagnosa kebidanan pada kasus ini adalah balita An. R umur 3 tahun dengan demam tifoid. Masalah yang muncul pada kasus ini adalah

Dalam dokumen Index of /files/disk1/20 (Halaman 58-94)

Dokumen terkait