• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

3. Jahe Desa Hutaraja

Data hasil pengamatan parameter pada karakter morfologis batang, daun, akar dan rimpang jahe desa Hutaraja dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 6. Karakter-karakter morfologis Jahe

Pengamatan Parameter C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 C11 C12 C13 C14 C15

Morfologi Batang

Tinggi Tanaman (m) 0,84 0,83 0,6 0,79 0,8 0,65 0,63 0,78 0,57 0,9 0,68 0,73 0,77 0,64 0,67 Warna Batang Hijau

Muda Hijau Muda Hijau Muda Hijau Muda Hijau Muda Hijau Muda Hijau Muda Hijau Muda Hijau Muda Hijau Muda Hijau Muda Hijau Muda Hijau Muda Hijau Muda Hijau Muda Diameter Batang (mm) 9,15 13,12 12,96 11,56 12,44 11,26 9,95 8,78 10,03 12,64 8,27 8,91 12,28 9,92 8,8 Jumlah Batang/Rumpun 4 6 4 6 5 5 2 4 5 6 6 4 7 5 8

Bentuk Batang Bulat Pipih Bulat Pipih Bulat Pipih Bulat Pipih Bulat Pipih Bulat Pipih Bulat Pipih Bulat Pipih Bulat Pipih Bulat Pipih Bulat Pipih Bulat Pipih Bulat Pipih Bulat Pipih Bulat Pipih Morfologi Daun Jumlah Daun/Batang 24 32 27 30 29 26 22 27 19 32 24 27 26 22 24

Bentuk Daun Lanset Lanset Lanset Lanset Lanset Lanset Lanset Lanset Lanset Lanset Lanset Lanset Lanset Lanset Lanset Ujung Daun

Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Pangkal Daun Tumpul Tumpul Tumpul Tumpul Tumpul Tumpul Tumpul Tumpul Tumpul Tumpul Tumpul Tumpul Tumpul Tumpul Tumpul Panjang Daun (cm) 27,4 24,9 19,9 22,2 28,7 22,9 17,6 22,6 22,8 28,6 25,2 25,2 25,2 20,4 23,1

Lebar daun (cm) 2,3 2,6 2,3 2,5 2,9 2,6 2,1 2,4 2,7 3,1 2,7 2,6 2,8 2,2 2,8

Morfologi Akar

Panjang Akar (cm) 23,6 18,2 23,1 20,5 27,6 21,3 26,1 24,2 19,2 32,6 22,3 19,8 27,2 21,5 23,1 Bobot Akar (g) 21,72 18,87 14,03 14,55 39,5 43,38 33,44 31,43 14,8 19,7 14,48 12,26 44,84 19,69 15,65 Bentuk Akar Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat

Morfologi Rimpang

Bentuk Rimpang Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus

Warna Kulit Rimpang

Kuning Kecokla- tan Kuning Kecokla- tan Kuning Kecokla- tan Kuning Kecokla- tan Kuning Kecokla- tan Kuning Kecokla- Tan Kuning Kecokla- tan Kuning Kecokla- tan Kuning Kecokla- tan Kuning Kecokla- tan Kuning Kecokla- tan Kuning Kecokla- tan Kuning Kecokla- tan Kuning Kecokla- tan Kuning Kecokla- tan Permukaan Rimpang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang

Warna Daging Rimpang Keabuan Kuning

Abu-abu muda kekuni-ngan Kuning Keabuan Kuning Keabuan Kuning Keabuan Kuning Keabuan Kuning Keabuan Kuning Keabuan Kuning Keabuan Kuning Keabuan Kuning Keabuan Kuning Keabuan Kuning Keabuan Kuning Keabuan Kuning Keabuan

