BAB III METODOLOGI PENELITIAN
H. Jadwal Penelitian
Dalam bagian ini diuraikan langkah-langkah kegiatan dari mulai studi pendahuluan sampai dengan penulisan laporan penelitian, beserta waktu berjalan atau berlangsungnya tiap kegiatan tersebut (Notoatmodjo, 2012).
Jadwal penelitian ini terlampir.
ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA AKSEPTOR KB IUD PADA Ny. D UMUR 40 TAHUN P2A0 DENGAN
MENORAGIA DI RSUD KARANGANYAR
A. TINJAUAN KASUS 1. PENGKAJIAN
Tanggal : 08 Juli 2017 Pukul : 10.40 WIB Tempat : Poli Obgyn
a. IDENTITAS PASIEN IDENTITAS SUAMI
1. Nama : Ny. D Nama Suami : Tn. S
2. Umur : 40 Tahun Umur : 49 Tahun
3. Agama : Islam Agama : Islam
4. Suku/Bangsa : Jawa Suku/Bangsa : Jawa 5. Pendidikan : SMA Pendidikan : S1
6. Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta 7. Alamat : Karangrejo RT 01/ RW 06 , Kerjo, Kedawung,
Sragen 8. No. Kartu KB :28
51
b. Anamnesa (Data Subjektif) 1) Alasan kunjungan :
Ibu mengatakan menstruasi hari pertama tanggal 29 Juni 2017 terus-menerus dengan jumlah darah banyak sampai saat ini dengan jumlah darah di pembalut penuh, dalam 1 hari ganti pembalut 4 kali.
2) Riwayat Perkawinan
Ibu mengatakan status perkawinannya sah, kawin pertama kali pada umur 21 tahun dengan suami umur 23 tahun, lamanya perkawinan 9 tahun dan jumlah anak 2 orang.
3) Riwayat Menstruasi
a) Menarche : Ibu mengatakan haid pertama pada umur 14 tahun.
b) Siklus : Ibu mengatakan siklus haidnya 28 hari.
c) Lama : Ibu mengatakan lamanya 6 - 7 hari.
d) Banyaknya : Ibu mengatakan banyaknya 2 - 3 kali ganti pembalut / hari.
e) Teratur / tidak : Ibu mengatakan haidnya teratur setiap bulan.
f) Sifat darah : Ibu mengatakan darah haidnya encer dan berwarna merah segar.
g) Dismenorhoe : Ibu mengatakan tidak pernah merasa nyeri saat haid.
4) Riwayat Obstetri
Tabel 4.1 Riwayat Obstetri
No b) Metode yang pernah digunakan
Tabel 4.2 Riwayat KB Tahun
Pakai Tahun Lepas
Jenis
Alkon Keluhan Alasan Lepas
2010 2010
(hanya 2 kali suntik)
Suntik 3 bulan
Tidak Ada Ganti Alkon
2010 2015 IUD Tidak Ada Ingin Punya Anak
Lagi
2016 IUD
Mulai menstruasi tanggal 29 Juni 2017 dengan
perdarahan banyak
Dipakai sampai sekarang
Sumber : (Data Primer, 2017)
6) Riwayat Penyakit
a) Riwayat Penyakit Sekarang
Ibu mengatakan saat ini tidak sedang sakit seperti batuk, pilek dan demam.
b) Riwayat Penyakit Sistemik
(1) Jantung : Ibu mengatakan tidak pernah merasakan jantungnya berdebar-debar, tidak mudah capek dan tidak pernah mengeluarkan keringat dingin pada telapak tangannya.
(2) Ginjal : Ibu mengatakan tidak pernah mengeluh nyeri pada perut bagian bawah, pinggang kanan dan kiri.
(3) Asma : Ibu mengatakan tidak pernah merasa sesak nafas.
(4) TBC : Ibu mengatakan tidak pernah mengalami batuk yang berkepanjangan lebih dari 2 minggu.
(5) Hepatitis : Ibu mengatakan tidak ada perubahan warna kuning pada mata maupun pada kaki.
(6) DM : Ibu mengatakan tidak pernah merasa haus, lapar dan sering kencing pada malam hari lebih dari 7 kali.
(7) Hipertensi : Ibu mengatakan tidak pernah mengalami tekanan darah tinggi lebih dari 140/90 mmHg.
