BAB IV : HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Singkat Setting Lokasi Penelitian
Dusun Bandem merupakan sebuah dusun kecil yang berada di Desa Kendal Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi, tepatnya berada di kaki gunung Lawu. Jika dibandingkan dengan dusun-dusun di sekitarnya, masyarakat Dusun Bandem masih jauh tertinggal, terutama dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Salah satu faktor yang menyebabkan keterbelakangan Dusun Bandem adalah minimnya sumber daya manusia atau yang dimiliki, sehingga sangat besar kemungkinan apabila sangat sering terjadi pembodohan hingga penipuan terhadap masyarakat.
Berangkat dari kondisi masyarakat yang demikian, terdapat satu tokoh masyarakat yang tergerak hatinya untuk memperbaiki nasib masyarakat Bandem. Tokoh tersebut bernama H. Muhammad Sutoyo, M.Ag, putra dari H. Kusnan yang mana Dusun bandem ini dasarnya merupakan tempat kelahirannya. Upaya yang dilakukan dalam hal ini yaitu dengan mengangkat dua permasalahan sekaligus, yaitu permasalahan di bidang penidikan dan keagamaan. Dengan berbekal kedua permasalahan tersebut, beliau memiliki setitik harapan bahwa Bandem pasti dapat menuju ke arah yang jauh lebih baik.
Atas ridho ayahnya, yaitu H. Kusnan, H. Muhammad Sutoyo, M.Ag bersama dengan kakak kandungnya yakni H. Nur Aschijak, S.Ag memulai dari awal merintis atau mendirikan sebuah lembaga pendidikan informal, yaitu Taman Pendidikan Al-Qur’an. Tanpa disangka pada tahap awal dirintisnya lembaga ini, masyarakat memberikan respon yang sangat hangat. Dibuktikan dengan jumlah santri pertama yang pada saat itu mencapai 40 anak. Melihat besarnya sambutan dan antusias masyarakat, muncul gairah untuk berani melangkah yang lebih jauh yaitu dengan mendirikan suatu lembaga pendidikan formal.
Pada bulan Juli tahun 1993 didirikanlah sebuah Madrasah Tsanawiyah sebagai suatu lembaga pendidikan formal. Bersama tokoh masyarakat Dusun Bandem lainnya, diantaranya K. Sumaryono dan K.
Ma’ruf, H. Muhammad Sutoyo, M.Ag memulai berkerja sangat giat agar impiannya dapat terwujud. Sebagai lembaga yang baru saja lahir dan dengan pengalaman yang masih minim, lembaga ini bermitra dengan sebuah yayasan yang lebih besar yakni Yayasan Fathul Ulum Madiun yang berada di bawah pimpinan Drs. H. Mudzakir. Beliaulah yang senantiasa memberikan bimbingan sekaligus pembinaan, sementara dalam hal administrasi lembaga ini dipegang oleh seorang ahli administrasi senior yang juga berasal dari Kota Madiun bernama Drs. Samiyono.
Kemudian, pada tahun pertama setelah beristikhoroh dan bermusyawarah dengan tokoh-tokoh penting, pada akhirnya seluruh tokoh yang terlibat sepakat untuk memberikan nama MTs Sunan Kalijogo untuk lembaga tersebut. Nama Sunan Kalijogo sendiri terinspirasi dari filosofi perjuangan salah seorang wali di tanah Jawa, yaitu Sunan Kalijogo.
Diharapkan masyarakat dapat meyakini bahwasanya lembaga ini berpegang pada paradigma budaya yang lemah lembut, sopan santun dan memiliki keunggulan dalam hal pekerti. Jika diibaratkan yaitu tidak mengeruhkan air ketika mengambil ikan. Sebagaimana perkataan Imam Ghozali: “Mempertahankan sesuatu lama yang baik dan mengambil sesuatu baru yang lebih baik”.
Pada tahun pertama berdirinya MTs Sunan Kalijogo, secara kuantitas terbilang cukup memuaskan karena dapat memperoleh murid hingga 25 anak. Pada masa itu fasilitas yang ditawarkan kepada murid adalah dengan memberikan seragam gratis tanpa dipungut biaya.
Sehubungan dengan peningkatan jumlah murid yang terbilang cukup signifikan, lahirlah suatu niat untuk membangun gedung agar dapat menjadi ruang kelas karena pada saat itu kegiatan belajar mengajar masih dilaksanakan di rumah-rumah warga dengan menerapkan transaksi dengan sistem pinjam pakai. Kemudian Kegiatan belajar mengajar harian mulai
dilaksanakan di dalam gedung yang dibangun di atas lahan seluas ± 192 m2 milik H. Kusnan yang diwakafkan untuk kepentingan Madrasah.