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa jahe putih besar Desa Hutaraja memiliki karakteristik tinggi tanaman 0,5-0,9 m, warna batang hijau muda, diameter batang 8-14 mm, jumlah batang/rumpun 2-8 batang per rumpun, bentuk batang bulat pipih, jumlah daun/batang 19-32 daun/batang, bentuk daun lanset, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul, panjang daun 17-29 cm, lebar daun 2-4 cm, panjang akar 18-33 cm, bobot akar 12-45 g, bentuk akar bulat, bentuk rimpang lurus, warna kulit rimpang kuning kecoklatan, putih kekuningan dan kuning kehijuan, permukaan rimpang sedang, warna daging rimpang kuning keabuan dan abu-abu muda kekuningan, jumlah anak rimpang 26-62, bobot total rimpang 122-848 g.

Tabel 7. Keragaman kuantitatif jahe di tiga desa

Karakter

Lokasi penelitian

Dolok Saribu Dolok Parmonangan Hutaraja

Rataan ± Sd σ2

p Kriteria Rataan ± Sd σ2

p Kriteria Rataan ± Sd σ2

p Kriteria Jahe Putih Besar

Tinggi Tanaman (m) 0.612 ± 0.042 0.002 Sempit 0.679 ± 0.077 0.006 Sempit 0.738 ± 0.094 0.009 Sempit Diameter Batang (mm) 12.047 ± 2.858 8.169 Sempit 12.578 ± 1.511 2.284 Sempit 10.671 ± 1.726 2.98 Sempit

Jumlah Batang/Rumpun 3,6 ± 0.699 0.489 Sempit 4 ± 0.471 0.222 Sempit 5.133 ± 1.457 2.124 Sempit

Jumlah Daun/Batang 20.6 ± 4.169 17.378 Luas 24.7 ± 3,02 9,122 Luas 26.067 ± 3.712 13.781 Luas

Panjang Daun (cm) 24.42 ± 3.546 12.577 Luas 23.5 ± 1,831 3,353 Luas 23.78 ± 3,146 9.9 Luas

Lebar daun (cm) 3.08 ± 0.352 0.124 Sempit 2.93 ± 0.157 0.025 Sempit 2.573 ± 0.276 0.076 Sempit

Panjang Akar (cm) 19.61 ± 3.82 14.59 Luas 27.7 ± 6.284 39.493 Luas 23.353 ± 3.781 14.294 Luas

Bobot Akar (g) 16.175 ± 3.529 12.451 Luas 19.541 ± 4.651 21.633 Luas 23.889 ± 11.447 131.027 Luas

Jumlah Anak Rimpang 22.66 ± 5.522 30.489 Luas 55.3 ± 11.106 123.344 Luas 43.4 ± 11.083 122.829 Luas Bobot Total Rimpang (g) 244.119 ± 40.33 1626.503 Luas 319.351 ± 57.321 3285.684 Luas 423.985 ± 185.253 34318.714 Luas Jahe Putih Kecil