(8) Epilepsi : Ibu mengatakan tidak pernah mengalami kejang sampai mengeluarkan busa dari mulutnya.
(9) Lain-lain : Ibu mengatakan tidak pernah mempunyai riwayat penyakit HIV/AIDS dan penyakit menular seksual.
c) Riwayat Penyakit Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti hipertensi, DM, jantung, asma dan dalam keluarga juga tidak ada yang memiliki riwayat penyakit menular seperti TBC dan hepatitis.
d) Riwayat Keturunan Kembar
Ibu mengatakan baik dari pihak dirinya maupun dari pihak suaminya tidak ada yang memiliki riwayat keturunan kembar.
e) Riwayat Operasi
Ibu mengatakan belum pernah mengalami operasi apapun.
7) Riwayat Kebiasaan Sehari-hari
a) Pola Nutrisi : Ibu mengatakan sebelum terjadi Menoragia makan 3 kali sehari dengan porsi sedang menu nasi, sayur, lauk pauk, buah, minum air putih sebanyak 7-8 gelas/hari, 1 gelas teh hangat pagi hari dan sekarang saat terjadi Menoragia makan 3 kali sehari dengan porsi sedang menu nasi, sayur, lauk pauk, buah, minum air putih sebanyak 8 gelas/hari.
b) Pola Eliminasi : Ibu mengatakan sebelum terjadi Menoragia BAK 5 - 6 kali sehari, warna kuning jernih dan tidak merasakan nyeri saat berkemih, BAB 1 kali sehari dengan konsistensi lembek, tidak ada keluhan dan sekarang saat terjadi Menoragia BAK 6 kali sehari, warna kuning jernih dan tidak merasakan nyeri saat berkemih.
BAB 1 kali sehari dengan
konsistensi lembek, tidak ada keluhan .
c) Pola Istirahat : Ibu mengatakan sebelum terjadi Menoragia tidur siang ± 1 jam, tidur malam ± 8 jam dan sekarang saat terjadi Menoragia tidur siang
± 2 jam, tidur malam ± 8 jam . d) Aktivitas : Ibu mengatakan sebelum terjadi
Menoragia dan sekarang saat terjadi Menoragia tidak bekerja, Ibu mengatakan sebagai Ibu rumah tangga dengan mengerjakan pekerjaan rumah sendiri.
e) Personal Hygiene : Ibu mengatakan sebelum terjadi Menoragia mandi 2 kali sehari, gosok gigi 2 kali pagi dan malam, ganti baju 2 kali, keramas 3 kali seminggu, ganti pembalut sehari 3 kali, ganti celana dalam 2 kali sehari dan sekarang saat terjadi Menoragia mandi 2 kali sehari, gosok gigi 2 kali pagi dan malam, ganti baju 2 kali, keramas 3 kali
seminggu, ganti pembalut sehari 5 kali, ganti celana dalam 4-5 kali sehari.
f) Pola Seksual : Ibu mengatakan sebelum terjadi Menoragia melakukan hubungan seksual 3-4 kali dalam seminggu dan sekarang saat terjadi Menoragia tidak pernah melakukan hubungan seksual.
8) Data Psikologis
Ibu mengatakan merasa cemas dan khawatir dengan keadaan yang dialaminya.
c. Pemeriksaan Fisik (Data Objektif) 1. Status Generalis
a) Keadaan umum : Baik.
b) Kesadaran : Composmentis.
c) TTV : TD : 130/80 mmHg
N : 84 x / menit R : 22 x / menit S : 36,5 0C
d) TB : 156 cm
e) BB : 59 kg
2. Pemeriksaan Sistematis a) Kepala
1) Rambut : Bersih, warna hitam, tidak berketombe, dan tidak mudah rontok.
2) Muka : Bersih, tidak pucat, tidak oedema, dan tidak ada cloasma.
3) Mata
(a) Oedema : Tidak ada oedema (b) Conjungtiva : Berwarna merah muda (c) Sklera : Berwarna putih.
(d) Hidung : Simetris, bersih, tidak ada sekret.
(e) Telinga : Simetris, bersih dan tidak ada
serumen.
(f) Mulut/gigi/gusi : Mulut bersih, tidak ada stomatitis, gigi bersih, tidak ada caries, gusi tidak berdarah dan tidak bengkak.
b) Leher
1) Kelenjar Gondok : Tidak ada pembesaran kelenjar gondok.