Perjalanan MTs Sunan Kalijogo selalu mengalami pergerakan atau dinamisasi, seiring dengan didirikannya Madrasah ini terdapat beberapa hambatan yang salah satunya adalah permasalahan yang berkaitan dengan benturan secara keuangan atau finansial dan terdapat bebagai pihak yang tidak ingin keberadaan Madrasah ini semakin eksis di kalangan masyarakat. Hal-hal yang harus dihadapi dari permasalahan tersebut yaitu berbagai fitnah yang timbul, rongrongkan hingga tak jarang terjadi ancaman berupa tindakan intimidasi. Namun atas segala rahmat Allah Swt. disertai dengan ketabahan, ketekunan serta keikhlasan seluruh tokoh, muasis dan assatidz, seiring berjalannya waktu MTs Sunan Kalijogo terus mengalami kemajuan yang cukup fantastis. Harapannya MTs Sunan Kalijogo ini mampu menunjukkan jati dirinya dengan sebuah perspektif masa depan yang cerah dan cemerlang, sehingga dapat bermanfaat bagi Agama, Nusa dan bangsa serta menjadikan amal jariyah bagi pendiri, asatidz dan masyarakat.
Kepala Madrasah yang pertama adalah H. Muhammad Sutoyo, M.Ag selama satu tahun, kemudian tonggak estafet dilanjutkan oleh Isa Ansori, S.Ag selama 14 tahun. Selanjutnya pada tanggal 18 Juli 2007 tonggak kepemimpinan diamanahkan kepada Pujianto, S.Ag. M.PdI yang merupakan seorang kader lokal yang telah dibesarkan oleh MTs Sunan Kalijogo dan secara resmi dilantik oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten Ngawi.
Pada perkembangan selanjutnya, di bulan Desember 2018 madrasah mendapatkan SK Penegerian dari Kementerian Agama. Dan selanjutnya status MTs Sunan Kalijogo berubah dari madrasah berstatus swasta menjadi negeri yang kemudian bernama Madrasah Tsanawiyah Negeri 13 Ngawi. MTsN 13 Ngawi di bawah pimpinan Bapak Pujianto, S.Ag, M.Pd.I selaku Pelaksana Tugas. Adapun Kepala MTsN 13 Ngawi
tahun 2020 terjadi alih kepemimpian. Pada bulan September 2020 tampuk pimpinan MTsN 13 Ngawi dipegang oleh bapak Khoirul Anwar, M.Or.1 2. Visi, Misi dan Tujuan MTsN 13 Ngawi
a. Visi MTsN 13 Ngawi
Terciptanya generasi yang unggul dalam pekerti terdepan dalam prestasi.
b. Misi MTsN 13 Ngawi
1) Memberikan pemahaman ajaran agama secara inklusif, kontekstual dan holystic ala ahlu as sunnah wa al jamaah
2) Menumbhkankembangkan ghiroh kepada civitas dan murid dalam aspek kognitif, psikomotorik dan afektif serta membekali murid dengan materi ajar yang bersifat live skiil.
c. Tujuan MTsN 13 Ngawi
1) Menjadikan madrasah sebagai sarana untuk mencerdaskan bangsa dengan berlandaskan pada keimanan dan akhlaqul karimah serta memiliki wawasan keilmuan yang tinggi.
2) Menjadikan madrasah sebagai lingkungan pendidikan yang berkualitas guna mendukung program pemerintah dalam wajib belajar 9 tahun.
3) Menjadikan murid madrasah sebagai anak bangsa yang berkualitas dalam prestasi dan berakhlaqul karimah berdasarkan nilai-nilai Islami.2
3. Profil MTsN 13 Ngawi
a. NPSN : 69986899
b. Nama Madrasah : MTsN 13 Ngawi
c. Alamat : Jl. Raya Kendal Patalan Km 3, Dsn.
Bandem, Ds. Kendal, Kec. Kendal, Kab. Ngawi, Jawa Timur
d. Telepon/HP : +628113681313
e. Alamat E-Mail : [email protected]
1 Lihat Transkrip Dokumentasi Nomor 01/D/12-01/2023
2 Lihat Transkrip Dokumentasi Nomor 02/D/12-01/2023
f. Kode Pos : 63261 g. Status (Swasta/Negeri) : Negeri h. Tahun Berdiri : 1993 i. Hasil Akreditasi : B j. Luas Lahan : 1.139 m2 k. Luas Bangunan : 1.287 m2 l. Jumlah Rombel : 9 Rombel m. Jumlah Siswa : 236 Siswa3