Tinggi Tanaman (m) - - - 0.61 ± 0.043 0.002 Sempit - - -

Diameter Batang (mm) - - - 12.172 ± 1.535 2.356 Sempit - - -

Jumlah Batang/Rumpun - - - 5.6 ± 1.817 3.3 Sempit - - -

Jumlah Daun/Batang - - - 24.4 ± 3.611 13.04 Luas - - -

Panjang Daun (cm) - - - 24.84 ± 2.255 5.083 Luas - - -

Lebar daun (cm) - - - 2.96 ± 0.134 0.018 Sempit - - -

Panjang Akar (cm) - - - 25.66 ± 4.136 17.103 Luas - - -

Bobot Akar (g) - - - 21.236 ± 5.253 27.59 Luas - - -

Jumlah Anak Rimpang - - - 56 ± 13.054 170.4 Luas - - -

Bobot Total Rimpang (g) - - - 359.13 ± 133.373 17788.288 Luas - - -

Jahe Merah

Tinggi Tanaman (m) 0.668 ± 0.19 0.036 Sempit - - - - - -

Diameter Batang (mm) 14.306 ± 0.777 0.604 Sempit - - - - - -

Jumlah Batang/Rumpun 4.2 ± 1.304 1.7 Sempit - - - - - -

Jumlah Daun/Batang 23.8 ± 2.28 5.2 Luas - - - - - -

Hasil analisis keseragaman dengan perbandingan standar deviasi, terdapat kriteria variabilitas fenotipe dari masing-masing jenis jahe yang terdapat di setiap desa (Tabel 7.) yaitu diperoleh empat karakter sempit (seragam) pada karakter tinggi tanaman (m), diameter batang (mm), jumlah batang/rumpun, dan lebar

daun (cm). Sedangkan karakter luas (beragam) yaitu pada karakter jumlah daun/batang, panjang daun (cm), panjang akar (cm), bobot akar (g),

Hubungan Kekerabatan

Berdasarkan karakter morfologis jahe di tiga desa diperoleh nilai hubungan kekerabatan dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 8. Hubungan kekerabatan jahe di tiga desa Kabupaten Simalungun dilihat dari Proximity matrix (dissimilarity matrix)

No. Nilai Koefisien Hubungan Kekerabatan

1 1,187 B8 B9 2 2,375 A3 A10 3 2,716 C8 C12 4 2,985 A4 A9 5 3,328 A6 A7 6 3,832 C4 C6 7 4,446 A1 A8 8 4,680 B12 C9 9 4,788 A11 A15 10 4,855 C4 C8 11 5,709 A12 A14 12 6,310 B2 B8 13 6,329 A3 A5 14 6,611 A1 A6 15 6,660 C4 C14 16 7,495 C3 C4 17 7,600 B4 B10 18 8,374 B3 B5 19 8,463 C10 C13 20 8,493 B1 B7 21 8,728 B13 B14 22 9,502 A4 B12 23 10,758 B1 B2 24 10,973 A1 A3 25 11,404 C1 C3 26 12,027 C2 C5 27 12,049 C1 A11 28 13,425 B4 B13 29 14,026 A13 A15 30 14,322 B11 B15 31 14,618 C1 C2 32 14,649 B1 B6 33 14,659 A12 A13 34 14,976 A1 A4 35 16,938 B3 B4 36 18,694 B11 C10 37 19,978 B1 B3 38 21,161 A2 C7 39 23,617 B11 C1 40 29,231 B1 B11 41 29,261 A11 A12 42 31,959 A1 B1 43 37,482 A1 A2 44 41,992 A1 A11

Dari tabel 8. Berdasarkan nilai jarak koefisien diperoleh kesimpulan bahwa semakin kecil nilai koefisien antara variabel satu dengan variabel lainnya maka semakin mirip hubungan kekerabatan pada kedua variabel tersebut. Sehingga diketahui bahwa tingkat kemiripan (kesamaan) tertinggi yang memiliki hubungan kekerabatan yaitu pada sampel B8 dan B9 sebesar 1,187 sedangkan tingkat kemiripan (kesamaan) terendah yang memiliki hubungan kekerabatan yaitu pada sampel A1 dan A11 sebesar 41,992.

Dari hasil penelitian di tiga desa Kabupaten Simalungun diperoleh dendogram hubungan kekerabatan dilihat dari ketidaksamaan antar variabel jahe di tiga desa pada masing-masing sampel dapat dilihat pada Gambar 9. berikut ini :

1 2 1a 1b 1aa 1ab Dendogram Hubungan Kekerabatan di Tiga Desa Kabupaten Simalungun

Pembahasan

Karakter-Karakter Morfologis Jahe (Zingiber officinale Rosc.)

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan jenis jahe yang diidentifikasi merupakan daerah sentra produksi terbesar untuk pertanaman tanaman jahe di Kabupaten Simalungun. Dari karakteristik morfologis jenis-jenis jahe di tiga desa tersebut dapat dilakukan pengamatan secara visual. Pada masing-masing pengamatan di setiap desa untuk parameter bentuk batang, bentuk daun, ujung daun, pangkal daun serta bentuk akar terdapat persamaan karakterisitik morfologi.