2) Tumor : Tidak ada tumor.
3) Pembesaran Limfe : Tidak ada pembesaran
kelenjar limfe. c) Dada dan Axilla
1) Mammae
(a) Membesar : Normal, membesar kanan dan kiri.
(b) Tumor : Tidak ada tumor.
(c) Simetris : Simetris kanan dan kiri.
2) Axilla
(a) Benjolan : Tidak ada benjolan.
(b) Nyeri : Tidak ada nyeri tekan.
d) Abdomen
1) Pembesaran Uterus : Tidak ada pembesaran uterus 2) Pembesaran Hati : Tidak ada pembesaran hati 3) Benjolan / Tumor : Tidak ada benjolan atau tumor 4) Nyeri Tekan : Tidak ada nyeri tekan
5) Luka Bekas Operasi : Tidak ada luka bekas operasi.
e) Anogenital 1) Vulva Vagina
(a) Varices : Tidak ada varices
(b) Luka : Tidak ada luka pada vulva vagina
(c) Kemerahan : Tidak ada kemerahan (d) Nyeri : Tidak ada nyeri tekan (e) Kelenjar Bartholini : Tidak ada pembesaran
(f) PPV : Keluar darah dari vagina, terlihat dari pembalut ± 30 cc (1 pembalut penuh ukuran besar)
2) Inspeculo
(a) Vagina : Tidak ada kemerahan dan infeksi
(b) PPV : Keluar darah dari vagina terlihat dari pembalut ±10 cc
(c) Tanda Chadwick : Tidak ada tanda Chadwick 3) Pemeriksaan Dalam
(a) Portio / Serviks
(1) Keras / Lunak : Teraba lunak (2) Erosi : Tidak ada erosi (b) Tumor / Benjolan : Tidak ada tumor /
benjolan
(c) Nyeri : Tidak ada nyeri tekan
4) Anus
(a) Haemoroid : Tidak ada haemoroid (b) Keluhan Lain : Tidak ada keluhan
f) Ekstremitas
1) Varices : Tidak ada varices 2) Oedema : Tidak ada oedema 3) Reflek patella : (+) kanan dan kiri 3. Pemeriksaan Penunjang
a) Pemeriksaan Laboratorium : HB : 11 gr/dL
b) Pemeriksaan Penunjang Lain :
Pemeriksaan USG terdapat Polip Endometrium (Hasil terlampir)
2. INTERPRETASI DATA
Tanggal : 8 Juli 2017 Pukul : 11.00 WIB
a. Diagnosa Kebidanan
Ny. D P2 A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan menoragia hari ke-10.
Data Dasar : Data Subjektif :
1) Ibu mengatakan bernama Ny. D umur 40 tahun.
2) Ibu mengatakan pernah melahirkan 2 kali dan belum pernah keguguran.
3) Ibu mengatakan hari pertama menstruasi tanggal 29 Juni 2017 terus- menerus dengan keluar darah yang banyak hari ke 10
dengan jumlah darah di pembalut penuh, 1 hari ganti pembalut 4 kali.
4) Ibu mengatakan saat ini menggunakan KB IUD selama 1 tahun sejak tahun 2016 sampai sekarang.
5) Ibu mengatakan tidak nyeri di bagian perut.
Data Objektif :
1) Keadaan umum : Baik.
2) Kesadaran : Composmentis.
3) TTV : TD : 130/80 mmHg N : 84 x / menit R : 22 x / menit S : 36,5 0C 4) Menstruasi
a) Banyaknya : 4 kali ganti pembalut / hari b) Lama : Lamanya 10 hari
c) Sifat darah : Darah haidnya encer dan berwarna merah segar
5) Hasil Pemeriksaan Inspekulo PPV : ±10 cc
6) Pemeriksaan Hb : 11 gr/dL
7) Pemeriksaan USG : Terdapat Polip Endometrium
b. Masalah
Ibu mengatakan merasa cemas, khawatir dan merasa tidak nyaman dengan keadaannya sekarang ini
c. Kebutuhan
1. Beri dukungan moril pada ibu
2. Beri penjelasan tentang efek samping dari KB IUD
3. DIAGNOSA POTENSIAL Anemia
4. ANTISIPASI / TINDAKAN SEGERA
Kolaborasi dengan dokter SpoG untuk pemberian terapi obat antara lain :
Primolut N 5 mg 3x1 (21 tablet) setelah makan Inbion 60 mg 1x1 (10 tablet) setelah makan
5. PERENCANAAN
Tanggal : 8 Juli 2014 Pukul : 11.05 WIB a. Jelaskan pada ibu tentang keadaannya saat ini.