Pada parameter tinggi tanaman untuk jahe putih besar desa Dolok Saribu antara 0,5-0,7 m, desa Dolok Parmonangan 0,5-0,8 m dan desa Hutaraja antara 0,5-0,7 m, untuk jahe putih kecil desa Dolok Parmonangan antara 0,5-0,7 m dan jahe merah desa Dolok Saribu antara 0,3-0,8 m. Ciri umum pada batang jahe di daerah Kabupaten Simalungun adalah batang ditutupi oleh pelepah-pelepah daun, basah dan mengandung banyak air, bagian batang yang terdapat dalam tanah, berdaging, berbuku-buku dan bercabang (Gambar 8b.). Hal ini sesuai dengan literatur Rostiana et. al., (1991) yang menyatakan bahwa jahe merupakan batang semu yang terdiri dari pelepah daun yang yang berpadu. Biasanya batang dihiasi titik-titik berwarna putih. Batang itu biasanya basah dan mengandung banyak air (succulent). Selain itu, pada bagian akar jahe, akar tumbuh dari bagian bawah rimpang sedangkan tunas tumbuh dari bagian atas rimpang yang akan menjadi anakan-anakan baru (Gambar 8h dan 8i). Hal ini sesuai dengan literatur Kementrian Pertanian (2011) yang menyatakan bahwa perakaran tanaman jahe

umurnya, hingga membentuk rimpang serta tunas-tunas yang akan tumbuh menjadi tanaman baru. Akar tumbuh dari bagian bawah rimpang, sedangkan tunas akan tumbuh dari bagian atas rimpang.

Hasil identifikasi jenis jahe desa Dolok Saribu, Dolok Parmonangan, dan Hutaraja menunjukkan bahwa pada karakter bentuk daun, ujung daun dan pangkal daun jahe terdapat persamaan yaitu berbentuk lanset dengan ujung daun yang meruncing serta memiliki pangkal daun yang tumpul (Gambar 8c.), daun jahe

juga terdiri atas pelepah dan helaian. Hal ini sesuai dengan literatur Ajijah et.al., (1997) yang menyatakan bahwa daun terdiri atas pelepah dan

helaian. Pelepah daun melekat membungkus satu sama lain sehingga membentuk batang. Helaian daun tersusun berseling, tipis berbentuk bangun garis sampai lanset. Ujung daun meruncing, pangkal daun membulat atau tumpul.

Ukuran daun jahe di tiga desa tergolong besar dibandingkan dengan ukuran daun jahe pada umumnya. Jahe putih besar desa Dolok Saribu antara panjang 17-29 cm dan lebar 2-4 cm, desa Dolok parmonangan antara panjang 20-28 cm dan lebar 2-3 cm dan desa Hutaraja antara panjang 17-29 cm dan lebar 2-4 cm. Jahe putih kecil desa Dolok Parmonangan antara panjang 22-28 cm

dan lebar 2-3 cm, dan jahe merah desa Dolok Saribu antara panjang 24-31 cm dan lebar 2-3 cm. Hal ini sesuai dengan literatur Ajijah, et. al., (1997) yang menyatakan bahwa daun berwarna hijau gelap pada bagian atas dan lebih pucat pada bagian bawah, tulang daun sangat jelas dan tersusun sejajar. Panjang daun berkisar antara 5-25 cm dan lebar 0,8-2,5 cm.