b. Jelaskan pada ibu tentang Efek samping IUD yang dipakainya.
c. Beri KIE tentang menoragia.
d. Beri KIE tentang diet rendah lemak.
e. Beri KIE personal hygiene terutama pada daerah genetalianya.
f. Beri dukungan moril pada ibu.
g. Beri terapi Primolut N 5 mg 3x1 sebanyak 21 tablet dan Inbion 60 mg 1x1 tablet sebanyak 10 tablet (malam hari).
h. Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 3 hari lagi yaitu pada tanggal 11 Juli 2017 atau bila ada keluhan.
6. IMPLEMENTASI
Tanggal : 8 Juli 2017 Pukul : 11.10 WIB a. Pukul 11.10 WIB : Menjelaskan pada ibu hasil pemeriksaan
1) Keadaan Umum : Baik
2) Kesadaran : Composmentis 3) TTV : TD : 130/80 mmHg
N : 84 x/menit R : 22 x/menit S : 36,5 0C 4) Hasil USG : Terdapat Polip b. Pukul 11.20 WIB : Menjelaskan pada ibu tentang Efek
samping IUD salah satunya terjadi perdarahan.
c. Pukul 11.25 WIB : Memberikan KIE tentang menoragia meliputi gejala seperti perdarahan diluar siklus haid.
d. Pukul 11.45 WIB : Memberikan KIE tentang diet rendah
lemak yaitu mengurangi jumlah lemak dalam makanan untuk tujuan tertentu dan mencegah berbagai penyakit akibat kelebihan lemak dengan mengkonsumsi makanan yang bersumber dari karbohidrat yaitu beras merah, roti, dan gandum.
Sumber protein seperti ayam tanpa kulit, ikan segar, tempe, tahu, dan kacang-kacangan (kacang hijau, kacang tanah, dan kedelai), sayuran dan buah-buahan.
e. Pukul 12.00 WIB : Memberikan KIE tentang personal hygiene terutama pada daerah kemaluannya yaitu dengan cara membasuh daerah genetalia dengan air bersih dari arah depan ke belakang setelah BAK maupun BAB kemudian keringkan dengan tissue atau kain yang bersih dan kering serta selalu menjaga genetalia agar tetap kering dan bersih serta mengganti pembalut sesuai kebutuhan ibu dalam sehari ± 5 kali.
f. Pukul 12.15 WIB : Memberikan dukungan moril pada ibu supaya ibu tidak cemas dan khawatir
tentang menstruasi yang dialaminya.
g. Pukul 12.20 WIB : Memberikan Primolut N 5 mg 3x1 sebanyak 21 tablet diminum setelah makan dan Inbion 60 mg 1x1 sebanyak 10 tablet (malam hari), serta menganjurkan ibu untuk meminum terapi yang diberikan.
h. Pukul 12.30 WIB : Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 3 hari lagi yaitu pada tanggal 11 Juli 2017 atau bila ada keluhan.
7. EVALUASI
Tanggal : 8 Juli 2017 Pukul : 12.35 WIB a. Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaannya.
b. Ibu sudah mengetahui efek samping IUD yang dipakainya sudah sering terjadi perdarahan.
c. Setelah diberikan KIE tentang menoragia, dan ibu sudah paham tentang menoragia,
d. Ibu sudah mengerti tentang diet rendah lemak.
e. Ibu mengerti cara membersihkan daerah kemaluannya.
f. Ibu tidak cemas dan khawatir serta yakin bahwa menoragia bisa disembuhkan.
g. Ibu sudah mendapatkan terapi Primolut N 5 mg 3x1 diminum setelah makan sebanyak 21 tablet dan Inbion 60 mg 1x1 sebanyak 10 tablet diminum malam hari, serta bersedia meminum terapi yang diberikan.
h. Ibu bersedia melakukan kunjungan ulang yaitu pada tanggal 11 Juli 2017 atau bila ada keluhan.
DATA PERKEMBANGAN I
(Kontrol Ulang I) DI POLI OBGYN
RSUD KARANGANYAR
Tanggal : 11 Juli 2017 Pukul : 11.30 WIB
S :
1. Ibu mengatakan masih mengeluarkan darah dari daerah kemaluannya tapi sedikit dan sudah ganti pembalut 1 kali yaitu tadi sesudah mandi pagi dan tidak merasakan nyeri pada perutnya serta sudah ganti pembalut ± 4 kali sehari.
2. Ibu mengatakan sudah meminum Inbion 60 mg dan Primolut N 5 mg sesuai anjuran dokter.
O :
1. Keadaan umum : Baik
2. Kesadaran : Composmentis
3. TTV : TD : 120/80 mmHg R : 20 x/menit N : 82 x/menit S : 36,2oC 4. Pemeriksaan Fisik
a. Muka : Bersih, tidak pucat, tidak oedema, dan tidak ada cloasma.
b. Mata
1) Oedema : Tidak ada oedema 2) Congjungtiva : Berwarna merah muda 3) Sklera : Putih
4) Pemeriksaan pervaginam dengan hasil darah dipembalut sedikit ada darah berwarna merah segar ± 15 cc.
5) Abdomen : Tidak ada nyeri tekan.
A :
Ny.D P2A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan menoragia hari ke-13.
P :
Tanggal : 11 Juli 2017 Pukul : 09.45 WIB
1. Pukul 11.45 WIB : Menganjurkan ibu tetap menjaga personal hygiene terutama pada daerah kemaluannya yaitu dengan cara membasuh daerah genetalia dengan air bersih dari arah depan ke belakang setelah BAK maupun BAB kemudian keringkan dengan tissue atau kain yang bersih dan kering serta selalu menjaga genetalia agar tetap kering dan bersih.
2. Pukul 11.50 WIB : Menganjurkan ibu untuk tetap melakukan Diet Rendah Lemak yaitu untuk mengurangi jumlah lemak dalam makanan untuk tujuan tertentu dan mencegah penyakit akibat kelebihan lemak.
3. Pukul 12.00 WIB : Menganjurkan ibu untuk tetap minum obat secara teratur yaitu Primolut N 5 mg 3x1 diminum setelah makan dan Inbion 60 mg 1x1 tablet.
4. Pukul 12.05 WIB : Menganjurkan ibu untuk kontrol 4 hari lagi yaitu pada tanggal 15 Juli 2017.
EVALUASI
Tanggal : 11 Juli 2017 Pukul : 12.10 WIB
1. Ibu bersedia menjaga kebersihan area genetalianya.
2. Ibu bersedia menjaga Diet Rendah Lemak.
3. Ibu bersedia minum obat secara teratur.
4. Ibu bersedia untuk kontrol 4 hari lagi yaitu pada tanggal 15 Juli 2017.
DATA PERKEMBANGAN II
(Kontrol Ulang II) DI POLI OBGYN
RSUD KARANGANYAR
Tanggal :15 Juli 2017 Pukul : 10.00 WIB
S :
1. Ibu mengatakan sudah tidak mengeluarkan darah dari kemaluannya.
2. Ibu merasa senang dengan keadaannya saat ini.
3. Ibu mengatakan terapi obat yang diberikan dari dokter masih.
O :
1. Keadaan umum : Baik
2. Kesadaran : Composmentis
3. TTV : TD : 120/70 mmHg N : 84 x / menit R : 22 x / menit S : 36,5 oC
4. PPV : Tidak ada pengeluaran
A :
Ny. D P2A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan riwayat menoragia.
P :
Tanggal : 15 Juli 2017 Pukul : 10.15 WIB
1. Pukul 10.15 WIB : Menjelaskan pada ibu hasil pemeriksaan 1) Keadaan Umum : Baik
2) Kesadaran : Composmentis 3) TTV : TD : 120/70 mmHg
N : 84 x/menit R : 22 x/menit S : 36,5 0C
4) PPV : Tidak ada pengeluaran 2. Pukul 10.20 WIB : Mengingatkan kembali agar ibu menghindari
atau mencegah faktor resiko yang bisa menyebabkan menoragia. Misalnya dengan melakukan pekerjaan tidak terlalu capek dan menghindari stress psikologis.
3. Pukul 10.20 WIB : Mengingatkan kembali kepada ibu untuk tetap menjaga kebersihan diri terutama daerah kemaluan.
4. Pukul 10.25 WIB : Menganjurkan ibu untuk tetap menggunakan KB IUD.
EVALUASI
Tanggal : 15 Juli 2017 Tanggal : 10.30 WIB
1. Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaannya.