Perbungaan jenis jahe desa Dolok Saribu, Dolok Parmonangan, dan Hutaraja sama seperti perbungaan jenis-jenis jahe pada umumnya. Berdasarkan

hasil pengamatan bunga terletak pada ketiak daun pelindung. Bunga jahe terbentuk langsung dari rimpang dan berupa malai yang keluar di permukaan

tanah, tersusun dalam rangkaian bulir, berbentuk bulat telur atau jorong (Gambar 8d.) Hal ini sesuai dengan literature BPTP (2012) yang menyatakan

bahwa bunga berupa malai keluar di permukaan tanah, berbentuk tongkat atau bulat telur. Tangkai bunga hampir tidak berbulu, terdapat sisik pada tangkai bunga berjumlah 5-7 buah.

Morfologi rimpang jahe pada umumnya bervariasi tergantung dari jenis/varietasnya masing-masing. Hasil identifikasi yang dilakukan di tiga desa terdapat perbedaan yang sangat jelas mulai dari bentuk rimpang, warna kulit rimpang, permukaan rimpang, warna daging rimpang, jumlah anak rimpang serta bobot total rimpang. Pada desa Dolok Saribu diperoleh dua jenis jahe yaitu jahe putih besar dan jahe merah dengan bentuk rimpang yaitu lurus dan melengkung/tidak teratur, warna kulit rimpang yaitu putih kekuningan dan merah (Gambar 8e. dan 8g.), permukaan rimpang sedang dan licin, warna daging rimpang yaitu kuning, kuning keabuan, dan abu-abu merah, jumlah anak rimpang berkisar antara 13-30 dan 30-51, dengan bobot total rimpang antara 169-305 g dan 224-283 g. Pada desa Dolok Parmonangan juga diperoleh dua jenis jahe yaitu jahe putih besar dan jahe putih kecil dengan bentuk rimpang lurus dan melengkung/tidak teratur, warna kulit rimpang yaitu kuning kecoklatan, putih kekuningan, kuning kehijauan (Gambar 8e. dan 8f.), permukaan rimpang sedang dan kasar, warna daging rimpang yaitu kuning keabuan dan abu-abu muda kekuningan, jumlah anak rimpang berkisar antara 41-75 dan 37-73, dan bobot

hanya ditemukan satu jenis jahe saja yaitu jahe putih besar dengan bentuk rimpang lurus, warna kulit rimpang kuning kecokelatan (Gambar 8e.), permukaan rimpang yaitu sedang, warna daging rimpang yaitu kuning keabuan dan abu-abu muda kekuningan, jumlah anak rimpang berkisar antara 26-62 dan bobot total rimpang 122-848 g. Hal ini sesuai dengan literatur Prayitno (2002) yang menyatakan bahwa berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya ada tiga jenis jahe yang terkenal yaitu jahe gajah memiliki ukuran terbesar dibanding dua jenis jahe lain, berwarna kuning atau kuning muda. Jahe putih/kuning kecil sering disebut jahe emprit, warna jahe ini cenderung putih sedangkan ukurannya lebih kecil dibanding jahe gajah tetapi lebih besar dibanding jahe merah, memiliki bentuk pipih dan Jahe merah atau jahe sunti, berwarna merah muda, memiliki ukuran yang paling kecil dibanding dua jenis jahe lainnya.

Hasil analisis keseragaman dengan perbandingan keragaman standar deviasi, diketahui bahwa terdapat empat karakter kuantitatif yang sempit (seragam) pada masing-masing jenis jahe di setiap desa yaitu pada karakter tinggi tanaman (m), diameter batang (mm), jumlah batang/rumpun, dan lebar daun (cm). Sedangkan karakter luas (beragam) yaitu pada karakter jumlah daun/batang, panjang daun (cm), panjang akar (cm), bobot akar (g),

jumlah anak rimpang, dan bobot total rimpang (g) (Tabel 7.). Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetis dari masing-masing jenis jahe/varietas tersebut, sehingga melalui kegiatan eksplorasi dan identifikasi ini dapat dilihat perbedaan karakter morfologi dari setiap jenisnya dan menduga besarnya keragaman yang ada. Hal ini sesuai dengan literatur Bermawie (2005) yang menyatakan bahwa karakterisasi terhadap koleksi (aksesi) perlu dilakukan untuk

mendapatkan data sifat atau karakter morfologis agronomis dengan menduga seberapa besar keragaman genetik yang dimiliki.