2. Ibu bersedia mengikuti semua anjuran yang diberikan.
3. Ibu bersedia untuk selalu menjaga kebersihan personal hygiene.
4. Ibu bersedia untuk tetap menggunakan KB IUD.
5. Menoragia sudah teratasi.
B. PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis ingin menguraikan tentang proses asuhan kebidanan pada akseptor KB IUD dengan menoragia di RSUD Karanganyar dengan menggunakan manajemen 7 langkah Varney. Dalam penerapan asuhan kebidanan ini penulis ingin menguraikan kesenjangan antara teori dan praktek yang penulis temukan dilapangan.
1. Pengkajian
Pengkajian data pada teori didapatkan data subjektif klien datang untuk memeriksakan masalah haidnya yang lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari) (Saifuddin, 2008). Data objektif menurut Ambarwati dan Wulandari (2010), pada pemeriksaan inspekulo dan pemeriksaan dalam didapatkan pengeluaran darah dari vagina lebih dari 80 cc dan tidak ada infeksi, kemerahan, dan pada pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hemoglobin darah dan pemeriksaan USG untuk mengetahui adakah kelainan dan polip endometrium atau tidak, hasil biopsi endometrium, dan untuk mengetahui terdapat massa dalam ovarium, serta adanya nyeri ( Anwar dkk, 2011).
Pengkajian data pada kasus Ny. D P2A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan menoragia didapatkan data subjektif ibu mengatakan mulai menstruasi tanggal 29 Juni 2017 terus-menerus dengan perdarahan yang banyak, 1 hari ganti pembalut 4 kali (± 80 cc). Pada data objektif didapatkan hasil keadaan umum : baik,
kesadaran : Composmentis, TTV : TD : 130/80 mmHg, N : 84 x/menit, R : 22 x/menit, S : 36,5 0C, vulva vagina tidak ada varices, tidak ada infeksi dan kemerahan, keluar darah dari vagina terlihat dari pembalut ± 30 cc, pemeriksaan USG terdapat Polip Endometrium.
Pada langkah ini penulis menemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus yang ada dilahan praktek yaitu pada teori di data subjektif pasien merasakan nyeri pada perut sedangkan dilahan praktek pada data subjektif pasien tidak merasakan nyeri, namun kesenjangan tidak menjadi komplikasi.
2. Interpretasi Data
Masalah yang sering muncul pada akseptor KB IUD dengan Menoragia yaitu efek samping yang berupa perdarahan banyak yang berdampak pada psikologi berupa kecemasan dan ketidak nyaman dengan Menoragia tersebut. Kebutuhan pada akseptor KB IUD dengan menoragia adalah memberikan dukungan moril pada ibu dan memberikan penjelasan pada ibu tentang efek samping dari KB IUD (Datta, 2010).
Data yang telah dikumpulkan pada kasus Ny. D P2A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan menoragia dapat ditegakkan diagnosa kebidanan sebagai berikut Ny. D P2A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan menoragia. Sedangkan masalah yang muncul adalah ibu mengatakan merasa cemas, khawatir dan merasa tidak nyaman dengan keadaannya sekarang ini, dan kebutuhan yang
diberikan berupa memberikan dukungan moril kepada ibu serta memberi penjelasan tentang menoragia merupakan efek samping dari KB IUD.
Pada langkah ini penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus yang ada dilahan praktek.
3. Diagnosa Potensial
Diagnosa potensial pada kasus asuhan kebidanan pada Ny. X akseptor KB IUD dengan Menoragia bukan merupakan kegawat daruratan. Namun apabila Menoragia terus berlanjut bisa menyebabkan anemia (Saifuddin, 2008).
Pada kasus Ny. D P2A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan menoragia diagnosa potensial berupa anemia tidak muncul setelah dilakukan tindakan yang cepat dan oleh tenaga kesehatan.
Dari perbandingan tersebut penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek yang ada dilahan.
4. Antisipasi / Tindakan Segera
Pada langkah ini, bidan menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera, melakukan konsultasi, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien (Yulifah dan Surachmindari, 2013). Pada kasus akseptor KB IUD dengan Menoragia antisipasi yang diberikan pemberian Inbion 1x1 tablet, Asam Mefenamat 250 - 500 mg 2 sampai 4 kali sehari, dan Primolut N 5 mg 3x1 tablet (Anwar dkk, 2011).