Hubungan Kekerabatan Jahe (Zingiber officinale Rosc.) di Beberapa Daerah Kabupaten Simalungun

Hasil dendogram (lihat gambar 9.) menunjukkan bahwa jahe di Kabupaten Simalungun terbagi dalam 2 kelompok utama yaitu kelompok 1 terdiri dari 40 sampel yaitu B8, B9, B2, B1, B7, B6, B3, B5, B4, B10, B13, B14, C2, C5, C11, C15, C8, C12, C4, C6, C14, C3, C1, C10, C13, B11, B15, A4, A9, B12, C9, A3, A10, A5, A6, A7, A1, A8, A2 dan A7 . Kelompok 2 hanya terdiri dari 5 sampel yaitu A12, A14, A13, A15 dan A11. Kelompok 1 memisah dengan kelompok 2 karena adanya perbedaan karakter rimpang (bentuk rimpang, warna kulit rimpang, permukaan rimpang, warna daging rimpang, jumlah anak rimpang dan bobot total rimpang). Karakter-karakter tersebut yang membedakan secara nyata antara jahe yang terdapat pada masing-masing desa, sehingga ketiga desa ini dapat dibedakan kedalam taksa yang berbeda. Hal ini sesuai dengan literatur Widodo (2007) yang menyatakan bahwa berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya ada tiga jenis jahe yaitu jahe putih besar, jahe putih kecil dan jahe merah. Morfologi rimpang jahe ini bervariasi, tergantung dari jenis/varietasnya.

Pada kelompok 1(lihat gambar 9.) membentuk 2 sub kelompok besar yaitu kelompok 1a yang terdiri dari 38 sampel yaitu B8, B9, B2, B1, B7, B6, B3, B5, B4, B10, B13, B14, C2, C5, C11, C15, C8, C12, C4, C6, C14, C3, C1, C10, C13, B11, B15, A4, A9, B12, C9, A3, A10, A5, A6, A7, A1, dan A8, sedangkan kelompok 1b hanya terdiri dari 2 sampel saja yaitu A2 dan A7. Ini disebabkan karena adanya perbedaan yang jelas pada karakter seperti tinggi tanaman (m), diameter batang (mm), jumlah batang/rumpun, jumlah daun/batang, panjang daun (cm), lebar daun (cm), panjang akar (cm), bobot akar (g), jumlah anak rimpang

dan bobot total rimpang, sehingga dapat menyebabkan keragaman antar tanaman dalam satu daerah yang berbeda. Karakter kuantitatif ini menunjukkan variasi terutama perbedaan pada sifat kuantitatif yang sangat dipengaruhi oleh perbedaan faktor genetik dan lingkungannya. Hal ini sesuai dengan literatur Sitepu (2011) yang menyatakan bahwa terjadinya variasi dalam suatu tanaman dapat disebabkan oleh adanya pengaruh lingkungan dan faktor keturunan atau genetik, keragaman penampilan tanaman dapat mengakibatkan adanya perbedaan sifat dalam tanaman atau perbedaan keadaan lingkungan atau kedua-duanya.

Pada kelompok 1a (lihat gambar 9.) membentuk 2 sub kelompok besar yaitu kelompok 1aa yang terdiri dari 27 sampel yaitu B8, B9, B2, B1, B7, B6, B3, B5, B4, B10, B13, B14, C2, C5, C11, C15, C8, C12, C4, C6, C14, C3, C1, C10, C13, B11, dan B15, pada kelompok ini terdapat sampel (B8 dan B9) yang memiliki nilai koefisien jarak terendah atau dengan kata lain memiliki banyak persamaan diantara keduanya, persamaan tersebut antara lain warna batang, bentuk batang, bentuk daun, ujung daun, pangkal daun, lebar daun (cm), bentuk akar, bentuk rimpang, warna kulit rimpang dan permukaan rimpang, sedangkan kelompok 1ab terdiri dari 11 sampel yaitu A4, A9, B12, C9, A3, A10, A5, A6, A7, A1 dan A8 membentuk satu kelompok berdasarkan persamaan pada karakter warna batang yaitu hijaun muda, diameter batang berkisar antara 12,28-14,07 mm, jumlah batang/rumpun berkisar antara 5-8, bentuk batang bulat pipih, bentuk daun lanset, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul, panjang daun berkisar antara 24,2-28,7 cm, lebar daun 2,6-3,1 cm, bentuk akar bulat, bentuk rimpang lurus sampai tidak teratur, warna kulit rimpang kuning kecoklatan, permukaan rimpang

sedang, warna daging rimpang abu-abu muda kekuningan sampai kuning keabuan.

Hubungan kekerabatan 45 sampel tanaman jahe di tiga desa Kabupaten Simalungun dari 20 karakter morfologi berbeda yang diamati dan diukur menunjukkan bahwa dari analisis dendogram tersebut dari 45 sampel tanaman jahe tidak membentuk satu kelompok berdasarkan wilayah yang diteliti, tetapi pengelompokkan tersebut berdasarkan atas banyaknya kesamaan karakter yang dimiliki. Penghanyutan genetik dan seleksi pada lingkungan yang berbeda dapat menyebabkan diversitas genetik yang lebih besar dibandingkan dengan jarak geografi, artinya bahwa meskipun suatu kultivar berasal dari daerah yang sama namun bila lingkungan tempat tumbuhnya berbeda akan mempengaruhi diversitas genetik, juga genotipe yang berasal dari daerah yang sama tidak selalu berada dalam kelompok yang sama. Semakin banyak persamaan ciri, maka semakin dekat hubungan kekerabatannya. Sebaliknya semakin banyak perbedaan ciri, maka semakin jauh hubungan kekerabatannya (Irawan dan Purbayanti, 2008),

Karakter-karakter morfologi pada jahe di tiga desa Kabupaten Simalungun yang membedakan antara jenis jahe satu dengan yang lainnya merupakan karakter genetik antara lain yaitu : tinggi tanaman, warna batang, diameter batang, jumlah batang/rumpun, jumlah daun/batang, panjang daun, lebar daun, panjang akar, bobot akar, bentuk rimpang, warna kulit rimpang, permukaan rimpang, warna daging rimpang, jumlah anak rimpang, dan bobot total rimpang.

Deskripsi Tanaman Jahe (Zingiber officinale Rosc.) di Beberapa Daerah Kabupaten Simalungun

Berdasarkan hasil identifikasi yang dilaksanakan di Beberapa Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan dilakukan deskripsi menurut SK. Menteri Pertanian Nomor : 700/Kpts/OT.320/D/12/2011 adalah sebagai berikut :

1. Jahe Desa Dolok Saribu Jahe Putih Besar

Tinggi tanaman 0,5-0,7 m, warna batang hijau, diameter batang 4-15 mm, jumlah batang/rumpun 3-5 batang per rumpun, bentuk batang bulat pipih, jumlah daun/batang 15-26 daun/batang, bentuk daun lanset, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul, panjang daun 7-29 cm, lebar daun 2-4 cm, panjang akar 13-26 cm, bobot akar 7-20 g, bentuk akar bulat, bentuk rimpang lurus, warna kulit rimpang putih kekuningan, permukaan rimpang sedang, warna daging rimpang kuning dan kuning keabuan, jumlah anak rimpang 13-30, bobot total rimpang 169-305 g dapat dilihat pada lampiran 14. Nama daerah : Dolok Saribu, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun. Kebun pak Andi Saragih dengan ketinggian tempat ± 1200 m dpl.