Antisipasi pada kasus Ny. D P2A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan menoragia adalah pemberian terapi seperti Primolut N 5 mg 3x1 tablet dan Inbion 1x1 tablet (malam hari).
Pada langkah ini penulis menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek yaitu pada teori diberikan Asam Mefenamat 250 - 500 mg 2 sampai 4 kali sehari, sedangkan dalam praktek di lahan tidak diberikan Asam Mefenamat dikarenakan ibu tidak merasakan nyeri pada perutnya, namun kesenjangan yang terjadi pada kasus ini tidak menyebabkan komplikasi.
5. Rencana Tindakan
Rencana tindakan yang dapat dilakukan pada akseptor KB IUD dengan menoragia menurut Anwar dkk (2011) adalah jelaskan pada klien tentang menoragia yang dialaminya ini, jelaskan pada ibu tentang kondisi IUD yang dipakainya, beri dukungan moril pada ibu, beri terapi obat pada ibu berupa Inbion 1x1 tablet (malam hari), dan Primolut N 5 mg 3x1 tablet, anjurkan untuk mengurangi kelelahan fisik dan stress psikologis, anjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan Hb dan USG, dan anjurkan pada ibu untuk kontrol 1 minggu sampai luka sembuh atau membaik.
Pada perencanaan yang diberikan pada Ny. D umur 40 tahun akseptor KB IUD dengan Menoragia adalah jelaskan pada klien tentang menoragia yang dialaminya ini, jelaskan pada ibu tentang kondisi IUD yang dipakainya, beri KIE tentang menoragia, beri KIE
tentang Diet Rendah Lemak, beri KIE personal hygiene terutama pada daerah kemaluannya, beri dukungan moril pada ibu, beri terapi Inbion 60 mg 1x1 (malam hari) dan Primolut N 5 mg 3x1 sebanyak 10 tablet, dan anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 3 hari lagi yaitu pada tanggal 11 Juli 2017 atau bila ada keluhan.
Pada langkah ini penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus yang ada dilahan.
6. Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan yang dapat dilakukan pada akseptor KB IUD dengan menoragia menurut Anwar dkk (2011) adalah menjelaskan pada klien tentang menoragia yang dialaminya ini merupakan perdarahan yang normal dan merupakan salah satu dari efek samping penggunaan KB IUD, menjelaskan pada ibu tentang kondisi IUD yang dipakainya masih dalam keadaan baik, berikan dukungan moril pada ibu supaya ibu tidak cemas dan khawatir tentang menstruasi yang dialaminya, memberikan terapi berupa Inbion 60 mg 1x1 tablet, dan Primolut N 5 mg 3x1 tablet dan menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu sampai luka sembuh atau membaik.
Pada pelaksanaan yang diberikan pada Ny. D umur 40 tahun akseptor KB IUD dengan Menoragia adalah menjelaskan pada klien tentang menoragia yang dialaminya ini merupakan perdarahan yang normal dan merupakan salah satu dari efek samping penggunaan
KB IUD, menjelaskan pada ibu tentang kondisi IUD yang dipakainya masih dalam keadaan baik, memberikan KIE tentang menoragia, diet rendah lemak, dan personal hygiene terutama pada daerah kemaluannya yaitu dengan cara membasuh daerah genetalia dengan air bersih dari arah depan ke belakang setelah BAK maupun BAB kemudian keringkan dengan tissue atau kain yang bersih dan kering serta selalu menjaga genetalia agar tetap kering dan bersih, berikan dukungan moril pada ibu supaya ibu tidak cemas dan khawatir tentang menstruasi yang dialaminya, memberikan terapi berupa Inbion 60 mg 1x1 tablet dan Primolut N 5 mg 3x1 tablet dan menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi atau bila ada keluhan.
Pada langkah ini penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek dilahan.
7. Evaluasi
Evaluasi tindakan yang dapat dilakukan pada akseptor KB IUD dengan menoragia menurut Anwar dkk (2011) adalah ibu sudah faham tentang menoragia yang dialaminya, ibu sudah mengerti
Evaluasi tindakan yang dapat dilakukan pada akseptor KB IUD dengan menoragia menurut Anwar dkk (2011) adalah ibu sudah faham tentang menoragia yang dialaminya, ibu sudah mengerti