Jahe Merah

Tinggi tanaman 0,3-0,8 m, warna batang hijau, diameter batang 13-16 mm, jumlah batang/rumpun 3-6 batang per rumpun, bentuk batang bulat pipih, jumlah daun/batang 20-26 daun/batang, bentuk daun lanset, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul, panjang daun 24-31 cm, lebar daun 2-3 cm, panjang akar 21-42 cm, bobot akar 69-144 g, bentuk akar bulat, bentuk rimpang

warna daging rimpang abu-abu muda kekuningan dan kuning keabuan, jumlah

anak rimpang 30-51, bobot total rimpang 224-283 g dapat dilihat pada lampiran 14. Nama daerah : Dolok Saribu, Kecamatan Dolok Pardamean,

Kabupaten Simalungun. Kebun pak Andi Saragih dengan ketinggian tempat ± 1200 m dpl.

2. Jahe Desa Dolok Parmonangan Jahe Putih Besar

Tinggi tanaman 0,5-0,8 m, warna batang hijau, diameter batang 11-16 mm, jumlah batang/rumpun 3-5 batang per rumpun, bentuk batang bulat pipih, jumlah daun/batang 20-28 daun/batang, bentuk daun lanset, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul, panjang daun 20-28 cm, lebar daun 2-3 cm, panjang akar 16-43 cm, bobot akar 9-21 g, bentuk akar bulat, bentuk rimpang lurus dan melengkung/tidak teratur, warna kulit rimpang kuning kecoklatan, putih kekuningan dan kuning kehijuan, permukaan rimpang sedang dan kasar, warna daging rimpang kuning keabuan dan abu-abu muda kekuningan, jumlah anak rimpang 41-75, bobot total rimpang 234-404 g dapat dilihat pada lampiran 15. Nama daerah : Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Kebun pak Namser Gultom dengan ketinggian tempat ± 1300 m dpl. Jahe Putih Kecil

Tinggi tanaman 0,5-0,7 m, warna batang hijau muda dan hijau, diameter batang 9-15 mm, jumlah batang/rumpun 4-8 batang per rumpun, bentuk batang bulat pipih, jumlah daun/batang 20-30 daun/batang, bentuk daun lanset, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul, panjang daun 22-28 cm, lebar daun 2-3 cm, panjang akar 16-32 cm, bobot akar7-28 g, bentuk akar bulat, bentuk rimpang

melengkung/tidak teratur, warna kulit rimpang kuning kecoklatan,dan kuning kehijauan, permukaan rimpang sedang dan kasar, warna daging rimpang abu-abu muda kekuningan dan kuning keabuan, jumlah anak rimpang 37-73, bobot total rimpang 210-553 g dapat dilihat pada lampiran 15. Nama daerah : Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Kebun pak Namser Gultom dengan ketinggian tempat ± 1300 m dpl.

3. Jahe Desa Hutaraja Jahe Putih Besar

tinggi tanaman 0,5-0,9 m, warna batang hijau muda, diameter batang 8-14 mm, jumlah batang/rumpun 2-8 batang per rumpun, bentuk batang bulat pipih, jumlah daun/batang 19-32 daun/batang, bentuk daun lanset, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul, panjang daun 17-29 cm, lebar daun 2-4 cm, panjang akar 18-33 cm, bobot akar 8-55 g, bentuk akar bulat, bentuk rimpang lurus, warna kulit rimpang kuning kecoklatan, putih kekuningan dan kuning kehijuan, permukaan rimpang sedang, warna daging rimpang kuning keabuan dan abu-abu muda kekuningan, jumlah anak rimpang 26-62, bobot total rimpang 122-848 g dapat dilihat pada lampiran 16. Nama daerah : Hutaraja, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun. Kebun pak Drs. Jansi Purba dengan ketinggian tempat ± 1100 m dpl.

Dokumen terkait